
Di Kediaman Xie
Tak lama kemudian, mereka berdua telah sampai di kediaman Xie. Feng Yue yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka di ruang tamu, melihat kedatangan mereka seketika rasa mengantuk berubah menjadi ceria.
"Kakak, Kak Xie, kalian darimana saja? Aku sampai ketiduran menunggu kalian."
"Maaf ya, membuatmu lama menunggu kami berdua. Ini, kami bawakan oleh-oleh untukmu." ucap Xie Lang sambil menyerahkan bungkusan yang berisi makanan kepada Feng Yue.
Feng Yue menerimanya dan membukanya. Begitu bungkusan itu dibuka, Feng Yue kaget melihat isi didalamnya. Isi dari bungkusan itu ada banyak makanan enak dan mahal. Feng Yue menggosok kedua matanya, untuk memastikan apa ini mimpi atau tidak.
"Sudah-sudah, ini bukan mimpi. Makanlah. Jika dingin, kau panasi dulu sebentar makanannya." ucap Feng Yu sambil menepuk pelan bahu Feng Yue.
"Iya kak."
"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar dulu. Kalian segeralah beristirahat."
"Baik kak. Eh kakak."
"Ada apa Yue?"
"Tidak jadi. Kalau begitu kau istirahatlah secepatnya. Selamat malam kak dan terima kasih makanannya."
"Sama-sama."
Feng Yu segera pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu. Ia segera berjalan menuju kamarnya. Feng Yue mengalihkan pandangannya ke arah Xie Lang. Ia melihat ekspresi muram di wajahnya setelah melihat kakaknya pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kak Xie, apa kau baik-baik saja?"
"Ahh... apa maksudmu?"
"Aku melihat, wajahmu sangat muram. Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi di antara kalian berdua? Apa kakakku menyakitimu?!" tanya Feng Yue dengan penasaran.
"Tidak."
"Lalu kenapa kau murung seperti itu?"
"Yue, tidakkah kau merasa bahwa Feng Yu, ahh maksudku... kakakmu itu sedikit aneh?!" ucap Xie Lang sambil mengambil kursi yang berada di sebelah Feng Yue dan mendudukkinya.
"Aneh? Aneh bagaimana kak?" tanya Feng Yue sambil menyantap tumis sayuran di piringnya.
"Menurutku, dia sedikit jauh berbeda dari yang dulu. Dia... ahh kau pasti tidak akan percaya setelah mendengar ini."
__ADS_1
"Apa itu?!"
"Kami berdua tidak sengaja bertemu dengan Ling Hualing, mantan kekasihnya itu!"
"Lalu?! Apa yang terjadi dengannya?!"
"Tentu saja dia meminta balikan sama kakakmu! Tapi kakakmu menolaknya. Dan setelah kakakmu menolaknya, dia mengambil belati yang ia sembunyikan di balik bajunya dan bunuh diri di hadapan kami semua. Dan saat itu, ada putra mahkota juga disana." ucap Xie Lang sambil menceritakan kejadian yang terjadi di restoran tadi.
Mendengar kejadian yang diceritakan oleh Xie Lang kepadanya, Feng Yue langsung meletakkan sumpitnya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Xie Lang. Dengan kedua tangan yang gemetaran, ia memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.
"Kak Xie Lang, apa yang kau katakan itu serius? Kau tidak sedang membohongiku bukan?!"
"Apa aku terlihat seperti pembohongan?!"
Melihat ekspresi serius di wajah Xie Lang, Feng Yue yakin bahwa ia tidak mungkin membohonginya. Mengingat dia adalah teman masa kecil kakaknya. Jadi wajar jika Xie Lang sangat dekat dengan kakaknya juga dengan dirinya. Ia tidak akan pernah berbohong dan mengkhianati mereka. Bagi Feng Yue dan kakaknya, Xie Lang sudah menjadi bagian keluarga mereka. Mengingat bahwa ketiganya sama-sama tidak memiliki kedua orang tua. Namun, yang membedakan Xie Lang dengan mereka berdua adalah Xie Lang masih memiliki saudara dari kedua orang tuanya. Akan tetapi, semenjak kedua orang tuanya meninggal, Xie Lang sudah tidak dianggap oleh mereka sebagai saudaranya. Xie Lang harus berusaha menghidupi dirinya sendiri dengan rumah yang diberikan oleh kedua orang tuanya dan juga beberapa pelayan yang sangat setia dengannya. Meskipun mereka tahu, betapa sulitnya hidup majikannya, tapi mereka tetap setia dengannya.
Di dalam kamar
Feng Yu sedang memikirkan sesuatu. Haruskah ia menyelinap masuk kembali ke dalam istana. Ia terus berjalan mondar mandir memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membujuk putri Ying Xie kali ini. Demi poin ia rela menguras otaknya.
"Sistem, sistem PC?!"
[Ting!]
"Sistem PC, apa kau punya ide bagaimana caranya bertemu dan membujuk seorang wanita yang sedang marah?"
[Tidak ada.]
"Hah??! Sistem PC kenapa tidak ada? Aku jadi bertanya-tanya, kau ini sistem tipe jadul atau lemot? Bahkan situs pencarian di internet saja bisa menyediakan pencarian apapun yang aku inginkan, kecuali jodoh. Karena internet tidak akan menjawab pertanyaan seputar jodohmu dimana? Dengan siapa dia sekarang? Pastinya, jodohmu dekat. Dan kau?! Aku hanya bertanya bagaimana caranya membujuk wanita yang sedang marah, kau malah menjawab tidak ada. Hei sistem, jangan bilang kau ini jomblo juga?!"
[Sistem hanya akan menjawab sesuatu yang bersifat spesifik dan membantu host untuk mendapatkan poin tertinggi. Host yang berusaha keras untuk memikirkan caranya sendiri agar bisa menyelesaikan misi ini dengan cepat dan segera kembali ke dunia asal!]
"Sialan! Kau hanya membantu yang mudah saja. Kalau sulit semacam ini, kau tidak mau membantu. Jika ada Yue disini, dia pasti bisa memberikan solusi. Karena dia adalah seorang wanita." gumam Feng Yu.
Tiba-tiba ia teringat tentang kenangan adiknya (Feng Yue) saat ia masih berada di zaman modern. Ia mengingat tentang kejadian dimana tanpa sengaja, Feng Yu membuat seorang gadis menangis didepannya karena menolak pengakuan cintanya, setelah pulang sekolah. Saat itu ia masih menggunakan seragam SMA, sedangkan adiknya Feng Yue masih mengenakan seragam SMP.
FLASHBACK
"Sial! Kenapa dia lari sambil menangis!" keluh Feng Yu.
"Kakak, ada apa? Kenapa gadis itu berlari sambil menangis?!" tanya Feng Yue kepada kakaknya Feng Yu.
__ADS_1
"Aku menolaknya. Kau, kenapa kau ada disini?! Bukankah aku menyuruhmu untuk menungguku di dalam mobil?!"
"Aku melihat gadis itu berlari sambil menangis setelah bertemu denganmu. Aku takut terjadi sesuatu padamu?!"
"Kau pikir kakakmu selemah itu?! Kau pikir aku sekasar itu?! Dia sendiri saja yang ngotot mau jadi pacarku!!!"
"Memangnya, dia bilang apa pada kakak? Kenapa dia bisa menangis, kalau kau tidak bersikap kasar kepadanya?!"
"Dia bilang, aku menyukaimu. Apa kau mau jadi pacarku. Dia bilang seperti itu sambil memberiku sebuah jam tangan. Jika aku menerima jam tangannya, itu artinya aku menerima pengakuan cintanya."
"Kalau kau tidak menerima jam tangannya?"
"Dia tidak bilang begitu."
"Hah??!! Mana mungkin dia tidak mengatakan hal itu, kak?!"
"Dia hanya bilang kalau aku tidak menyukainya, aku boleh menyimpan jam tangan itu."
"Lalu?!"
"Yah... agar aku tidak melukai perasaannya ya aku terima jam tangan itu, sekalipun aku sudah menolaknya. Aku bilang aku hanya akan menyimpan jamnya. Tidak lebih. Tapi siapa sangka, kalau ternyata dia mengatakan kepada semua orang, kalau aku yang mengejarnya dan menembaknya. Dan soal jam tangan, dia mengatakan kalau aku yang telah memerasnya."
"Lalu?!"
"Tentu saja aku memintanya berbicara empat mata denganku, setelah sepulang sekolah. Aku mengembalikan jam tangan pemberiannya itu. Dan, aku juga telah merekam video tentang pengakuannya saat aku mengajaknya berbicara empat mata denganku! Dengan begini, aku bisa membersihkan namaku bukan? Aku pintar kan?!"
"Kau tidak hanya pintar kak. Tapi kau juga licik."
"Terima kasih pujianmu."
"Apa kau tidak minta maaf padanya kak?!"
"Untuk apa?! Seharusnya dia yang meminta maaf kepadaku, bukan aku."
"Tapi dia menangis kak?! Setidaknya, kau tidak perlu seperti ini. Apa salahnya jika kau meminta maaf kepadanya. Itu tidak akan menurunkan harga dirimu sebagai seorang pria."
"Memangnya wanita juga mau meminta maaf kepada pria, setelah berbuat kesalahan?! Aku yakin, mereka hanya akan gengsi meminta maaf. Harga diri mereka jauh lebih tinggi bukan daripada sebuah permintaan maaf?!" ejek Feng Yu
"Tapi, tidak semua wanita seperti itu kak?!"
"Berhenti mengoceh! Ayo pulang! Aku mau tidur?!"
__ADS_1
Melihat suasana hati kakaknya yang sedang buruk, Feng Yue tidak lagi bertanya tentang hal itu. Ia segera mengikuti kakaknya di belakang dan segera masuk ke dalam mobil. Mengingat hal itu kembali Feng Yu jadi berpikir, haruskah ia meminta maaf atas kejadian yang terjadi hari ini kepada putri Ying Xie.
"Humph, Yue... oh Yue. Kali ini kakak akan mencoba saranmu. Masuk ke dalam lubang buaya hanya untuk sebuah kata maaf." gumam Feng Yu.