Love My Teacher

Love My Teacher
2


__ADS_3

Kemudian, dengan cepat ia masuk ke dalam kelasnya.


"Udah ke toiletnya?" tanya Shasa teman sebangku Ziara saat melihat Ziara masuk kelas dengan mimik wajah sedih. "Kamu kenapa, Ra?" sambungnya penasaran dan khawatir.


Ziara duduk lalu menunduk. "Biasa," jawabnya karena tanpa ia bercerita panjang lebar Shasa akan tahu.


"Dih, pak Fathan marahin kamu lagi?" tebak Shasa heran kesalahan apa yang sebenarnya sudah Ziara lakukan sehingga selalu mendapatkan perlakukan tak adil dari Fathan yang terkenal ramah, baik dan murah senyum.


Ziara mengangguk pelan. "Udah gak aneh, Sha. Pak Fathan kan emang benci sama aku," jawabnya sambil tersenyum terpaksa bahkan kedua bola matanya sedikit berair karena sakit hati.


Siapa yang tidak akan sakit hati, pagi-pagi sudah di marahi guru padahal hanya karena masalah kecil.


Shasa menepuk pelan bahu Ziara. "Pak Fathan kan terkenal baik banget ke semua murid, tapi kenapa sama kamu enggak? Apa jangan-jangan pak Fathan suka sama kamu, Ra?"


Ziara menggeleng sambil tersenyum hambar. Bagaimana bisa sahabatnya bisa mempunyai pikiran seperti itu, padahal jelas-jelas Fathan orang yang terkenal sangat baik pada semua orang kecuali pada dirinya dan tidak mungkin bukan jika Fathan menyukai seorang gadis ia malah bersikap kasar dan ketus seperti ini bukan?


"Ngarang kamu, Sha. Apa yang bisa pak Fathan sukai dari saya."

__ADS_1


"Gak tau juga sih."


Ziara hanya mampu tersenyum tipis. "Yaudah lah, Sha. Gak usah di pikirin lagi."


Shasa mengangguk paham tak seharusnya ia terus membahas hal yang membuat Ziara semakin sedih.


*****


"Pak, ulangan harian bahasa inggisku kan nilainya kecil jadi aku mau remedial, kapan Bapak ada waktu buat kita remedial?" tanya seorang siswi bersama 2 temannya di depan pintu kelas 12 Ips 5 pada Fathan yang baru saja keluar kelas.


Fathan tersenyum senang jika ada siswi yang antusias untuk memperbaiki nilai ulangannya tanpa di suruh. "Kalau mau nanti jadwal saya ngajar kelas kalian, nanti kita bahas bareng-bareng yah."


"Oh begitu, baik. Pulang sekolah kalian bisa ke ruangan saya yah, nanti saya kasih lembar soal ulangan kalian."


"Yes! Makasih, Pak."


Fathan tersenyum manis. "Iyah. Kalian cepet-cepet ke kantin gih, jangan lupa makan yang banyak, oke?" balasnya sambil ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf O.

__ADS_1


"Oke, Pak!" balas ketiga siswi cantik tersebut dengan kompak.


Ketiga siswi tersebut sangat senang dengan respon Fathan yang begitu baik.


Sedangkan Ziara yang sedari tadi berada di belakangnya tengah merasa sangat sedih melihat sikap Fathan yang begitu baik pada siswi lain. Kapan ia sendiri bisa mendapatkan respon sebaik itu dari Fathan? Sepertinya tak akan pernah. Setiap kali ia melihat Fathan, hatinya selalu bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang sudah di perbuatan olehnya sampai membuat Fathan sebenci ini padanya?


Jujur ia tak ingin melihat pemandangan ini. Namun, ia sedang menunggu Shasa yang kembali ke dalam kelas untuk mengambil uang yang tertinggal di tas dan tak mungkin jika harus ikut ke dalam kelas lagi.


"AYO ZIARA! KITA MAKAN!"


hai gaes author mau minta saran enak nya sehari post cerita berapa kali


soalnya author bikin cerita kadang post kalo pingin


jangan lupa mampir ke cs author


bersambung

__ADS_1


next 💓💓💓


__ADS_2