Love Villain System

Love Villain System
Si Ganteng Jualan Bakpao


__ADS_3

Feng Yu merasa dirinya ditatap oleh kedua gadis muda dengan ekspresi kagum di wajah mereka. Ia pun berdehem.


"Ehem. Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?"


"Karena kau tampan." jawab Feng Yue dan Xie Lang secara bersamaan.


Mendengar kedua gadis itu memujinya, Feng Yu menjadi besar kepala. Ia segera berpura-pura merapikan rambutnya yang sudah rapi. Melihat Feng Yu salah tingkah, keduanya tersenyum.


"Karena Yue sudah bangun, aku akan pergi."


"Pergi kemana?" tanya Feng Yu.


"Iya kak Xie. Kau mau pergi kemana? Duduklah di sini bersama kami."


"Kau baru saja bangun. Jadi, sebaiknya kau istirahat yang banyak. Aku mau pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk kita makan nanti malam."


"Aku akan membantumu."


"Tidak perlu. Kau disini saja, menjaga Yue."


"Aku dan adikku sangat bersyukur dan berterima kasih kepadamu, karena kau telah menolong kami, mengizinkan kami untuk tetap tinggal dikediamanmu ini. Tentu saja, di dunia ini tidak ada yang gratis bukan."


"Ucapan yang kau katakan memang benar. Tapi, kau tidak perlu berpikiran seperti itu kepadaku. Aku menolong kalian dengan ikhlas. Lagipula, aku sama seperti kalian berdua. Tidak punya kedua orang tua. Tapi, nasibku jauh lebih menyedihkan daripada kalian. Aku tidak punya saudara. Bahkan keluarga dari almarhum orang tuaku, tidak mau mengakuiku sebagai saudara mereka. Padahal kedua orang tuaku sudah sangat baik kepada mereka." terang Xie Lang dengan ekspresi sedih di wajahnya.


"Jadi dia hidup sendirian, di rumah yang sebesar ini?" batin Feng Yu.


"Kak Xie, kau tidak sendirian. Ada kami berdua yang akan menemanimu dan membantumu. Kami akan membantumu semampu kami. Jadi, aku harap... kau jangan menolak bantuan dari kami berdua lagi ya? Kami berdua sudah menganggapmu sebagai bagian dari keluarga kami."


Mendengar Feng Yue mengatakan hal itu kepadanya, Xie Lang menjadi terharu. Selama ini dia selalu merasa sendiri. Namun, sejak mengenal mereka berdua hidupnya jauh lebih berwarna dari sebelumnya.


"Jadi, kau jangan pernah menolak bantuanku lagi ya? Hehehe." goda Feng Yu.


"Baiklah, jika kalian berdua memaksaku. Tapi Yue, kau harus berjanji padaku untuk istirahat lebih banyak."


"Iya."


"Bisa kita pergi sekarang?"


"Tentu."


Feng Yu dan Xie Lang pergi meninggalkan Feng Yue yang sendirian di kamarnya. Terdengar suara pintu ditutup. Feng Yue menghela nafas.


"Ayah, ibu... do'akan kami berdua agar bisa segera membeli rumah." harap Feng Yue.


Ia pun segera membaringkan tubuhnya di atas kasur dan menyelimutinya. Perlahan-lahan, ia memejamkan kedua matanya, berharap esok jauh lebih baik dan membawa banyak rezeki kepada mereka semua.


Di Dapur


Feng Yu terlihat sangat serius memperhatikan Xie Lang yang sedang membuat kue bakpao isi kacang.


"Kenapa kau melihatku?"


"Aku tidak melihatmu. Aku hanya memperhatikanmu. Memperhatikan setiap gerakanmu."


"Untuk apa?"

__ADS_1


"Untuk apa?! Jelas-jelas aku ingin mempelajarinya!"


"Memangnya kau bisa?"


"Bisa."


"Benarkah?"


"Iya. Bisa makan. Buahahaha." goda Feng Yu.


"Dasar!"


"Hei, apa ada yang salah dengan makan?!"


"Tidak ada."


"Kau yakin?"


"Iya."


"Bagaimana jika makan hati?"


"Tergantung, hati apa yang ingin kau makan."


"Bagaimana jika hatimu?"


"Uhuk... uhuk... uhuk... "


Feng Yu merasa sangat puas setelah menggoda Xie Lang. Jika di dunianya sendiri, ia lebih suka untuk menyendiri. Tapi disini, ia benar-benar jauh dengan sifat aslinya. Tiba-tiba ia berteriak memanggil Xie Lang dan menyuruhnya untuk berhenti.


"Ada apa?"


"Kau salah takar."


"Benarkah? Aku biasanya membuat bakpao dengan resep yang sama dengan yang aku buat sekarang. Kenapa kau mengatakan, kalau aku salah takar?"


"Kau terlalu banyak tepung dalam adonanmu. Itu tidak akan membuatnya empuk. Apa kau tidak menghitungnya?"


"Aku sudah menghitungnya kok."


"Ya. Aku anggap seperti itu."


Xie Lang memang menyadari bahwa takaran terigunya lebih. Itu karena ia gugup dipandang oleh Feng Yu. Pria yang telah lama menjadi teman kecilnya dan diam-diam ia mempunyai perasaan romantis kepadanya. Namun, Xie Lang terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Ia melihat Feng Yu sangat cekatan mengolah adonan bakpao hingga mengisinya dengan isian, dan meletakkannya di atas kukusan. Beberapa saat kemudian, bakpao yang sudah diisi dengan macam-macam isian telah matang. Ada bakpao isi daging sapi, ayam, kacang hijau dll. Setelah bakpao matang, Feng Yu mulai mengangkatnya dan mengambil tiga buah untuk diletakkan diatas piring. Feng Yu meniup bakpao itu dan mulai menyobeknya dengan tangannya. Kepulan asap keluar dari bakpao itu. Lalu ia meniup bakpao itu sampai terasa dingin. Setelah dirasa dingin, ia lalu memakannya dengannya lahap.


"Kenapa diam? Cobalah. Ini enak."


Xie Lang lalu mengambil bakpao yang ada di atas piring. Lalu ia menyobeknya dan meniupnya. Dirasa sudah dingin, ia lalu memakannya. Dan benar saja, bakpao yang ia makan ini berbeda dengan bakpao yang ia buat dan ia makan sebelumnya. Jauh lebih empuk dan sangat enak.


"Bagaimana? Enak bukan?" tanya Feng Yu sambil memakan bakpao dengan lahap.


"Iya. Ini sangat enak. Kau menambahkan apa didalam isiannya?" tanya Xie Lang sambil memakan bakpao yang ada di tangannya.


"Tidak ada." jawab Feng Yu sambil melahap habis bakpao ditangannya.


"Bohong! Kau pasti menambahkan sesuatu di dalamnya. Kau tidak mau berbagi denganku kan?"

__ADS_1


"Untuk apa aku bohong. Aku tidak menambahkan sesuatu di dalamnya. Aku membuatnya dengan penuh cinta." jawab Feng Yu sambil membuat hati dengan kedua tangannya dan diletakkan di dadanya.


Melihat tingkah Feng Yu, Xie Lang membalasnya dengan senyuman.


"Dasar gombal!"


"Hahaha... pria kalau tidak pandai merayu bukan pria namanya. Tapi, wanita juga pandai merayu kan?"


"Aku tidak termasuk itu!"


"Mana ada maling mau mengaku."


"Terserah kau percaya atau tidak."


"Tuh kan, perempuan selalu mengandalkan itu."


"Mengandalkan apa maksudmu?"


"Kata terserah."


"Humph."


"Hahaha. Eh, Xie Lang kau mau berbisnis denganku tidak?"


"Bisnis apa?"


"Kita akan berjualan bakpao di pasar. Bagaimana menurutmu?"


"Konyol! Aku belum pernah berjualan dipasar. Bagaimana caranya kita bisa menarik pelanggan untuk membeli bakpao kita?"


"Kau tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu belajar dariku. Keuntungan akan kita bagi sama rata. Bagaimana?"


"Boleh. Aku setuju. Lalu kapan kita akan memulai berjualan di pasar?"


"Bulan depan."


Satu Bulan Kemudian


"Bakpao! Bakpao! Bakpao hangat!" teriak Feng Yue sambil membawa bakpao di atas nampannya untuk dicobakan kepada pelanggan.


"Kau yakin, ini akan berhasil Feng?


"Iya."


"Tapi, dari tadi pagi tidak ada satupun pelanggan yang datang membeli satu bakpao milik kita."


"Xie, bersabarlah. Namanya pertama kali berdagang memang seperti ini. Jadi bersabarlah, ya."


"Ehm."


Tiba-tiba seorang pria datang ke stan mereka.


"Bapak mau beli bakpao? Ini kami ada bakpao untuk dicoba. Jika bapak berminat, bapak bisa mencobanya." bujuk Feng Yue.


"Tidak. Aku akan membelinya dan makan disini. Beri aku satu yang isian ayam."

__ADS_1


Ketiganya kaget melihat pelanggan pria yang langsung ingin membeli bakpaonya dan memakannya disana. Entah ini trik penipuan untuk menjatuhkan atau apa, Feng Yu sudah siap menerima konsekuensinya. Ia lalu memberikan satu bakpao yang berisi daging ayam di dalamnya kepada pria itu.


__ADS_2