
[Ting!]
[Pemberitahuan kepada host bahwa misi kali ini, host gagal mendapatkan hati seorang wanita! Hadiah tidak dapat diklaim. Teruslah berusaha!]
"Apa?!!!" teriak Feng Yu secara histeris.
Tanpa sadar ia berteriak tak mempedulikan Feng Yue yang berada di sebelahnya. Feng Yue yang berada di sebelahnya sangat kaget mendengar teriakkan kakaknya.
"Kakak, ada apa? Kenapa kau berteriak?!"
"Tidak. Tidak apa-apa."
"Benarkah?!"
"Ya." jawab Feng Yu sambil mempercepat langkahnya kakinya.
"Sialan! Aku tidak menyadari kalau Feng Yue berada di sampingku. Haishh, dia pasti berpikir aku adalah kakak yang gila." batin Feng Yue.
Kediaman Xie
Tak lama kemudian, keduanya telah sampai di depan pintu gerbang kediaman Xie. Saat hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu gerbang telah di buka dari dalam oleh Xie Lang. Xie Lang terlihat sangat senang melihat Feng Yu dan Feng Yue kembali pulang.
"Feng Yu, Yue, kalian sudah pulang?"
"Benar."
"Syukurlah. Ayo kita masuk kedalam. Ini sudah sangat larut." ajak Xie Lang sambil menutup dan mengunci pintu gerbang itu. Ketiganya berjalan menuju ke dalam kediaman.
"Xie Lang, Yue, aku pergi beristirahat dulu dikamar."
Xie Lang dan Feng Yue membalasnya dengan anggukan pelan. Feng Yu segera berjalan meninggalkan mereka berdua. Ia berjalan menuju kamarnya.
Krekkk! (pintu dibuka dari luar.)
Bam! (pintu ditutup dari dalam.)
Tak lupa pula ia menguncinya dari dalam. Ia pun berbalik dan mulai memanggil sistem.
"Sistem, sistem!"
[Ting!]
"Sistem, tolong jelaskan kepadaku. Kenapa aku bisa gagal dalam misi ini?!"
[Host gagal dalam misi ini karena telah melakukan penolakan terhadap wanita protagonis dalam novel ini. Dan itu yang mengakibatkan host tidak dapat mendapatkan hati wanita protagonis dan gagal mendapatkan poin reward!]
"Ahhh, sudah kuduga! Sistem, apa kau ingin membunuhku?! Menerima cinta dari seorang putri yang sudah bertunangan dengan putra mahkota dari negara tetangga, itu sama saja dengan bunuh diri! Sistem, kau sungguh kejam!" keluh Feng.
[Misi adalah misi!]
"Huff..." Feng menghela nafas.
Bagi dirinya berbicara dengan sistem sama saja dengan berbicara dengan sebuah patung. Selama semalam, Feng Yu tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan bagaimana caranya memikat kembali hati putri Ying Xie. Jelas-jelas hari ini ia telah menolak cintanya. Dan gara-gara penolakan yang ia lakukan, pada akhirnya dirinya gagal mendapatkan poin reward dari misi ini.
"Huff, semakin dipikirkan semakin rumit. Aku merasa diriku ini seperti pebinor! Ahhh... seandainya aku tidak membuang novel itu dijalan, aku tidak akan bernasib sial seperti ini. Menjelajah ke tempat asing, bertemu oleh sistem yang sangat menyebalkan, ditambah misi-misi yang merepotkan dan tentunya menambah masalah, bukan mengurangi masalah." gumam Feng Yu.
Perlahan-lahan ia memejamkan kedua matanya dan mulai tertidur. Suara ayam jantan berkokok tanda matahari sudah terbit.
Tok... tok... tok...
"Kakak! Kakak!" teriak Feng Yue dari luar pintu sambil mengetuk pintu.
Krekkk (suara pintu dibuka dari dalam.)
__ADS_1
Betapa terkejutnya Feng Yue melihat kakaknya. Ada lingkaran hitam di bawah kedua matanya.
"Ada apa pagi-pagi buta berisik sekali, oammm." ucap Feng Yu sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Kakak, bukannya kau selalu bangun pagi untuk berjualan? Kenapa malah mengeluh? Apa kau semalam tidak tidur pulas?!"
"Tentu saja tidak."
"Kalau begitu, biar aku saja yang pergi berjualan dipasar. Kakak istirahat saja dirumah."
"Tidak perlu. Buatkan aku kopi hitam saja. Yang pahit."
"Kopi? Apa itu kopi?!"
"Eh?!"
Feng Yu baru sadar bahwa ia telah salah berbicara. Ia melihat ekspresi bingung di wajah Feng Yue adiknya.
"Bukan. Maksudku, teh. Teh hangat, hahaha..."
"Oh. Aku akan membuatkannya untukmu. Kakak, kau tunggu aku di ruang makan ya. Kita sarapan sama-sama."
"Iya."
"Kalau begitu aku pergi ke dapur dulu kak."
"Hati-hati."
"Iya."
Feng Yue pergi meninggalkan kakaknya yang masih berdiri di samping pintu kamarnya.
"Sarapan bersama katanya? Hmm, aku bahkan sudah lama tidak sarapan bersama dengan adikku sendiri. Yue, apa kau merindukan kakakmu ini?!" gumam Feng Yu sambil menatap ke arah langit yang biru.
Di Ruang Makan
"Dia." jawab Feng Yue dan Xie Lang secara bersamaan dengan saling menunjuk satu sama lain.
Feng Yu yang melihat keduanya saling menunjuk satu sama lain hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Jadi kalian berdua yang memasak?"
"Bukan." jawab keduanya secara bersamaan.
"Lalu siapa?!"
"Dia." jawab Feng Yue dan Xie Lang secara bersamaan dengan saling menunjuk satu sama lain.
Lagi-lagi keduanya saling menunjuk satu sama lain. Melihat hal itu Feng Yu menghela nafas dan beranjak dari tempat duduknya. Melihat Feng Yu yang beranjak dari tempat duduknya, Xie Lang segera angkat bicara. Ia. takut Feng Yu akan terbakar api karena melihat tingkah laku keduanya.
"Itu, yang memasak ini semua adalah Feng Yue."
"Kak Xie?" ucap Feng Yue sambil melirik ke arah Xie Lang.
Xie Lang tak mempedulikan tatapan dari Feng Yue yang diam-diam meliriknya. Feng Yu yang menyadari situasi ini hanya bisa memandang keduanya.
"Terima kasih. Aku akan pergi menyiapkan barang dagangan dulu. Kalian nikmati saja sarapannya dulu."
"Iya. Terima kasih Feng Yu." kata Xie Lang.
"Terima kasih kak." kata Feng Yue.
"Mmm."
__ADS_1
Feng Yu langsung pergi meninggalkan keduanya di ruang makan dan mulai menyiapkan beberapa barang dagangannya untuk dibawa ke pasar dan dijual.
"Kak Xie, kenapa kau tidak mengatakan kalau ini adalah masakanmu?"
"Aku... mana mungkin dia percaya kalau ini masakanku. Lagipula, dia sudah terbiasa dengan masakan yang kau buat."
"Hahaha... kak Xie, kau lucu sekali."
"Kenapa kau malah tertawa?!"
"Kau memintaku untuk mengajarimu memasak. Tapi kau tidak mau mengakui kalau ini adalah masakanmu. Padahal kau dengar sendiri kalau kakak mengatakan makanan ini enak sekali."
"Benarkah?!"
"Tentu saja. Apa kau tidak mendengarnya?!"
Pelan-pelan Xie Lang mengingat kejadian yang dikatakan oleh Feng Yue, dimana Feng Yu memuji masakannya.
"Aku sudah selesai. Makanannya enak sekali. Siapa yang memasaknya?!" tanya Feng Yu.
Xie Lang akhirnya mengingat perkataan yang diucapkan oleh Feng Yu kepada mereka berdua. Mengingat Feng Yu memuji masakannya, itu membuat wajah Xie Lang menjadi merah merona. Melihat wajah Xie Lang memerah, Feng Yue mulai menegurnya.
"Kak Xie, kak Xie?!" ucap Feng Yue sambil menggoyangkan lengannya.
Xie Lang terkejut dan menoleh ke arahnya.
"Kau melamun?!"
"Tidak. Aku sudah selesai makan. Ayo kita segera keluar untuk membantu kakakmu."
"Iya."
...****************...
Suasana di pasar kali ini jauh lebih ramai dari biasanya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang gadis yang sedang berlari dari arah lain. Feng Yu dan yang lainnya mendengar suara teriakan gadis itu. Gadis itu dikejar oleh beberapa perampok yang mengenakan pakaian serba hitam. Gadis itu terus berlari sambil berteriak ketakutan. Tapi tak ada satupun orang yang berani menolongnya.
[Ting!]
[Peringatan! Peringatan! Host segera selesaikan misi mendapatkan hati protagonis wanita dan segera klaim hadiahnya. Kesempatan tidak datang dua kali! Manfaatkan segala peluang yang ada! Good luck!]
"Ah sial! Ternyata gadis itu adalah putri Ying Xie." gumam Feng Yu.
"Kalian berdua tunggu disini! Jangan pergi kemana-mana!"
"Kakak, kau mau pergi kemana?!"
"Pergi menyelematkan seorang gadis." jawab Feng Yu sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kau ingin menjadi pahlawan kesiangan?!" ejek Xie Lang.
"Tidak. Aku ingin menjadi pria sejati di mata para wanita."
"Heleh!" ejek Xie Lang sambil memalingkan wajahnya.
Feng Yue yang melihat tingkah lucu keduanya, hanya bisa tersenyum kecil. Feng Yu segera pergi meninggalkan kedai bakpaonya dan berlari mengejar para perampok yang berlari di depan mereka. Dirasa sudah cukup dekat dengan para perampok itu, Feng Yu mulai menghentakkan kakinya di atas tanah dan melompat ke atas. Lalu menendang pantat kedua perampok yang berada tepat di depannya. Kedua perampok itu langsung jatuh tersungkur di atas tanah. Naasnya, keduanya menjadi batu pijakan Feng Yu untuk menendang pantat rekannya yang lain dari belakang.
"Akkhhhhhh!!!"
Mendengar suara teriakan dari belakang, gadis itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dilihatnya seorang pria yang dia kenal sedang menghajar para perampok itu. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Feng Yu. Pria yang semalam telah menolak cintanya.
"Feng Yu?!"
Mendengar suara seseorang yang sangat familiar di telinganya, sedang memanggil namanya, Feng Yu langsung menoleh ke arahnya. Betapa terkejutnya Feng Yu bahwa gadis yang sedang berlari karena dikejar oleh perampok itu tak lain dan tak bukan adalah putri Ying Xie.
__ADS_1
"Ternyata benar. Gadis yang dikejar oleh para perampok itu adalah putri Ying Xie." batin Feng Yu.
"Putri... Ying Xie." ucap Feng Yu yang sedang berdiri di atas tumpukan mayat perampok itu sambil memandang ke arah putri Ying Xie yang sedang berdiri di bawahnya. Putri Ying menatap ke arah Feng Yu, begitu sebaliknya. Keduanya bertukar pandang dalam waktu yang cukup lama. Angin berhembus menerbangkan beberapa dedaunan yang jatuh di jalanan melewati keduanya yang saling bertukar pandang.