
"Kalian berdua, baik-baik saja?!" tanya Feng Yu sambil memegang erat bahu Feng Yue.
"Kami berdua tidak apa-apa kak. Untung saja di bawah kasur kak Xie Lang ada ruang rahasia. Jadi kita bersembunyi disana." terang Feng Yue kepada kakaknya yang masih khawatir.
"Jadi benar begitu Xie?!" tanya Feng Yu sambil menoleh ke arah Xie Lang.
"Iya."
"Syukurlah. Sepertinya kita harus berhati-hati ke depannya."
"Mmm. Aku akan mulai memperketat penjagaan di sekitar kediamanku."
"Itu saja tidak cukup Xie."
"Hah?! Apa maksudmu?!"
"Mulai sekarang, kalian berdua tidur sekamar saja. Dan kalau kalian berdua tidak keberatan, aku akan tidur di sofa untuk menjaga kalian berdua. Bagaimana?!"
"Kenapa kau harus ikut tidur sekamar dengan kita?!"
"Aku mempunyai firasat, mereka akan kembali lagi. Aku tidak mau salah satu dari kalian terlibat dalam bahaya."
Mendengar pernyataan Feng Yu, baik Xie Lang dan Feng Yue saling memandang satu sama lain.
"Feng Yu, kau tidak perlu khawatir. Kami berdua akan baik-baik saja."
"Huff, baiklah jika itu mau kalian. Tapi aku mohon, untuk saat ini kalian berdua tinggal sekamar dulu. Sampai situasi mulai aman dan berjalan normal kembali."
"Baik." jawab Xie Lang dan Feng Yue secara bersamaan.
"Oh ya Xie Lang, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu."
"Tentang apa?!"
"Apa kau mengenal mereka?! Kenapa mereka ingin menculikmu?!"
"Aku tidak tahu siapa mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku. Aku pikir itu salah satu dari kalian berdua. Tapi siapa sangka saat aku membukakan pintunya, mereka langsung menutup mulutku dan mengikatku." terang Xie Lang.
"Sial! Misi belum terbuka, tapi masalah mulai berdatangan!" umpat Feng Yu dalam hati.
"Kalau begitu, kalian berdua beristirahatlah. Kalian pasti sangat lelah karena masalah ini. Aku akan pergi ke kamarku." ucap Feng Yu sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Kak, kau juga ya." sahut Feng Yue.
"Iya."
Feng Yu pun pergi meninggalkan mereka berdua, tak lupa ia menutup pintu. Feng Yu berjalan menuju kamarnya.
Di Istana Pangeran
Pranggg!!! (suara gelas pecah.)
"Brengsek!!! Menculik seorang wanita saja kalian tidak bisa!" bentak putra mahkota Li Haoxi dengan wajah penuh amarah sambil melemparkan secangkir gelas di atas lantai.
"Ampuni kami, Yang Mulia. Maafkan kami."
__ADS_1
"Sudahlah! Jika kalian gagal menculik temannya, maka kalian culik adiknya! Aku ingin tahu, siapa yang sangat berharga baginya?! Teman atau adiknya?!"
"Yang Mulia, menurut informasi yang telah kami terima. Feng Yu sangat menyayangi adiknya daripada teman wanitanya."
"Benarkah?!"
"Ya Yang Mulia. Sepertinya ia tidak bisa jauh dari adik perempuannya."
Mendengar informasi dari para pengawalnya, putra mahkota Li Haoxi mulai merenung. Ia mencoba menggali kenangan tentang Feng Yu dan adiknya saat ketiganya pernah bertemu. Meskipun hanya sekali. Ia mengingat bahwa Feng Yu sangat menyayangi adiknya. Bahkan ia tidak bisa jauh dari adiknya. Setelah mengingat hal ini, senyum jahat mengambang di wajahnya.
"Lupakan tentang teman wanitanya! Bawakan adik perempuannya kemari! Dia harus membayar perilaku kakaknya sendiri!"
"Yang Mulia, kau..."
"Kalian bertiga beristirahatlah. Aku akan memikirkan sebuah rencana. Besok pagi, salah satu dari kalian pergi mencari informasi tentang adik perempuannya. Dan segera beritahu aku secepatnya."
"Baik Yang Mulia. Terima kasih."
"Hemm." ucap putra mahkota Li Haoxi sambil melambaikan tangannya.
Ketiga pengawal itu langsung memberi hormat dan segera pergi meninggalkannya. Melihat ketiga pengawalnya telah pergi, putra mahkota Li Haoxi berjalan menuju kasurnya. Ia menghempaskan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk dan lembut. Ia membayangkan wajah adik perempuan Feng Yu.
"Feng Yu, aku ingin tahu bagaimana reaksimu ketika kau mendengar adikmu menghilang?! Hahahaha... Hahaha...." teriak putra mahkota Li Haoxi sambil tertawa di kamarnya.
...****************...
Keesokan harinya, Feng Yu mulai menjajakan barang dagangannya di pasar seperti biasa. Ia dibantu oleh Xie Lang dan Feng Yue. Tiba-tiba bahan untuk membuat bakpaonya kehabisan.
"Yah... bahannya habis kak."
"Apa perlu aku bantu kak?!"
"Tidak perlu. Kau disini saja. Bantu Xie Lang. Aku akan segera kembali."
"Baik kak. Hati-hati dan segeralah kembali."
"Ya"
Feng Yu segera berlari meninggalkan mereka berdua di pasar. Tanpa sepengetahuan Feng Yu, seseorang telah mengawasi stand miliknya yang dijaga oleh Feng Yue dan Xie Lang dari kejauhan. Melihat Feng Yu pergi meninggalkan mereka berdua, orang itu segera pergi meninggalkan tempat persembunyiannya. Tiba-tiba ada tiga orang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dengan masker yang menutupi sebagian wajahnya, berjalan menghampiri mereka berdua dan mengobrak-abrik stand mereka. Melihat hal itu, seluruh orang yang ada di pasar itu segera lari berhamburan menyelamatkan diri. Melihat hal itu, Feng Yue dan Xie Lang segera mundur dan melarikan diri. Salah satu dari mereka menyadari bahwa kedua gadis itu ingin melarikan diri, segera melompat dan mendarat tepat di hadapan mereka.
"Siapa kalian?! Apa yang kalian inginkan?!"
"Dia!" ucap salah satu pria berpakaian serba hitam itu sambil menunjuk ke arah Feng Yue.
Feng Yue dan Xie Lang kaget bukan main. Sebenarnya siapa mereka ini. Keduanya berjalan mundur beberapa langkah, berharap bisa melarikan diri. Namun sia-sia, karena mereka berdua telah dikepung oleh mereka. Tidak ada jalan untuk melarikan diri.
"Yue, apa kau mengenal mereka?!"
"Tidak kak."
"Lalu, kenapa mereka menginginkan kau?!"
"Aku tidak tahu. Bukankah mereka adalah sekelompok orang yang sama yang hendak menculikmu?!"
Mendengar perkataan Feng Yue, Xie Lang bisa mengingatnya. Benar yang dikatakan oleh Feng Yue, bahwa sekumpulan orang yang telah mengepung mereka berdua saat ini adalah orang yang sama.
__ADS_1
"Kami berdua tidak mengenal siapa kalian! Tapi kenapa kalian ingin mencelakakan kami?!" teriak Xie Lang.
"Bukan urusanmu. Tangkap dia!" perintah salah satu ketua kelompok itu.
"Gawat!! Feng Yu belum kembali! Aku harus menyelamatkan Yue! batin Xie Lang.
"Yue, lari!" bisik Xie Lang.
"Lalu bagaimana denganmu?!"
"Aku bisa mengatasinya!"
"Tidak! Kita harus lari sama-sama!"
"Anak ini!"
Beberapa orang mulai berjalan maju dan memaksa Feng Yue untuk ikut dengannya. Feng Yue memberontak, mencoba melepaskan tangannya pria yang berpakaian serba hitam itu dengan menggigitnya.
"Aaakkkhhhh!!!" teriak pria itu sambil perlahan melepaskan genggamannya.
Melihat pria itu melepaskan genggamannya, Feng Yue segera menarik Xie Lang dan membawanya pergi. Namun baru beberapa langkah mereka berdua berjalan, keduanya telah dihadang oleh ketua dari kelompok itu.
"Gadis kecil, nyalimu besar sekali. Aku yakin, tuan pasti akan senang denganmu!" ucap pria itu.
"Tuan?! Siapa tuanmu?!" teriak Xie Lang dengan wajah penasaran.
"Kau tidak perlu tahu. Ayo ikut aku! Jika tidak, temanmu ini akan mati di hadapanmu! ancam pria itu sambil mengacungkan pedangnya tepat di leher Xie Lang.
"Jangan! Hentikan!"
"Heh, kau berani membunuh seorang wanita?!"
"Kenapa tidak?!"
"Berhenti! Baik aku akan ikut denganmu, tapi tolong lepaskan dia."
"Yue?!!"
"Gadis pintar. Sedari awal seharusnya kau menurut. Tidak memberontak. Itu akan meringankan pekerjaanku!"
"Yue! Jangan peduli aku! Pergi! Akhh!"
Xie Lang jatuh pingsan akibat dipukul oleh salah satu pria yang berada tepat di belakangnya. Melihat Xie Lang dipukul hingga tak sadarkan diri, Feng Yue berteriak sekencang-kencangnya.
"Kak Xie! Akkhh!!"
"Berisik!" ucap pria itu sambil memukul leher Feng Yue, hingga menyebabkan ia tak sadarkan diri. Melihat Feng Yue pingsan, pria itu lalu melingkarkan tangan Feng Yue ke lehernya dan ia mulai mengangkat kaki gadis itu dan menggendongnya.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan dengan wanita ini?"
"Biarkan saja dia pingsan disana. Sebentar lagi, kakak dari gadis ini akan segera kembali. ayo kita pergi!"
"Baik."
Sekumpulan orang-orang itu melompat dan terbang seperti kilat, meninggalkan Xie Lang yang masih tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai.
__ADS_1