
"Hai, semuanya," jawab Beby yang tiba-tiba di kerumuni para siswi lebih tepatnya mungkin teman sekelasnya.
"Ih Beby, hari ini lo cantik banget sih."
"Pasti karena mau nyatain perasaan ke pak Fathan kan."
"Ciee."
Beby tersipu malu mendengar celotehan mereka semua. Ia semakin percaya diri untuk mengatakan perasaan cintanya pada Fathan karena mendapat dukungan dari banyak orang. "Kalian bisa aja."
"Buketnya cantik banget, pasti mahal."
"Enggak kok, cuma sekitar lima jutaan aja."
Ziara dan Shasa yang tak sengaja mendengarnya melotot bersamaan.
"Cuma dia bilang?" ucap Shasa tak habis pikir. "Buset, buket begitu aja mahal banget." Ia masih tak percaya, mana mungkin buket seperti itu harganya sangat mahal.
"Beby kan tajir, jadi harga segitu gak seberapa menurut dia," seru Ziara memakluminya. Namun, dalam hatinya Ziara merasakan kekhwatiran melihat Beby yang begitu percaya diri untuk menyatakan cinta pada Fathan.
Ia takut bagaimana jika Fathan menerimanya? Ziara tidak ingin itu terjadi. Walaupun hati dan pikirannya terus menolak sadar bahwa ia menyimpan perasaan suka pada Fathan.
__ADS_1
_____
"PAK FATHAN!" teriak para siswi histeris saat melihat Fathan yang menghampiri mereka semua setelah dekorasi selesai tertata rapih.
Mereka sangat senang karena orang yang sedari tadi mereka tunggu akhirnya datang. Hari ini Fathan sedikit datang terlambat karena sedikit kendala di jalan. Ia sudah tau jika ada kejutan yang akan di berikan oleh siswi karena melihat postingan kepala sekolah.
"HAPPY BIRTHDAY PAK FATHAN." Bersamaan para siswi menyambut Fathan yang berdiri di hadapan mereka semua.
Di tengah lapangan full oleh para siswi, tidak ada satu pun siswa disini.
Fathan tersenyum manis karena tak menyangka akan mendapatkan suprise semeriah ini dari anak didiknya. Ia terharu, dan sangat-sangat berterima kasih pada mereka semua. "Saya ucapkan terima kasih banyak untuk kalian semua, saya bahagia banyak yang peduli dan sayang sama saya. Kalian terbaik, sekali lagi saya ucapkan terima kasih," tuturnya dengan raut wajah terharu.
"Sama-sama, Pak."
"Pak Fathan terbaik, kita semua disini sayang banget sama Bapak."
"Bapak guru terbaik yang pernah kami temui."
"HAPPY BIRTHDAY PAK FATHAN BARWYN ATHARIC."
Fathan menarik nafas dalam, ia sedikit grogi di kerumunin siswi. Senyumannya terus terpancar di wajahnya, matanya berkeliling berharap menemukan gadis yang ia cintai. Namun, beberapa kali matanya menyelusuri kerumunan namun tak membuahkan hasil. Dimana Ziara? Apakah Ziara tidak berniat ikut merayakan ulang tahunnya?
__ADS_1
Kedua mata Fathan berbinar saat melihat gadis yang ia cari ternyata tengah berdiri manis di belakang kerumunan. Wajar saja ia sulit mencari keberadaannya karena tubuhnya yang tidak terlalu tinggi membuat nya tak terlihat terhalang siswi-siswi yang berpostur tubuh tinggi.
Pandangannya sulit ia lepaskan dari Ziara. Ia pun tak bisa menahan senyuman karena melihat Ziara begitu terlihat manis disana.
'Ziara, berapa pun banyak wanita cantik di sini. Namun, hanya kamu yang saya cintai.' Batinnya dengan perasaan yang terasa berbunga-bunga sebab begitu senang melihat Ziara, ia sangat merindukannya karena sudah 2 hari tidak bertemu.
'Aku sangat mencintaimu, Ziara.'
'Akan ada saatnya aku akan membuatmu, menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.'
Fathan benar-benar mencintai Ziara. Sejujurnya ia sudah tak sanggup memendam perasaan sukanya pada Ziara, hatinya selalu gelisah tak tenang karena takut tiba-tiba ada seorang lelaki yang mendahuluinya. Tetapi, ini belum saatnya ia mengungkapkan semua rasa cintanya pada Ziara.
Ia tidak akan pernah mengajak Ziara untuk berpacaran. Bukan pacaran yang Fathan inginkan, namun ikatan pernikahan lah yang ia harapkan. 'Saya selalu berdoa, semoga kamu adalah jodoh yang di kirim Tuhan untuk saya, Ziara.' Batinnya.
'Saya nikahkan Ziara Jema Laks-'
'Eh!'
'FATHAN KAMU MIKIR APA SIH!'
KYAAAAAAAAA😣❤️
__ADS_1
Next 💝💗💗
stop 🤨🤨🤨