Love Villain System

Love Villain System
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Che Hualing yang berubah menjadi monster raksasa itu telah kembali ke wujudnya semula. Ia tergelatak di atas tanah dan tak sadarkan diri.


[Ting!]


"[Selamat! Anda telah menyelesaikan misi pertama dan berhasil mendapatkan hadiah sebesar +100 poin. Silahkan klaim hadiah anda.]


"Yeee!!! Akhirnya tidak sia-sia juga aku menghadapi monster itu. Mari kita cek hadiahnya." batin Feng Yu sembari tersenyum sendiri.


Ia menekan tombol klaim dan hadiah terbuka.


[Selamat anda mendapatkan tambahan +100 poin. Dan kemampuan kultivasi anda naik menjadi satu level.]


"Lumayan lah"


Feng Yu akhirnya membuka pelindung yang telah melindungi adiknya. Dalam sekejap pelindung itu langsung menghilang. Dilihatnya Ling Hualing masih tertidur. Feng Yu berjongkok dan memeriksa denyut nadi Ling Hualing.


"Bagaimana keadaannya kak?"


"Dia baik-baik saja. Cuman pingsan saja."


"Kakak, orang itu?" tanya Feng Yue dengan mengisyaratkan matanya yang melirik ke arah Che Hualing yang sudah kembali ke wujud semula.


Feng Yu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Che Hualing. Ia melihat Che Hualing yang tergeletak di atas tanah, sudah berubah menjadi manusia. Tubuhnya penuh dengan luka dan berwarna kebiruan. Feng Yu berjongkok dan mencoba memeriksa denyut nadinya. Dari kejauhan, Feng Yue datang menghampiri kakaknya didampingi dengan Ling Hualing. Ia melihat kakaknya sedang memeriksa Che Hualing. Setelah memeriksanya, ia beranjak dari tempat duduknya.


"Bagaimana keadaannya kak? Apa dia masih hidup?"


Feng Yu menatap ke arah Feng Yue, kemudian berbalik menatap ke arah Ling Hualing yang sedang menatap ke arah kakaknya. Bagi Feng Yu, dirinya memang seorang pria yang dimata para wanita adalah sosok pria yang dingin, angkuh. Tapi berbeda dengan sosok Feng Yu yang berada di zaman kuno ini. Ia dikenal sebagai bajingan cinta, penjahat cinta yang suka tebar pesona.


"Kakak... kakak?" kata Feng Yue sambil menggoyangkan tubuh kakaknya.


Feng Yu langsung tersadar dari lamunannya.


"Dia... sudah meninggal."


Mendengar kakaknya sudah meninggal, Ling Hualing bukannya bersedih. Ia malah menunjukkan ekspresi wajah yang tak peduli. Ia hanya berbalik dan meninggalkan Feng Yu dan Feng Yue.


"Hei, aku bukannya tidak mau mencampuri urusanmu. Tapi bagaimana dengan mayat kakakmu ini?!"


Mendengar hal itu, Ling Hualing menghentikan langkahnya. Ia berbalik ke arah mereka berdua.


"Kalian berdua tenang saja. Aku akan meminta orang lain untuk membereskannya."


Setelah mengatakan hal itu, Ling Hualing berpamitan dan pergi meninggalkan mereka. Baru beberapa langkah, ia berhenti dan menoleh kebelakang. Ia berjalan menghampiri Feng Yu.


"Feng, terima kasih dan maaf atas semua perlakuanku kepadamu di masa lalu."


"Ya."


"Aku pamit dulu."

__ADS_1


Feng Yu membalasnya dengan anggukan pelan. Ling Hualing kemudian pergi meninggalkan mereka berdua. Feng Yu berbalik menatap rumahnya yang hancur berkeping-keping. Hanya tinggal reruntuhan saja yang tertiup angin.


"Kakak, sekarang apa yang akan kita lakukan?"


"Apanya? Tentu saja mencari tempat tinggal."


"Dimana kita bisa mencari tempat tinggal kak? Bahkan uang sepersen pun saja kita tidak punya."


"Hahhhh." kata Feng Yu sambil menghela nafas.


"Seandainya sistem memberikan hadiah berupa uang tunai, akan aku tukarkan semua poinku untuk membangun sebuah rumah." pikir Feng Yu.


"Kakak."


"Ayo kita jalan-jalan."


"Kemana kak?"


"Cari kerja."


"???"


"Sudah ayo ikutti saja aku. Jangan berpikiran yang macam-macam!"


Feng Yu menarik tangan adiknya dan keduanya berjalan meninggalkan mayat Che Hualing. Beberapa lama kemudian, mereka sudah sampai di pasar. Banyak orang yang lalu lalang. Feng Yu mengamati seluruh area sekitar. Ia mendorong Yue ke pinggir jalan yang sepi orang lalu lalang.


"Yue, kau tunggu disini sebentar ya. Jangan kemana-mana!"


"Mencari kerja. Kita butuh uang untuk makan dan membangun rumah."


"Kakak, jangan lama-lama ya."


"Iya. Kau cukup tunggu disini dan jangan kemana-mana. Mengerti?"


"Iya kak."


Feng Yu meninggalkan adiknya sendirian disana. Sesekali ia pergi ke sebuah kedai atau stand dan mencoba bertanya apa mereka membutuhkan pekerja. Tiba-tiba datanglah seorang gadis muda menghampiri Yue yang tengah duduk di bawah pohon, menunggu kedatangan kakaknya kembali. Gadis muda itu menyapa Yue.


"Yue?"


"Kau? Kak Xie? Xie... Xie Lang?" tanya Yue sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah gadis muda itu.


"Hahaha... akhirnya kau ingat aku juga." jawab Xie Lang sambil mengusap kepala Yue.


"Kenapa kau sendirian? Dimana tukang es itu?!" tanya Xie Lang sambil melirik ke kanan dan ke kiri.


"Tukang es?! Bukannya disana ada tukang es yang sedang menjajakan esnya kak?!" sahut Yue sambil menujuk tukang es yang berada di seberang jalan yang tak jauh darinya.


Xie Lang menoleh dan mengikuti jari telunjuk Yue mengarah. Ia melihat ada tukang es yang berada di seberang jalan yang tak jauh darinya sedang menjajakan dagangannya. Ia pun berbalik dan menatap Yue dengan ekspresi kecewa di wajahnya.

__ADS_1


"Bukan itu yang aku maksud!"


"Lalu siapa yang kakak maksud? Aku tidak mengerti?!"


"Siapa lagi kalau bukan kakakmu itu!" jawabnya dengan nada sinis.


"Oh. Kak Xie, apa kau masih membenci kakakku?"


"Tentu saja! Aku tidak hanya membencinya! Tapi aku ingin mencincangnya dan menjadikan dia makanan kepada hewan buas di hutan!"


"Kenapa?!"


"Kau masih tanya kenapa?! Jelas-jelas demi wanita j*lang itu, dia menyiksamu sedemikian rupa! Kenapa kau masih bertahan hidup dengan kakak macam itu! Dia bukan kakak yang baik! Setidaknya kau ikut denganku. Aku akan menjamin tidak akan ada seseorang yang berani menyakitimu, sekalipun itu kakakmu sendiri!"


"Dia adalah kakakku, keluargaku satu-satunya. Aku tidak bisa meninggalkan dia sendirian."


"Cih. Kakak jahat seperti dia, masih saja kau belain!" ejek Xie Lang dengan nada marah.


"Siapa yang kau bilang jahat!"


Tiba-tiba dari belakang, Xie Lang mendengar suara seseorang pria. Ia menoleh ke belakang, dan dilihatnya Feng Yu menatapnya dengan tatapan tajam. Ditambah dengan ekspresi marah diwajahnya, membuat Feng Yue dan Xie Lang tak bisa berkata-kata. Dengan cepat Xie Lang menghindar dan mengambil posisi di depan Feng Yue.


"Jangan mendekat!"


"Kau yang seharusnya jaga jarak dengan adikku!" kata Feng Yu berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


"Aku bilang jangan mendekat! Jika kau berani mendekat, aku akan menghancurkan bolamu!"


"Heh, berani sekali kau mengancamku?! Siapa kau sebenarnya!"


Melihat kakaknya bertengkar dengan teman masa kecilnya, Feng Yue menarik tangan Xie Lang untuk mundur kebelakang.


"Kak Xie, kau jangan membuat kakak marah-marah lagi. Dia sekarang sudah berubah." bisik Feng Yue di telinga Xie Lang


"Berubah?! Kau bilang orang jahat seperti dia sudah berubah?! Berubah apanya! Kau selalu saja membela dia!"


"Tapi kak, yang aku katakan..."


"Cukup Yue, tidak perlu diteruskan! Dari tadi aku mendengar, kau selalu mengatakan aku adalah kakak yang jahat. Benar! Aku memang kakak yang jahat!"


"Kakak."


"Tuh kan, kau dengar sendiri Yue. Dia mengaku kalau dia adalah orang jahat! Apa kau sudah tertipu dengan penampilannya sekarang?!"


Saat Feng Yue hendak membuka mulutnya, ia telah didahului oleh kakaknya.


"Yang kau katakan itu masuk akal juga nona. Mungkin adikku sudah tertipu. Tapi bukan aku yang menipunya! Melainkan orang lain!"


"Apa maksudmu?!"

__ADS_1


Feng Yu berjalan mendekati Xie Lang. Ia mencondongkan wajahnya tepat di telinga kiri Xie Lang.


"Dalam ingatanku, ada seseorang yang mengatakan kalau dia sangat membenciku dan ingin mencincangku. Tidak hanya itu, dia akan menjadikanku makanan hewan buas di hutan. Tapi, ada sesuatu yang disembunyikan oleh dia dari adikku. Apa kau ingin mendengarnya?!" bisik Feng Yu di telinga Xie Lang.


__ADS_2