Love My Teacher

Love My Teacher
21


__ADS_3

Dari luar kelas 12 Ips 6 nampak sepi, dan benar saja saat ia memasuki kelas hanya ada seorang siswa yang tengah mengambil sesuatu di tasnya. "Loh kok sepi banget, pada kemana ini, Ran? tanya Fathan pada siswa bernama Ezran.


"Ke perpustakaan, Pak," jawab Ezran sambil menarik sleting tas untuk menutup kembali tasnya.


"Oh gitu? Pelajaran bu Megan yah?" tanya Fathan lagi sambil merapihkan tumpukan buku agar memudahkannya saat di bawa.


"Iya, Pak." Ezran berjalan maju lalu duduk di atas meja yang berhadapan dengan meja guru, sengaja memperhatikan Fathan yang tengah sibuk.


Fathan tak sadar jika Ezran memperhatikan, malah ia pikir Ezran telah keluar kelas karena tak mendengar suara Ezran lagi.


Ia tak sengaja mendongak ke atas sekilas, lalu melanjutkan kegiatannya lagi. Namun, saat ia sadar barusan ia melihat keberadaan Ezran. Dengan cepat Fathan langsung mendongak, kini mereka saling bertatapan dengan mimik wajah datar.


Fathan kebingungan mengapa Ezran menatapnya dengan tatapan seperti itu dan Ezran sengaja memicingkan matanya mencoba menebak perasaan Fathan dari wajahnya.


"Kamu kenapa liatin saya begitu?" tanya Fathan bingung dan sedikit takut. Bagaimana tidak takut melihat Ezran yang sedang jongkok nangkring di atas meja sambil menatapnya tanpa ekpresi.


"Bapak kenapa jahat banget sama Ziara?"

__ADS_1


Celetukan Ezran membuat Fathan mengerutkan kedua alisnya. "Apa maksud kamu?" tanyanya bingung karena terlalu tiba-tiba.


Ezran turun dari atas meja. "Udah deh, Pak. Saya tuh tau, Bapak suka kan sama Ziara."


Deg!


Fathan terlonjak kaget mendengarnya. Dari mana Ezran tau itu semua? Padahal ia tak pernah menceritakan perasaan sebenarnya pada siapa pun. "Dari mana kamu tau?" tanyanya penasaran.


Ezran tersenyum miring, jebakannya berhasil! "Jadi beneran Bapak suka sama Ziara?"


Fathan melebarkan pupil matanya ketika sadar jika Ezran sengaja menjebaknya barusan. Ck! Sekarang ia harus bagaimana? "Sudah lupakan saja," jawabannya memilih tak mau membahas tentang ini semua.


Fathan berdesis. "Kalau saya suka sama Ziara memang kenapa? Apa urusannya juga sama kamu?" balasnya dengan nada pelan namun penuh dengan perasaan kesal.


"Loh tentu itu urusan saya juga, karena Bapak saingan saya."


"Kamu suka sama Ziara?" tanya Fathan sedikit terkejut.

__ADS_1


Ezran mengangguk beberapa kali. "Betul, saya like sama Ziara."


"Kenapa kamu suka sama Ziara? Padahal saya liat-liat kamu deketnya sama Kirana."


"Loh Bapak juga kenapa suka sama Ziara, saya liat-liat Bapak deketnya sama siswi cantik kelas sebelas."


"Ck." Fathan berdecak kesal. "Lebih baik kamu buang saja perasaan suka kamu sama Ziara, kayanya percuma Ziara gak suka sama kamu."


"Loh. Bagaimana dengan Bapak? Apa mungkin Ziara suka sama orang yang udah nyakitin dan permalukannya di depan semua orang?"


Fathan tercekat. Ezran benar-benar menyebalkan dan berhasil membuatnya kesal, tetapi ada benarnya juga perkataan Ezran barusan.


"Saya kalau jadi Ziara takut sih, kalau sampe tau di sukai sama guru sendiri."


Fathan melotot marah. "Kenapa Ziara harus takut? Harusnya dia senang dong, bisa di sukai sama guru ganteng kaya saya."


"Wih, narsis juga nih Pak guru. Seganteng-gantengnya Bapak kalau sampe pacarin anak murid sendiri bisa di cap sebagai pedofil loh, Pak."

__ADS_1


next ๐Ÿ’“๐Ÿ’“ or stop ๐Ÿคจ๐Ÿคจ๐Ÿคจ


jangan bosen nya nunggu up


__ADS_2