
Melihat Kaisar berbalik menatap Feng Yu, Pangeran Li Haoxi segera beranjak dari tempat duduknya seraya sedikit membungkukkan badannya dan angkat bicara.
"Yang Mulia, mohon maaf atas kelancangan hamba. Aku rasa pemuda ini ingin memberontak dan mengambil alih kerajaanmu ini!"
"Siapa yang menyuruhmu untuk angkat bicara?!" tegas Kaisar
"Maaf Yang Mulia." jawab Pangeran Li Haoxi sambil duduk kembali ke tempat duduknya.
Mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, seluruh badan Feng Yue gemetar. Kedua tangannya mulai gemetaran. Melihat kedua tangan adiknya gemetar ketakutan, Feng Yu menggenggam kedua tangan adiknya yang mulai gemetar ketakutan. Melihat kakaknya menggenggam kedua tangannya, Feng Yue berbalik menatap ke arahnya.
"Tidak perlu takut. Aku akan selalu disampingmu."
Feng Yue tidak menjawab sepatah kata setelah mendengar ucapan kakaknya.
"Aku sudah membuka kotak yang telah kau berikan kepadaku. Apa kau yakin, bahwa kedua benda ini adalah milik pangeran Li Haoxi?!" tanya Kaisar sambil mengangkat kain hitam dan batu giok yang berukiran tulisan nama "Li Haoxi " kepada seluruh penghuni Istana tersebut.
Semua orang yang ada disana terkejut bukan main, terlebih dengan pangeran Li Haoxi dan putri Ying Xie. Semua orang yang hadir dalam Istana itu, saling berbisik satu sama lain. Melihat hal itu, pangeran Li Haoxi langsung beranjak dari tempat duduknya dan memberi hormat kepada Kaisar.
"Yang Mulia, hamba yakin ini hanyalah kesalahpahaman. Kedua orang ini pasti ingin memfitnah hamba! Mohon keadilan Yang Mulia Kaisar!"
Mendengar hal itu, Feng Yu seketika langsung marah. Ia pun tak tinggal diam.
"Yang Mulia, hamba tidak ada keinginan untuk memfitnah keluarga kerajaan. Namun inilah bukti yang hamba dapatkan dari tempat kejadian. Dan adik hamba adalah korban dari nafsu bejat sang pangeran! Yang Mulia, hamba yakin bahwa Yang Mulia akan memberikan keadilan kepada rakyat kecil seperti kami." ucap Feng Yu.
"Bedebah! Bajingan kecil sialan! Beraninya kau memfitnahku!"
"Maaf Yang Mulia Pangeran, hamba tidak berani melakukannya. Namun, itu adalah bukti yang telah hamba temukan."
"Kalian berdua diam!" teriak Kaisar
Keduanya pun langsung terdiam.
"Yang Mulia, hamba merasa pria ini sengaja berkomplot dengan adiknya hanya itu mengambil kesempatan untuk memberontak di kerajaanmu! Karena itu, hamba difitnah oleh mereka berdua!
"Yang Mulia, kami berdua adalah yatim piatu. Mana mungkin kami ada keinginan untuk memberontak!"
"Bohong!!!"
"Yang Mulia pangeran, sedari tadi aku melihat kau selalu mencari-cari kesalahan kami berdua. Jelas-jelas terlihat bahwa kau hanya sedang berusaha untuk menutupi kesalahanmu!" sindir Feng Yu.
"Kau!" teriak pangeran Li Haoxi.
Karena diliputi amarah, Pangeran Li Haoxi menarik pedang yang ada di pinggangnya untuk membunuh Feng Yu. Melihat Pangeran Li Haoxi menarik pedang yang ada di pinggangnya, dengan cepat Feng Yu mendorong adiknya untuk menjauh darinya. Dengan gerakan cepat ia segera menarik pedangnya dan menahan serangan pedang yang dilancarkan oleh pangeran Li Haoxi. Seketika itu suasana di dalam Istana menjadi kacau. Semua orang yang awalnya duduk tenang langsung berhamburan melarikan diri agar tidak terkena dampak pertarungan kedua pria muda ini. Pertarungan keduanya terlihat sangat sengit.
"Kalian berdua, hentikan!!!" teriak Kaisar kepada keduanya yang masih bertarung.
Keduanya tak menghiraukan perintah Kaisar, seolah keduanya sama-sama diliputi amarah.
"Kakak, berhenti!" teriak Feng Yue.
Klang! Kling! Klang! Kling! (suara kedua pedang saling beradu.)
"Hei! Kau dengar tidak?! Adik kesayanganmu menyuruhmu untuk berhenti?!" tanya pangeran Li Haoxi sambil terus menerus mengayunkan pedangnya ke arah Feng Yu.
"Kau sendiri, bagaimana?! Kau adalah calon menantu Kaisar, tapi kau berani mengabaikan perintahnya?!"
"Dasar bajingan tengik!"
"Bukankah kita berdua sama-sama bajingan?!"
"Aku bukan bajingan!"
"Lalu apa? Penjahat kelamin?!"
"B*ngsat!!! Kupotong lidahmu itu!!!"
"Ouhhh, aku sangat takut! Yang Mulia, akui saja kejahatanmu!"
"Hehehe! Kalau memang aku pelakunya, apa yang ingin kau lakukan kepadaku?! Kau harus berkaca, siapa dirimu dan dengan siapa kau berhadapan?! Oh satu lagi... adikmu benar-benar luar biasa! Aku sangat puas, dan ingin memakannya sekali lagi! Ahhh... mengingat goyangan itu... ahhh..."
Amarah Feng Yu mulai memuncak setelah ia mendengar hal yang sangat menjijikkan yang dilontarkan oleh pangeran Li Haoxi terhadap adiknya, Feng Yue. Tanpa banyak basa-basi, ia segera mengakhiri pertarungannya dengan pangeran Li Haoxi dengan satu tusukan tepat ke dalam perutnya.
__ADS_1
Jlebbb!!!
Pangeran Li Haoxi langsung muntah darah seketika pedang milik Feng Yu menancap tepat ke dalam perutnya. Pangeran Li Haoxi langsung jatuh tersungkur di atas lantai dan mati. Darah mengalir deras dari dalam perutnya yang tertusuk oleh pedang milik Feng Yu. Seluruh orang yang ada di dalam Istana itu terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka akan ada seseorang yang berani membunuh pangeran dari negara tetangga. Kaisar pun sangat terkejut dengan hal ini, tak terkecuali Feng Yue dan Putri Ying Xie.
...****************...
Keesokan harinya, di Pengadilan
Seluruh pejabat penting Istana termasuk Kaisar dan Putri Ying Xie, serta duta dari kerajaan tetangga, telah hadir di persidangan pagi ini. Tak ketinggalan Feng Yue dan Xie Lang juga hadir di persidangan Feng Yu. Hakim pengadilan mulai membacakan kasus pembunuhan terhadap pangeran Li Haoxi yang dilakukan oleh Feng Yu di Istana kemarin.
"Apa kau mengakui kejahatanmu?!" tanya Hakim kepada Feng Yu.
"Ya!"
"Apa alasanmu membunuh dia?! Apa kau tahu siapa dia? Dia adalah pangeran negara tetangga. Dia adalah calon suami dari putri Ying Xie, salah satu putri kesayangan dari Kaisar Negara Yue!"
"Aku tahu!"
"Lalu kenapa kau membunuhnya?!"
"Karena dia telah memperkosa adikku, Feng Yue. Dan dia... tidak mau mengakui kejahatannya di depan Yang Mulia Kaisar!"
"Karena itu, kau membunuhnya?!"
Mendengar Hakim bertanya kepadanya, Feng Yu teringat akan kejadian yang terjadi saat ia bertarung dengan Pangeran Li Haoxi. Ia teringat semua kata-kata kasarnya terhadap sang adik.
"Awalnya, aku tidak ingin membunuh dia. Aku hanya ingin melindungi diriku karena dia menarik pedangnya terlebih dahulu, dan mulai menyerangku!"
"Jadi maksudmu, kau membela dirimu?!"
Feng Yu terdiam setelah mendengar perkataan Hakim. Melihat Feng Yu terdiam, hakim pun mulai mengambil keputusan. Ia pun dengan lantang mengucapkan bahwa, Feng Yu telah bersalah karena membunuh pangeran dari negara tetangga yang menjadi calon suami dari Putri Ying Xie. Dan hukumannya adalah hukuman mati.
"Dengan ini, aku menyatakan bahwa Feng Yu telah bersalah dan dihukum mati!!" ucap hakim sambil mengetok palunya.
Mendengar sidang keputusan itu, seluruh orang yang hadir di persidangan itu mulai ribut, tak terkecuali Feng Yue. Ia melihat kakaknya yang di seret para pengawal kerajaan untuk melaksanakan hukuman matinya. Feng Yue segera berlari mengikuti kakaknya yang sedang dibawa menuju tempat eksekusi. Seluruh orang berkumpul di di depan halaman tempat sidang tadi pagi. Tiang eksekusi hukuman mati telah disiapkan dengan algojo disampingnya.
Feng Yu berjalan menuju tiang eksekusi yang didampingi oleh dua pengawal kerajaan. Ia pun berdiri tepat di depan tiang itu.
"Apa ini akan menjadi akhir hidupku sebagai tokoh utama dalam novel ini?!" keluh Feng Yu dalam hati.
Mendengar suara adiknya, Feng Yu mencari-cari asal sumber suara. Ia melihat adik perempuan satu-satunya tengah berusaha menerobos masuk ke dalam kerumunan orang-orang, yang menyaksikan kematiannya.
"Sistem! Sistem! Dimana kau?!" gumam Feng Yu
[Ting!]
[Sistem hadir dalam 24 jam untuk melayani anda. Sampaikan keluhan anda!]
"Sistem, apa kau tidak mempunyai sebuah alat yang bisa menghentikan waktu? Atau membuatku menghilang sementara atau kalau perlu selamanya?!"
[Host! Ini adalah misi tugas terakhir anda. Selesaikan misi terakhir anda dan anda akan segera dikirim kembali ke dunia asal!]
"Kau gila ya! Aku ini mau dihukum mati! Tidakkah kau mempunyai sedikit perasaan?!"
[Hukuman mati adalah reward terakhir anda untuk mendapatkan poin sebesar 20.000 poin, setelah anda berhasil menyelesaikan misi terakhir anda!]
"Jadi, misi terakhir adalah kematianku?!"
[Benar!]
"Ahhh... sial!" umpat Feng Yu
Tiba-tiba kedua pengawal kerajaan itu, mulai memasangkan tali pengikat di lehernya. Feng Yue yang melihatnya segera berteriak memanggil kakaknya.
"Berhenti!"
"Feng Yue?!" gumam Feng Yu melihat adiknya berlari ke arahnya.
"Yang Mulia Kaisar! Yang Mulia hakim, maaf atas kelancanganku. Bolehkah aku mengucapkan salam perpisahan kepada kakakku satu-satunya?!" tanya Feng Yue dengan wajah memelas.
Melihat hal itu, hakim menatap ke arah Kaisar. Kaisar pun menganggukkan kepalanya. Pertanda bahwa ia telah mengizinkannya. Feng Yue segera berjalan menuju ke arah kakaknya. Ia pun memegang kedua pipi kakaknya dengan lembut dan mendekatkan dahinya ke dahi kakaknya. Perlahan bulir-bulir air mata mulai mengalir di wajahnya.
__ADS_1
"Kakak, maafkan aku. Gara-gara aku, kau harus dihukum." Isak Feng Yue.
"Tidak perlu menangis. Sudah seharusnya sebagai kakak, akan melindungi adiknya. Bahkan sekalipun harus mempertaruhkan nyawanya sendiri, demi kebahagiaan sang adik."
"Hiks... hiks... di kehidupan selanjutnya. Aku berjanji akan menjaga kakak. Menuruti semua perintah kakak. Menjadi adik yang baik untukmu, kak."
"Ya. Maafkan aku. Terima kasih, sudah menjadi adik yang luar biasa untukku."
"Terima kasih kembali, karena sudah menjagaku, melindungiku, dan menjadi kakak yang sangat luar biasa untukku. Aku berjanji, dikehidupanku selanjutnya, aku akan menjaga dan merawat kakak." ucap Feng Yue sambil mencium dahi kakaknya.
Untuk pertama kali dalam hidupnya, baru kali ini Feng Yu dicium oleh seorang gadis. Ciuman seorang adik yang sangat lembut dan hangat kepada kakaknya.
Feng Yu berdiri di atas kursi kecil. Tali telah dipasangkan di leher Feng Yu. Kedua matanya ditutup oleh kain hitam. Seluruh orang yang hadir di tempat itu, tengah menyaksikan hukuman mati. Mereka adalah saksi kematian Feng Yu. Algojo pun segera memotong tali yang mengikat lehernya di atas kepala Feng Yu. Terdengar suara kursi kecil yang diduduki oleh Feng Yu, terjatuh di tanah.
[Ting!]
[Selamat! Anda telah berhasil menyelesaikan misi terakhir yang diberikan oleh sistem! Anda berhasil mendapatkan reward sebesar 10.000 poin. Sistem akan mengembalikan anda ke dunia asal! Perintah telah dikonfirmasi! Persiapkan diri anda!]
...****************...
Di Rumah Sakit
Tit... Tit... Tit... (Terdengar suara mesin pendeteksi jantung.)
Feng Yu yang sedang terbaring di atas kasur Rumah Sakit, segera membuka kedua matanya. Perlahan-lahan, ia melihat langit-langit Rumah Sakit. Ia pun menoleh ke arah samping dan dilihatnya, Feng Yue sedang tertidur di sampingnya dengan masih mengenakan seragam sekolahnya. Dengan hati-hati, Feng Yu mencoba mengangkat kedua tangannya dan menyentuh kepala Feng Yue yang berada di atas kasur.
"Akhirnya, aku bisa kembali ke tempat asalku. Tapi, ini dimana?! Jangan-jangan..." batin Feng Yu.
Tiba-tiba Feng Yue terbangun karena merasakan ada sesuatu yang menyentuh kepalanya. Ia pun kaget dengan pemandangan di depannya. Kakaknya yang selama dua tahun ini koma, tidak sadarkan diri. Akhirnya membuka kedua matanya. Betapa bahagianya ia melihat kakaknya sudah bangun dari tidur panjangnya.
"Kakak, kau... kau... sudah bangun?!" tanya Feng Yue dengan wajah bersinar.
"Ya."
"Kau... kau bisa berbicara?!"
"Sebenarnya, apa maksud bocah sialan ini?! Memangnya aku tidak bisa berbicara?!" batin Feng Yu dengan sedikit kesal.
"Ya."
"Syukurlah! Kakak, kau tunggu disini ya. Aku akan memanggil dokter."
Feng Yu pun mengangguk pelan. Melihat isyarat itu, Feng Yue segera keluar dari dalam kamarnya untuk memberitahukan kepada dokter tentang berita adiknya yang sudah bangun. Melihat adiknya berlari keluar, Feng Yu menatap ke arah jendela kamarnya.
"Sudah berapa lama aku tertidur disini?!" gumam Feng Yu.
Tiba-tiba dokter datang dan memeriksa kondisi Feng Yu.
"Bagaimana dok, kondisi kakakku?!" tanya Feng Yue dengan wajah cemas.
"Syukurlah. Setelah mengalami koma selama dua tahun, kondisi kakak nona sudah sangat membaik. Besok baru boleh pulang." teenage dokter.
"Apa?! Koma dua tahun?!" teriak Feng Yu dengan syok. Seolah ia tidak percaya bahwa ia akan tidur selama itu.
"Iya Tuan. Nona inilah yang membawa Tuan saat kecelakaan dan yang selama ini merawat Tuan yang saat itu dalam kondisi koma. Adik Tuan."
"Terima kasih dokter."
"Baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu."
"Iya, terima kasih Dokter." ucap Feng Yue dan Feng Yu secara bersamaan.
Setelah dokter itu pergi, Feng Yu menggenggam tangan adiknya.
"Terima kasih sudah menjagaku selama ini. Mungkin ini sangat sulit bagimu, karena harus membagi waktumu bersekolah dengan mengurus kakakmu yang tidak tahu diri ini!"
"Kau tidak perlu berterima kasih kak. Ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang adik. Yang menjaga dan merawat kakaknya. Sama halnya dengan apa yang pernah kakak lakukan kepadaku."
"Terima kasih. Maaf sudah menyia-nyiakan kau."
"Tidak apa-apa kak. Kau adalah satu-satunya keluargaku yang masih hidup. Aku akan selalu menjaga dan merawatmu."
__ADS_1
Mendengar hal itu, ia teringat perkataan Feng Yue (adik di zaman kuno.) Hal itulah yang membuat hatinya semakin sakit. Perlahan-lahan ia memeluk adiknya sambil berkata "Mulai sekarang, kakak akan menjagamu, melindungi dari mereka yang berbuat jahat kepadamu." gumam Feng Yu.
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh kakaknya, Feng Yue pun menangis ke dalam pelukannya. Dalam hatinya, ia sangat gembira karena kakaknya yang dulunya bersikap cuek, dingin, angkuh. Kini menjadi sosok kakak yang lemah lembut, membuat Feng Yue merasa sangat bersyukur atas kejadian ini. Ia bisa memetik hikmah dibalik musibah yang ia alami dengan sang kakak. Dengan adanya kejadian ini, hubungan keduanya yang sempat merenggang, kini bisa saling menjaga, merawat, dan melindungi satu sama lain.