
Seorang lelaki tampan berpostur tubuh tinggi, berkulit putih, berhidung mancung dan rambut hitamnya yang tertata rapih membuatnya terlihat sangat sempurna. Dari ujung koridor ia menjadi pusat perhatian para murid Sma 1 Lamiar yang masih berada di dalam kelas, bahkan yang berada di kelas sampai mengintip lewat jendela.
Lelaki tersebut bernama Elfathan Barwyn Atharic yang biasa di panggil Fathan. Ia adalah seorang guru muda bahasa Inggris yang baru berusia 20 tahun. Ia memilih menjadi honorer sebenarnya hanya bertujuan untuk menambah pengalaman dan mengasah kemampuannya saja, tak peduli dengan gaji. Bahkan walaupun tak mendapatkan gaji sedikit pun, baginya tak masalah. Ia mengajar disini iklhas, selain itu juga ia sangat mencintai pekerjaannya yang sekarang.
Yang di ketahui semua orang Fathan hanyalah seorang guru honorer. Padahal sebenarnya Fathan juga seorang pengusaha kuliner yang sudah ia dirikan saat lulus Sma, dengan modal yang di berikan orang tuanya.
Orang tuanya mempercayainya untuk membangun usaha kuliner karena melihat
kemampuan Fathan di bidang masak. Dari kecil ia sudah sering ikut khusus memasak karena cita-citanya dulu ingin menjadi seorang Chef namun kini cita-citanya berubah berkeinginan menjadi seorang guru.
Menurutnya menjadi seorang guru itu menyenangkan, bukan hanya berbagi ilmu namun ia bisa sama-sama belajar. Belum lagi, karena hampir semua murid menyukainya dan bisa di katakan ia menjadi guru favorit di Sma ini. Mungkin karena parasnya yang tampan dermawan membuat siswi semangat jika Fathan yang mengajar.
"Pagi Pak Fathan!"
"Pagi Pak!"
"Ganteng banget Pak!"
__ADS_1
Fathan tersenyum ramah. "Terima kasih," balasnya atas pujian beberapa siswi yang akan ia lewati. "Ayo anak-anak masuk kelas," perintahnya kepada semua murid yang masih di luar kelas karena bell masuk sudah berbunyi sekitar 2 menit yang lalu.
Sebenarnya bukan anak muridnya yang nakal karena masih di luar kelas tetapi Fathan yang terlalu tepat waktu. Saat mendengar bell ia langsung keluar ruangan untuk menuju kelas jadwal pelajarannya.
"Iya, Pak!
"Ayo-ayo masuk kelas."
Semua murid buru-buru masuk ke dalam kelas ada yang sambil lari kecil, ada juga yang jalan malas-malasan.
Seorang siswi bernama Ziara Jema Laksana perlahan membalikkan badannya. Kemudian sekilas menatap Fathan lalu langsung menunduk takut. "Iya, Pak," jawabnya pelan.
"Kamu sedang bicara sama siapa? Sama saya atau sama lantai?" tanya Fathan kesal, lagi dan lagi ini yang selalu Ziara lakukan jika bertemu dengannya, selalu menunduk.
"Maaf, Pak." Perlahan Ziara mendongakkan kepalanya, kemudian menatap Fathan.
Deg!
__ADS_1
Jantung Fathan langsung berdegup kencang ketika Ziara menatapnya. Sontak, ia langsung mengalihkan pandangannya. Ini perasaan yang selalu ia rasakan jika Ziara menatapnya, entah apa sebenarnya yang di sukainya dari gadis ini. Sejak pertama kali bertemu memang diam-diam ia sudah menaruh hati pada Ziara.
Fathan menggelengkan kepalanya kesal karena hampir hilang fokus. "Sudah cepat masuk," perintahnya kemudian buru-buru pergi meninggalkan Ziara sendirian.
Ziara memperhatikan punggung Fathan yang mulai menjauh darinya.
bersambung
#Nextπππππ
jangan lupanya like komen dan sascrabe terus tambah ke favorit
biar author semangat upp
bababbbabababyyy
aku pernah mendengar tentang cinta dan kasih sayang seseorang yang nonis di dunia ini tapi bagaimana pun mereka tidak akan bisa bersama
__ADS_1