Love Villain System

Love Villain System
Bertemu Musuh Bebuyutan (2)


__ADS_3

"Huff, kenapa kau tidak mau?!"


"Karena aku maunya kau yang pergi menemani aku. Bukan mereka."


"Feng Yu, jika putri Ying Xie ingin kau yang pergi menemani dia, maka temani saja dia."


"Benar kak."


"Baiklah... baiklah. Katakan, kau mau pergi kemana sekarang?"


"Aku mau pergi ke danau cinta."


"Apa?!!" teriak Feng Yue dan Xie Lang secara bersamaan.


"Danau cinta? Tempat apa itu? Apa kalian berdua tahu tempat apa itu?!" tanya Feng Yu kepada Feng Yue dan Xie Lang dengan ekspresi penasaran di wajahnya.


Bukannya mendapatkan jawabannya, ia malah ditatap dengan pandangan aneh dari keduanya. Yang sangat mencolok adalah pandangan dari Xie Lang yang terlihat sangat sinis kepadanya.


"Emm... kakak, tempat itu..."


"Tentu saja tempat itu sebuah danau. Ayo kita pergi." ucap putri Ying Xie sambil menarik tangan Feng Yu dan berjalan menjauh dari mereka.


"Kalian berdua, kalau pulang hati-hati ya!" teriak Feng Yu sambil berjalan digandeng oleh putri Ying Xie.


"Yue, kenapa kau tidak mencegah kakakmu untuk pergi ke sana? Kau tahu kan tempat apa itu?! Terlebih yang mengajak dia adalah seorang putri. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka berdua di tempat itu?! Bukankah nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya?!" tanya Xie Lang dengan nada ketus.


"Untuk apa aku melarang kakak pergi? Dia sudah dewasa. Dia tahu apa yang akan dia lakukan."


"Menurutmu, pria dan wanita berduaan di tempat seperti itu, apalagi jika tidak melakukan hal-hal yang...."


"Kak Xie, jika kau mengkhawatirkan kakakku. Kenapa kau tidak melarangnya saat itu?!"


"A... aku? Aku ada kualifikasi apa untuk melarang kakakmu pergi."


"Apa kau cemburu padanya?!"


"Cemburu?!"


"Kau terlihat sangat cemburu ketika kakakku bersama dengan gadis lain."


"Itu berarti aku juga cemburu karena melihatmu dengan kakakmu bersama juga, kan?!"


"Tentu saja tidak seperti itu yang aku maksud. Kau tidak cemburu padaku, karena kau tahu kalau aku adalah adiknya. Tapi bagaimana jika aku bukan adiknya? Melainkan gadis lain?!"


Mendengar penjelasan dari Feng Yue, Xie Lang berpikir sejenak. Sekalipun ia tahu bahwa Feng Yue adalah adik perempuan dari Feng Yu, entah kenapa ia tetap merasa cemburu bila melihat kedekatan mereka. Apakah ini yang namanya cinta atau obsesi?


"Setiap wanita pasti akan merasa cemburu jika prianya dekat dengan wanita lain. Meski tidak diucapkan, hal itu sangat terlihat jelas dari sikapnya. Apa aku terlihat seperti gadis pencemburu?!" tanya Xie Lang dengan ekspresi wajah memelas.


"Sedikit. Hehehe. Kak Xie, kau jujur saja kepadaku. Apa kau mencintaiku kakakku?!"


"Eh?! Itu... Aku..."


Tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampiri mereka berdua dan menanyakan perihal putri Ying Xie kepada mereka. Seketika itu percakapan mereka terhenti sejenak.


"Permisi nona-nona. Apa kau melihat seorang gadis yang mirip dengan yang digambar ini?!" tanya pria itu dengan menunjukkan poster bergambar seorang gadis yang sangat mirip dengan putri Ying Xie.


Feng Yue dan Xie Lang memperhatikan dengan seksama gambar gadis yang ada di dalam poster itu. Tiba-tiba kedua mata mereka membelak. Melihat ekspresi pada kedua gadis itu, pria itu mulai bertanya sekali lagi kepada mereka.


"Apa kalian pernah melihat gadis ini?!"


"Bukankah dia... Putri Ying Xie?!" tanya Xie Lang sambil menunjuk ke arah poster itu dengan jari telunjuk kanannya.


"Iya. Kau benar. Dia memang seorang putri. Dia adalah putri Ying Xie, anak dari kaisar negara Yue."


"Maaf kalau boleh tau, apa kalian pernah melihatnya datang kemari?! Tuanku sedang mencarinya."


"Tuanmu? Siapa tuanmu?!" tanya Xie Lang dengan rasa penasaran di wajahnya.


"Tuanku adalah..."


"Dia tunanganku. Aku datang untuk mencarinya."


Mendengar suara yang sangat familiar, Xie Lang segera menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya ia setelah mendengar suara yang datangnya dari putra mahkota Li Haoxi. Putra mahkota Li Haoxi berjalan menghampiri keduanya. Ia berhenti tepat di hadapan mereka berdua. Pria yang membawa poster itu segera menggulung posternya dan melangkah mundur, menjauh dari putra mahkota Li Haoxi. Ia berdiri di belakang putra mahkota Li Haoxi yang berjarak hanya satu meter darinya. Putra mahkota Li Haoxi mengamati mereka berdua satu persatu. Pandangan matanya kini fokus tertuju pada Feng Yue. Ia melihat Feng Yue dari ujung rambut sampai ujung kaki. Melihat wajah Feng Yue, ia merasa sangat familiar. Ia merasa seperti pernah bertemu dengannya, tapi dimana?


"Kau adalah putra mahkota, Li Haoxi?!" teriak Xie Lang dengan histeris.


"Apa? Dia adalah putra mahkota Li Haoxi. Yang itu berarti... dia adalah tunangan sang putri. Kalau begitu, kakakku dalam masalah besar." batin Feng Yue.


Putra mahkota Li Haoxi tidak menghiraukan Xie Lang yang meneriakki namanya. Pandangan matanya hanya fokus tertuju kepada Feng Yue. Feng Yue yang melihat dirinya ditatap tajam oleh putra mahkota Li Haoxi, hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Siapa namamu?!" tanya putra mahkota Li Haoxi kepada Feng Yue dengan tatapan tajam di matanya.


"Orang ini, kenapa dia menanyakan nama Yue? Sebenarnya apa yang dia inginkan?!" batin Xie Lang sambil menatap keduanya.


"Eh." ucap Feng Yue dengan nada sedikit terkejut.


"Aku tanya, siapa namamu?!" tanya putra mahkota Li Haoxi sekali lagi kepada Feng Yue.


"Maaf Yang Mulia. Namaku, Feng Yue."


"Feng Yue."


"Iya Yang Mulia. Itu namaku."


"Gadis ini manis sekali." puji putra mahkota Li Haoxi sambil terus memandang Feng Yue.


"Nama yang bagus. Bisakah kau membantuku, memberitahukan dimana tunanganku berada sekarang?!"


"Maaf menyela Yang Mulia. Kami tidak melihat putri."


"Hoo... sepertinya kita pernah bertemu. Dan ini pertemuan kita yang kedua kalinya, bukan. Kalau tidak salah, kau teman kencannya pria itu, bukan?! ejek putra mahkota Li Haoxi sambil melirik ke arah Xie Lang.


"Ingatan Yang Mulia tajam juga. Tapi, ada satu hal yang ingin aku luruskan."


"Apa itu?!"


"Aku dan dia hanya berteman, tidak lebih." tegas Xie Lang.


"Apa kau yakin ada hubungan antara pria dan wanita semacam itu di dunia ini?! Kau terlalu naif."


"Yang Mulia, menurut mata-mata kita. Keberadaan tuan putri sudah ditemukan."


"Ayo kita segera pergi kesana!" perintah putra mahkota Li Haoxi.


Putra mahkota Li Haoxi membalikkan badannya, memunggungi mereka berdua. Saat ia hendak terbang, ia menoleh ke arah Feng Yue.


"Feng Yue, aku akan mengingatnya." kata putra mahkota Li Haoxi dengan senyum dingin di wajahnya.


Tak lama kemudian, putra mahkota Li Haoxi terbang dengan ditemani pria yang berada di belakangnya yang membawa gambar poster putri Ying Xie. Feng Yue kaget dan terkejut saat mendengar perkataan yang diucapkan oleh putra mahkota Li Haoxi. Ia tidak tahu apa maksud putra mahkota Li Haoxi mengatakan hal itu kepadanya. Kedua tangannya gemetaran. Xie Lang yang melihat kepergian putra mahkota Li Haoxi berbalik menatap Feng Yue. Ia tak sengaja melihat kedua tangan Feng Yue gemetaran.


"Yue, kau tidak apa-apa?!"


"Ah, a... aku baik-baik saja."


"Apa kakak pernah bertemu dan melihatnya menggoda gadis lain?!"


"Seperti yang kau dengar barusan. Aku pernah bertemu dengannya sekali di restoran dengan kakakmu."


"Kakakku?!"


"Iya. Tidak ada apa-apa. Hanya bertemu saja. Kau tidak perlu terlalu berlebihan memikirkannya."


"Bukan soal itu kak. Aku khawatir dengan kakakku. Apa dia akan menyinggung putra mahkota Li Haoxi?!"


"Kakakmu memang sudah menyinggung dia!" batin Xie Lang dengan ekspresi muram di wajahnya.


"Kalau kau khawatir, bagaimana kalau kita pergi menyusul mereka berdua?!"


"Baiklah. Kalau begitu. Ayo kita pergi kak."


"Mmm."


Keduanya segera bergegas pergi ke danau Cinta, untuk menyusul Feng Yu dan Putri Ying Xie yang sedang berada di sana.


Danau Cinta


Di tepi danau, Feng Yu dan Putri Ying Xie duduk bersandar di bawah pohon besar yang rimbun daunnya. Keduanya sama-sama memandang ke arah danau. Di tengah-tengah danau, ada dua sepasang angsa yang sedang berenang di tengah kolam. Kedua angsa itu sedang beradu kasih di tengah kolam. Di atas pohon lainnya, ada dua sepasang merpati yang juga memadu kasih. Hanya Feng Yu dan Putri Ying Xie yang menjaga jarak satu sama lain. Sesekali, putri Ying Xie melirik ke arah Feng Yu yang masih memandang danau itu Ia tak juga bergeming. Keheningan terjadi diantara mereka dalam waktu yang cukup lama.


"Putri, aku perhatikan kau selalu menatapku diam-diam. Apa kau mulai tertarik kepadaku?!" goda Feng Yu sambil menoleh ke arah putri Ying Xie.


Mengetahui Feng Yu tengah menggodanya, putri Ying Xie bukannya marah kepadanya. Ia memalingkan wajahnya yang bersemu merah.


"Kenapa dia memalingkan wajahnya? Apa dia sedang malu?! Wanita kalau malu, terlihat sangat imut." batin Feng Yu sambil tersenyum.


"Hoiee, kenapa malah mengacuhkan aku?!"


"Siapa yang mengacuhkan dirimu!"


"Barusan kau memalingkan wajahmu, bukan?!"

__ADS_1


"Memangnya tidak boleh?!"


"Tidak."


"Kenapa?!"


"Karena itu adalah etika saat kau berbicara dengan lawan bicaramu."


"Lalu bagaimana dengan etika seseorang yang merebut gadis tunangan milik orang lain?!" tanya putra mahkota Li Haoxi yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


Putri Ying Xie dan Feng Yu kaget melihat sosok putra mahkota Li Haoxi muncul di hadapan mereka.


"Li Haoxi?" kata Putri Ying Xie sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Brengsek! Aku tidak pernah membenci dia. Tapi kenapa dia seperti kutukan yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi!" umpat Feng Yu dalam hati.


Feng Yu segera beranjak dari tempat duduknya. Ia memberi salam dan hormat kepada putra mahkota Li Haoxi.


"Salam Yang Mulia putra mahkota."


Putra mahkota Li Haoxi mengacuhkannya. Ia menarik tangan kanan putri Ying Xie dan memaksanya untuk pergi dari tempat itu.


"Ayo pergi!"


"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!"


"Aku bilang, pergi!"


"Tidak mau! Ayahku sudah mengizinkan aku untuk pergi dengan Feng Yu. Jadi kau tidak bisa memaksaku untuk pergi bersamamu!"


"Ayahmu?!" tanya putra mahkota Li Haoxi sambil melepaskan genggamannya.


"Iya ayahku!" jawab Putri Ying Xie sambil menarik tangannya kembali.


"Sejak kapan ayahmu mengizinkan putrinya pergi dengan pria yang tidak jelas latar belakang keluarganya? Sementara ayahmu tahu sendiri kalau putrinya sudah bertunangan dengan anak dari temannya."


"Itu bukan urusanmu! Kau tidak berhak mencampuri urusanku. Lagipula, kita hanya bertunangan saja, belum menikah. Jadi kau tidak berhak untuk mengatur hidupku. Aku bisa saja meminta ayahku untuk membatalkan pertunangan ini!" terang Putri Ying Xie.


Mendengar Putri Ying Xie ingin membatalkan pernikahannya dengan putra mahkota Li Haoxi, membuat kepala Feng Yu ingin meledak. Sebagai seorang pria, ia sekarang lebih tahu bagaimana perasaan putra mahkota Li Haoxi yang diputuskan oleh kekasihnya di depan pria lain. Seolah Feng Yu tidak ada bedanya dengan bajingan yang merebut istri orang atau pacar temannya sendiri.


"Putri, tolong jaga ucapanmu. Yang Mulia, maaf ini hanya kesalahpahaman saja. Biar aku jelaskan."


"Kau bilang ini kesalahpahaman?!" teriak putra mahkota Li Haoxi dengan tatapan tajam di matanya.


"Gawat, dia mulai marah?!" gumam Feng Yu sambil melihat putra mahkota Li Haoxi yang mengeluarkan aura membunuh dari dalam tubuhnya.


"Dia memang suka marah-marah. Tapi sebentar lagi dia akan tenang." jawab Putri Ying Xie dengan nada santai.


"Putri, seorang pria tidak akan bisa marah di depan wanita yang sangat ia cintai. Malah sebaliknya. Dia akan sangat marah, bahkan berniat untuk membunuh, ketika dia tahu wanita yang dicintainya disakiti oleh orang lain. Terlebih jika ia dia mengalami penolakan cinta."


"Hah? Apa maksudmu?!"


"Tsk. Tidak kusangka kau makhluk yang peka." ejek putra mahkota Li Haoxi.


"Karena kita sama-sama pria brow!"


"Brengsek! Beraninya kau memanggilku seperti itu!" teriak putra mahkota Li Haoxi sambil menyerang Feng Yu dengan cakar iblisnya yang ia keluarkan dari dalam telapak tangannya.


Melihat ada sebuah cakar tangan iblis raksasa yang keluar dari telapak tangan putra mahkota Li Haoxi, Feng dengan cepat menarik tangan putri Ying Xie dan menggendongnya dengan kedua tangannya dan membawanya terbang menghindar dari serangan putra mahkota Li Haoxi. Ia mendarat ke sisi lain dan menurunkan putri Ying Xie.


"Putri, pergilah bersembunyi. Carilah tempat yang aman. Jangan mencoba-coba untuk mendekati area pertarungan ini, apapun yang terjadi." tegas Feng Yu kepada putri Ying Xie.


"Tapi, bagaimana dengan kau?!"


"Aku baik-baik saja. Putri, jaga dirimu baik-baik. Jika terjadi sesuatu padamu, bagaimana aku harus menghadap ke kaisar nantinya?!"


"Baiklah. Hati-hati. Maaf, gara-gara aku... kau..."


"Yooo... masih sempat-sempatnya kau merayu tunanganku." sindir Putra mahkota Li Haoxi yang berada di belakang Feng Yu dengan jarak lima meter darinya.


"Mana berani aku merayunya apalagi menyentuh tunanganmu Yang Mulia." ucap Feng Yu dengan nada santai.


"Tsk. Jika kau berani menyentuhnya bahkan jika hanya sehelai rambutnya, aku tidak akan membiarkanmu hidup-hidup!"


"Waahhhh... aku takut sangat takut!"


"Kalau begitu berlututlah dan meminta ampun kepadaku!"


"Mimpi saja kau!"

__ADS_1


"Brengsek! Terima seranganku!"


"Ehhh... tunggu dulu! Tahan!" teriak Feng Yu dengan wajah konyolnya.


__ADS_2