Love Villain System

Love Villain System
Poker atau Jago gombal


__ADS_3

"Pengawal! Pengawal!" teriak Putri Ying Xie.


Dua pengawal pribadi yang ditugaskan oleh kaisar untuk menjaganya, langsung muncul dihadapannya.


"Ada apa putri?"


"Kalian kemana saja?! Apa kalian tidak tahu kalau ada penyusup yang masuk ke dalam kamarku?!"


"Ampun putri. Kami dibius oleh seseorang. Jadi, kami berdua... tertidur karena obat bius itu."


"Apa kalian berdua tahu, siapa orang yang telah membius kalian?"


"Kami tidak tahu putri."


"Sialan! Pria itu bukan pria sembarangan!"


"Kirimkan dokter kerajaan terbaik ke kediaman keluarga Xie, sekarang!"


"Baik putri."


Dua pengawal itu langsung menghilang dari hadapannya. Putri Ying Xie berjalan menuju cermin. Ia melihat wajah cantiknya di dalam cermin itu.


"Aku adalah putri negara Yue. Siapa pria disini yang tidak kagum dengan kecantikanku. Aku akan membuatnya bertekuk lutut dihadapanku. Memohon belas kasihan kepadaku. Ini pertama kalinya aku dipermalukan seperti ini. Lihat saja kau Feng Yu! Aku akan membuatmu tergila-gila kepadaku!!!" tegas putri Ying Xie.


Disisi lain, Feng Yu yang berjalan menuju kamar adiknya merasa hidungnya sedikit gatal.


"Hatchiii! Ah sialan, siapa yang membicarakan aku dibelakang!" gerutu Feng Yu.


"Kau kenapa?"


"Tidak apa-apa. Hidungku sedikit gatal. Oh ya, bagaimana keadaannya?"


"Dia belum siuman."


"Dasar brengsek! Tunggu saja kau wanita, jika terjadi sesuatu pada adikku!" geram Feng Yu dalam hati.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk." teriak Xie Lang.


Seorang pelayan masuk dan memberi hormat kepada Xie Lang.


"Ada apa?"


"Nona, diluar ada tabib kerajaan yang sedang menunggu di aula perjamuan."


"Tabib kerajaan?!" gumam Feng Yu dan Xie Lang secara bersamaan.


"Mengapa tabib kerajaan datang kemari?" tanya Xie Lang kepada pelayannya.


"Beliau berkata bahwa beliau datang kemari untuk mengobati seorang gadis muda di kediaman ini, nona."


"Baiklah. Aku akan menemuinya. Kau boleh pergi."


"Baik nona."


Pelayan itu lalu pergi meninggalkan tempat itu. Xie Lang berbalik menatap Feng Yu.


"Feng, apa kau pergi ke istana?"


"Iya."


"Kau gila ya! Menerobos masuk ke dalam istana. Apalagi istana putri. Benar-benar nekat! Kau cari mati ya!!!"


"Pria kalau bukan nekat bukan pria namanya!"


"Kau! Haishhh! (sambil menghela nafas) Aku tak tahu harus berkata apa lagi denganmu. Aku akan pergi dulu menemui tabib kerajaan."


"Ya."

__ADS_1


Xie Lang beranjak dari tempat duduknya. Ia pergi meninggalkan Feng Yu dan adiknya didalam kamar. Tak lama kemudian, Xie Lang masuk ke dalam kamar bersama seorang tabib kerajaan. Melihat Xie Lang datang bersama tabib kerajaan, Feng Yu beranjak dari tempat duduknya dan memberi hormat. Tabib kerajaan juga membalas memberi hormat kepadanya.


"Feng Yu, perkenalkan. Beliau adalah tabib kerajaan, Tuan Xiao. Tuan Xiao, ini Feng Yu. Kakak dari gadis yang akan Tuan Xiao periksa."


"Salam Tuan Xiao."


"Ehm. Kedatanganku kemari, karena permintaan dari sang putri untuk memeriksa seorang gadis yang sedang pingsan di kediaman ini." jawab Tuan Xiao singkat.


"Putri??" batin Xie Lang dan Feng Yu secara bersamaan dalam hati mereka.


"Jadi begitu. Tuan Xiao, tolong sampaikan rasa terima kasih kami kepada Tuan Putri." kata Xie Lang.


Tuan Xiao mengangguk pelan.


"Silahkan Tuan Xiao. Maaf sudah merepotkanmu." kata Feng Yu sambil mempersilakan Tuan Xiao untuk duduk.


"Tidak perlu sungkan. Ini sudah menjadi tugasku. Permisi, aku akan memulai memeriksa kondisi pasien."


Feng Yu mengangguk. Tuan Xiao mulai memeriksa denyut nadi Feng Yue. Setelah memeriksanya, ia menuliskan sebuah resep dan memberikannya kepada Feng Yu. Feng Yu menerimanya dan membacanya. Tuan Xiao beranjak dari tempat duduknya.


"Obat itu harus diminum secara teratur, tiga kali sehari. Biarkan pasien beristirahat untuk sementara waktu."


"Terima kasih Tuan Xiao."


"Sama-sama. Kalau begitu, aku pamit undur diri."


"Mari aku antar Tuan Xiao kedepan."


"Maaf merepotkanmu nona Xie Lang."


"Tidak. Aku merasa sangat terhormat atas kedatangan Tuan Xiao di kediamanku yang sederhana ini."


"Nona Xie, kau terlalu memuji."


"Mari."


"Kenapa kau melihatku seperti itu?"


"Feng Yu, coba ceritakan padaku. Bagaimana caranya kau bisa menerobos masuk ke dalam istana yang penjagaan sangat ketat??"


"Penjagaannya tidak seketat yang kau katakan." jawab Feng Yu sambil menyeruput tehnya.


"Tidak ketat bagaimana?"


"Tidak ketat ya tidak ketat. Apa perlu aku jelaskan?!"


"Perlu! Mana ada istana yang penjagaan tidak ketat seperti yang kau katakan?! Bahkan istana iblis saja, penjagaannya sangat ketat!"


"Memangnya kau pernah datang berkunjung ke istana iblis?!"


"Tidak."


"Tahu darimana kau, kalau istana iblis dijaga ketat?!"


"Ya..."


"Sudahlah. Kau suruh orangmu untuk membelikan obat yang ada di dalam resep ini." perintah Feng Yu sambil menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan resep obat.


"Baiklah. Kau tenang saja. Aku akan memerintahkan mereka, sekalian merebuskan obatnya."


"Jangan!"


"Kenapa?"


"Aku ingin kau yang merebusnya sendiri."


"Hahhh... baiklah. Aku yang akan merebusnya. Tapi ada syaratnya."


"Apa?"

__ADS_1


"Kau harus menceritakan kepadaku tentang bagaimana caranya kau bisa menyelinap masuk ke dalam istana?"


"Astaga! Apa semua wanita di dunia ini ditakdirkan untuk kepo?!" gumam Feng Yu.


"Kau bilang apa Feng Yu?!"


"Tidak ada. Bukannya kau penasaran kan bagaimana caranya aku bisa menyelinap masuk ke dalam istana?!"


"Iya."


"Dengarkan baik-baik, karena aku tidak akan mengulanginya kembali."


Xie Lang mengangguk pelan.


"Gadis ini benar-benar sangat penasaran. Tidak mungkin aku menceritakan kepadanya, jika aku dibantu oleh sistem untuk menyelinap masuk ke dalam istana. Dia pasti menganggapku gila." pikir Feng Yu dalam hati.


"Kenapa kau melamun?!"


"Tidak. Ada daun di rambutmu." kata Feng Yu sambil mengambil daun yang tersangkut di rambut Xie Lang.


Xie langsung tersipu malu melihat Feng Yu mendekatinya dan mengambil daun yang tersangkut di rambutnya. Feng Yu lalu memberikan daun itu kepada Xie Lang.


"Aku bisa menyelinap masuk ke dalam istana, karena aku membius para penjaga disana. Termasuk dua pengawal pribadi Putri Ying Xie."


"Wahhh... sejak kapan kau mempunyai kemampuan seperti itu. Apa kau tahu, dua pengawal pribadi Putri Ying Xie bukanlah orang sembarangan."


"Memangnya kenapa? Nyatanya mereka jatuh juga kan?! Itu menandakan mereka tidak cukup kuat untuk menahan biusku!" kata Feng Yu dengan bangga.


"Lalu, apa kau menemui putri?"


"Tentu saja."


"Lalu?"


Feng Yu melirik ke arah Xie Lang. Ia melihat ekspresi gadis ini sangat imut.


"Gadis ini adalah teman masa kecil Feng Yu, pemilik tubuh ini. Kenapa Feng Yu tidak memilihnya saja untuk dijadikan kekasih. Tampangnya tidak buruk juga! Heh, sungguh Feng Yu tidak tahu bagaimana caranya menikmati keindahan." ejek Feng Yu.


"Lalu apa?"


"Lalu, aku merayunya" goda Feng Yu dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Kau ini! Tidak tahu malu! Dasar tukang rayu!"


"Bagian mana aku yang tidak tahu malu?!"


"Semuanya!"


"Konyol! Pria dilahirkan sebagai seorang pemimpin dan soal merayu, adalah keahlian masing-masing."


"Kau ini... benar-benar pandai bicara!"


"Kau salah!"


"Hah?"


"Bukannya kau mengatakan aku seorang perayu?! Meski aku adalah tukang rayu, seleraku berkelas."


"Humph. Pria dengan wajah poker sepertimu ini, memangnya ada yang mau denganmu?! Terlebih kau mengakui dirimu sebagai perayu ulung, ish... ish..."


"Kau menyukainya bukan?" goda Feng Yu.


Melihat Feng Yu menggodanya, ekspresi wajah Xie Lang semakin memerah. Ia tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi pria yang satu ini.


"Aku pamit dulu. Aku akan menyuruh seseorang untuk membeli resep obat."


Xie Lang pergi dengan wajah memerah. Feng Yu yang melihat ekspresi malu di wajahnya dan tingkah lucunya, ia hanya tersenyum kecil.


"Gadis yang sangat manis." puji Feng Yu dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2