Love My Teacher

Love My Teacher
9


__ADS_3

Kemudian, ia membantu mengangkat kursi ke atas meja untuk memudahkan Ziara membersihkan kotoran debu di kolong-kolong meja.


Ziara merasa tak nyaman karena Fathan membantunya.Namun, ia berusaha tidak mempedulikan itu semua dan fokus dengan kegiatannya.


"Setelah lulus kamu mau lanjut kemana?" celetuk Fathan saat jarak mereka hanya terhalang satu meja.


Mendengar celetukan Fathan membuat Ziara tercekat. Benarkah Fathan penasaran dengan apa yang ia lakukan setelah lulus sekolah? Tetapi mengapa di depan semua orang tadi, Fathan malah melewati pertanyaan untuknya? Apa memang Fathan sengaja ingin mempermalukan dirinya di hadapan teman sekelasnya?


"Kenapa Bapak penasaran?" tanya balik Ziara tanpa mengehentikan kegiatannya.


"Ya pengen tau aja, tadi saya gak sempet tanya kamu."


"Gak sempet atau memang sengaja, Pak?"


"Sengaja."


Deg!


Ziara langsung terlonjak kaget. Ia pun menghentikan kegiatannya, lalu menoleh pada Fathan yang tengah menyenderkan tubuhnya di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada dengan pandangan menatap ke arahnya.

__ADS_1


'Jujur amat, Pak.'Batin Ziara.


Ziara segera mengalihkan pandangannya. Ia cukup di buat grogi karena di perhatikan seperti itu oleh Fathan. "Sepertinya saya nyari kerjaan aja abis lulus, tidak lanjut kuliah, Pak."


Fathan langsung menegakkan tubuhnya saat mendengar jawaban dari Ziara karena cukup terkejut. "Loh kenapa kamu gak kuliah?"


"Problemnya dari perkonomian keluarga, Pak."


'Andai kala kita berjodoh, saya janji akan mengkuliahkan kamu sampai sarjana.'Batin Fathan.


"Memang kalau boleh tau, ayah kamu kerja apa?" tanya Fathan penasaran, apa salahnya bukan? Menanyakan pekerjaan calon mertua sendiri.


Ziara tidak tanggung-tanggung menceritakan keluarganya, biarkan saja Fathan tau semuanya siapa tau Fathan bisa merasa iba padanya dan berhenti bersikap jahat kepadanya.


Fathan terdiam sesaat, ia baru mengetahuinya bahwa Ziara dari keluarga yang sederhana.


Dari dulu ia memang belum berani untuk mencari tau seluk-beluk keluarga Ziara karena takut ada seseorang yang mengetahuinya bahwa ia menyukai Ziara. Jadi, Fathan cukup beruntung karena dapat mengetahui ini langsung dari gadis yang ia sukai. Tapi ini semua tidak mengurangi atau menghilangkan perasaan sukanya pada Ziara hanya karena Ziara dari keluarga sederhana.


"Hm, memangnya kamu berapa saudara?" tanya Fathan ragu-ragu karena takut Ziara tersinggung dan merasa risih.

__ADS_1


"Saya empat bersaudara. Saya anak kedua, saya punya kakak cowo satu dan dua adik perempuan yang menginjak kelas 1 Smp dan 3 Smp."


"Kakak laki-laki kamu masih sekolah?"


"Enggak."


"Lalu bekerja?"


Ziara diam sejenak. Ia bimbang untuk menceritakan tentang kakaknya. "Hmm, sebenarnya dia punya kerjaan. Tapi, kerjaan yang di punya gak ada manfaatnya."


"Maksud kamu?" tanya Fathan kebingungan.


Ziara membalikkan badannya untuk menatap ke arah Fathan yang posisinya di belakang. "Saya cerita seperti ini hanya ke Bapak yah, dan saya bukan maksud untuk menjelekkan kakak saya," balasnya dengan wajah serius.


Fathan semakin di buat penasaran mendengarnya. "Iyah, kamu bisa ceritakan saja."


"Kakak cowok saya punya bengkel di depan rumah," ceritanya sambil kembali menyapu kolong meja miliknya. "Tapi, bengkelnya cuma di jadikan tongkrongan sama temen-temennya. Tiap hari kerjaan mereka cuma ngobrol gak jelas, gak pernah dapet duit!" lanjutnya penuh emosi yang terpendam.


💗💗💗💗💖

__ADS_1


next


__ADS_2