Love My Teacher

Love My Teacher
3


__ADS_3

Ziara terlonjak kaget Shasa tiba-tiba berteriak keras membuat Fathan dan ketiga siswi tersebut menoleh ke belakang secara bersamaan.


Ziara melotot. Ia langsung menarik tangan Shasa dan membawanya ke arah lapangan sebelum Fathan mengetahui jika ia barusan menguping pembicaraan Fathan bersama 3 siswi tersebut.


"Mau kemana, Ra?" tanya Shasa di tarik paksa Ziara yang tak sadar karena panik.


"Kantin, kantin," jawab Ziara menambah tempo gerakan jalannya.


"Ya sabar, tangan gue sakit."


"Oh." Ziara langsung berhenti sambil melepaskan tangan Shasa yang ia pegang erat-erat sedari tadi. "Sorry, Sha."


"Iya gak papa."


"Maaf banget, Sha. Aku gak sadar tadi," ujar Ziara sambil kembali melangkah.


"Iya, btw emang ada apa sih?" Shasa penasaran sebenarnya apa yang membuat Ziara sepanik ini karena tadi ia tak sempat melihat ke sekitar.


"Ada pak Fathan."


"Ooooh!" Shasa beroh ria sedikit panjang.


"Pantes!" Ia dapat memaklumi itu semua, sangat wajar jika Ziara menjauhi Fathan karena memang sangat menyebalkan jika tak sengaja bertemu di luar kelas.


Ziara mengangguk kecil.

__ADS_1


"Tau gak, Ra. Pas awal-awal aku demen tau sama pak Fathan, tapi sekarang udah enggak. Soalnya dia galakin kamu terus," canda Shasa sambil menggandeng tangan Ziara.


Ziara tersenyum geli. "Yakin karena aku?"


"Ya enggak sih, aku juga sadar diri. Kemungkinan kecil banget aku bisa dapetin pak Fathan ."


"Gak ada yang mustahil, Sha. Di dunia ini."


"Ya aku paham, tapi ya gak mungkin gitu."


"Apa lagi aku, Sha."


Shasa melepaskan gandengannya saat masuk ke area kantin. "Yaudah lah, gak usah kita pikirin gak penting. Mending kita pesen makan."


"Aku belum sarapan tadi pagi, Ra. Kayanya mau beli nasi uduk aja," balas Shasa sambil menggunting kemasan keripik singkong di salah satu warung di kantin.


"Oh gitu, aku juga deh."


"Yaudah, berarti dua ya." Shasa mendekati mbak Tami yaitu ibu penjual warung. "Mbak, nasi uduk dua ya," pesannya dan langsung di angguki oleh mba Tami.


"Mau di bungkus apa di piring Neng?" tanya Tami sebelum mempersiapkan pesanan Shasa.


"Ra, makan disini apa di kelas?" tanya Shasa pada Ziara sebelum menjawab pertanyaan mbak Tami.


"Makan disini aja," jawab Ziara yang sedang menunggu pesanan jusnya yang tengah di buatkan oleh anak mbak Tami yaitu Pais yang berusia 17 tahun namun ia tidak bersekolah dan hanya fokus membantu ibunya berjualan di kantin.

__ADS_1


"Di piring aja, Mbak," balas Shasa pada Tami.


Tami mengangguk paham.


Setelah selesai makan di kantin Ziara dan Shasa segera kembali ke kelas. Selama di perjalanan mereka berdua habiskan dengan mengobrol kecil. Namun, obrolan mereka teralihkan saat melihat lapangan ramai.


"Liat yuk," ajak Shasa karena sangat penasaran.


"Ayo." Ziara menyetujui ajakan Shasa karena ia pun lumayan penasaran.


"What!" Shasa langsung terlonjak kaget karena ternyata yang membuat lapangan seramai ini adalah Fathan. Yeah Fathan tengah bermain basket di lapangan bersama siswa kelas 12.


babay


bersambung


next or stop 🤨


jangan lupa untuk


like💓komen 💌tambah ke favorit


ada yang mau request gak author kan baru belajar bikin walaupun dh banyak bikin tapi masih sepi aja


yok bikin saran biar GK sepi

__ADS_1


__ADS_2