Love My Teacher

Love My Teacher
15


__ADS_3

"Omg! Gimana bau dalem mobilnya? Pasti harum banget kan, duh jadi ke bayang-bayang parfum punya pak Fathan."


"Iya sih, mobilnya wangi banget."


"Kok bisa ya, si Fathan baik begitu sama kamu."


"Sha, pak Fathan. Jangan begitu gak sopan tau," tegur Ziara sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Biarin, usia dia aja baru 20 tahun."


"Sama aja dong, kan guru kita."


"Yaudah lah, lagian dia gak denger juga."


"Hm."


"Ra, coba kamu cek grup bahasa Inggris deh."


"Kenapa?" tanya Ziara kebingungan.


"Udah liat aja."


Ziara segera membuka aplikasi WhatsApp, lalu membaca pesan grup bahasa Inggris.

__ADS_1


B. Inggris XII Ips-6]


Fathan Barwyn Atharic.


[Selamat sore anak-anak, maaf mengganggu. Namun, ada hal penting yang harus saya sampai kan. Barusan saya mendapatkan pesan masuk dari Pak Irawan, beliau meminta saya untuk menggantikan jadwal ngajar beliau. Jadi pelajaran pak Irawan besok di ganti bahasa Inggris.]


[Tolong kerjakan tugas di bawah ini, kalian salin soal dan tulis jawabannya di buku tulis besok saya periksa, terima kasih. ]


|Buka File|


"Ah males ngerjain tugas," keluh Shasa yang masih dapat terdengar oleh Ziara karena telepon mereka masih tersambung.


"Kerjain malem aja, cuma 15 soal kok."


"Bye sahabat," kekeh Ziara kemudian menaruh ponselnya setelah komunikasi telepon mereka terputus


******


Ziara orang yang pertama kali datang ke kelas. Walaupun jam sudah menunjukkan pukul 06 : 30 namun sekolah masih sepi, mungkin karena sedikit gerimis membuat para murid datang sedikit terlambat ke sekolah. Karena hampir 80% para murid menggunakan roda dua ke sekolah.


"Dingin banget," celetuk Shasa sambil memeluk dirinya sendiri sambil jalan ke dalam kelas. "Eh, ada Zia." Ia sedikit terkejut saat melihat hanya ada Zia yang sudah duduk santai di kursinya.


"Hai, Sha?" sapa Ziara sambil mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


"Hai, Ra," balas Shasa sambil duduk di samping Ziara kemudian menyimpan tasnya di belakangnya. "Eh iya, Ra. Tugas aku belum selesai semua gara-gara kelamaan scroll tik tok tadi malam, boleh gak aku liat punya kamu?" lanjutnya sangat berharap Ziara mau berbagi jawaban tugasnya.


"Boleh, kamu liat aja." Ziara segera membuka tasnya kemudian memberikan buku tugas bahasa Inggrisnya pada Shasa.


"Uuuu, thank you sahabat baik ku." Shasa bersorak senang karena Ziara sudah berbaik hati padanya.


Ziara tertawa kecil mendengarnya. "Iya-iya."


2 siswi masuk kelas yaitu Melani dan Kirana mereka nampak terkejut melihat Ziara dan Shasa sedang mengerjakan tugas. Mereka yakin jika Ziara dan Shasa mengerjakan tugas dari Fathan.


"Heh! Ngapain di kerjain sih? Kan gue udah bilang jangan di kerjain, ngeyel banget!" marah Melani karena sudah mengirimkan pesan tadi malam di grup kelas untuk sepakat satu kelas tidak mengerjakan tugas dari Fathan.


"Dih suka-suka kita lah, emang you siapa nyuruh-nyuruh kita? Pak Fathan aja nyuruh di kerjain kok lu ngelarang?" balas Shasa sinis.


"Dih awas lo berdua!" Melani pergi ke meja miliknya dengan perasaan dongkol.


"Nye-nye." Shasa memutar bola matanya sinis. "Dasar cabe," cibirnya mengejutkan Ziara.


"Sha, jangan gitu kalau dia denger gimana?" tegur Ziara takut jika Melani mendengar lalu bertengkar.


"Biarin aja." Shasa melirik sinis pada Melani kemudian melanjutkan menyalin jawab dari buku Ziara.


next or stop 🤨

__ADS_1


__ADS_2