
Keesokan harinya
Pagi-pagi buta sekali, Feng Yu bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke Istana. Feng Yue yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, melihat sang kakak sudah berpakaian sangat. rapi berjalan menuju ke arahnya. Feng Yu pun menghentikan langkahnya, karena berpapasan dengan adiknya (Feng Yue).
"Kakak, kau mau pergi kemana pagi-pagi buta ini?!" tanya Feng Yue dengan wajah sedikit penasaran
"Pergi ke Istana."
"Untuk apa?!"
"Meminta keadilan!"
"Keadilan?! Meminta keadilan seperti apa yang kakak maksud? Aku tidak mengerti?!"
"Tentang kasus pemerkosaan yang telah menimpamu!"
"Tapi kak, itu sudah terjadi terlalu lama. Untuk apa kau pergi ke Istana hanya karena meminta keadilan untukku?!"
"Memangnya kenapa?! Ada yang salah dengan tindakanku?!"
"Tidak. Hanya saja..."
"Hanya saja apa?!"
"Hanya saja, apakah Kaisar akan mendengarkan dan membantu kita kak?! Bagaimana jika Kaisar menolak untuk membantu kita?!"
"Hentikan pemikiran negatifmu! Aku pergi dulu, do'akan aku ya?! Semoga berhasil."
"Kakak, bolehkah aku ikut pergi?!"
"Kau ingin ikut denganku?! Untuk apa?! Lebih baik kau tinggal disini saja. Akan lebih baik, jika kau tinggal disini."
"Tapi kak, aku hanya ingin memastikan keadaanmu saja. Karena, kau satu-satunya keluargaku."
'Baiklah. Segera ganti pakaianmu. Kita akan berangkat pagi ini. Lebih cepat lebih baik."
"Tidak perlu kak."
"Hah?!"
"Aku sudah mandi kok." jawab Feng Yue sambil tersenyum centil.
"Oh... ya sudah. Tunggu apalagi. Ayo kita berangkat!"
Feng Yue segera menutup pintu kamarnya dan pergi meninggalkan kediaman Xie bersama kakaknya. Namun saat hendak menuju pintu gerbang, keduanya dikejutkan dengan suara yang memanggil mereka berdua.
"Feng Yu! Yue!" teriak Xie yang berdiri di belakang mereka.
Keduanya pun menoleh ke belakang secara bersamaan. Xie Lang segera berlari menghampiri mereka berdua.
"Kalian mau pergi kemana pagi-pagi buta begini?!"
"Pergi ke Istana." jawab Feng Yu.
"Ke Istana? Untuk apa?!"
__ADS_1
"Meminta keadilan tentang kasus pemerkosaan yang dialami oleh adikku."
"Apa aku boleh ikut?!"
"Xie, bukannya aku melarangmu. Tapi..."
"Yue, tuh kau bisa lihat kan?! Kakakmu melarangku untuk ikut?!" ucap Xie Lang dengan wajah memelas.
"Bu... bukan itu maksudku. Aku hanya..."
"Kakak, biarkan saja kak Xie ikut. Biar dia menemaniku."
"Ahhh baiklah. Terserah kalian berdua saja."
"Yeee!!" teriak Xie Lang dengan wajah kegirangan.
Ketiganya pun berjalan keluar ke pintu gerbang dan mereka langsung disambut oleh kereta kuda yang siap di depan gerbang, untuk mengantarkan kemanapun mereka pergi. Kereta kuda itu pun segera berangkat menuju ke Istana.
...****************...
Tak lama kemudian, ketiganya telah sampai di Istana. Sesampainya di depan pintu gerbang, ketiganya dihadang oleh pengawal istana yang berjaga di depan pintu gerbang masuk istana.
"Siapa kalian?! Apa yang kalian lakukan disini?!" tanya salah satu pengawal itu.
"Kami jauh-jauh datang kemari ingin bertemu dengan Kaisar."
Kedua pengawal itu saling bertatapan satu sama lain. Tak lama kemudian, keduanya mengalihkan pandangannya ke arah ketiga orang itu.
"Ada perlu apa kalian bertemu dengan Kaisar kami?!"
"Kami ingin meminta keadilan kepada Kaisar kalian!"
"Terima kasih."
Pengawal itu berpamitan dan masuk ke Istana untuk melaporkan kejadian pagi ini. Tak lama kemudian, pengawal itu datang kembali dan mempersilahkan ketiganya untuk masuk ke dalam Istana. Akhirnya, ketiganya masuk ke dalam Istana dengan dipandu oleh salah satu pengawal Istana yang telah menunggu mereka bertiga, saat memasukki gerbang Istana sebelumnya. Sesampainya mereka di dalam Istana, ketiganya melihat ada banyak orang-orang penting di dalam ruangan itu. Termasuk salah satu orang yang diincar oleh Feng Yu, Putra mahkota Li Haoxi yang duduk bersebelahan dengan Putri Ying Xie. Pengawal itu memberi hormat kepada Kaisar.
"Salam Yang Mulia."
"Bangunlah!'
"Terima kasih Yang Mulia. Kedatangan hamba kemari, untuk mengantarkan mereka yang ingin bertemu dengan Yang Mulia." lapor pengawal itu.
"Mmm. Kau boleh pergi!"
"Terima kasih Yang Mulia."
Pengawal itu pun pergi meninggalkan Kaisar dan tak lupa memberi salam hormat kepadanya. Melihat pengawal itu pergi, Feng Yu memberi hormat kepada Kaisar dan diikuti oleh kedua perempuan dibelakangnya, yaitu Feng Yue dan Xie Lang.
"Salam hormat kami Yang Mulia. Semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat sentosa!" ucap ketiganya secara bersamaan sambil membungkukkan sedikit punggungnya ke depan.
"Bangunlah!"
"Terima kasih Yang Mulia!" jawab ketiganya serentak.
"Katakan, ada apa kalian bertiga ingin bertemu denganku?!"
__ADS_1
"Mohon ampun Yang Mulia atas tindakan kurang sopan kami terhadap anda." ucap Feng Yu.
"Tidak masalah. Katakan saja, ada apa kalian ingin bertemu denganku. Aku dengar, dari pengawalku, kalian datang kemari untuk meminta keadilan. Apa itu benar?!"
"Benar Yang Mulia. Kedatangan hamba kemari, untuk meminta keadilan kepada Yang Mulia Kaisar atas musibah yang telah menimpa adikku, Feng Yue." ucap Feng Yu sambil melirik ke arah Feng Yue yang berdiri di belakangnya.
Melihat kakaknya melirik ke arahnya, Feng Yue tahu akan maksud kakaknya. Ia pun segera mengambil satu langkah maju ke depan, di samping kakaknya. Ia pun memberi hormat kepada Kaisar. Melihat gadis itu memberi hormat kepadanya, Kaisar memerintahkannya untuk berdiri.
"Salam Yang Mulia."
"Bangunlah! Katakan, keadilan seperti apa yang kau inginkan?!" tanya Kaisar kepada Feng Yue.
Mendengar Kaisar bertanya kepadanya, Feng Yue bingung harus menjawab apa. Melihat adiknya terdiam, Feng Yu langsung inisiatif menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kaisar kepada adiknya.
"Mohon ampun Yang Mulia. Izinkan aku mewakili adikku untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Yang Mulia. Seperti Yang Mulia lihat, kondisi fisik adikku terlihat baik-baik saja dan normal seperti gadis seusia dirinya. Tapi tidak dengan kondisi psikologisnya."
"Apa maksudnya?!"
"Musibah yang menimpa adikku, meninggalkan trauma yang cukup mendalam baginya, Yang Mulia. Karena ia telah mengalami pemerkosaan satu bulan yang lalu. Mirisnya, pemerkosaan itu dilakukan oleh salah satu dari anggota kerajaan ini!" jawab Feng Yu dengan tegas.
Seluruh orang yang hadir di dalam ruang Istana itu menjadi gempar dan saling berbisik satu sama lain. Kecuali Putri Ying Xie yang terlihat sangat tenang mendengar hal itu. Berbeda dengan putra mahkota Li Haoxi. Wajahnya terlihat sangat panik saat mendengar pernyataan Feng Yu, perihal kejadian yang telah menimpa adik perempuannya. Melihat kebisingan di dalam ruang istananya, Kaisar menjadi geram.
"Semuanya, diam!!!" bentak Kaisar
Mendengar teriakan Kaisar, seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu, langsung terdiam tanpa kata. Mereka tidak berani menatap wajah Kaisar yang saat ini terlihat sangat marah.
"Apa maksudmu, mengatakan bahwa yang memperkosa adikmu adalah salah satu dari anggota keluarga kerajaan ini?! Apa kau tidak takut dengan apa yang kau ucapkan barusan?! Menuduh keluarga kerajaan tanpa bukti, apa kau sudah siap dengan konsekuensinya?!"
"Yang Mulia, kedatangan hamba kemari mana mungkin dengan tangan kosong?! Dan, hamba sudah siap menerima konsekuensinya!"
"Kau terlihat sangat percaya diri. Lagipula, kejadian itu terjadi satu bulan yang lalu. Apa kau mempunyai buktinya?!"
"Tentu saja Yang Mulia." ucap Feng Yu sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil di balik lengan jubahnya.
"Apa itu?!"
"Ini adalah bukti yang aku temukan di tempat kejadian, Yang Mulia. Yang Mulia, boleh memeriksanya sendiri! Aku yakin, Yang Mulia akan terkejut setelah melihat isi di dalam kotak itu." pinta Feng Yu sambil menunjukkan kotak kayu berukuran kecil kepada Kaisar.
Lalu Kaisar memerintahkan salah satu pengawalnya untuk mengambil kotak kecil yang ada di tangan Feng Yu. Pengawal itu segera mengambil kotak kecil yang dibawa Feng Yu dan segera menyerahkannya kepada Kaisar. Kaisar pun menerima kotak itu dan mengamati kotak kecil itu sekilas. Pandangan matanya teralihkan kepada Feng Yu yang masih menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
"Apa kau yakin, bahwa kotak kecil ini adalah bukti yang kau temukan di tempat kejadian?!"
"Tentu saja Yang Mulia!"
"Jika kau berani membohongiku, kau harus terima konsekuensi dari ucapan dan tindakanmu karena telah berani memfitnah keluarga kerajaan!"
"Tentu saja Yang Mulia. Kalau boleh aku tahu, hukuman apa yang diterima oleh seseorang jika ia memfitnah keluarga kerajaan?!"
"Hukuman mati!"
Mendengar hal itu, Feng Yue dan Xie Lang terkejut bukan main. Namun berbeda dengan Feng Yu yang terlihat sangat tenang. Melihat ketenangan pada diri Feng Yu, Kaisar mulai kagum kepadanya. Tanpa pikir panjang, Kaisar langsung membuka kotak kecil itu dan betapa terkejutnya ia melihat isi di dalam kotak kecil itu. Bukan hanya Kaisar yang terkejut, namun seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu ikut penasaran dengan isi di dalam kotak kecil tersebut.
"Ini...?!" ucap Kaisar sambil melihat isi kotak kecil itu dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.
Melihat Kaisar terkejut setelah melihat isi kotak kecil itu, Feng Yu mulai buka suara.
__ADS_1
"Yang Mulia, apa kau baik-baik saja?!" tanya Feng Yu sambil tersenyum dingin kepadanya.
Mendengar hal itu, Kaisar berbalik menatapnya tanpa berbicara sepatah kata pun.