Love Villain System

Love Villain System
Playboy or Jomblo?


__ADS_3

Feng Yu melihat diatas kepala gadis itu ada tulisan "Ying Xie".


"Ouh... jadi gadis ini yang akan menjadi misi keduaku dengan bonus poin yang tak main-main? Sepertinya tidak semudah itu untuk menaklukkan dia." gumam Feng Yu.


Putri Ying Xie berjalan menghampiri mereka berdua. Dia menatap ke arah Feng Yu dan Xie Lang. Tak lama kemudian ia melirik ke arah gadis yang digendong oleh Feng Yu.


"Katakan, siapa namamu?" tanya putri Ying Xie kepada Feng Yu.


"Feng Yu."


"Siapa gadis yang kau gendong itu?"


"Dia adikku."


"Apa kau tidak dengar perintahku?Aku menyuruhmu untuk berhenti bukan?!"


"Aku mendengarnya. Tapi, apa Yang Mulia tidak melihat kondisi adikku? Maaf Yang Mulia, aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Permisi." jawab Feng Yu sambil pergi meninggalkan putri Ying Xie, diikuti Xie Lang dibelakangnya.


Salah satu pengawal datang menghampiri putri Ying Xie.


"Putri, apa perlu aku hentikan orang itu?!"


"Tidak perlu. Suruh orang-orang kita untuk menutup akses pengobatan dia."


"Baik putri."


"Humph, belum pernah ada orang yang berani mempermalukan aku di depan umum. Tunggu saja, aku akan membuatmu berlutut memohon kepadaku!" batin Putri Ying Xie.


Pengawal itu pun segera pergi meninggalkan barisan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh putri Ying Xie kepadanya. Sudah ketiga kalinya, Feng Yu dan Xie Lang berkunjung ke tabib. Tapi tak ada satupun tabib yang mau mengobati adiknya. Akhirnya, Xie Lang mengusulkan kepada Feng Yu untuk membawa adiknya ke rumahnya. Sesampainya ia di rumah Xie Lang, Feng Yu membaringkan adiknya di atas tempat tidur. Kemudian ia duduk di samping adiknya sambil mengelus lembut kepala Feng Yue.


"Xie Lang, terima kasih atas bantuanmu." kata Feng Yu sambil membalikkan badannya ke arah Xie Lang yang berdiri di sampingnya.


"Tidak apa-apa. Kalian berdua untuk sementara waktu, tinggallah disini dulu. Sampai kalian berdua mendapatkan cukup uang untuk membangun rumah."


"Apa tidak apa-apa, kami berdua tinggal disini?"


"Tentu saja tidak apa-apa. Kita kan sudah berteman sejak kecil. Lagipula, kamar ini sudah tidak terpakai lagi. Daripada rusak, lebih baik kalian tempatti saja dulu."


"Baiklah terima kasih. Kami berdua sudah merepotkanmu."


"Tidak perlu dibahas lagi. Aku sudah memanggil tabib untuk datang kemari. Jadi kau tidak perlu khawatir lagi."


"Ya. Terima kasih."

__ADS_1


"Sama-sama."


Beberapa saat kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar.


"Masuklah." teriak Xie Lang.


Krek (suara pintu terbuka)


Seorang pelayan pria masuk kedalam dan memberi hormat kepada Xie Lang.


"Ada apa? Mana tabib Shu?"


"Maaf nona, tabib Shu bilang tidak bisa datang kemari."


"Kenapa? Tidak biasanya ia tidak mau datang kemari?"


"Eng..." pelayan pria itu sejenak melirik ke arah Feng Yu.


Feng Yu yang menyadari bahwa dirinya sedang diamati oleh pelayan pria itu, ia segera menyadari ada sesuatu yang aneh padanya. Feng Yu kemudian menepuk lembut bahu Xie Lang.


"Tidak apa-apa jika tabib itu tidak bisa datang kemari."


"Tapi, bagaimana dengan adikmu? Dia segera butuh perawatan."


"Kau tidak perlu khawatir. Aku akan pergi mencari seseorang yang mau menolongnya." kata Feng Yu sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Xie Lang, maaf aku akan merepotkanmu lagi. Tolong jaga Yue untukku." kata Feng Yu sambil pergi meninggalkan dirinya dengan adik dan pelayan pria itu.


"Baiklah. Tapi tolong, jangan lama-lama ya."


"Ya."


"Dia selalu begitu. Tidak pernah mengatakan apa-apa jika mau pergi entah kemana." batin Xie Lang dengan kesal.


"Nona, aku minta maaf."


"Sudahlah. Untuk apa kau minta maaf sekarang? Lagipula, dia sudah mengetahui maksud dari perkataanmu."


"Hah??"


"Sudah jangan hanya berdiri disana. Segera pergi dan buat makanan. Jangan lupa antarkan kemari."


"Baik nona. Hamba pamit undur diri."

__ADS_1


"Emm."


Pelayan pria itu segera meninggalkan mereka berdua sambil menutup pintu. Feng Yu mendarat di atas pohon besar yang tidak jauh dari gerbang istana. Ia mengamati seluruh keadaan istana. Tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang tadi menghentikan dia dipasar. Dia adalah putri Ying Xie. Putri Ying Xie berjalan ditemani dua pelayan perempuan. Melihat kondisi istana sedang sepi tanpa ada penjagaan yang ketat, Feng Yu segera melompat menyelinap ke dalam istana. Saat putri Ying Xie hendak membuka pintu kamarnya tiba-tiba dari belakang seseorang menutup mulutnya dan mendorongnya masuk kedalam kamarnya. Ia mendorong gadis itu hingga tersungkur di atas lantai. Dengan cepat, Feng Yu menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Ia pun berbalik menatap putri Ying Xie yang masih berbaring di atas lantai. Ia menatap putri Ying Xie yang menunjukkan ekspresi marah di wajah cantiknya itu. Ia berusaha berdiri dan menatap ke arah Feng Yu.


"Kau mau marah? Marah saja?"


"Kau! Apa yang kau lakukan disini?! Kemana kedua pelayanku?!"


"Mereka berdua? Sedang mimpi indah. Apa kau juga ingin menyusul mereka?!"


"B*jingan! Berani sekali kau bersikap tidak sopan kepadaku! Apa kau tidak tahu, siapa aku?!"


"Tahu. Kau adalah seorang putri, anak perempuan kesayangan dari kaisar negara Yue."


"Humph, baguslah kalau kau tahu! Tapi, nyalimu cukup besar juga. Menyelinap masuk ke dalam istana putri dan menyekap dua pelayanku!"


"Aku tidak menyekap mereka. Aku hanya membuat mereka sedang bermimpi indah. Apa aku salah!"


"Kau?! Katakan, apa maumu?!"


"Putri, seharusnya yang bertanya seperti itu adalah aku. Bukan kau! Sebenarnya, apa yang kau inginkan dariku? Sampai-sampai kau menyuruh seluruh tabib yang ada di negeri ini, tidak ada satupun yang mau menolongku! Katakan, apa maksudmu yang sebenarnya?!"


"Cih. Itu karena kau!"


"Aku? Apa salahku?"


"Salahmu?! Kau mengabaikan perintah tuan putri. Bahkan kau berani bersikap tidak sopan kepadaku. Apa kau pikir ayahku akan melepaskanmu?!"


"Hahahaha! Konyol! Putri, kau memang mempunyai wajah dan tubuh yang menarik hati kaum pria. Tapi berbeda denganku. Aku sangat jijik melihat peringaimu yang tak sesuai dengan penampilanmu!"


"Kau?! Kau berani menghinaku!"


"Kenapa tidak?! Hanya menghinamu saja, kenapa aku tidak berani?! Apa kau ingin aku melakukan hal yang lebih berani denganmu, hah?! goda Feng Yu sambil memainkan rambut putri Ying Xie dengan senyum licik di wajahnya.


"Kau!" teriak Putri Ying Xie sambil melayangkan tangannya ke arah Feng Yu, namun ditangkap olehnya.


"Kau ingin menamparku!" ejek Feng Yu sambil meremas tangan putri Ying Xie.


"Ugh..." rintih putri Ying Xie menahan rasa sakit di tangannya.


Melihat putri Ying Xie kesakitan, Feng Yu melepaskan tangannya.


"Dengar putri! Jika terjadi sesuatu pada adikku, aku tidak akan melepaskanmu. Akan kubuat kau hidup segan mati tak mau! Kau boleh membuktikannya!" ancam Feng Yu sambil menatap tajam dengan wajah yang sangat menyeramkan.

__ADS_1


Melihat ekspresi Feng Yu, putri Ying Xie gemetar ketakutan. Belum pernah ia mendapatkan tekanan seperti ini. Feng Yu pun berbalik dan meninggalkan dia sambil membanting pintu. Setelah kepergiannya, seluruh tubuh putri Ying Xie gemetar ketakutan. Wajahnya pucat pasi, penuh dengan keringat bercucuran.


"Dia... sangat menakutkan." gumam putri Ying Xie.


__ADS_2