Love Villain System

Love Villain System
Cinta Masa Kecil


__ADS_3

Mendengar hal itu, Xie Lang melirik Feng Yu yang sedang berbisik di telinganya.


"Jangan becanda!"


"Aku tidak becanda! Aku serius! Yue, apa kau ingin mendengar cerita tentang pernyataan cinta seorang gadis muda kepada kak...mmmpphh...mmmphh."


Belum sempat melanjutkan perkataannya, dengan cepat Xie Lang menutup mulut Feng Yu dengan salah satu tangannya dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Cukup! Jangan bicara lagi!" bisik Xie Lang


"Cerita apa kak?"


"Tidak ada apa-apa Yue. Tidak ada apa-apa, hahaha." gugup Xie Lang.


Melihat Xie Lang menutup mulutnya dengan tangan kanannya, Feng Yu mengeluarkan lidahnya dan menjilat tangan yang menutupinya. Merasa geli, Xie Lang melepaskan tangannya sambil berteriak.


Feng Yue kaget mendengar teriakan Xie Lang. Ia pun berjalan menghampiri Xie Lang yang sedang mengusap telapak tangan kanannya dengan saputangan yang ia bawa.


"Ada apa kak?"


"Tidak ada."


Feng Yu melihat diatas kepala gadis itu terdapat sebuah tulisan "Xie Lang."


"Jadi gadis ini namanya Xie Lang?" batin Feng Yu.


"Sistem, siapa gadis itu?"


[Ting!]


[Xie Lang, teman masa kecil Feng Yu yang menyimpan perasaan kepadanya.]


"Oh... ternyata dugaanku benar. Dalam ingatan pemilik tubuh ini, ia adalah gadis yang pernah menyatakan cinta kepadanya. Dan lucunya, mereka berdua adalah teman masa kecil. Sangat romantis seperti difilm, komik maupun novel." gumam Feng Yu.


Feng Yu berjalan menghampiri Xie Lang.


"Mau berapa lama kau membersihkan tanganmu? Bukankah kau sangat menginginkannya?" goda Feng Yu.


"Kau!" teriak Xie Lang sambil mengacungkan jari telunjuk ke depan wajah Feng Yu.


Melihat tingkahnya yang lucu, Feng Yu hanya tersenyum nakal.

__ADS_1


"Hahaha... apa kau ingin aku menghisap jari telunjukmu?" goda Feng Yu.


Mendengar kakaknya menggoda teman masa kecilnya, Feng Yue cekikikan di belakang. Melihat Feng Yue menertawainya di belakang punggung kakaknya, Xie Lang berjalan menghampirinya dan menariknya. Feng Yue yang kaget melihat tangannya ditarik oleh Xie Lang menjauh dari kakaknya.


"Apa yang kau tertawakan Yue?!"


"Tidak ada."


"Bohong! Jelas-jelas kau menertawaiku seperti kakakmu yang menggodaku!" kata Xie Lang dengan nada kesal.


"Bukankah itu adalah hal yang baik kak Xie. Hubunganmu dengan dia menjadi dekat kembali seperti dulu bukan?"


Betapa terkejutnya Xie Lang mendengar perkataan yang diucapkan oleh Feng Yue. Sejak Feng Yu menjalin cinta dengan Ling Hualing, hubungan keduanya menjadi buruk dan renggang saat itu. Xie Lang mengingat kembali memori kenangan lamanya bersama Feng Yu. Dimana keduanya tidak saling menyapa satu sama lain ketika bertemu. Bahkan keduanya berperilaku seolah-olah tak mengenal satu sama lain. Benar-benar seperti orang asing. Mendengar perkataan yang diucapkan oleh adiknya, Feng Yu langsung bertanya kepadanya.


"Yue, apa barusan yang kau katakan?"


"Apa kakak lupa? Bukankah saat itu kakak dan kak Xie..."


Belum sempat melanjutkan perkataannya, Xie Lang sudah memotong pembicaraannya.


"Yue."


"Eh..."


"Eh, kak Xie... aku... kakak..."


Xie Lang menarik tangan Yue dengan sangat kuat. Membawanya ke pasar untuk memilih jepit rambut yang dijual tak jauh dari mereka. Melihat dirinya ditinggal sendirian oleh dua orang gadis, membuat Feng Yu menghela nafas."


"Menjadi jomblo lebih baik daripada menjadi penjahat cinta. Feng Yu oh Feng Yu... sebenarnya otakmu kemasukan air dimana, sampai-sampai kau menjadi seperti ini hanya karena seorang gadis. Cinta benar-benar membuat orang menjadi gila. Beruntungnya, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta. Dan selamanya, aku tidak ingin jatuh cinta. Jatuh cinta hanya akan membuatku menjadi pria yang menyedihkan." keluh Feng Yu pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba dari arah berlawanan, terdengar suara derap langkah kaki kuda dan suara kereta. Feng Yu menoleh ke arah suara itu berasal. Dilihatnya ada beberapa barisan pasukan berkuda yang mengawal sebuah kereta kuda yang sangat megah berjalan di tengah pasar. Semua orang yang berada disana, langsung berlari menepi dipinggir jalan sambil membungkukkan sedikit punggung mereka untuk memberi hormat kepada mereka.


"Wow... sepertinya ada orang penting lewat ya. Apa dia adalah raja atau anak raja?" gumam Feng Yu.


[Ting!]


[Misi kedua terbuka. Dapatkan perhatian dan cinta dari putri kaisar negara Yue, Ying Xie. Hadiah untuk misi kedua ini sebesar +10.000 poin. Misi pertama telah anda selesaikan dan hadiah telah diklaim. Sistem OOC telah dibuka. Anda bisa mengubah karakter Feng Yu yang semula menjadi penjahat cinta menjadi pria sejati dalam novel ini. Poin anda sekarang 1.200 poin.]


"Wahhhh... 10.000 poin? Besar sekali. Hadiah yang besar pasti mengandung resiko yang besar juga. Sepertinya keahlianku dalam bermain game sedang diuji. Yoshhh... mari kita selesaikan game ini dan segera pulang kerumah." teriak Feng Yu dengan penuh semangat.


Feng Yu berjalan menghampiri kerumunan orang-orang yang sedang berbaris rapi di pinggir jalan. Ia berusaha masuk dan diantara desakan orang-orang. Ia juga penasaran, siapa orang yang ada di dalam kereta itu. Apakah dia adalah putri yang dimaksud oleh sistem PC itu. Saat ia fokus melihat pemandangan pasukan berkuda itu, pandangannya teralihkan ke arah lain. Ia melihat adiknya, Feng Yue terjatuh di tengah jalan akibat desakan orang-orang. Ia terjatuh tepat di hadapan pasukan berkuda itu.

__ADS_1


"Yue!" teriak Feng Yu.


Mendengar namanya dipanggil, Feng Yue mencari arah sumber suara itu. Dilihatnya kakaknya sedang berusaha menerobos barisan kerumunan orang-orang itu untuk datang menyelamatkannya.


"Kakak!" teriak Feng Yue sambil berusaha untuk berdiri. Namun, kakinya terasa sakit.


"Yue!" teriak Feng Yu sambil mendorong barisan orang-orang yang menghalangi jalannya.


"Sialan! Orang-orang ini benar-benar menghalangi jalanku!" umpat Feng Yu dalam hati.


Tiba-tiba dari arah belakang, Feng Yue mendengar suara seseorang yang sedang berjalan mendekat ke arahnya. Belum sempat ia menoleh ke belakang, dirinya ditendang oleh salah satu pengawal berkuda itu. Feng Yue langsung jatuh di atas tanah. Melihat adiknya di tendang oleh salah satu pengawal berkuda itu, Feng Yu menjadi sangat marah. Ia segera berlari menghampiri adiknya yang sedang terkulai lemas tak sadarkan diri di atas tanah. Ia segera mengangkat tubuh adiknya dan menyandarkan di dadanya.


"Yue... Yue... bangun Yue!" teriak Feng Yu sambil menepuk pipi kanan dan kiri Feng Yue, berharap dia segera sadar dari pingsannya.


"Yue! Yue!" teriak Xie Lang sambil menerobos masuk ke dalam barisan kerumunan orang-orang.


Ia melihat Feng Yu dan Feng Yue di tengah jalan. Mereka berdua menghalangi pasukan berkuda yang membawa kereta kuda megah itu. Melihat kereta kuda yang megah itu adalah miliki istana, Xie Lang langsung berlari ke arah mereka. Ia segera berjongkok dan menanyakan apa yang terjadi kepada Feng Yu.


"Feng Yu, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Yue ada disini? Kau juga?"


"Aku melihat dia terjatuh di tengah jalan. Lalu dia ditendang oleh salah satu pasukan berkuda itu!" terang Feng Yu sambil menatap tajam ke arah salah satu pasukan berkuda yang menendang adiknya.


Sorot matanya penuh dengan aura membunuh, membuat pengawal berkuda itu gemetar dan mundur beberapa langkah.


"Maaf, aku tidak bisa menjaga Yue dengan baik. Aku minta maaf Feng Yu. "


"Tidak apa. Kau tidak perlu meminta maaf." kata Feng Yu sambil menggendong adiknya di lengan kanannya dan berjalan meninggalkan tempat itu. Diikuti oleh Xie Lang dibelakangnya.


"Berhenti!"


Tiba-tiba dari belakang ia mendengar suara seorang wanita menyuruhnya berhenti. Tapi Feng Yu mengabaikan perintahnya. Ia berjalan meninggalkan tempat itu. Salah satu pengawal berkuda itu berteriak menyuruhnya untuk berhenti.


"Hei... orang kampung, apa kau tidak mendengar perintah tuan putri! Dia menyuruhmu untuk berhenti!"


Betapa terkejutnya Xie Lang, mendengar bahwa orang yang ada di dalam kereta itu adalah putri kaisar negara Yue. Sesuai dengan dugaannya, kereta megah itu milik istana. Dan benar bahwa yang ada di dalamnya ada seorang putri, anak perempuan dari kaisar negara Yue saat ini. Melanggar perintahnya sama saja dengan melanggar perintah kaisar. Xie Lang bisa merasakan pedang tajam tak terlihat yang berada tepat di depan lehernya, siap untuk memenggal kepalanya.


"Feng Yu." panggil Xie Lang dengan nada gemetar.


"Memangnya kenapa jika dia seorang putri? Bahkan jika dia adalah raja neraka sekalipun, aku tidak akan takut!" tegas Feng Yu sambil melirik ke arah pengawal berkuda itu.


"Kau!" teriak pengawal itu.

__ADS_1


"Hentikan!"


Mendengar suara lembut seorang wanita, Feng Yu dan Xie Lang berbalik ke belakang. Dilihatnya seorang gadis muda yang sangat cantik dengan gaun yang sangat indah dan mewah, turun dari kereta kuda itu. Dia menatap ke arah Feng Yu yang menggendong adik perempuannya di lengannya. Bulu matanya sangat lentik, bibirnya merah merona dengan kulit putih dan halus seperti awan. Tubuhnya tinggi semampai dengan pinggang yang sangat ramping, membuat semua orang yang ada disana terpesona dengan kecantikannya yang seperti Dewi. Dia adalah Ying Xie, putri kaisar negara Yue.


__ADS_2