Love Villain System

Love Villain System
Mencari Yue


__ADS_3

Sangat lembut dan manis, itulah yang dirasakan oleh putra mahkota Li Haoxi. Jari jemarinya mulai bermain di atas dada Feng Yue dan perlahan mulai menarik tali bajunya. Hanya beberapa detik saja, seluruh tubuh Feng Yue terlihat. Melihat keindahan tubuh Feng Yue, Putra mahkota Li Haoxi menelan ludahnya. Ia pun mendekatkan dirinya dan mulai mengecup lembut lehernya.


"Be... berhenti! Jangan... jangan sentuh aku! Aku mohon!" ucap Feng Yue dengan suara bergetar.


Putra mahkota Li Haoxi tidak mempedulikannya. Ia terus menjelajahi dan mencium dua gunung kembar. Karena tak kuasa menahan rasa geli, tubuh Feng Yue mulai menggeliat. Sesekali terdengar suara merdu dari mulutnya. Mendengar suara merdu yang keluar dari mulut Feng Yue, membuatnya Putra mahkota Li Haoxi semakin bersemangat untuk memakannya. Light saber milik putra mahkota Li Haoxi mulai menegang dan siap meluncurkan serangannya. Berkali-kali light saber miliknya mencoba untuk menerobos lubang surgawi. Tak lama kemudian, light saber milik putra mahkota Li Haoxi berhasil menerobos pertahanan lubang surgawi milik Feng Yue.


Pranggg!!! (suara gelas pecah.)


Xie Lang yang mendengar suara ribut di kamar Feng Yu segera berlari masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu. Ia melihat Feng Yu sedang berjongkok sambil memungut pecahan gelas cangkir yang berisi teh, yang telah ia pecahkan. Xie Lang segera datang menghampirinya dan membantunya memunguti pecahan itu.


"Feng Yu, kau tidak apa-apa?!" tanya Xie Lang dengan ekspresi khawatir di wajahnya.


"Aku baik-baik saja." jawab Feng Yu sambil beranjak dari tempat duduknya dan meletakkan pecahan gelas cangkir teh itu di atas meja makan, yang letaknya tak jauh dari mereka.


"Apa kau yakin, kalau kau baik-baik saja?!" tanya Xie Lang sambil meletakkan pecahan gelas cangkir teh itu di atas meja makan.


Lalu Xie Lang menarik kursi yang letaknya bersebelahan dengan Feng Yu.


"Aku baik-baik saja. Hanya saja..."


"Hanya apa?!"


"Aku mempunyai firasat buruk terhadap adikku."


Mendengar perkataan Feng Yu, Xie Lang tidak tahu harus berkata apa.


"Feng Yu, aku tahu kekhawatiranmu. Aku sudah memerintahkan orang-orangku untuk mencari keberadaan adikmu. Kau tenang saja ya. Sebaiknya kita berdua berdo'a, semoga Feng Yue dalam keadaan baik-baik saja dan kita bisa segera menemukannya." hibur Xie Lang sambil menepuk bahu Feng Yu dengan lembut.


...****************...


Di Hutan Pinggir Kota


Feng Yue mulai berlinangan air mata, menahan rasa sakit yang teramat luar biasa yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya. Terlihat ekspresi nikmat di wajah putra mahkota Li Haoxi. Semakin Feng Yue merintih kesakitan, semakin putra mahkota Li Haoxi tidak ingin melepaskannya. Sampai keduanya merasakan berada di puncak klim*ks, terdengar suara merdu yang keluar dari mulut keduanya. Feng Yue merasa tubuhnya tak lagi bertenaga. Namun, putra mahkota Li Haoxi seolah tak mempedulikan dirinya. Ia terus dan terus melakukan hal itu kepadanya, sampai ia merasa puas. Tapi siapa sangka, jika putra mahkota Li Haoxi masih belum merasa puas kepadanya. Ia melampiaskan kekesalannya, amarahnya, ketidakpuasannya kepada Feng Yue, adik dari Feng Yu (rival cintanya.)


Selama satu minggu, ia dikurung oleh putra mahkota Li Haoxi di tempat yang sangat terpencil dihutan pinggiran kota. Dan selama itu pula, ia diperkosa berkali-kali oleh putra mahkota Li Haoxi dengan kedua matanya yang ditutupi oleh kain berwarna hitam dan kedua tangannya yang masih diikat. Sampai pada akhirnya, putra mahkota Li Haoxi memerintahkan kepada pengawalnya untuk melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya. Dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan Feng Yue yang sendirian di tempat itu.


Feng Yu yang sedang tertidur, tiba-tiba bermimpi bertemu dengan adiknya, Feng Yue. Dalam mimpinya, ia melihat adiknya sedang berteriak meminta tolong sambil menangis, dengan tubuh penuh luka di sekujur tubuhnya. Feng Yu melihat adiknya di tangkap dan diseret oleh seseorang di dalam kegelapan sambil terus berteriak memanggil namanya.


"Kakak! kakak! Tolong aku! Kakak!" teriak Feng Yue meminta tolong kepada Feng Yu, sambil tangannya ditarik oleh seseorang ke dalam kegelapan.


"Yue! Yue!" teriak Feng Yu sambil berlari mengejarnya, namun adiknya telah menghilang di telan kegelapan.


"Ahhhh! teriak Feng Yu sambil beranjak dari tempat duduknya. Ia mengamati seisi ruangan. Ternyata ia sedang bermimpi. Nafasnya terengah-engah.


"Huff, ternyata ini mimpi. Tidak bisa seperti ini. Aku harus mencarinya. Tunggu dulu, mungkin sistem PC bisa membantuku." gumam Feng Yu.


"Sistem! Sistem PC!" teriak Feng Yu.

__ADS_1


Berkali-kali Feng Yu berteriak, tapi sistem PC tidak meresponnya.


"Ahh... sial! Apa sistem PC sedang offline?! Bisa-bisanya dia online dan offline sesuka hatinya di saat genting seperti ini!" gerutu Feng Yu.


Feng Yu segera beranjak dari tempat tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah mandi dan berpakaian sangat rapi, Feng Yu segera keluar dari dalam kamarnya. Saat ia keluar dari dalam kamarnya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Xie Lang.


"Feng Yu?! Kau mau pergi kemana pagi-pagi buta begini?!" tanya Xie Lang dengan wajah penasaran.


"Tentu saja pergi mencari adikku!"


"Sebaiknya kau tunggu saja disini. Tunggu informasi dari orang-orangku terlebih dahulu."


"Maaf Xie Lang, aku tidak bisa menunggu. Aku tahu, kau melakukan ini untukku, tapi maaf... Yue adalah adik perempuanku satu-satunya. Dan dia adalah keluargaku satu-satunya juga. Aku sendiri yang akan mencarinya."


"Tapi Feng Yu..."


"Xie Lang, tolong jangan halangi aku!" ucap Feng Yu sambil pergi meninggalkannya.


Xie Lang yang melihat Feng Yu pergi meninggalkannya segera berlari mengejarnya sampai di depan pintu utama kediaman. Saat hendak membuka pintu utama, tiba-tiba keduanya dikejutkan oleh kehadiran seorang pemuda yang sangat tampan. Pemuda itu tersenyum ke arah mereka berdua. Dia adalah Zhao Shin, sahabat Feng Yu yang sekaligus juga mencintai adiknya Feng Yu (Feng Yue.)


"Hai Feng Yu! Hai Xie Lang!" sapa pemuda itu.


Feng Yu yang melihat pemuda itu menyapanya, hanya mengernyitkan dahinya.


"Siapa kau?!" tanya Feng Yu kepada pemuda itu yang sedang berdiri di hadapannya.


Berapa kagetnya Xie Lang dan Zhao Shin mendengar Feng Yu menanyakan siapa dirinya.


"Tidak."


Mendengar Feng Yu mengatakan bahwa ia tidak mengenalnya, Zhao Shin sangat marah.


"Oie... betapa mudahnya kau melupakan aku setelah kau hidup bahagia dengan wanitamu hahhhh?!" bentak Zhao Shin.


"Aku tanya, siapa kau?! Dan kenapa kau marah-marah padaku?!"


"Feng Yu tenanglah, dia adalah..."


"Hei! Aku tahu kalau dari dulu kau tidak pernah menyukaiku, hanya karena aku mendekati adikmu! Tapi, bukan begini caranya!"


"Shin, tenanglah." kata Xie Lang menyuruh Zhao Shin untuk bersikap tenang, tidak impulsif.


"Kau itu... mengerti bahasa manusia apa tidak?!" ucap Feng Yu dengan nada kasar.


"Kau!!! Berani sekali mengatai aku seperti itu! Cari mati?!" bentak Zhao Shin.


Melihat kedua pria itu mulai beradu mulut, Xie Lang akhirnya berteriak.

__ADS_1


"Kalian berdua diaaammmmm!!!" teriak Xie Lang dengan penuh emosi.


Mendengar Xie Lang yang berteriak keras dengan wajah yang penuh amarah, membuat keduanya langsung terdiam.


"Kalian berdua ini kenapa?! Kekanak-kanakan sekali!"


Keduanya terdiam tak mengucapkan sepatah kata. Melihat kedua pria itu diam seribu bahasa, Xie Lang menghela nafas.


"Feng Yu, dia adalah Zhao Shin... sahabatmu. Dia juga mencintai adikmu, Feng Yue. Zhao Shin, maaf jika Feng Yu mengatakan tidak mengenalmu. Dia... hilang ingatan."


"Oh, jadi dia sahabatnya Feng Yu... pemilik asli tubuh ini. Sepertinya, hubungan mereka kurang baik." batin Feng Yu.


"Jadi, dia hilang ingatan gara-gara putus cinta lagi?! Menyedihkan!" ejek Zhao Shin dalam hati.


"Oh. Harusnya dari awal kau mengatakannya." ucap Feng Yu dan Zhao Shin secara bersamaan.


"Ihhhh... aku mau mengatakannya tapi kalian berdua... ahhh.... susah bicara dengan orang konyol seperti kalian berdua." keluh Xie Lang sambil memegang dahinya dengan tangan kanannya.


"Pergi! Jangan menghalangi jalanku!" bentak Feng Yu kepada Zhao Shin.


"Ahhh... dia mulai lagi!" gumam Xie Lang.


"Memangnya kau mau pergi kemana?!" tanya Zhao Shin kepada Feng Yu.


"Mencari Yue."


"Ada apa dengan Yue?! Apa sesuatu telah terjadi padanya?!" tanya Zhao Shin penasaran.


"Dia diculik oleh segerombolan orang berbaju serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajah mereka. Dan... ini sudah satu minggu, tidak ada kabar darinya. Bahkan, orang-orang yang aku perintahkan untuk mencari keberadaan Yue, belum memberikan informasi tentang keberadaan Yue." terang Xie Lang.


"Apa?! Satu minggu?!" teriak Zhao Shin dengan ekspresi kaget di wajahnya.


"Mmm." angguk Xie Lang.


"Jika kau memang mencintai adikku, kau tahu apa yang akan kau lakukan. Xie Lang, aku pergi dulu. Jaga dirimu." pamit Feng Yu sambil berjalan melewati Zhao Shin yang masih berdiri di pintu masuk, menghalangi jalannya.


Mendengar Feng Yu berpamitan kepada Xie Lang, Zhao Shin segera membalikkan badannya.


"Tunggu! Aku ikut!" teriak Zhao Shin sambil berlari mengejar Feng Yu.


"Kau yakin akan ikut denganku?!"


"Ya. Memangnya ada yang salah?!"


"Tidak ada. Ayo kita pergi!"


"Ya."

__ADS_1


Keduanya pun berpamitan kepada Xie Lang dan pergi meninggalkan Xie Lang yang masih berdiri di depan pintu masuk. Ia melihat keduanya berjalan keluar ke arah pintu gerbang kediamannya, yang dibukakan oleh pengawal yang menjaganya.


"Ya Tuhan, tolong jaga dan lindungi Yue. Semoga kalian berdua segera menemukan Yue. Yue, semoga kau baik-baik saja." gumam Xie Lang dengan penuh harap.


__ADS_2