Love My Teacher

Love My Teacher
30


__ADS_3

"Syut! Diem! Karena lo pada temen gue, jadi gue tau gimana sifat satu-satu kalian."


Ziara menatap malas pada mereka semua. Entahlah apa yang tengah mereka ributkan, ia sepertinya lebih memilih untuk pergi. "Lanjutin aja," suruhnya sembari melangkahkan kakinya.


"ZI! GUA KASIH YA!" teriak Fiki masih berusaha agar Ziara mengizinkannya untuk memberikan kontak Ziara pada Brayden.


"FIKI! SIA HAYANG KU AING HAJAR!" marah Bani sambil menggepal tangan kanannya.


😲😲😲😲


Pagi-pagi buta tempatnya pukul jam 05:00 pagi, Ziara baru saja selesai melaksanakan sholat subuh. Adzan subuh sudah berkumandang dari jam setengah 5, namun hanya ia dan ibunya yang sudah terbangun. Lulu dan Nari sudah beberapa kali ia coba bangunkan, namun belum terbangun juga.


"Kamar kak Bani kosong, tidur dimana dia?" tanya Ziara sembari ikut duduk di meja makan bersama ibunya yang sedang memotong bawang merah.


"Kayanya pada tidur di bengkel, coba sana kamu bangunkan. Kayanya semalem baru balik jam satuan, itu di depan banyak mobil juga." Zula menjelaskan tanpa menoleh.


"Oh yaudah." Ziara berdiri berjalan ke arah laci ruang tamu untuk mencari kunci cadangan bengkel milik Bani.


Setelah menemukan kunci tersebut ia segera keluar rumah. Sekitar ada 3 mobil yang terparkir di depan bengkel dan sepertinya di dalam ada beberapa teman Bani yang tidur di bengkel.


Ziara mengangkat rolling door setelah berhasil membuka kuncinya. Di dalam terlihat sekitar 10 orang yang tengah tidur berserakan di dalam bengkel yang memang tempatnya cukup luas. Namun, pandangannya langsung terfokus ke salah satu lelaki yang tertidur di kursi.


"Kasian banget, punggungnya pasti pegel tidur begitu," ucap Ziara pelan.

__ADS_1


Ia mencari keberadaan Bani dan ternyata tak jauh dari meja yang di tiduri oleh lelaki tersebut. Ia segera mendekati Bani, lalu menyentuh bahunya. "Bang! Bangun, sholat subuh dulu."


"Abang!"


"Heuh." Ziara berdiri kembali karena tak berhasil membangunkan Bani yang sama sekali tidak bergerak sedikit pun.Ia memegang kedua pinggangnya sambil memperhatikan teman-teman Bani yang tertidur.


"Ck. Ck. Dasar pemalas," cibirnya pelan. Kemudian, ia membalikkan badannya.


Deg!


Ziara terkejut saat melihat siapa lelaki yang tidur di kursi tersebut. 'PAK FATHAN.'Batinnya shock.


Bagaimana bisa Bani membiarkan gurunya ikut tidur di tempat seperti ini. Argh! Kakaknya benar-benar keterlaluan.


Tanpa sadar bibirnya membentuk sebuah lengkungan senyuman.


'Astagfirullah, Zia.'


Ziara menggelengkan kepalanya. Kemudian, ia langsung memundurkan tubuhnya saat mendengar alarm ponsel berbunyi yang berasal dari dalam jaket yang di tiduri Fathan.


Matanya melebar ketika melihat Fathan terusik karena suara alarm tersebut.


Fathan membuka matanya perlahan. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali yang belum bisa melihat dengan jelas siapa orang yang ada di hadapannya. Ia menggosok matanya pelan lalu merubah posisinya dengan benar. Kemudian, ia kembali menoleh ke samping kiri.

__ADS_1


Fathan melotot saat sadar dengan keberadaan Ziara. 'Kok ada bidadari pagi-pagi gini.' Batinnya.


Ziara masih mematung di tempat dengan pikiran kosong.


"Ziara?" panggil Fathan.


Ziara tersentak. "Iya, Pak?" jawabnya cepat.


"Apa boleh saya numpang mandi sekalian shalat subuh di rumah kamu?"


Ziara langsung mengangguk setuju. "Boleh."


"Mama kamu sudah bangun kan?"


"Sudah, Pak."


Fathan tersenyum. "Sekarang yah."


"Iya, mari," ajak Ziara berjalan duluan.


Fathan mengambil jaketnya yang berada di atas meja, kemudian mengikuti Ziara.


Next 💝💗

__ADS_1


__ADS_2