Love Villain System

Love Villain System
Misi Cinta Pembawa Masalah


__ADS_3

Feng Yu melompat dan berjalan mendekat ke arah putri Ying Xie. Keduanya saling bertukar pandang satu sama lain dalam waktu yang cukup lama.


"Putri, kenapa kau berkeliaran disini?! Dimana pelayanmu?! Dan, aku lihat tidak ada penjaga di sekitarmu?!" tanya Feng Yu sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


"Terima kasih sudah menolongku."


"Iya. Aku antar kau kembali ke istana ya?!" bujuk Feng Yu.


"Feng Yu."


"Ada apa?!"


"..."


[Ting!]


[Peringatan! Peringatan! Wanita protagonis akan mengungkapkan perasaan cintanya kepada host untuk kedua kalinya. Dimohon host untuk menyelesaikan misi dan segera klaim hadiahnya. Jika host gagal dalam menyelesaikan misi, maka host tidak akan mendapatkan hadiah reward dan tidak bisa kembali ke dunia asal!]


"Sialan! Sialan! Itu artinya aku tidak punya kesempatan lagi!" umpat Feng Yu dalam hati.


Ia pun melirik ke arah putri Ying Xie yang sedang menatapnya dengan ekspresi wajah yang memerah.


"Apa dia akan mengungkapkan perasaannya sekali lagi?! Benar-benar wanita yang sangat gigih." batin Feng Yu.


"Kenapa diam saja?!" tanya Feng Yu kepada putri Ying Xie yang masih menatapnya.


"Aku mencintaimu Feng Yu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu."


"Benarkah?!"


"Iya. Aku tidak membohongimu. Aku tulus mencintaimu."


"Bagian mana yang kau sukai dariku?!"


"Kau... kau pria yang tulus."


"Putri Ying Xie, ada beberapa hal yang harus kau ketahui tentangku. Aku menghargai perasaanmu. Aku berterima kasih kepadamu, karena kau sudah mencintai orang sepertiku. Tapi..."


"Aku tidak peduli tentang masa lalumu. Aku hanya ingin bersamamu. Bersama dengan orang yang aku cintai."


"Putri, kau sudah bertunangan dengan putra mahkota negara tetangga. Jika kau ketahuan mencintai pria lain, apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan ayahmu? Bagaimana nasib negaramu?!"


"Aku tidak peduli!"


"Putri, tolong pikirkan matang-matang hal ini."


"Aku sudah memikirkan ini berkali-kali. Tapi, perasaan ini tidak bisa hilang. Malah semakin kuat dan besar."


"Huff, wanita ini bahkan lebih keras kepala dariku! Jika aku menolaknya, aku akan kehilangan kesempatan! Tapi jika aku menerima cintanya, ini sama saja dengan mencari masalah." pikir Feng Yu.


"Putri, jika kaisar mengetahui tentang hal ini... aku takut..."

__ADS_1


"Kau tidak perlu takut. Aku akan menemui ayahandaku dan berbicara kepadanya, untuk membatalkan pertunangan ini. Dia pasti akan mengabulkan keinginanku."


"Putri, aku katakan sekali lagi. Apa kau tidak menyesali perkataanmu?!"


"Tentu saja tidak. Lagipula, aku tidak mencintai putra mahkota Li Haoxi. Dia mata keranjang. Bahkan dia sudah mempunyai seorang selir."


"Apa???!"


"Gila! Ini gila! Jika dilihat dari penampilannya, putra mahkota Li Haoxi seumuran dengan Yue, adikku di zaman modern. Bisa-bisanya dia mempunyai seorang selir di usia yang sangat muda. Terlebih dia sedang bertunangan dengan seorang putri?! Sungguh pria muda yang luar biasa!" batin Feng Yu dengan ekspresi heran di wajahnya.


"Putri, kau harus berhati-hati dengan ucapanmu. Jika yang kau katakan itu tidak benar, itu akan menimbulkan kesalahpahaman dan bisa menyebabkan perang."


"Aku bicara serius! Aku tidak berbohong! Feng Yu, tidak usah berbelit-belit! Katakan saja, kau mencintaiku atau tidak?!"


"Ahh, sial! Wanita ini tidak lupa!" umpat Feng Yu dalam hati.


"Aku..."


"Kalau kau berani meminangnya, kau harus melawanku terlebih dahulu!" teriak putra mahkota Li Haoxi yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah pembicaraan mereka berdua.


Feng Yu dan Putri Ying Xie menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya putra mahkota Li Haoxi menatap tajam ke arah mereka berdua dengan tatapan penuh amarah di wajahnya.


"Li!" teriak Putri Ying Xie.


"Putra mahkota." ucap Feng Yu.


Keduanya tanpa sadar secara bersamaan meneriakkan nama seseorang yang sama.


"Salam Yang Mulia." ucap Feng Yu sambil memberi hormat kepada putra mahkota Li Haoxi dengan sedikit membungkukkan badannya.


"Tidak usah basa-basi. Ayo lawan aku!" bentak putra mahkota Li Haoxi kepada Feng Yu.


"Apa yang kau inginkan?!" teriak Putri Ying Xie.


"Apa yang aku inginkan?! Tentu saja melindungi wanitaku dari tangan pria kotor yang ingin menyentuhnya!"


"Dasar bodoh! Feng Yu tidak pernah menyentuhku! Dia bahkan menolongku dari para perampok itu, yang hendak memperkosaku!"


"Oh ya? Benarkah?! Bagaimana jika dia menyewa beberapa orang dan menyuruh mereka untuk menjadi perampok. Yang kemudian mengejarmu dan hendak memperkosamu. Lalu, dia datang menolongmu. Berpura-pura menjadi pahlawan yang datang menyelematkanmu?!"


Mendengar pernyataan putra mahkota Li Haoxi, putri Ying Xie mengalihkan pandangannya ke arah Feng Yu. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah tumpukan mayat perampok yang berada di belakangnya.


"Tolong jaga ucapanmu, Yang Mulia." teriak Feng Yue yang berjalan menghampiri Feng Yu.


Putra mahkota Li Haoxi dan putri Ying Xie menoleh ke arah Feng Yue.


"Apa maksudmu?!" tanya putra mahkota Li Haoxi dengan tatapan merendahkan dirinya.


"Kakakku tidak seperti yang kau katakan. Tuan putri, tolong percayalah padaku. Kakakku tidak melakukan hal kotor seperti itu." terang Feng Yue dengan ekspresi serius di wajahnya.


"Heh, siapa yang akan mempercayai pria yang terkenal sebagai penjahat cinta di negara ini?! Berapa banyak gadis-gadis muda yang tertipu dan terjerat olehnya. Dan, apa kau yakin kakakmu adalah seorang pria baik-baik?!"

__ADS_1


"Ya. Dia adalah pria yang baik, sekaligus kakak yang baik."


"Ho... apa kau tahu kelakuan kakakmu di luar sana?! Berapa banyak gadis-gadis muda yang sudah dia tiduri?!"


Mendengar hinaan yang dilontarkan oleh putra mahkota Li Haoxi kepada kakaknya, Feng Yue tidak bisa diam saja. Ia pun mengepalkan kedua tangannya dan berjalan menghampiri putra mahkota Li Haoxi, namun tangannya ditarik oleh kakaknya.


"Mundur." perintah Feng Yu kepada adiknya.


Feng Yue pun mundur menurutti kata kakaknya. Ia bersembunyi di belakang punggung kakaknya. Ia menatap punggung kekar milik kakaknya. Entah kenapa ia merasa sangat aman dan nyaman ketika sang kakak memunggunginya. Seperti ada perasaan dilindungi oleh seseorang yang sangat berharga dalam hidupmu.


"Sebagai seorang kakak, aku mewakili adikku untuk meminta maaf atas perbuatannya yang mungkin menyinggung perasaan Yang Mulia putra mahkota." ucap Feng Yu sambil membungkukkan sedikit badannya.


"Jika kau ingin aku memaafkan adikmu, suruh ia berlutut memohon ampun kepadaku!"


"Apa?!" gumam Feng Yu dan Feng Yue secara bersamaan.


"Li Haoxi?! Kau jangan keterlaluan!"


Putra mahkota Li Haoxi seolah tak mempedulikan perkataan putri Ying Xie. Ia menatap ke arah Feng Yu dan Feng Yue.


"Bagaimana?! Apa adikmu bersedia melakukannya?! Jika adikmu tidak bersedia melakukannya, aku akan melaporkan perbuatan adikmu yang menghina seorang putra mahkota negara tetangga, calon suami dari seorang putri kepada kaisar. Kira-kira kau tahu, apa hukumannya?!"


"Li Haoxi!!!" teriak Putri Ying Xie dengan nada marah.


"Kakak." kata Feng Yue sambil menatap kakaknya yang sedang memunggunginya.


Tanpa pikir panjang, Feng Yu langsung berlutut di hadapan putra mahkota Li Haoxi. Putri Ying Xie yang melihat Feng Yu berlutut di hadapan tunangannya, langsung menghampirinya. Ia ikut berlutut dan bertanya kepada Feng Yu.


"Feng Yu, apa yang sedang kau lakukan?! Kau tidak perlu melakukan ini?!"


"Apa yang kau lakukan?! Aku menyuruh adikmu, bukan kau!" bentak putra mahkota Li Haoxi kepada Feng Yu yang berlutut di hadapannya.


"Kau diamlah! Tidak bisakah kau memaafkan mereka berdua dan melepaskannya?!"


"Tidak!"


"Kau! Aku akan melaporkan hal ini kepada ayahandaku! Aku akan mengatakan kepadanya untuk membatalkan pernikahan kita!"


"Apa kau bilang?! Kau ingin membatalkan pernikahan kita?!"


"Ya! Lagipula kita hanya bertunangan! Aku tidak mau menikah dengan pria kejam sepertimu! Feng Yu, berdirilah! Ayo kita pergi dari sini!" ucap putri Ying Xie sambil memapah Feng Yu untuk berdiri.


Feng Yu meliriknya dan menuruti ajakan putri Ying Xie. Ia pun berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh Feng Yue dan Putri Ying Xie. Putra mahkota Li Haoxi menjadi sangat geram melihat ketiganya pergi meninggalkan dirinya.


"Ying Xie, berhenti disana!"


"Ada apa lagi?!" tanya Ying Xie sambil menoleh ke belakang.


"Beraninya kau mempermalukan aku! Apa kau tidak takut, negaramu akan perang dengan negaraku karena kau membatalkan pernikahan kita!"


Putri Ying Xie tidak menghiraukannya. Ia terus berjalan maju sambil menggandeng lengan Feng Yu. Putra mahkota Li Haoxi sangat marah melihat putri Ying Xie menggandeng lengan kanan Feng Yu.

__ADS_1


"Tunggu dan lihat saja kau, Feng Yu! Aku akan membuat kau menyesal, karena telah merebut wanitaku!!!" gumam putra mahkota Li Haoxi.


__ADS_2