Love Villain System

Love Villain System
Hati wanita


__ADS_3

[Ting!]


[Tingkat rayuan anda saat ini 25%!]


"Hah? 25%? Seburuk itukah aku?" keluh Feng Yu sambil memijat pelipisnya.


Di Dapur


"Dasar brengsek! Tukang rayu! Mata keranjang! Apa-apaan tingkahnya itu?! Menyebalkan!" umpat Xie Lang sambil menunggu obat yang direbusnya sudah matang.


Setelah obat rebusan matang, Xie Lang menuangkannya ke dalam mangkuk dan menaruhnya di atas nampan. Lalu ia pergi membawa obat rebusan itu ke kamarnya.


Tok... Tok... Tok...


Feng Yu yang mendengar suara ketukan pintu dari luar, langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu. Ia membuka pintu itu dan dilihatnya Xie Lang membawa semangkuk obat yang telah ia rebus.


"Masuklah."


Xie Lang lalu masuk sambil membawa nampan yang diatasnya ada semangkuk obat hangat, dan diikuti oleh Feng Yu dibelakang. Tak lupa Feng Yu menutup kembali pintu kamarnya. Ia segera mengambil tempat duduk dan segera mengambil semangkuk obat yang ada di atas nampan. Melihat Feng Yu mengambil semangkuk obat yang ia bawa, Xie Lang menghentikannya.


"Apa yang akan kau lakukan dengan obat itu?"


"Tentu saja meminumnya."


"Bukankah Yue belum sadar. Bagaimana caranya agar ia bisa meminumnya, sementara ia belum juga sadar?"


"Tentu saja lewat mulut."


Mendengar jawaban Feng Yu, Xie Lang menjadi kaget. Tidak mungkin Feng Yu akan melakukan hal seperti itu kepada adiknya.


"Apa kau sudah gila?! Dia adikmu!"


"Memangnya kenapa kalau dia adikku. Aku hanya membantunya meminum obat. Itu saja."


"Tetap saja tidak boleh!"


"Lalu, apa kau sendiri ada cara?!"


Sejenak Xie Lang sedang merenung, memikirkan bagaimana caranya memberi obat kepada orang yang masih tak sadarkan diri. Ia melirik ke arah Yue yang masih berbaring diatas kasur. Ia membayangkan jika yang berbaring di sana bukanlah Feng Yue, melainkan dirinya sendiri. Dan dia menerima obat dari mulut Feng Yu. Seketika wajahnya langsung memerah membayangkan Feng Yu sedang menciumnya. Feng Yu yang melihat ekspresi wajah Xie Lang sedang tersipu malu, menjadi bingung. Ia mencoba memanggil namanya, namun tak ada respon.


"Lang... Lang er. Xie... Xie Lang!"

__ADS_1


"Ahh... iya!" sahut Xie Lang sambil gelagapan.


"Kau sedang melamun ya?"


"Tidak. Aku sedang memikirkan bagaimana caranya agar kau bisa memberikan obat itu kepada Yue, tanpa harus melalui mulut."


Melihat ekspresi dan tingkah laku Xie Lang yang aneh, Feng Yu bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ada apa dengan ekspresi gadis ini? Kenapa dia tersipu malu?" pikir Feng Yu dalam hati.


"Katakan apa caranya?"


"Aku tidak tahu caranya." jawab Xie Lang sambil menggelengkan kepalanya.


Melihat Xie Lang menjawab pertanyaannya sambil menggelengkan kepalanya, Feng Yu mengalihkan pandangannya.


"Sudah kuduga, kau akan menjawab seperti ini."


"Hahhh?"


Ia melihat Yue yang masih tertidur tak sadarkan diri. Dia berpikir sejenak, mungkin yang dikatakan Xie Lang ada benarnya juga. Mereka berdua adalah saudara kandung, sangat aneh jika harus membantu meminumkan obat dari mulut ke mulut. Tapi, saat ini hanya ada cara itu yang terbaik. Mungkin dalam diri Feng Yu, dia dengan Yue yang ada di dunia kuno ini bukanlah saudara kandung. Tapi yang jadi permasalahannya adalah, saat ini ia berada di dalam tubuh kakak kandung Yue. Feng Yu benar-benar berada dalam kesulitan. Saat ia hendak meminum obat itu, tiba-tiba Yue memanggil namanya dengan nada lirih.


"Ka... Kakak." ucap Yue dengan nada lirih.


"Ka... Kakak..." ucap Yue dengan nada lirih sambil perlahan membuka kedua matanya.


"Yu... Yue... Ini kakak. Kau... kau sudah sadar?" tanya Feng Yu sambil memegang tangan kiri adiknya dengan perasaan cemas.


Yue perlahan-lahan membuka kedua matanya. Samar-samar ia melihat ekspresi wajah kakaknya yang sangat cemas. Lalu, ia berpaling dan melihat Xie Lang sedang berdiri di samping kakaknya. Ia mengedipkan kedua matanya sampai pandangan matanya terlihat sangat jelas. Ia melihat kakaknya dan Xie Lang sedang mengkhawatirkan dirinya, termasuk kakaknya sendiri, Feng Yu.


"Kakak." ucap Feng Yue sambil berusaha bangun, namun di tahan oleh kakaknya.


"Jangan bangun dulu. Istirahatlah. Kata tabib, kau harus banyak istirahat."


"Aku tidak apa-apa kak. Tolong bantu aku bangun kak." pinta Feng Yue.


Feng Yu membantunya bangun dan menyandarkan tubuhnya di dipan kasur. Feng Yue mengamati seluruh ruangan. Ruangan yang tidak cukup luas, dengan semua perabotan yang sangat lengkap di dalamnya. Melihat semua perabotan yang ada di dalam kamar, jelas bisa dilihat bahwa itu semua adalah barang yang sangat mahal.


"Kakak, kita sekarang ada dimana?"


"Ini adalah kediaman Xie. Dan kamar ini adalah kamar tamu."

__ADS_1


"Jadi..."


"Iya Yue. Untuk sementara ini, kalian berdua tinggal saja disini sampai kalian mendapatkan tempat tinggal. Lagipula, sangat mahal jika kalian harus mencari tempat tinggal saat ini."


"Terima kasih atas bantuan kak Xie kepada kami berdua. Kami tidak tahu harus membalasnya dengan apa?"


"Tidak perlu membalasnya. Kalian hidup bahagia, itu sudah cukup bagiku." terang Xie Lang.


"Tidak bisa. Hutang harus dibayar. Aku harap kau menerimanya."


"Aku sudah bilang, tidak perlu!"


"Harus!"


"Tidak!"


Melihat kakaknya sedang berdebat dengan Xie Lang, Yue tersenyum dan berdehem.


"Ehem."


"Eh. Yue, berhubung kau sudah bangun. Sudah waktunya untukmu minum obat. Tabib bilang, obat ini harus diminum tiga kali sehari. Ini " terang Feng Yu sambil memberikan semangkuk obat yang masih hangat kepadanya.


"Apa kondisiku separah itu kak?" tanya Feng Yue sambil menerima semangkuk obat dari tangan kakaknya.


"Kau tidak perlu khawatir Yue. Ini adalah resep obat dari tabib kerajaan." sela Xie Lang


"Tabib kerajaan?"


"Iya. Dia datang kemari karena diminta oleh putri untuk memeriksamu." tambah Feng Yu.


"Putri? Bukankah dia..."


"Dalamnya lautan masih bisa diukur. Tapi dalamnya hati seseorang, tak ada yang tahu. Terlebih hati seorang wanita. Sudah segera minum obat itu, sebelum dingin." tegas Feng Yu.


Feng Yue pun langsung meminumnya sampai habis.


Glug...Glug... Gulg


Feng Yue sudah selesai minum obat dan memberikan mangkuk itu kepada kakaknya. Rasa pahitnya masih tertinggal di lidahnya. Mendengar Feng Yu mengatakan hal itu, membuat decak kagum Xie Lang dan adiknya, Feng Yue. Mereka berdua tidak menyangka, bahwa pria yang dulunya hangat, berubah menjadi monster es yang sangat ditakutti. Tapi dia akan tunduk dan mencair hanya dengan wanita yang sangat ia cintai.


[Ting!]

__ADS_1


[Selamat, anda berhasil meningkatkan kemampuan rayuan anda, sebanyak 15%. Tingkat rayuan anda yang sebelumnya adalah 25% , sekarang naik menjadi 40%. Tingkatkan kemampuan anda untuk menyelesaikan misi berikutnya.]


"Ya Tuhan, kenapa hanya ditambah 15%? Seburuk itukah aku dalam merayu gadis-gadis muda seperti mereka berdua?" gumam Feng Yu.


__ADS_2