
Feng Yu dan Xie Lang melihat ke arah sumber suara itu. Betapa kagetnya Xie Lang melihat sosok yang memanggil nama Feng Yu. Lain halnya dengan Feng Yu. Ia terlihat biasa saja.
"Oh, rupanya itu kau. Duduklah." sapa Feng Yu kepada Ling Hualing.
Ling Hualing segera mengambil tempat duduk di depan Feng Yu. Ia memandang Feng Yu dengan tatapan lekat-lekat. Xie Lang sangat kesal melihat tingkah laku Ling Hualing yang sedang mencoba untuk menggoda sahabatnya, Feng Yu di hadapannya.
"Kenapa kau menatapku? Makanlah." ucap Feng Yu kepada Ling Hualing yang masih menatapnya sedari tadi.
"Terima kasih. Oh ya, apa kau yang memesan semua makanan ini?" tanya Ling Hualing yang mulai mengisi piring kosongnya dengan beberapa makanan.
"Iya."
"Lalu siapa yang membayarnya nanti? Kau atau dia?!" tanya Ling Hualing sambil menunjuk ke arahnya lalu ke arah Xie Lang.
"Tentu saja aku." jawab Feng dengan senyum dingin diwajahnya.
"Kau?!"
"Iya. Kenapa?!"
"Tidak! Tidak mungkin!" teriak Ling Hualing sambil berdiri dan memukul meja dengan keras.
"Apanya yang tidak mungkin?!" ucap Feng Yu dengan nada santai.
"Jelas-jelas kau sekarang sudah jatuh miskin. Bahkan standmu telah dihancurkan oleh putra mahkota. Calon tunangan dari putri Ying Xie. Mana mungkin kau bisa membayar semua makanan mewah dan mahal ini?!"
Mendengar Ling Hualing berteriak sangat keras, pemilik restoran yang mendengarnya langsung turun menemui mereka.
"Ada apa ini ribut-ribut? Kalian telah mengganggu para pelangganku yang sedang menikmati hidangan disini."
"Aku minta maaf atas perbuatan temanku yang tidak sopan di restoranmu, tuan." ucap Feng Yu sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Heh, malah berpura-pura bersikap sopan!"
"Ling Hualing! Jaga bicaramu!" bentak Xie Lang sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Jaga bicaraku?! Harusnya kau yang menjaga sikapmu! Merebut kekasih orang lain, menurutmu apa bedanya kok dengan j*lang lainnya!" hina Ling Hualing.
__ADS_1
"Kau!!!"
"Ling Hualing, siapa yang kau sebut j*lang?!!!" tanya Feng Yu dengan ekspresi marah di wajahnya.
"Siapa lagi, kalau bukan gadis yang berdiri di sebelahmu itu!"
Mendengar Ling Hualing menghinanya, Xie Lang mengepalkan kedua tangannya sambil menggertakkan giginya. Melihat Xie Lang yang hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, Ling Hualing tersenyum puas.
Plakkkkk!!!!
Terdengar suara tamparan yang sangat keras melayang di pipi kanan Ling Hualing. Bekas merah kelima jari terlukis di wajah cantiknya itu. Semua orang yang berada di dalam restoran itu, ikut kaget melihat pertengkaran diantara mereka bertiga. Xie Lang juga ikut kaget melihat Feng Yu yang selama ini dikenal dia sebagai sosok pria yang dingin namun lembut, hangat dan penyayang tiba-tiba bersikap kasar pada mantan kekasihnya. Baru pertama kalinya, Xie Lang melihat Feng Yu menampar pipi seorang gadis, yang tak lain adalah mantan kekasihnya.
"Ohhh ternyata menampar pipi seorang gadis yang bermulut pedas itu sangat menyakitkan." keluh Feng Yu sambil mengibas-ngibaskan tangan kanannya ke udara.
"Kau!!! Beraninya kau menamparku, Feng Yu!!"
"Kenapa tidak berani?! Aku hanya mewakili adikku dan temanku, Xie Lang untuk mengembalikan tamparanmu di masa lalu. Kau sendiri tahu kan, aku adalah tipikal pria yang lembut dan penyayang."
"Pfft." Xie Lang tersenyum sambil menutupinya.
"Kau!!!"
"Apa ini sudah cukup untuk membayar makananku dan semua ganti rugi akibat keributan yang temanku perbuat?!" ucap Feng Yu sambil melemparkan 5 tael emas kepada pemilik restoran itu.
Pemilik restoran itu menerimanya. Tentu saja pemilik restoran itu sangat gembira mendapatkan untung sebanyak itu.
"Cukup. Sangat cukup! Tuan, anda bisa melanjutkan untuk menyantap hidangannya."
"Tidak perlu. Kau minta pegawaimu untuk membungkus semuanya. Aku sudah kenyang."
"Baik... baik tuan. Hei kalian, cepat kemari! Segera bawa semua makanan ini ke dalam untuk dibungkus dan jangan lupa berikan kepada tuan muda kaya ini!"
"Baik!"
"Tuan muda, nona-nona, kalau begitu aku pamit dahulu."
Feng Yu hanya mengangguk pelan. Feng Yu yang melihat pemilik restoran itu pergi hanya bisa menghela nafas. Pemilik restoran itu segera pergi sambil tersenyum gembira melihat emas ditangannya.
__ADS_1
"Memang benar. Uang bisa membeli segalanya. Bahkan jika kau mempunyai kekuatan dan kekuasaan, maka kau akan dijunjung, dihormati dan mampu membeli segala yang kau inginkan. Tapi semua itu tidak bisa membeli kebahagiaan. Sangat ironis." batin Feng Yu dalam hati.
Semua pegawai di restoran itu berbondong-bondong mengambil semua makanan yang ada di atas meja, untuk dibawa ke dapur agar segera dibungkus dan diberikan kepada Feng Yu untuk dibawa pulang.
"Apa kau sudah puas?!" sindir Feng Yu sambil berjalan menghampiri Ling Hualing yang wajahnya memerah menahan amarahnya.
"Kau sengaja mempermalukan aku, bukan! Jawab!!!"
"Ling Hualing, aku belum membuat perhitungan denganmu soal almarhum kakak tirimu yang sudah menghancurkan rumahku. Ditambah kau juga mengatakan dihadapan semua orang yang ada didalam restoran ini, kalau aku adalah orang miskin. Sekarang, kau mengatakan kalau aku yang mempermalukanmu. Tidakkah tindakanmu itu sangat konyol dan memalukan?!" ejek Feng Yu.
"Lalu apa yang kau inginkan?! Katakan, berapa banyak kerugian yang harus aku bayar kepadamu?!"
"Aku takut, kau tidak akan mampu membayarnya bahkan dengan kau bekerja keras seumur hidupmu!"
"Kau sungguh keterlaluan Feng Yu!!! Menghinaku seperti itu!!!"
"Aku tidak menghinamu. Aku mengatakan yang sejujurnya. Bahkan jika aku mengatakannya, apa kau sanggup untuk membayarnya? Aku tanya padamu sekali lagi, apa kau sanggup untuk membayarnya?!" tegas Feng Yu sambil mendekatkan dirinya ke wajah Ling Hualing.
"Aku yang akan membayarnya!" teriak seorang pria yang duduk di meja VIP yang berada di lantai atas.
Feng Yu, Xie Lang dan Ling Hualing menengok ke lantai atas. Mereka bertiga melihat bayangan tubuh seorang pria yang duduk memunggungi mereka.
"Siapa kau?!" teriak Feng Yu.
"Aku rasa kita sudah pernah bertemu sekali." ucap pria itu sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Hanya bertemu sekali?! Konyol! Ada banyak pelanggan yang bertemu denganku, sekedar untuk membeli bakpao. Jangan bilang kalau kau adalah salah satu dari pelanggan-pelangganku."
"Tsk. Aku tidak mengatakan padamu, kalau aku adalah salah satu dari mereka."
"Lalu kau siapa? Ohh, jangan bilang kalau salah satu fansku. Maaf, aku tidak belok!!!" tegas Feng Yu.
"Kau!!! Berani sekali kau menghina Yang Mulia putra mahkota!" teriak salah satu pengawal yang tiba-tiba muncul disebelah pria itu.
"Putra mahkota!" ucap Feng Yu, Xie Lang dan Ling Hualing secara bersamaan.
Putra mahkota menoleh dan menatap tajam ke bawah melihat mereka bertiga yang sedang menatap dari lantai bawah.
__ADS_1
"Katakan, berapa ganti rugi yang harus dibayar gadis itu kepadamu?!" tanya putra mahkota Li Haoxi sambil membuka kipas lipatnya.