
Setelah mengambil semua harta benda yang ada di dalam bangunan itu, mereka berjalan menuju pintu keluar.
Sesampainya di halaman luar gedung itu, mereka melihat suasana di luar sudah mulai remang-remang.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" Tetua Mayleen menginstruksikan untuk melanjutkan perjalanan.
••••
Di lain tempat, terlihat 50 gadis dan 50 pemuda sedang berkumpul di sebuah ruangan yang begitu megah.
Kemudian salah satu dari 50 gadis itu memulai pembicaraan. "Sepertinya, tuan kita sudah berinkarnasi kembali!"
"Arisha, kau benar! Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan. Tapi sayang, saat ini tuan kita masih lemah!" Salah satu pemuda, membalas perkataan gadis itu dengan wajah cerah.
Pemuda itu merasa sangat gembira, karena tuan yang menghilang selama 10juta tahun lebih, kini telah kembali!
"Semuanya... Ayo kita mengadakan pesta untuk merayakan kembalinya yang mulai Ling Junjie... ." Pemuda yang memiliki nama Alvaro itu berkata dengan lantang kepada teman-temannya.
"Ya, ayo berbesta!" Sahut mereka dengan penuh semangat.
__ADS_1
Setelah mereka merencanakan untuk mengadakan pesta, tiba-tiba ruangan pertemuan itu berubah dengan sekejap mata!
Ruangan pertemuan itu berubah menjadi club malam, yang di terangi kerlap-kerlip lampu diskotik!
Alvaro naik ke atas panggung, dan langsung menghampiri DJ Equipment yang sudah terpasang di sana.
Sesampainya di depan alat-alat musik modern itu, Alvaro langsung menghidupkan musik dan menjadi Disc Jockey di sana!
••••
Kembali lagi kepada Ling Junjie, saat ini Ling Junjie sudah keluar dari makam kuno yang telah berubah menjadi reruntuhan.
Setelah mereka keluar dari sana beberapa waktu lalu, makam kuno itu langsung hancur dan menjadi tumpukan puing-puing bangunan!
Setelah keluar dari makam kuno, sikap Chu Mei kepada Ling Junjie menjadi berubah 180 derajat.
Dari awalnya selalu membenci Ling Junjie, kini Chu Mei seperti takut kehilangan Ling Junjie.
"Semula benci, jadi rindu!" Jiang Shen bergumam pelan sembari memperhatikan tingkah Chu Mei.
__ADS_1
Setelah mereka melewati hari-hari yang penuh keceriaan dan kekesalan, mereka sampai di Kota Chengding.
"Ah..., akhirnya sampai juga!" Jiang Shen menghela napas lega, dan berbicara dengan gembira.
Sepanjang perjalanan dari makam kuno, Jiang Shen merasa tekanan batin, karena selalu menjadi nyamuk di antara Chu Mei dan Ling Junjie.
Selain Jiang Shen yang merasakan kelegaan batin setelah sampai di Kota Chengding, Tetua Mayleen juga merasakan hal yang sama.
Tetua Mayleen sudah merasa bosan melihat tingkah Chu Mei yang selalu bermanja-manjaan, kepada Ling Junjie.
"Cih, tunggu saja 8 tahun lagi, pasti aku akan merebutnya darimu!" Tetua Mayleen berbicara dalam hati sembari memperhatikan kemesraan anak-anak di hadapannya.
Sementara Chu Mei, dia tetap menggandeng tangan Ling Junjie, tanpa memperhatikan ekspresi Tetua Mayleen yang seperti sedang mengutuknya.
Saat ini mereka sedang mencari penginapan untuk bermalam di Kota itu!
Setelah mereka menemukan penginapan, Chu Mei pamit kepada Tetua Mayleen untuk berjalan-jalan bersama Ling Junjie.
"Pergilah!" Tetua Mayleen mengizinkannya meskipun dengan berat hati, dia begitu tidak rela melihat muridnya berkencan bersama wanita lain.
__ADS_1
Tetua Mayleen menginginkan dirinya saja yang ada di posisi Chu Mei, namun itu tidak mungkin terjadi.
Karena jika dia berkencan bersama Ling Junjie, maka orang-orang akan mengiranya sepasang ibu dan anak!