Love Villain System

Love Villain System
Hilangnya Yue (2)


__ADS_3

Kediaman Xie


Di atas kasurnya, Feng Yu berbaring sambil memilih-milih item yang ditampilkan oleh sistem PC. Ada banyak item yang ditampilkan dengan jumlah poin di bawahnya. Ia menggeser-geser layar sistem PC, mencari-cari item yang ia butuhkan.


"Wah, ada banyak item dan semuanya bagus-bagus. Sayangnya, melihat poin yang tertera dibawahnya membuatku harus benar-benar memilih barang yang bagus sesuai yang aku butuhkan." gumam Feng Yu.


Tiba-tiba ia melihat ada sebuah item pedang dengan poin yang bernilai 2000 poin. Ia pun menekan tombol detail untuk melihat detail item pedang.


"Sistem, kau tidak ada sarankah?! Item mana yang sebaiknya aku pilih?! Mungkin item yang sesuai dengan misiku kali ini. Itu jauh lebih bagus bukan, daripada aku menukarkan poinku dan item itu tidak dapat aku gunakan untuk misi selanjutnya."


[Host, untuk misi selanjutnya disarankan memilih item senjata, kemampuan. Karena misi berikutnya sangatlah sulit dan berbahaya!]


"Kalau itu aku tau?! Hmm, oke mari kita tukarkan dengan item pedang 2.000 poin, kemampuan menghilang 3.000 poin. Sisa 6.200 poin. Yosshh... klik sekarang juga!" gumam Feng Yu sambil menekan tombol tukar di bawah item di layar sistem PC.


[Ting!]


[Selamat! Host telah menukarkan item Tiāndì zhī jiàn (Pedang Langit dan Bumi):dengan poin sebesar -2.000 poin. Kemampuan menghilang -3.000 poin. Poin yang tersisa saat ini 6.200 poin. Segera selesaikan misi terakhir agar host bisa kembali ke dunia asal!]


"Sistem, apa misiku kali ini benar-benar bisa membawaku kembali ke dunia asalku, jika aku berhasil menyelesaikannya?!"


[Tentu saja!]


"Aku tidak bersabar untuk menantikannya. Yue, bersabarlah dan tunggu kedatangan kakak. Kakak akan segera pulang." gumam Feng Yu sambil tersenyum.


Tok... Tok... Tok...


"Kakak! kakak!" teriak Feng Yue memanggil kakaknya sambil mengetuk pintu kamarnya.


Mendengar suara Feng Yue, memanggilnya, Feng Yu langsung beranjak dari tempat tidurnya. Ia segera berjalan menuju pintu.


Krekkk (suara pintu dibuka dari dalam.)


"Yue? Ada apa malam-malam begini, kau berkeliaran kemari?!"


"Kakak belum makan seharian ini?! Jadi, aku khawatir denganmu. Makanya aku datang kemari untuk melihatmu."

__ADS_1


"Benar juga. Aku seharian ini belum makan." batin Feng Yu.


"Baiklah. Aku akan pergi makan malam sekarang." ucap Feng Yu sambil menutup pintu kamarnya.


"Aku akan menemanimu kak."


"Baiklah."


"Aahhhh! Tolong!" teriak Xie Lang.


Mendengar ada suara teriakan meminta tolong dari arah kamar Xie Lang, Feng Yu dan Feng Yue segera berlari menuju kamar Xie Lang. Feng Yu mencoba untuk mendobrak pintu kamarnya, namun terkunci dari dalam. Dengan sekuat tenaga, Feng Yu menendang pintu itu dengan kakinya. Karena Feng Yu menggunakan tenaga dalamnya untuk menendang pintu itu, akhirnya pintu itu berhasil dibuka. Dilihatnya, ada dua orang pria yang berpakaian serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya, sedang berusaha menculik Xie Lang. Dengan cepat Feng Yu melompat dan berlari ke arah kedua pria misterius itu yang mencoba membawa pergi Xie Lang. Feng Yu langsung mendaratkan pukulan ke arah kedua pria misterius itu secara bergantian.


Feng Yue yang melihatnya langsung mencari tempat bersembunyi di sekitar kamar Xie Lang. Pertarungan tak terelakkan. Keduanya bertarung dengan sangat sengit, hingga tak diketahuinya siapa pemenangnya. Feng Yu yang merasa dirinya tak leluasa menggunakan kekuatannya, akhirnya memaksa, mendorong kedua pria itu untuk bertarung di luar kamar. Ledakan demi ledakan terdengar dari arah luar kamar. Dirasa cukup aman, Feng Yue keluar dari persembunyiannya dan berjalan menghampiri Xie Lang yang mulutnya tertutup oleh kain dengan kedua tangan dan kaki yang masih terikat. Feng Yue segera melepaskan ikatan tali yang mengikat kedua tangan dan kakinya.


"Kau tidak apa-apa kak Xie?!"


"Ya. Aku baik-baik saja. Dimana Feng Yu?!"


"Kakak sedang bertarung dengan mereka."


"Jangan kak! Lebih baik kita bersembunyi saja dulu. Agar kita tidak menjadi beban kakakku."


"Baiklah."


Feng Yue dan Xie Lang segera mencari tempat bersembunyi yang aman di bawah kolong tempat tidur yang ternyata di sana ada sebuah papan lantai yang bisa di geser. Dan saat Xie Lang menggeser papan lantai itu, terlihat sebuah anak tangga yang menurun. Feng Yue sangat terkejut dengan adanya ruang rahasia di dalam kolong tempat tidur milik Xie Lang.


"Ayo kita sembunyi! Cepat!" ajak Xie Lang.


Feng Yue hanya mengangguk dan segera berjalan menuruni anak tangga itu. Dan segera menutup papan itu. Saat Feng Yu sedang bertarung mati-matian dengan kedua pria misterius itu. Tiba-tiba muncullah seorang pria yang berpakaian sama dengan dua pria yang sedang bertarung di luar dengan Feng Yu, di depan pintu masuk kamar Xie Lang. Ia melangkahkan kakinya sambil mengamati seluruh isi kamar. Mendengar suara langkah kaki dari atas langit, Feng Yue ingin melihatnya, namun ditahan oleh Xie Lang. Xie Lang menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa Feng Yue dilarang untuk membuka pintu masuk ruang rahasia yang ada di atas kepalanya. Feng Yue mengangguk pelan. Semakin lama suara langkah kaki itu terdengar semakin dekat, kemudian menghilang. Terdengar suara deritan kasur yang di geser menggunakan tenaga dalam. Baik Xie Lang maupun Feng Yue saling menggenggam kedua tangan satu sama lain dengan gemetaran.


"Tsk, tidak ada siapa-siapa! Kemana perginya kedua gadis itu!" umpat pria itu sambil menggeser kembali kasur itu ke tempat semula.


Xie Lang dan Feng Yue yang mendengar umpatan dari suara seorang laki-laki yang berada di atasnya, mulai merinding ketakutan. Mereka berdua berharap, Feng Yu datang menyelematkan mereka berdua. Melihat pertarungan yang tak ada hentinya, pria misterius itu terbang menuju ke luar kamar. Ia segera membantu dua kawannya untuk menjatuhkan Feng Yu. Merasa dirinya dikepung oleh tiga orang, Feng Yu segera melompat terbang ke atas dan mendarat di atas dahan pohon. Ia memuntahkan segumpalan darah di mulutnya.


"Cuih! Brengsek! Tiga lawan satu, apa kalian bertiga ini bermoral?!"

__ADS_1


"Apa maksudmu?!"


"Tsk! Sebagai seorang pria, bukannya satu lawan satu. Malah tiga lawan satu! Apa kalian ini ingin mencoba gaya baru?! Hei, aku ini pria bukan wanita!"


Mendengar Feng Yu sedang mengejek mereka, ketiganya sangat geram dan langsung menyerang ke arah Feng Yu secara bersamaan. Melihat ketiga pria misterius itu menyerang dirinya secara bersamaan, Feng Yu segera mengeluarkan item pedang yang telah ia tukarkan tadi pagi.


"Tiāndì zhī jiàn!" teriak Feng Yu sambil mengayunkan pedangnya di udara tepat di hadapan ketiga pria misterius itu.


Tebasan pedangnya itu tepat mengenai ketiganya. Ketiga pria itu terpental dan memuntahkan darahnya. Salah satu dari pria berjubah hitam misterius itu, berlari sambil mengarahkan belati beracun ke arah Feng Yu. Namun, usahanya gagal. Ia tak berhasil menusuk Feng Yu dengan belati beracun itu ditangannya. Malahan Feng Yu menahan serangan dengan menjepit bilah belati beracun dengan jari telunjuk dan dan jari tengahnya. Pria misterius itu kaget melihat Feng Yu mampu menahan belati beracun miliknya.


"Kenapa? Kau kaget? Dengar, bilah belati yang telah kau lumuri dengan racun, tidak akan mempan kepadaku. Malah justru sebaliknya, kau yang terkena racunmu sendiri!"


"Apa?! Tidak mungkin!"


"Kau boleh percaya atau tidak, itu hakmu! Tapi, aku pastikan kau tidak akan kuat menahan serangan dari racunmu sendiri!"


"Heh, tidak ku sangka. Kau menggunakan trik kotor macam ini!"


"Oieee, aku ini berguru pada tuanmu tahu!"


"Kau?! Uhuk... uhuk... uhuk!" pria itu terbatuk dan mengeluarkan darah.


Feng Yu yang melihat pria itu terus menerus terbatuk, membuat Feng Yu tidak tega dan melepaskannya. Ia melihat dua pria yang sedang terkapar di atas lantai, perlahan berdiri. Mereka berdua berjalan menghampiri pria misterius yang, menurut penilaian Feng Yu, pria yang mencoba menikamnya adalah ketuanya.


"Katakan! Siapa tuan kalian?! Aku yakin kau adalah ketuanya! Cepat katakan!" ancam Feng Yu sambil mengarahkan bilah mata pedang di leher salah satu pria misterius itu.


Senyum pria itu menyeringai, mengambang di balik wajahnya yang tertutupi oleh masker. Tanpa sepengetahuan Feng Yu, pria itu mengeluarkan bom asap dari balik jubahnya dan meledakkannya tepat di hadapan Feng Yu. Segera menyadari situasinya, Feng Yu segera melompat mundur. Dan sesuai dugaannya, mereka menggunakan bom asap. Angin berhembus kencang meniupkan pemandangan yang ada di depannya. Feng Yu melihat ketiga pria misterius itu telah menghilang dari hadapannya.


"Tsk! Brengsek! Mereka bertiga kabur!"


Menyadari ketiga pria itu telah kabur, Feng Yu segera berlari ke kamar Xie Lang. Ia mulai berteriak memanggil mereka berdua.


"Xie Lang! Yue! Dimana kalian berdua?!"


"Kami disini kak!" teriak Yue dari bawah kolong kasur.

__ADS_1


Mendengar suara teriakan adiknya dari bawah kolong tempat tidur, Feng Yu mulai berjalan mendekat dan menggeser kasur itu dengan kaki kanannya. Kaki kasur itu berderit dan mulai menggeser dirinya ke samping. Betapa terkejutnya Feng Yu melihat Xie Lang dan Feng Yue keluar dari papan lantai itu dengan merangkak.


__ADS_2