Love My Teacher

Love My Teacher
8


__ADS_3

Bukankah yang terpenting kelas mereka bersih?


"Kamu nolak perintah wali kelas kamu?" tanya Fathan dengan nada datar namun menakutkan bagi Ziara.


"Enggak, Pak. Yaudah iya nanti saya sapu, tapi saya ke parkiran dulu cari Dania soalnya dia piketnya sama saya."


"Gak perlu, saya kan nyuruhnya cuma kamu."


"Tapi, Pak-"


"Gak ada tapi-tapian segera kerjakan!"


"Wah, Pak. Gak bisa gitu dong, masa cuma Zia yang piket gak adil tau," protes Shasa sambil jalan kembali masuk ke dalam kelas mendekati mereka.


"Shasa, kamu silakan keluar kelas. Ini bukan jadwal piket kamu kan? Lebih baik kamu pulang duluan," perintah Fathan semakin membuat Ziara dan Shasa tak habis pikir. Ck! Pemaksaan.


"Gak! Saya bakal tetep disini temenin Zia." Shasa sedikit membangkang.

__ADS_1


Ia sudah tidak tahan dengan sikap Fathan yang semakin lama semakin menyebalkan dan semena-mena terhadap sahabatnya.


"Ziara bilang sama Shasa suruh dia pulang, kamu temen yang baik kan? Jadi kamu pasti gak mau ngerepotin temen kamu sendiri." Fathan kembali fokus pada laptopnya membiarkan Ziara berbicara pada Shasa.


"Jangan dengerin, Ra. Aku gak akan pergi, mana mungkin aku tega ninggalin kamu disini sama pak Fathan," seru Shasa yang tak peduli jika menyinggung perasaan Fathan.


"Sha, kamu pulang duluan aja. Abis nyapu aku langsung balik kok, lagian di sekolah kan rame banyak yang eskul." Sebenarnya Ziara juga takut jika sendirian disini, apa lagi bersama Fatha. Tetapi, karena tak ada pilihan lain. Ia terpaksa harus menuruti perintah Fathan.


"Gak, Ra. Aku gak mau!" tolak Shasa enggan untuk pergi.


"Please, Sha." Ziara memohon agar Shasa mau ikut menuruti perintah Fathan, ia tak ingin harus berdebat panjang.


Ziara tersenyum lalu mengangguk.


Fathan yang tadi menunduk segera mendongak saat melihat Ziara tersenyum. Beruntungnya ia hari ini dapat melihat senyuman indah Ziara sebanyak 2 kali, karena ia tak bisa melihat Ziara tersenyum setiap hari.


"Bye, Zi." Shasa melambaikan tangannya sambil berjalan keluar kelas.

__ADS_1


Setelah Shasa pergi Ziara menoleh pada Fathan yang asik sendiri dengan laptopnya. Ia memilih untuk segera mengambil sapu di pojok belakang untuk membersihkan kelas.


Fathan menutup laptopnya karena sedari tadi hanya berpura-pura sibuk mengutak-atik laptopnya. Ia sengaja menyuruh Ziara untuk piket pulang sekolah karena ia rasa ini bisa menjadi kesempatannya agar bisa lebih dekat dengan Ziara.


Sejak Ziara kelas 11 dan itu pertama kalinya ia mengajar di sekolah ini. Ia langsung jatuh cinta pada Ziara, entah jika harus menceritakan detail mengapa bisa mencintai Ziara. Ia pun tak tahu, karena yang ia rasakan hanya ingin terus bisa melihat Ziara walaupun dari jauh sekali pun.


Dulu ia pernah berniat untuk mendekati Ziara. Namun ia sadar itu terlalu buru-buru dan malah bisa saja membuat semua orang berpikir bahwa ia adalah seorang guru yang kurang ajar karena menyukai anak didiknya sendiri. Tetapi, karena sekarang Ziara sebentar lagi akan lulus, Fathan pelan-pelan mulai mendekati Ziara walaupun harus dengan cara seperti ini.


Fathan bangun dari duduknya ketika Ziara sudah mulai menyapu.


bersambung


babay gaes


jangan lupa like oke


💖💖💖💖💖

__ADS_1


next


__ADS_2