Love Villain System

Love Villain System
Hilangnya Yue (4)


__ADS_3

Sesampainya Feng Yu di pasar, ia melihat ada sebuah keanehan. Pasar tidak lagi ramai, namun sepi. Segera ia berjalan menuju standnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat standnya hancur berserakan. Ia segera berteriak dan berlari mencari Xie Lang dan Feng Yue.


"Xie Lang! Yue! Xie Lang! Yue! Dimana kalian berdua!"


Tiba-tiba langkah kakinya terhenti ketika melihat tubuh Xie Lang tergeletak pingsan tak sadarkan diri di atas tanah. Feng Yu yang melihatnya segera berlari ke arahnya. Ia mengangkat kepala Xie Lang dengan sangat hati-hati.


"Xie Lang! Bangun Xie Lang! Xie Lang!" teriak Feng Yu sambil menepuk lembut kedua pipinya secara bergantian.


"Enngg..." gumam Xie Lang sambil perlahan-lahan membuka kedua matanya.


"Xie Lang! Kau sudah sadar?!" tanya Feng Yu dengan ekspresi dingin di wajahnya.


Mendengar suara Feng Yu, Xie Lang segera bangkit dan menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Feng Yu, dimana Feng Yue?!" tanya Xie Lang dengan ekspresi penasaran di wajahnya.


"Seharusnya aku yang bertanya hal itu kepadamu. Dimana Yue?!"


"Maafkan aku Feng Yu. Gara-gara aku, Feng Yue jadi korbannya."


"Kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri."


"Tapi, jika bukan karena aku, Feng Yue tidak akan menjadi korbannya. Seharusnya, akulah yang mereka bawa, bukan Feng Yue."


"Apa maksudmu?!"


"Sebelum aku jatuh pingsan, aku melihat Feng Yue dibawa oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya."


"Apa?!"


"Mmm. Aku pikir mereka adalah orang yang sama. Yang pernah mencoba menculikku di kediamanku sendiri. Tapi, jika memang aku adalah target mereka, kenapa mereka menculik dan membawa Feng Yue, bukannya aku?!" terang Xie Lang.


"Apa yang dikatakan Xie Lang ada benarnya. Lalu, siapakah orang-orang ini?! Kenapa dia menculik Yue?!" batin Feng Yu.


"Aku rasa, targetnya bukan kau."


"Kenapa kau mengatakan hal itu?!"


"Jika memang mereka adalah sekelompok orang yang sama, target mereka adalah kau. Tapi kenapa mereka hanya membawa Yue saja, bukannya kau?!" terang Feng Yu.


"Jadi menurutmu... target utama mereka adalah Feng Yue, adikmu?! Bukan aku?!"


"Tidak. Target mereka sebenarnya, bukan kalian berdua. Melainkan aku."


"Apa?!" teriak Xie Lang dengan wajah kaget.


"Ya. Aku merasa, kalian berdua hanyalah umpan. Tapi target sebenarnya adalah aku."


"Tapi, jika memang targetnya adalah kau, kenapa mereka harus repot-repot mencoba menculik aku dan Yue?!"


"Aku tidak tahu."

__ADS_1


"Apa Yue hanya dijadikan sandera saja oleh mereka?!"


"Entahlah. Aku berharap dia akan baik-baik saja. Mari aku bantu kau untuk berdiri."


"Mmm. Terima kasih."


Xie Lang menerima uluran tangan dari Feng Yu. Feng Yu langsung membantunya untuk berdiri.


"Feng Yu, kita akan kemana?!"


"Tentu saja pulang ke rumah. Mengobati lukamu. Nanti, aku akan pergi mencari Yue."


"Aku ikut."


"Tidak perlu. Kau istirahat saja. Jaga dirimu."


"Baiklah."


Keduanya berjalan pulang meninggalkan tempat itu.


...****************...


Di Hutan pinggir Kota


Brakkk! (suara pintu dibuka keras dari luar.)


Sekelompok orang berbaju serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya, datang sambil menggendong gadis yang ditutupi kain hitam di sekujur tubuhnya. Seseorang yang menatap ke arah jendela, mendengar suara langkah kaki. Ia pun melirik dan berbalik ke belakang. Pria itu adalah putra mahkota Li Haoxi yang memakai baju serba hitam dengan rambut dikuncir kuda di belakang.


"Letakkan dia disana!" perintah putra mahkota Li Haoxi kepada pria berbaju hitam itu.


Pria berbaju hitam itu segera meletakkan gadis yang digendong di atas kasur. Putra mahkota Li Haoxi berjalan mendekat ke arahnya.


"Kau boleh pergi! Dan ingat, jangan beritahu siapapun tentang tempat ini." perintah putra mahkota Li Haoxi kepadanya.


"Baik Yang Mulia."


"Bagus! Sekarang kalian berjaga diluar. Aku tidak ingin mendengar suara bising. Dan, malam ini, aku tidak ingin diganggu oleh siapapun."


"Baik Yang Mulia."


Pria berbaju hitam itu segera pergi meninggalkan mereka berdua. Tak lupa ia menutup pintunya. Putra mahkota Li Haoxi berjalan ke arah pintu dan menguncinya. Ia berbalik dan menatap gadis yang tergelatak di atas kasur dengan ditutupi oleh kain berwarna hitam itu. Putra mahkota Li Haoxi berjalan menghampirinya. Ia menarik kain yang menutupi sekujur tubuh gadis itu. Dilihatnya gadis itu sedang pingsan tak sadarkan diri. Ternyata gadis itu adalah Feng Yue, adik dari Feng Yu. Ia bisa melihat wajah cantiknya yang sangat alami dan tenang saat sedang tidur. Putra mahkota Li Haoxi segera melepaskan kain berwarna hitam yang terlilit di pergelangan tangan kirinya. Lalu ia menutup kedua mata Feng Yue dengan kain hitam miliknya. Ia menunggu sampai gadis itu sadar.


Tak lama kemudian, Feng Yue sadar. Ia kaget, melihat kedua matanya ditutupi oleh kain hitam dan dengan kedua tangan yang masih terikat di atas perutnya. Ia berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat di kedua tangannya.


"Kau sudah sadar?!" tanya putra mahkota Li Haoxi.


Mendengar suara itu, Feng Yue segera menoleh ke arah sumber suara. Meskipun ia tak bisa melihat sekarang, karena kedua matanya telah ditutupi oleh kain hitam, ia menyadari kehadiran pria yang duduk di sebelahnya.


"Siapa kau?!" tanya Feng Yue dengan nada sedikit bergetar.


"Orang yang mengagumimu."

__ADS_1


"Bohong! Kau, lepaskan aku!" teriak Feng Yue.


"Untuk apa aku harus melepaskanmu?!"


"Karena aku tidak mengenalmu! Cepat lepaskan tali yang mengikatku dan penutup mata ini!" teriak Feng Yue sambil berjuang melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya.


"Kau memang tidak mengenalku. Tapi, kita pernah bertemu. Dan itu membuatku semakin menginginkanmu!"


"Apa maksudmu?! Apa yang ingin kau lakukan?!" teriak Feng Yue dengan ekspresi ketakutan di wajahnya.


Suaranya terdengar bergetar karena ketakutan.


"Kau bertanya padaku, apa yang ingin aku lakukan kepadamu?!"


"Jangan banyak bicara! Lepaskan aku! Jika tidak, aku akan teriak sekencang-kencangnya!" teriak Feng Yue.


"Buahahaha! Teriak... teriak saja semaumu! Tidak akan ada yang mendengar suara teriakanmu!"


"Apa?!"


"Aku akan memberitahumu sesuatu. Kita sekarang sedang berada di hutan, pinggir kota. Kau tahu kan sekarang?! Tidak peduli sekeras apapun kau berteriak, tidak akan ada orang yang datang menyelamatkanmu!" terang Putra mahkota Li Haoxi dengan ekspresi dingin di wajahnya.


"Humph, kau bohong! Kakakku akan datang kemari untuk menyelematkan aku!"


"Kakakmu?! Hahahaha, konyol!! Apa kau tidak tahu, bahkan sampai sekarang, kakakmu belum datang menyelamatkanmu!"


"Tidak! Dia pasti datang!"


"Tsk! Masih keras kepala! Kau tahu, aku sebenarnya sangat muak mendengar kau memanggil-manggil kakakmu itu!"


"Kenapa?! Kenapa kau membenci kakakku?!"


"Aku tidak hanya membencinya, tapi juga ingin membunuhnya!"


"Apa?! Sebenarnya siapa kau?! Kenapa kau ingin membunuh kakakku?! Kesalahan apa yang telah ia perbuat terhadapmu, sehingga kau ingin membunuhnya?!"


"Heh, anak kecil sepertimu tidak perlu ikut campur masalah orang dewasa. Diam, dan bersikaplah layaknya seorang gadis yang baik. Aku akan memperlakukan kau dengan lembut, jika kau mau menuruti semua perkataanku!"


"Tidak! Aku tidak mau! Lepaskan aku!"


"Tsk, gadis yang merepotkan! Jika bukan karena kakakmu yang membuatku malu, aku tidak perlu repot-repot untuk menculikmu dan membawamu kesini. Tapi karena dia sudah membuatku marah, jadi kau yang harus menggantikan dirinya untuk meredakan amarahku?!"


"Apa maksudmu?! Lepaskan aku!"


Putra mahkota Li Haoxi mulai mendekatinya sambil menyentuh bibir Feng Yue dengan ibu jari kanannya. Bibirnya sangat lembut saat putra mahkota Li Haoxi menyentuhnya. Ia semakin tergoda untuk menggigitnya.


"Lepaskan aku!"


"Sayang, semuanya sudah terlambat. Kau tahu, saat ini api amarahku tidak bisa dipadamkan. Jadi, aku ingin kau memadamkannya!"


"Tidak! Jangan! Pergi! Lepaskan a... mmmphh... Mmmphh..."

__ADS_1


Belum sempat melanjutkan perkataannya, putra mahkota Li Haoxi membungkam mulutnya dengan bibirnya. Feng Yue berusaha untuk melepaskan diri dari putra mahkota Li Haoxi, namun putra mahkota Li Haoxi mengangkat kedua tangannya yang masih terikat ke atas bantal dan menahannya. Perlahan ia melepaskan ciumannya.


"Diam dan nikmati saja pengalaman yang luar biasa yang akan aku berikan kepadamu." goda Putra mahkota Li Haoxi sambil membungkam kembali mulut Feng Yue dengan bibirnya.


__ADS_2