Love Villain System

Love Villain System
Misi Terakhir (5)


__ADS_3

Feng Yu pun berjalan sambil membawa obat di atas nampannya. Saat ia membuka pintu, betapa terkejutnya ia melihat Feng Yue, adiknya tidak ada di atas kasur. Melainkan berbaring di atas lantai dengan bersimbah darah di tangan kirinya.


Prangggg!!!


Nampan yang ia bawa yang diatasnya ada mangkuk obat yang telah ia rebus untuk adiknya, telah jatuh diatas lantai. Ia pun langsung berlari menghampiri adiknya yang masih terbaring di atas lantai tak sadarkan diri. Ia pun mengangkat kepala sang adik dan menyandarkannya di lengan kanannya.


"Yue... Yue! Bangun Yue! Bangun!" teriak Feng Yu sambil menepuk kedua pipi Feng Yue secara bergantian.


Tanpa pikir panjang lagi, ia segera menggendong adiknya dan membawanya keluar kamar sambil berteriak meminta tolong.


"Tolong! Tolong!" teriak Feng Yu sambil berlari menggendong adiknya.


Mendengar ada suara teriakan meminta tolong, Xie Lang yang berada di dalam kamarnya langsung keluar kamar. Dari kejauhan ia melihat Feng Yu sedang menggendong adiknya keluar ke kamarnya. Xie Lang segera berlari menghampirinya.


"Apa... Apa yang terjadi dengan Yue, Feng Yu?!" tanya Xie Lang dengan wajah panik melihat darah mengalir deras dari denyut nadi Yue.


"Xie er, tolong bantu aku cari tabib! Cepat!"


"Baik! Ayo cepat bawa dia naik ke kereta kuda!"


Feng Yu dan Xie Lang segera berlari keluar secara bersamaan. Mereka berdua berlari menuju ke arah kereta kuda yang ada di depan pintu gerbang. Keduanya pun masuk ke dalam kereta kuda dan kusir mulai menjalankan keretanya. Di dalam kereta kuda, Xie Lang membalut luka di tangan kiri Feng Yue dengan kain perban berwarna putih, untuk meminimalisir darah yang mengalir keluar dari tangannya. Setelah selesai membalut luka di tangan Feng Yue, Xie Lang melihat Feng Yu menggenggam tangan kanan adiknya Wajahnya terlihat sangat pucat pasi, karena panik melihat tangan kiri adiknya berlumuran darah meski sudah dibalut oleh kain perban. Melihat Feng Yu panik, Xie Lang menepuk bahu kanannya dengan lembut seraya menghibur Feng Yu.


"Feng Yu, tenanglah. Yue pasti baik-baik saja." hibur Xie Lang.


"Bagaimana aku bisa tenang?! Dia satu-satunya keluarga yang aku milikki! Seharusnya, aku tidak pergi meninggalkannya! Maka, semua ini tidak akan pernah terjadi!" ucap Feng Yu menyalahkan dirinya sendiri.


"Huff, Feng Yu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Yakinlah, semuanya akan baik-baik saja."


Feng Yu diam saja mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh Xie Lang kepadanya. Tiba-tiba kereta kuda yang mereka tumpangi, berhenti. Mereka telah sampai di depan kediaman Tabib Leng. Kusir turun dan mulai membukakan pintu. Xie Lang yang melihat kusir membukakan pintu keretanya, langsung menepuk bahu Feng Yu.

__ADS_1


"Feng Yu, kita sudah sampai."


Mendengar hal itu, Feng Yu segera menggendong adiknya dan segera turun dari kereta kuda. Keduanya berjalan sangat cepat ke arah kediaman Tabib Leng itu. Tabib Leng yang melihat keduanya berjalan dengan cepat ke arahnya, segera mempersilahkan keduanya untuk masuk ke kamar periksanya. Dengan sangat hati-hati, Feng Yu meletakkan tubuh adiknya di atas kasur. Dengan cepat, Tabib Leng segera mengganti perban yang ada di tangan Feng Yue dengan yang baru. Xie Lang melihat raut wajah Feng Yu yang terlihat khawatir melihat kondisi adiknya. Tiba-tiba Tabib Leng menghentikan aksinya. Ia pun menoleh ke arah keduanya.


"Kalian berdua, tolong tunggulah di luar sebentar." pinta tabib Leng kepada keduanya.


"Baik Tuan Leng." jawab Xie Lang.


Xie Lang pun melirik ke arah Feng Yu. Ia melihat Feng Yu tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya. Xie Lang menepuk lembut bahu kirinya.


"Feng Yu, ayo kita tunggu diluar!" ajak Xie Lang.


Melihat Feng Yu tidak menjawab perkataannya, Xie Lang merangkul lengan kirinya sambil menggoyangkannya.


"Feng Yu, apa kau tidak dengar yang dikatakan oleh tabib Leng barusan? Beliau meminta kita untuk menunggu diluar. Sebaiknya, kita tidak boleh mengganggunya. Ayo!" ajak Xie Lang sambil menarik lengan kiri Feng Yu. Namun Feng Yu tidak bergerak sedikit pun.


"Huff... Feng Yu, aku tahu kau khawatir dengan adikmu. Setidaknya untuk saat ini, kita lebih baik berdo'a untuk kesembuhan Feng Yue." bujuk Xie Lang.


"Tuan Leng, bagaimana kondisi adikku sekarang? Apakah dia baik-baik saja?!" tanya Feng Yu dengan nada panik.


"Adikmu kondisinya saat ini sudah membaik. Untung saja segera dibawa ke sini. Jika tidak, aku takut... dia akan kehabisan darah." terang tabib Leng.


"Begitu yah." ucap Feng Yu.


"Iya." sahut tabib Leng.


"Terima kasih tabib Leng." ucap Xie Lang.


"Sama-sama. Kalau kalian berdua ingin melihat keadaannya, masuk saja." ucap tabib Leng.

__ADS_1


"Bolehkah?!" tanya Feng Yu dengan wajah sedikit ragu.


"Tentu saja boleh." jawab tabib Leng dengan senyum mengambang di wajahnya.


"Terima kasih Tuan Leng." ucap Feng Yu dan Xie Lang secara bersamaan.


"Sama-sama. Oh ya, ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan kepadamu."


"Apa itu Tuan Leng?!" tanya Feng Yu dengan wajah sedikit penasaran.


"Mengenai kondisi psikologis adikmu. Saat ini, kondisi psikologisnya sedang terguncang. Emosinya sedang tidak stabil. Ia mengalami trauma yang sangat berat, baik secara fisik maupun mental. Saat ini yang ia butuhkan adalah dukungan dari orang-orang terdekatnya, khususnya keluarga."


"Aku mengerti. Terima kasih Tuan Leng."


"Hmm. Kalau begitu, aku pamit dulu. Aku akan membuat resep obatnya sekaligus menyiapkan beberapa ramuan herbal untuk adikmu, agar ia segera cepat pulih dari lukanya."


"Terima kasih banyak Tuan Leng." ucap Feng Yu.


Tuan Leng pun mengangguk pelan dan segera meninggalkan mereka berdua disana. Mendengar perkataan yang diucapkan oleh tabib Leng mengenai kondisi adiknya, Feng Yu hanya bisa menghela nafasnya yang


terasa berat. Melihat Feng Yu sedang menghela nafasnya, Xie Lang hanya bisa menghiburnya.


"Feng Yu, kau yang sabar ya." hibur Xie Lang sambil menggengam tangan kiri Feng Yu dengan erat.


Melihat Xie Lang menggenggam tangannya, Feng Yu meliriknya. Sambil tersenyum, ia membalas dengan menggenggam balik tangan Xie Lang dengan kedua tangannya.


"Iya. Terima kasih ya, kau sudah banyak membantuku selama ini." ucap Feng Yu.


"Kau tidak perlu berterima kasih. Kita adalah teman."

__ADS_1


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Xie Lang kepadanya, Feng Yu menarik tangannya kembali. Ia pun berjalan masuk ke dalam kamar untuk melihat kondisi Feng Yue, adiknya. Namun sebelum itu, ia mengecup pipi kanan Xie Lang dengan lembut dan langsung pergi meninggalkannya. Xie Lang yang tiba-tiba mendapat serangan mendadak dari Feng Yu, seketika wajahnya berubah memerah sambil memegang pipi kanannya yang telah dicium oleh Feng Yu. Jantungnya berdebar-debar mengingat kejadian itu. Xie Lang pun menoleh ke belakang, dan dilihatnya dari kejauhan Feng Yu sedang duduk di samping adiknya, Feng Yue.


"Feng Yu, apa salah jika aku mencintaimu?!" gumam Xie Lang sambil memegang pipi kanannya.


__ADS_2