
"Sistem! Sistem PC! Dimana kau?! Hei sistem PC!" teriak Feng Yu di dalam kamarnya.
Namun sistem PC tidak juga muncul setelah ia panggil beberapa kali.
"Argghhh... sial! Disaat penting seperti ini, sistem bodoh itu tidak keluar!"
[Ting!]
[Sistem PC hadir selama 24 jam. Silahkan sampaikan keluhan anda!]
"Sial! Kenapa baru muncul sekarang! Sistem, bisakah kau memberiku petunjuk, tentang kasus pemerkosaan yang menimpa adikku?!"
[Sistem telah mengkonfirmasi perintah host!]
[Sistem mulai mendeteksi! Silahkan tunggu!]
Feng Yu melihat pada layar monitor sistem PC yang sedang memproses perintahnya. Terlihat datanya sudah seratus persen. Itu artinya, ia akan segera menerima petunjuk dari Sistem PC.
[Data telah diterima! Temukan benda berwarna hitam panjang yang mampu melumpuhkan penglihatan seseorang untuk sementara waktu!]
"Benda berwarna hitam panjang yang mampu melumpuhkan penglihatan seseorang untuk sementara waktu?! Hei sistem, memangnya ada benda seperti itu di dunia ini?!"
[Ada! Segera temukan benda itu secepat mungkin, agar host bisa mendapatkan reward dan kembali ke dunia asal!]
"Lalu, dimanakah aku bisa menemukan benda seperti itu?! Kau pikir ini di zaman modern?! Dimana semua benda yang kau inginkan bisa kau cari hanya sekali ketuk lewat hp?!"
[Pergi ke tempat yang sepi, yang dimana kau hanya bisa menemukan ribuan macam pohon dan tanaman, serta semak belukar! Di sanalah kau akan menemukan benda yang kau cari!]
"Apa benda semacam itu, bisa dijadikan sebagai bukti?!"
[Bisa! Semua tergantung usaha Host!]
"Sial!"
Sistem PC segera mengakhiri pembicaraannya dengan Feng Yu, sambil menutup layar monitornya. Feng Yu menghela nafasnya dengan sangat berat. Kepalanya mulai terasa sakit. Ia pun keluar dari dalam kamarnya, untuk mencari udara segar. Betapa terkejutnya ia melihat pemandangan, adiknya Feng Yue dan Zhao Shin sedang berbincang-bincang berduaan di paviliun bunga. Feng Yu pun melangkahkan kakinya, ingin menyapa mereka berdua. Namun, langkah kakinya terhenti saat ia mendengar suara Zhao Shin yang terdengar seperti memarahi adiknya saat itu. Ia pun melirik ke kanan dan ke kiri untuk mencari tempat persembunyian yang aman. Ia pun bersembunyi di balik pohon sakura yang besar, yang letaknya tidak jauh dari paviliun bunga itu. Ia bisa mendengar suara percakapan mereka berdua, dari jarak yang tidak cukup jauh darinya.
"Kenapa kau melakukan hal ini?!"
"Apa urusannya denganmu?! Kau urus saja urusanmu sendiri!"
"Apa kau bilang?! Kau pikir aku ini siapa?!"
"Memangnya siapa dirimu?!"
"Aku... aku..."
"Heh, kau sendiri saja berat untuk mengatakannya bukan?! Apapun yang kulakukan saat ini atau kedepannya, sudah bukan menjadi urusanmu lagi! Sejak kejadian yang menimpa padaku, kau... ahh sudahlah. Terima kasih sudah jauh-jauh datang kemari hanya untuk menjengukku. Tapi, aku ada satu permintaan untukmu, untuk terakhir kalinya."
__ADS_1
"Apa itu?!"
"Tolong jangan ganggu aku lagi. Kita bukan sepasang kekasih lagi. Hubungan kita sudah berakhir setelah kejadian itu."
"Aku tidak pernah merasa hubungan kita telah berakhir."
"Apa?!"
Kedua mata mereka saling bertemu dan bertatapan untuk waktu yang cukup lama.
"Zhao Shin, aku tidak peduli kau menganggap hubungan kita selesai atau tidak. Tapi dimataku, kau sudah berubah. Jadi, bukankah aku harus tahu diri. Daripada bertahan dengan sesuatu yang terus menyakitiku, lebih baik aku harus melepaskannya?! Bukankah begitu?!"
"Apa pernah aku menyakitimu?!"
"Tentang itu, kau bisa menanyakannya kepada dirimu sendiri."
"Ternyata, mereka berdua memang mempunyai hubungan yang spesial." batin Feng Yu sambil mengamati gerak-gerik mereka berdua.
"Kau mau kemana?!"
"Bukan urusanmu! Terima kasih untuk semua waktu dan kenangannya. Maaf dan permisi." pamit Feng Yue sambil meninggalkan Zhao Shin yang masih duduk di sana sendirian.
"Berhenti!" teriak Zhao Shin sambil menoleh ke arah Feng Yue.
Mendengar teriakan Zhao Shin yang menyuruhnya untuk berhenti, Feng Yue tak menghiraukannya. Ia terus melangkah maju meninggalkan Zhao Shin. Melihat Feng Yue terus berjalan meninggalkan dirinya, Zhao Shin terus berteriak, memintanya untuk menghentikan langkah kakinya.
Melihat Feng Yue tidak menghiraukannya, Zhao Shin segera beranjak dari tempat duduknya dan mulai mengejar Feng Yue. Ia berhasil meraih tangan Feng Yue.
"Lepaskan!" bentak Yue sambil meronta, berusaha melepaskan tangannya.
"Dengarkan aku! Aku belum selesai bicara!" ucap Zhao Shin sambil melepaskan genggamannya.
"Zhao Shin, bukankah yang ku katakan padamu sudah jelas! Kenapa kau masih menggangguku! Kau tidak perlu khawatir tentang hubungan kita. Kakakku tidak tahu tentang hubungan kita berdua. Jadi, kau tenang saja."
"Bukan tentang itu! Aku..."
Karena tidak tahan melihat mereka bertengkar, Feng Yu keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai melerai mereka.
"Maaf, ada apa ini?!" tanya Feng Yu yang tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka berdua.
"Feng Yu? Menyingkirlah, ini bukan urusanmu!"
"Eits, memang benar ini bukan urusanku
Tapi, apa kau lupa kalau Feng Yue adalah adikku?! Tentu sebagai kakak, tugasku tidak hanya melindunginya. Tapi juga sebagai ayah penggantinya. Apa kau sudah paham?!"
"Feng Yu, aku menghormati pertemanan kita. tolong menyingkirlah."
__ADS_1
"Kakak, tolong menyingkirlah. Biar aku selesaikan ini secepatnya."
"Kau yakin?!"
"Iya."
Feng Yu segera menyingkir dan berjalan mundur, sedikit menjauh dari mereka berdua.
"Apa yang ingin kau sampaikan?!"
"Aku... aku ingin minta maaf kepadamu. Gara-gara aku, kau menjadi seperti ini."
Mendengar hal itu, Feng Yu langsung naik pitam. Tanpa banyak basa-basi, pukulannya langsung mendarat di wajah Zhao Shin. Feng Yue kaget bukan main, melihat kakaknya tiba-tiba langsung memukul Zhao Shin, mantan kekasihnya. Perkelahian tak bisa dihindarkan lagi.
"Jadi, ini semua gara-gara kau! Adikku mencoba bunuh diri!"
Buukk! Duuk! Duakk! Buuukk!
Terdengar suara hantaman pukulan dari keduanya yang sangat keras. Feng Yue bingung, bagaimana caranya untuk melerai keduanya. Hingga akhirnya, ia hanya bisa berteriak. Mendengar teriakan Feng Yue, keduanya langsung berhenti berkelahi. Melihat keduanya tidak lagi berkelahi, Feng Yue berjalan mendekat ke arah mereka berdua. Ia menatap tajam ke arah kakaknya ( Feng Yu) lalu beralih ke Zhao Shin.
"Zhao Shin. Aku akan perjelas sekarang. Hubungan kita berdua sudah berakhir. Aku sudah memaafkanmu, sudah lama. Aku tidak membencimu. Dan aku harap, kau bisa mendapatkan seorang gadis yang jauh lebih baik dari aku."
"Yue, kenapa kau mengakhiri hubungan kita secara sepihak?!"
"Sepihak katamu?! Dari tatapan matamu dan tingkah lakumu saja, itu sudah membuktikan bahwa kau tidak menginginkanku lagi. Kau... sebagai seorang wanita, aku harus sadar diri. Siapakah aku? Pantaskah aku bersanding denganmu, sedangkan aku... kau tahu sendiri bukan?!"
Mendengar hal itu, Zhao Shin diam seribu bahasa. Ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Feng Yu yang mendengar pernyataan adiknya, hanya bisa memejamkan kedua matanya sebentar dan menghela nafasnya. Setelah dirasa cukup ia memberikan pernyataan dan penjelasan kepada Zhao Shin, Feng Yue segera pamit undur diri.
"Zhao Shin, aku dan kakakku pamit undur diri. Sebelumnya, aku mewakili kakakku untuk meminta maaf atas kesalahannya kepadamu."
"Yue... untuk apa kau..."
Belum selesai melanjutkan perkataannya, Feng Yue memotong pembicaraannya.
"Kakak, tolong... hargai aku... kali ini saja, ya." ucap Feng Yue dengan nada sedikit memelas.
Feng Yu yang melihat wajah adiknya yang tidak berdaya, akhirnya memilih pasrah.
"Yue, apa kita masih berteman?" tanya Zhao Shin sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan ke arah Feng Yue.
"Tentu saja." jawab Feng Yue dengan wajah tersenyum sambil menyambut uluran tangan Zhao Shin. Ini untuk yang terakhir kalinya, ia berjabat tangan dengan mantan kekasihnya, Zhao Shin.
Akhirnya Feng Yue pamit undur diri sambil menggandeng lengan kiri kakaknya (Feng Yu) untuk berjalan menjauh, meninggalkan Zhao Shin sendirian di paviliun bunga. Feng Yu melirik ke arah adiknya, dilihatnya wajah adiknya tertunduk lesu. Tiba-tiba kedua mata Feng Yu terbelak, melihat air mata yang mengalir membasahi pipinya adiknya. Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sebagai seorang pria dan juga seorang kakak, jelas ia sangat peka dengan keadaan psikis adiknya. Ia tahu persis, bahwa Feng Yue (adiknya) benar-benar tulus mencintai Zhao Shin. Hanya saja, Zhao Shin pria brengsek yang tidak tahu bersyukur. Feng Yu hanya bisa menghela nafasnya dengan sangat berat.
"Yue, kau tidak perlu khawatir. Kakak, akan selalu mendampingimu, menjagamu dan melindungimu. Jadi, jangan bersedih lagi ya. Air matamu itu terlalu berharga untuk pria brengsek seperti Zhao Shin!!" geram Feng Yu.
Melihat kakaknya sedang menghiburnya dengan nasihatnya, Feng Yue hanya tersenyum. Hanya meliriknya saja, Feng Yu tahu kalau Feng Yue sedang tersenyum mendengar nasihatnya. Kini ia bisa bernafas lega melihat senyum di wajah adiknya. Seperti inikah rasanya menjadi seorang kakak yang mempunyai adik perempuan? Tidak terima melihat adiknya disakiti oleh orang lain, tapi lebih menyukai menyakiti adiknya sendiri. Terdengar sangat menggelitik, namun inilah yang ia rindukan. Ia merindukan saat-saat dimana ia sedang berada di zaman modern. Saat dimana ia begitu sangat menikmati menggertak adiknya sendiri Feng Yue.
__ADS_1