Love Villain System

Love Villain System
Cinta Segitiga


__ADS_3

Feng Yu duduk di atas batu menghadap ke kolam ikan, sambil menunggu Xie Lang keluar. Dari atas air kolam terpantul cahaya bulan purnama yang indah. Sambil menunggu Xie Lang, Feng Yu memberi makan ikan di dalam kolam.


"Feng."


Mendengar seseorang memanggil namanya, Feng Yu menoleh ke belakang. Dilihatnya Xie Lang memakai gaun berwarna biru muda. Ia terlihat sangat cantik malam ini. Feng Yu yang melihatnya merasa kagum kepadanya. Ia berjalan menghampiri Xie Lang.


"Kau cantik sekali."


"Terima kasih atas pujianmu." kata Xie Lang dengan wajah tersipu malu.


"Ayo kita pergi sekarang." ajak Feng Yu sambil mengulurkan tangannya.


Melihat Feng Yu mengulurkan tangan ke arahnya, Xie Lang hanya bisa melihatnya tak bergerak sedikitpun. Sadar bahwa uluran tangannya tidak disambut oleh Xie Lang, Feng Yu menariknya kembali.


"Ah... maaf. Ayo." ajak Feng Yu.


Ia merasa malu dengan tindakannya. Ia tahu bahwa ini bukanlah dunianya. Feng Yu berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Xie Lang di belakangnya. Keduanya berjalan menuju pasar malam. Ada banyak macam-macam bentuk lentera yang terpasang di sepanjang jalan. Banyak pedagang yang berjualan aneka macam makanan, minuman, pakaian dan lain-lain di sepanjang jalan di pasar itu. Feng Yu dan Xie Lang berjalan sambil melihat-lihat. Tanpa mereka berdua sadari, mereka berjalan beriringan. Tiba-tiba, pandangan mata Feng Yu tertuju pada sebuah stand pedagang yang berjualan aneka aksesoris rambut. Ia pun berhenti di depannya diikuti Xie Lang. Feng Yu melihat-lihat aksesoris rambut yang dijual disana.


"Feng Yu, apa yang kau lakukan disini?" tanya Xie Lang kepada Feng Yu yang sedang asyik memilih-milih aksesoris rambut.


"Tentu saja membeli. Untuk apa lagi." jawab Feng Yu sambil mengambil salah satu jepit rambut yang menurutnya sangat bagus.



"Xie Lang, coba kau lihat. Jepit rambut ini bagus tidak?" tanya Feng Yu sambil menunjukkan jepit rambut yang telah ia pilih kepada Xie Lang.


"Bagus."


"Apa kau suka?"


"Iya."


"Kalau begitu, ini untukmu." kata Feng Yu sambil memberikan jepit rambut itu kepada Xie Lang.


Xie Lang menerimanya dengan penuh pertanyaan di kepalanya.


"Feng Yu, ini..." tanya Xie Lang sambil menunjukkan jepit rambut itu kepada Feng Yu.


"Untukmu." jawab Feng Yu sambil tersenyum lembut kepadanya.


"Terima kasih." ucap Xie Lang dengan ekspresi malu-malu.


"Pak, tolong ini dibungkus sekalian dengan punya dia." kata Feng Yu sambil menunjuk jepit rambut yang masih dipegang oleh Xie Lang.

__ADS_1


"Baik Tuan."


"Kau membeli satu lagi?"


"Iya. Untuk adikku. Kau tidak perlu khawatir. Jepit rambut yang akan aku berikan kepada adikku tidak sama dengan apa yang aku berikan kepadamu."


"Iya. Aku tahu. Terima kasih."


Xie Lang tahu, Feng Yu sengaja membeli dua buah jepit rambut yang model dan warna tidak sama. Setelah membeli jepit rambut, mereka berdua kembali berjalan-jalan. Di sepanjang perjalanan, keduanya tak saling bicara. Hingga tiba-tiba terdengar suara seseorang meminta tolong. Mendengar teriakan minta tolong, Feng Yu dan Xie Lang segera berlari ke arah sumber suara. Dilihatnya ada beberapa orang yang mengenakan baju serba hitam dengan penutup kepala berwarna hitam, sedang berusaha membunuh putri Ying Xie. Bahkan para pengawal istana pun terkapar di atas tanah karena ulah mereka.


"Siapa mereka?!"


"Aku tidak tahu. Feng Yu, itu bukankah putri Ying Xie?!" teriak Xie Lang sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah dimana putri Ying Xie sedang dikepung oleh beberapa orang berbaju hitam.


"Gawat dia dalam bahaya sekarang!!!"


Segera Feng Yu berlari ke arah mereka dan memukul titik kelemahan didalam tubuh mereka dengan jarum akupuntur yang ia sembunyikan di balik bajunya. Ia menembakkan jarum akupuntur tepat di ulu hati mereka. Seketika itu mereka semua roboh dalam sekejap. Melihat pemandangan itu, semua orang yang tadinya bersembunyi ketakutan akhirnya keluar. Mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Seorang pemuda dengan tangan kosong bisa merobohkan semua orang yang berbaju hitam di atas tanah. Melihat orang-orang berbaju hitam tak sadarkan diri, Feng Yu berjalan mendekati mereka dan mengambil jarum akupuntur miliknya di tubuh mereka masing-masing. Ia melihat jarum peraknya menghitam.


"Huff... harus beli yang baru lagi." gumam Feng Yu sambil memasukkan jarum perak di dalam plastik putih.


"Feng Yu, kau baik-baik saja?" tanya Xie Lang dengan nada cemas.


"Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkan aku." jawab Feng Yu sambil memasukkan plastik putih yang berisi jarum perak didalam saku bajunya.


"Apa mereka semua sudah mati?"


"Tentu saja. Mereka mati karena terkena jarum perak yang telah aku lumuri racun sebelumnya.


"Apa??!"


"Kenapa? Kau ingin menuntutku ke penjara karena telah membunuh orang?!"


"Tidak. Bukan begitu maksudku."


"Lalu apa maksudmu?"


"Aku hanya bertanya, bagaimana caranya kau bisa meracuni mereka semua hanya dengan sebuah jarum perak? Lalu, racun jenis apa yang kau gunakan untuk meracuni mereka semua, sampai mereka langsung mati ditempat?!" tanya putri Ying Xie penasaran.


"Maaf tuan putri. Soal ini, hanya pria yang tahu. Wanita dilarang untuk mengetahuinya." jawab Feng Yu sambil mengedipkan sebelah matanya kepada putri Ying Xie.


Mengetahui Feng Yu sedang menggodanya, putri Ying Xie mengalihkan pandangannya ke arah lain. Wajahnya mulai memerah seperti tomat segar. Xie Lang yang berada di sebelah kanan Feng Yu, menyadari ada sesuatu yang salah pada putri Ying Xie. Ia terlihat malu saat mengetahui dirinya digoda oleh Feng Yu.


"Putri Ying Xie, kenapa wajahnya memerah? Apa yang sebenarnya terjadi padanya? Apakah dia diam-diam menyukai Feng Yu yang sudah menyelamatkan nyawanya?" pikir Xie Lang dalam hati.

__ADS_1


"Tuan putri, sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa kau bisa diserang dan hampir dibunuh oleh mereka? Apa kau tahu, siapa mereka sebenarnya?"


"Aku tidak tahu siapa mereka. Yang aku tahu, tiba-tiba mereka mencegat kereta kami dijalan dan menyerang kami. Bahkan pengawal kerajaan terbaik pun, tidak mampu melumpuhkan mereka semua. Beruntungnya, kau ada disini dan menyelamatkan kami semua. Aku minta maaf atas kesalahanku dimasa lalu kepadamu."


"Tuan putri tidak perlu minta maaf padaku. Aku sudah lama memaafkanmu."


"Tuan Putri!" teriak beberapa pengawal istana yang datang dan berlari menghampiri mereka.


"Maafkan kami yang telah datang terlambat untuk menyelamatkan tuan putri."


"Lupakan. Berdirilah kalian semua."


"Terima kasih tuan putri."


"Bawa mayat gerombolan orang-orang berbaju hitam ini ke dalam istana. Dan untuk para pengawal yang terluka, segera bawa ke istana untuk segera mendapatkan perawatan."


"Baik tuan putri."


Para pengawal langsung melaksanakan tugas yang telah diperintahkan oleh tuan putri. Beberapa dari mereka membawa mayat gerombolan orang-orang berbaju hitam, dan sebagian dari mereka, membawa temannya yang terluka ke dalam kereta untuk segera mendapatkan perawatan di istana atas luka-luka yang mereka derita.


"Tuan putri, karena para pengawalmu sudah berdatangan, kami berdua mohon undur diri."


"Terima kasih atas pertolonganmu. Sebagai ucapan rasa terima kasihku kepadamu, aku akan mengundangmu untuk minum teh di istanaku. Bagaimana? Apa kau bersedia?"


Mendengar hal itu, Xie Lang melirik ke arah Feng Yu.


"Tentu saja aku bersedia, jika tuan putri yang mengundangku."


"Baguslah kalau begitu. Aku akan segera memerintahkan seseorang untuk mengirimkan surat undangan untukmu ke kediaman Xie."


Feng Yu mengangguk pelan.


"Kalau begitu aku pamit dulu tuan putri. Sampai jumpa lagi."


Feng Yu dan Xie Lang secara bersamaan memberi hormat dan pamit dari putri Ying Xie. Keduanya berjalan menjauh meninggalkan putri Ying Xie dengan pelayan perempuan disisinya.


"Tuan putri, ternyata orang itu tidak seburuk rumornya."


"Kau benar. Bahkan aku sempat salah paham kepadanya. Tapi, setidaknya aku bisa dekat dan berteman dengan tipe pria seperti dia."


"Apa maksud tuan putri?"


"Kau tidak akan tahu. Dia sangat berbeda dengan pria kebanyakan yang telah aku temui." kata putri Ying Xie dengan rasa kagum di wajahnya sambil memandang wajah Feng Yu yang sedang bercanda gurau dengan Xie Lang dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2