Love Villain System

Love Villain System
Balas Dendam VS Cinta


__ADS_3

"Putri, aku rasa cukup sampai disini kau mengantarku." ucap Feng Yu sambil menghentikan langkah kakinya.


"Jika aku tidak mengantarkanmu sampai ke rumahmu, aku takut dia akan membunuhmu." cemas putri Ying Xie.


"Dia tidak akan berani membunuhku putri. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Kau hanya perlu mengkhawatirkan dirimu sendiri. Bagaimana kau harus menjelaskan semua ini kepada kaisar, ayahandamu. Terutama putra mahkota Li Haoxi. Dia pasti sangat sakit hati sekarang." kata Feng Yu sambil perlahan menarik tangannya.


Putri Ying Xie yang melihat Feng Yu menarik tangannya dan melepaskan genggaman tangannya, membuat Putri Ying Xie sedikit merasa kecewa di dalam hatinya. Melihat ekspresi kecewa di wajah putri Ying Xie, Feng Yu menyadari kalau ia telah membuat kesalahan besar. Ia menoleh ke arah Feng Yue.


"Yue, tunggulah aku disana. Nanti aku akan menyusul. Ada sesuatu yang ingin aku selesaikan dengan Putri Ying Xie."


"Baik kak. Hati-hati."


Feng Yue segera berjalan ke arah yang ditunjuk oleh kakaknya. Melihat adiknya telah pergi meninggalkan dirinya, Feng Yu segera menoleh ke arah putri Ying Xie yang masih menundukkan wajahnya.


"Putri." sapa Feng Yu.


"Ah, iya. Maaf. Ada apa? Kemana adikmu?!" tanya Putri Ying Xie sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


"Aku menyuruhnya untuk menungguku di suatu tempat. Nanti aku akan segera pergi menyusulnya."


"Kenapa kau menyuruhnya untuk pergi?!"


"Karena ada sesuatu yang ingin aku katakan dan aku luruskan kepadamu."


"Tentang apa?!"


"Tentang kita berdua dan putra mahkota Li Haoxi, calon suamimu di masa depan."


"Oh, aku kira sesuatu yang sangat penting."


"Putri, apa kau pikir masalah ini tidak penting?!"


"Bukan itu maksudku. Aku tahu apa yang kau khawatirkan. Dan, aku juga tidak akan memaksamu untuk menerima perasaanku." terang Putri Ying Xie.


"Apa maksudmu?!"


"Mulai hari ini, aku tidak akan mengejar-ngejar dirimu. Aku sadar, semakin aku memaksamu, semakin kau menjauh dariku. Semakin aku menggenggammu, semakin kau ingin terlepas dariku. Jadi, aku putuskan. Aku tidak akan mengejarmu dan memaksakan perasaaanku kepadamu. Jadi, bisakah kau tidak membenciku?!" ucap Putri Ying Xie dengan wajah penuh harap.


"Huff, putri... aku tidak pernah membenci siapapun. Bahkan orang yang pernah menyakitiku."


"Kenapa?! Kenapa kau tidak membenci mereka?!"


"Karena bagiku, orang yang menyukaimu, tidak peduli seluruh dunia memandangmu sebelah mata, ia akan tetap menyukaimu dan memilih untuk tetap berdiri di sampingmu selamanya."


"Lalu, bagaimana dengan orang yang membencimu?!"


"Berbeda halnya dengan mereka yang menyukaimu. Orang yang membencimu, ia akan tetap membencimu. Tidak peduli sebaik apapun perlakuanmu kepadanya, ia akan tetap pada kebenciannya." terang Feng Yu dengan wajah serius.


"Jadi begitu."

__ADS_1


"Ya."


"Feng Yu, apa kita bisa berteman?!" tanya Putri Ying Xie sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Feng Yu.


Melihat putri Ying Xie mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan, Feng Yu menyambutnya dengan menjabat tangannya.


"Tentu saja putri. Kita adalah teman sekarang."


"Terima kasih." kata putri Ying Xie sambil melepaskan jabat tangannya, begitu juga dengan Feng Yu yang menarik tangannya.


"Sama-sama. Putri Ying Xie, apa perlu aku mengantarmu ke istana?!"


"Tidak perlu. Pengawal istana sudah datang menjemputku." ucap putri Ying Xie sambil menoleh ke arah yang berlawanan.


Terdengar suara derap langkah kaki kuda dan diikuti suara kereta kuda di belakangnya. Feng Yu pun menoleh karena mendengar suara bising dari arah belakang. Ia melihat dua pengawal istana berkuda sedang berada di depan, sedangkan dua pengawal istana yang lainnya, berada di belakang mengawal kereta kuda yang berasal di barisan tengah. Para pengawal itu berhenti tepat di hadapan Putri Ying Xie. Semua pengawal berkuda itu termasuk pengawal yang berada di atas kereta kuda, semuanya turun dan berjalan menghampiri putri Ying Xie. Semuanya memberi salam dan hormat kepada putri Ying Xie.


"Salam tuan putri."


"Mmm. Bangunlah."


"Terima kasih putri."


"Feng Yu, aku pergi dulu. Jagalah dirimu."


"Iya. Terima kasih atas perhatian tuan putri kepadaku."


"Oh ya, sebelum aku pergi... aku ingin meminta tolong sesuatu kepadamu. Apa kau mau membantuku?!"


"Saat hanya ada kita berdua, bisakah kau memanggil namaku?!" bisik putri Ying Xie di telinga Feng Yu.


"Maaf putri, itu terdengar sangat tidak sopan." jawab Feng Yu sambil mengambil langkah mundur ke belakang.


"Aku yang memintanya. Apa kau bersedia?!"


"Baiklah, jika itu keinginan putri."


"Terima kasih. Bisakah aku mendengarnya sekarang?!"


"Maaf putri, itu..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Putri Ying berjalan menghampirinya."


"Kau tidak perlu khawatir. Mereka adalah para pengawal yang sudah terlatih."


"Ying Xie, hati-hati." ucap Feng Yu dengan nada sedikit lembut.


Mendengar namanya dipanggil oleh pria yang sangat ia cintai, membuat wajah Putri Ying Xie menjadi merah. Ia sangat senang mendengar suara lembut Feng Yu yang memanggil namanya.


"Terima kasih." ucap putri Ying Xie sambil tersenyum kepadanya.

__ADS_1


Putri Ying Xie segera pamit undur diri dan mulai berjalan menuju kereta kuda. Ia pun masuk ke dalam kereta kuda dan diikuti oleh para pengawal istana yang segera menaikki punggung kuda.


"Hiyattt!"


Para pengawal mulai memacu kuda mereka dan mulai pergi meninggalkan Feng Yu sendirian disana. Feng Yu melihat putri Ying Xie yang berada di dalam kereta kuda, telah menjauh darinya.


[Ting!]


[Selamat! Host telah menyelesaikan misi kedua yaitu, mendapatkan hati seorang wanita. Anda berhak mendapatkan +10.000 poin dan segera klaim reward anda!]


"Wahhh! Thanks to God! Akhirnya aku berhasil menyelesaikan misi kedua. Tunggu, kenapa aku bisa menyelesaikan misi ini? Bukannya aku tadi menolaknya secara halus. Ahh sudahlah, lupakan saja. Yang penting sukses! Hahaha! Ayo kita tekan tombol klaim." gumam Feng Yu sambil menyentuh layar sistem di udara dan menekan tombol klaim.


[Selamat! Host telah mengklaim hadiah dari misi kedua sebesar +10.000 poin. Total poin yang didapatkan hari ini sebesar + 11.200 poin. Segera selesaikan misi ketiga, sekaligus misi terakhir. Agar host segera kembali ke dunia asal!]


"Hah??! Ada misi lagi?! Sistem, kalau aku boleh tahu, misi ketiga ini adalah misi terakhirku?! Itu artinya, aku harus segera menyelesaikan misi ini dan aku bisa kembali ke dunia asalku?!"


[Benar!]


"Kenapa kau belum membuka misi ketiga ini, sistem?!"


[Host diminta untuk segera bersabar! Misi akan kami buka sebentar lagi. Dimohon untuk bersabar!]


"Huff, semoga tidak ada bug. Saat sampai dirumah, aku akan melihat ada item apa saja yang bisa ditukarkan dengan poinku ini. Kekuatan, senjata atau semacamnya. Ah jadi tak sabar." gumam Feng Yu.


Ia segera menyusul Feng Yue, adiknya. Dilihatnya sang adik sedang bermain ilalang di tangannya sambil duduk di atas batang pohon yang sudah tumbang. Mendengar derap langkah kaki seseorang, Feng Yue segera menoleh. Dilihatnya kakaknya telah kembali dan berjalan menuju dirinya.


"Kakak, kau sudah kembali?! Dimana putri Ying Xie?!"


"Dia sudah dijemput oleh para pengawal istana. Sebaiknya kita juga pergi dari sini." ajak Feng Yu.


"Baik."


Keduanya pun berjalan bersama sambil bergandengan tangan dan pergi meninggalkan tempat itu. Di sisi lain, di dalam kereta kuda, Putri Ying Xie tersenyum sendirian. Ia mengingat kembali saat Feng Yu memanggil namanya dengan lembut. Seketika itu wajahnya berubah menjadi merah.


"Feng Yu, tidak apa-apa jika aku tidak bisa memilikimu. Setidaknya, aku bisa berteman denganmu. Mungkin dengan kita berteman, perlahan-lahan kau bisa menerima perasaanku." gumam putri Ying Xie sambil tersenyum dengan wajah memerah.


Tanpa disadari oleh para pengawal istana itu, di atas pohon ada seseorang yang memakai baju serba hitam dengan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya sedang mengawasi mereka. Tak lama kemudian, orang itu pergi seperti bayangan. Di istana pangeran, putra mahkota Li Haoxi memukul meja dengan sangat keras, setelah mendengar laporan dari pengawal bayangannya. Ia terlihat sangat marah ketika mendengar Putri Ying Xie meminta Feng Yu untuk memanggil namanya.


"Brengsek!!! Berani sekali ia menggoda calon istriku! Bahkan putri Ying Xie tidak pernah memintaku untuk memanggil namanya! Tsk, cara kotor apa yang ia gunakan untuk memikat calon istriku!!"


Tiba-tiba dari luar terdengar suara salah satu pengawal yang mengetuk pintu.


"Masuklah!"


Krekkk (suara pintu dibuka dari luar.)


"Hamba memberi hormat kepada Yang Mulia putra mahkota Li Haoxi."


"Bangunlah. Ada apa?"

__ADS_1


"Kaisar memanggil anda dan meminta anda untuk segera menemuinya di ruang belajar istana."


__ADS_2