Ling Junjie

Ling Junjie
Chapter 66 Pura-pura Pingsan


__ADS_3

"Sial, dia sangat beruntung!" Jiang Shen mengutuk keberuntungan Ling Junjie, dalam hati!


Tentu saja Ling Junjie beruntung, karena dia dapat merasakan semangka besar menempel di punggungnya.


"Tidak masalah menahan beban selama perjalanan, yang penting benda kenyal itu tetap menempel di punggungku!" Batin Ling Junjie.


Sementara Chu Mei, dia tidak tahu dengan isi pikiran kedua anak lelaki itu. Jadi dia bersikap biasa saja dia atas gendongan Ling Junjie.


Setelah menempuh perjalanan setengah hari, mereka di suguhkan dengan jalan yang menanjak. Kali ini mereka harus mendaki puncak gunung tinggi!


"Guru, apakah tidak ada jalan lain?" Ling Junjie bertanya dengan was-was, pasalnya jika itu jalan satu-satunya maka dia harus merasakan penderitaan dari berat badan Chu Mei!


"Ada, namun harus memutari gunung ini!" Jawaban Tetua Mayleen berhasil membut Ling Junjie menghela napas panjang.


Jika jalan lain harus memutari gunung besar yang ada di hadapannya, itu pasti memakan waktu lebih lama dari pada mendaki gunung itu.


"Setelah kita melewati gunung ini, kita akan beristirahat di Kota Andam!" Ucap Tetua Mayleen menyemangati muridnya.


Setelah mendengar kata istirahat, semangat Ling Junjie langsung bangkit kembali. "Ayo, kita mendaki gunung saja!"

__ADS_1


Sesampainya di atas gunung, mereka di suguhkan dengan pemandangan Kota yang begitu indah.


Ternyata memang benar, di balik gunung besar itu terdapat sebuah Kota!


Setelah berada di puncak gunung, mereka harus turun gunung dan berjalan melewati hutan untuk sampai di Kota Andam.


Namun baru saja turun gunung, Ling Junjie sudah tidak kuat lagi berjalan, "Aku tidak sanggup lagi berjalan!"


*Bruk*


Ling Junjie menjatuhkan tubuhnya di atas rumput, dan secara langsung tubuh Chu Mei menindihnya.


"Hei, apa kau benar-benar tidak kuat berjalan lagi?" Chu Mei bertanya sembari duduk tenang di atas tubuh Ling Junjie.


Karena tidak ada jawaban, Chu Mei langsung merasa bersalah. "Jun'er, maafkan aku!" Chu Mei berkata dengan menggoyang-goyangkan tubuh Ling Junjie.


Karena Ling Junjie tidak memberikan respon, akhirnya Chu Mei menatap Tetua Mayleen dan bertanya. "Tetua apakah dia baik-baik saja?"


Tetua Mayleen langsung memeriksa tubuh Ling Junjie, namun dia tidak menemukan cedera apapun!

__ADS_1


Tapi untuk mendamaikan Chu Mei dan Ling Junjie, Tetua Mayleen akan mengikuti tipu daya Ling Junjie.


Setelah memeriksa tubuh Ling Junjie, Tetua Mayleen berkata dengan serius. "Mei'er, sepertinya dia mengalami cedera yang sangat parah. Jika kau terus melanjutkan persaratan yang kau ajukan, mungkin kita tidak akan pernah sampai ke Sekte!"


"Kalau begitu biar aku yang membawanya!" Chu Mei langsung membopong tubuh Ling Junjie.


Sementara Tetua Mayleen dan Jiang Shen, mereka melongo menatap tidak percaya dengan perubahan sikap Chu Mei.


Chu Mei yang awalnya seperti sangat membenci Ling Junjie, sekarang tiba-tiba dia ingin membawa tubuh Ling Junjie yang sedang pura-pura pingsan.


"Mei'er, apa kau yakin ingin membawanya?" Tetua Mayleen bertanya demi memastikan keputusan Chu Mei.


"Tentu. Ini juga salahku!" Jawab Chu Mei dengan pasti.


Setelah mendengar jawaban dari mulut Chu Mei, Tetua Mayleen langsung mengajak mereka untuk melanjutkan perjalanannya. "Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita!"


Namun baru saja sepuluh langkah, mereka langsung di cegat oleh segerombolan orang yang berpaian serba hitam.


Wajah orang-orang itu tidak terlihat, karena tertutup kain yang berwarna hitam juga.

__ADS_1


Di belakang baju orang-orang itu terdapat gambar kalajengking berwarna merah.


"Bandit Kalajengking Merah!" Tetua Mayleen mengenali orang-orang berpakaian serba hitam itu, karena Bandit Kalajengking Merah sangat terkenal di Kerajaan Han.


__ADS_2