Love My Teacher

Love My Teacher
20


__ADS_3

author abis dari rumah sakit makanya baru bisa up lagi


selamat hari raya idul Fitri


maaf telat


lanjut cerita


Drttt.....


Ziara menatap layar ponsel Fathan bergetar yang mendapatkan panggilan masuk dari kontak bernama Audrey. "Hmm. Pak, ada panggilan masuk," ujarnya memberitahu pada Fathan.


Fathan membalikkan badannya yang tadi tengah berpura-pura mencari buku di dalam lemari. "Siapa yang telepon saya?"


"Kalau di liat dari namanya Audrey, Pak."


Fathan terserentak. "Apa pesan masuk yang kamu bilang penting itu dari Audrey?"


Ziara mengangguk kecil. "Iya, Pak."ibu


Fathan buru-buru mengambil ponselnya, bukan untuk menjawab telepon tersebut. Namun untuk mengecek pesan masuk apa yang Audrey kirimkan padanya. Pupil matanya sedikit membesar setelah membaca pesan tersebut. "Apa saja yang kamu baca dari pesan Audrey? tanyanya sedikit panik.


"Itu, Pak. Bagian kalau pesannya gak di balas mau datengin ke sekolahan," jawab Ziara berbohong.


"Apa hanya itu saja yang kamu baca?" tanya Fathan meyakinkan.

__ADS_1


Ziara mengangguk cepat. "Iya, Pak."


Fathan langsung bernafas lega, syukurlah Ziara tidak membaca pesan Audrey yang mengatakan tentang ia menyukai murid didikannya sendiri. "Oke, jika kamu sudah selesai mengerjakan tugasnya kamu boleh langsung ke kelas. Saya angkat telepon dulu," pesannya menelpon balik Audrey sambil keluar dari ruangan.


Entah mengapa Ziara sedikit merasa sedih melihat Fathan meninggalkannya sendirian. Namun, ia langsung memukul kepalanya pelan.


'Ziara apan sih, udah ah gak usah di pikirin.' Batinnya.


Ziara bangun dari duduknya sambil merapihkan alat tulisnya karena memang tugasnya sudah selesai di kerjakan. Kemudian, ia segera keluar dari ruangan Fathan. Saat ia telah di luar ia tak melihat satu pun murid atau guru.


'Pak Fathan angkat teleponnya dimana?' Batinnya bertanya karena tak menemukan keberadaan Fathan.


Tak berfikir panjang Ziara segera berjalan ke kelasnya.


Semua mata langsung tertuju pada Ziara saat ia memasuki kelas yang hening karena tengah sibuk menyalin materi di papan tulis.


"Ada-ada aja kamu, Sha."


Shasa melepaskan pelukannya. "Sha, tau gak siapa orang yang ambil buku kamu," serunya memberitahu sambil melirik sinis pada Melani dan Kirana.


"Siapa?" tanya Ziara penasaran.


"Tuh!" tunjuknya hanya menggunakan kode dari lirikannya.


Ziara mengikuti lirikan sengit Shasa, ia bingung siapa yang di maksud Shasa namun sepertinya menunjuk Melani atau Kirana.

__ADS_1


Melani memutar matanya malas. "Basi."


"Ngomong apa lo barusan?!" lontar Shasa dengan nada keras.


"Apa lo! Ribut sini!" tantang Melani kasar.


"Ayo sini!" bentak Shasa yang langsung di tarik oleh Ziara saat ia akan melangkah maju mendekati Melani.


"Udah, Sha. Gak usah di perpanjang, lagian aku udah ngerjain ulang tugasnya," urai Ziara.


Shasa langsung menoleh pada Ziara. "Seriusan?"


"Iyah."


"Bagus deh kalau gitu."


Tring!!


"WAKTU PERGANTIAN PELAJARAN TELAH TIBA." Bell pergantian pelajaran berbunyi membuat semunya bergegas memasukan buku bahasa Inggrisnya ke dalam tas untuk mengganti ke buku pelajaran selanjutnya.


__________


Fathan memasukan ponselnya ke dalam saku celana setelah memutuskan komunikasi teleponnya dengan Audrey. Ia berjalan menuju kelas 12 Ips 6 untuk mengambil buku absen, buku paket dan buku tugas murid-murid yang belum ia nilai.


Coba komen menurut kalian gimana part kali ini?

__ADS_1


Next ๐Ÿ’“๐Ÿ’“ or stop ๐Ÿคจ๐Ÿคจ


__ADS_2