
Rumah bobrok yang hampir roboh itu, langsung hancur berkeping-keping karena hantaman dari jurus yang dikeluarkan oleh Che Hualing. Angin berhembus menyapu debu yang beterbangan disekitar tempat itu. Dilihatnya tidak ada siapapun disana. Che Hualing berpikir, bahwa Feng Yu dan adiknya mati akibat tidak mampu menahan serangan dan jatuh terkena reruntuhan bangunan rumahnya.
"Yue, kau tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja. Kakak, bagaimana?"
"Aku baik-baik saja."
Dari kejauhan, Feng Yu melihat Che Hualing sedang mengamati reruntuhan bangunan rumahnya itu. Seolah sedang mencari mayat mereka.
"Kau cari siapa?!" teriak Feng Yu
Che Hualing menoleh ke belakang. Dilihatnya Feng Yu dan adiknya tidak terluka sedikitpun. Amarah terlihat jelas di kedua matanya.
"Kau!!!"
"Kenapa?! Kaget lihat aku masih hidup?!"
"Cih, nyawa penjahat memang banyak ya!" ejek Che Hualing.
"Iya benar. Kita kan sealiran!" Feng Yu tersenyum sinis.
"Aku tanya sekali lagi padamu. Apa yang kau katakan pada Ling er?"
"Sudah aku katakan sebelumnya. Aku lupa."
"Dasar bocah tengik! Kau pikir aku akan percaya dengan kata-katamu!"
"Siapa juga yang memintamu untuk mempercayaiku!"
"Cukup! Jangan berbelit-belit! Katakan sejujurnya, apa yang telah kau katakan kepadanya!"
"Kau itu tipe kakak pemaksa ya?! Lagipula kau bukan kakak kandungnya kan?!"
__ADS_1
"Apa katamu?! Darimana kau tahu itu?! Katakan, siapa yang memberitahumu?!"
"Hmm, bukankah sudah jelas. Mana ada seorang kakak yang tega meniduri adiknya sendiri hanya demi kepentingan pribadinya!"
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Feng Yu benar adanya, Che Hualing tak bisa berkata-kata. Terlebih Feng Yue sangat kaget dan terkejut bukan main, ketika mendengar hal itu, Feng Yue merasa iba kepada Ling er. Sementara, Feng Yu tak berani menyangkalnya. Ia sedang berpikir bagaimana caranya untuk membungkam mulut bocah ini.
"Kenapa diam saja? Apa yang aku katakan itu benar? Jika benar, kau tidak pantas disebut kakak!" tegas Feng Yu.
"Brengsek! Cari mati kau! Terima seranganku! Cakar iblis!" teriak Che Hualing sambil melemparkan jurusnya.
Sontak Feng Yu kaget melihat jurus yang dikeluarkan oleh Che Hualing. Selama ini dia hanyalah seorang gamer profesional. Dia melihat banyak jurus dalam visual baik game maupun komik. Tapi siapa sangka, ia harus benar-benar menghadapi visual nyata dan sangat berbahaya. Di udara ia melihat ada sebuah cakar iblis raksasa berbentuk api, yang sedang mendekat ke arahnya untuk menangkap dan mencengkeramnya hidup-hidup.
"Sistem... sistem!"
[Sistem hadir 24 jam menjawab keluhan anda!]
"Sialan! Bahkan sebelum kau menjawabnya, aku akan mati terkena jurusnya. Katakan, apa yang harus aku lakukan?! Tidak adakah alat atau senjata apapun untuk bisa melawannya?!"
[Host cukup berkonsentrasi agar bisa mengetahui titik kelemahan lawan dan mengalahkannya!]
Feng Yu memejamkan kedua matanya. Ia berkonsentrasi dan larut dalam alam bawah sadarnya. Ia merasakan ada sesuatu yang kuat dan besar mengalir di dalam tubuhnya. Cakar iblis itu mulai mendekatinya tepat hendak mencengkeram tubuhnya, Feng Yu membuka kedua matanya. Sebuah penghalang besar menahan serangan cakar iblis itu.
*Bzzzzztttttt.... bzzzzztttttt....bzzzzzztttt
Boooommm*... Boooommm... Boooommm...
Terdengar suara ledakan di mana-mana. Che Hualing semakin geram dibuat oleh Feng Yu. Jurus yang ia keluarkan tidak main-main. Itu menghabiskan seluruh energinya. Namun, penghalang yang melindungi Feng Yu di dalamnya tidak ada satupun retakan di setiap sisi penghalang itu.
Bzzzzztttttt.... bzzzzztttttt....bzzzzzztttt
"Sialan! Sejak kapan bocah ini bisa membuat penghalang?!" batin Che Hualing.
Tanpa basa-basi, Che Hualing mengerahkan seluruh kekuatannya agar jurus cakar iblis miliknya bisa menembus penghalang yang dibuat oleh Feng Yu. Bukannya hancur atau mengalami retakan, Che Hualing malah terpental jauh dan mendarat dengan keras di atas tanah. Penghalang itu langsung menghilang, ketika Feng Yu membuka kedua matanya.
__ADS_1
"Uhuk... uhuk... uhuk..." Che Hualing terbatuk dan mengeluarkan segumpal darah dari mulutnya.
"Wah ini hebat! Aku bisa membuat penghalang ini hanya karena konsentrasi? Sistem, apa ini hadiah misterius?!" gumam Feng Yu.
[Tidak. Itu adalah kekuatan host sendiri. Selesaikan misi dan tingkatkan kemampuan diri anda. Agar segera mendapatkan poin tertinggi.]
"Sistem PC, jika kau memberiku alat atau senjata ajaib lainnya, aku akan dapat mengalahkan dia dan mendapatkan poin tertinggi!"
[Sistem akan membuka kemampuan host berdasarkan misi yang host selesaikan dan poin yang telah didapatkan.]
"Ini namanya pembodohan! Heeee..."
"Keparat! Jurus apa yang kau gunakan?!"
"Heehee..." senyum sinis mulai mengambang di wajah Feng Yu.
Che Hualing yang melihat senyum sinis yang mengambang di wajah Feng Yu, mulai merinding ketakutan. Melihat Che Hualing merasa sedikit ketakutan, Feng tidak ingin melewatkan kesempatan yang baik ini. Ia ingin segera mengakhiri permainan ini dan segera menyelesaikan misi selanjutnya, agar ia bisa kembali ke dunia asalnya dan bertemu adik perempuan satu-satunya. Che Hualing merasa ada tekanan kekuatan yang sangat besar dalam diri anak itu. Melihat Che Hualing mundur beberapa langkah dari tempat ia berdiri, dalam hati Feng Yu melompat kegirangan. Dengan begini, ia bisa dengan sangat mudah mengalahkan Che Hualing.
"Humph, aku rasa kau sudah mengerti kan?! Terima ini! Jurus penghisap energi jahat! Tali Pengikat Kejahatan!" teriak Feng Yu sambil meletakkan kelima jari kanannya di atas tanah.
Dari kelima jari tangannya yang diletakkan di atas tanah, keluarlah aura berwarna merah yang menyelimuti tangannya. Aura berwarna merah itu membentuk sebuah gumpalan yang menyerupai tali di udara dan dengan cepat melilit disekujur tubuh Che Hualing. Che Hualing yang terikat oleh jurus tali pengikat kejahatan milik Feng Yu, hanya bisa meronta kesakitan. Kedua matanya memerah seperti iblis. Di lehernya muncul urat nadi begitu juga tangan dan sekujur tubuhnya. Ia terus meraung kesakitan. Rambutnya yang tadinya rapi, sekarang menjadi kacau akibat ia meronta kesakitan terkena jurus yang dikeluarkan oleh Feng Yu. Setelah melihat pemandangan di depannya, Feng Yu langsung merapalkan mantra. Ikatan itu semakin kencang saja. Che Hualing meronta kesakitan. Tak butuh waktu lama bagi Che Hualing untuk melepaskan Tali Pengikat Kejahatan itu. Ia dengan sekuat tenaga menghancurkan tali itu dan bebas. Che Hualing tertawa terbahak-bahak karena mengetahui dirinya telah bebas dari cengkeraman kuat tali itu. Kedua sorot matanya menampakkan seperti mata iblis. Ia sangat marah kepada Feng Yu.
"Seharusnya dari dulu, aku harus membunuhmu. Yang mati tidak akan bicara!"
"Kenapa tidak kau coba saja!"
"Brengsek! Pergilah kau ke neraka!!" teriak Che Hualing sambil melompat hendak menerkam Feng Yu.
Jlebbbb!!!!
Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Dilihatnya adik tirinya, Ling Hualing sedang menikamnya dengan sebilah belati yang telah diolesi oleh racun.
"Kau... uhuk...!"
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau kaget melihat adik kesayanganmu, telah menikammu dari belakang, kakakku tersayang?!" tegas Ling Hualing dengan senyum dingin di wajahnya sambil memegang belati yang masih tertancap di punggung Che Hualing dengan kedua tangannya.