Love Villain System

Love Villain System
Masuk Ke Dalam Lubang Buaya (2)


__ADS_3

"Apa kau bilang?! Kau ingin pergi keluar istana dengan ditemani oleh dia!" tanya kaisar sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Feng Yu.


"Benar ayahanda. Apa ada yang salah?!" tanya putri Ying Xie penasaran.


"Tidak ada. Hanya saja, pria macam dia... apa sungguh bisa melindungimu dari mara bahaya?!" tegas Kaisar.


"Ayahanda kau tidak perlu menghawatirkan aku. Semuanya akan baik-baik saja. Lagipula, Feng Yu tidak terlihat seperti penampilan luarnya saja."


"Terserah kau saja! Hei kau, cepat bangun!"


"Sialan! Dasar brengsek. Disaat-saat seperti ini, kakiku malah mati rasa!" batin Feng Yu.


"Kenapa masih belum berdiri?!"


"Maaf Yang Mulia, bukannya aku tidak mau berdiri. Hanya saja...."


"Hanya apa?! Cepat katakan?!"


"Kakiku mengalami kram." ucap Feng Yu sambil memegangi kedua kakinya dengan kedua tangannya.


Akibat terlalu lama berlutut di atas lantai, membuat dia mengalami kram kaki yang cukup menyusahkan dirinya.


"Kau lihat itu anakku! Pria yang kau ajak untuk menemanimu, baru berlutut sebentar saja sudah mengeluh kakinya kram! Bagaimana caranya ia bisa melindungimu dari mara bahaya?!"


"Sebentar katanya?! Aku sudah berlutut selama satu jam lamanya. Jika Putri Ying Xie tidak datang kemari. Bisa-bisa kakiku akan segera patah akibat terlalu lama berlutut di disini.!" umpat Feng Yu dalam hatinya.


Dengan susah payah, ia berusaha bangkit sambil perlahan-lahan melepaskan kedua tangannya. Rasa sakit kram dikedua kakinya, tak ia rasakan. Mengingat dirinya diejek oleh kaisar yang tidak bisa melindungi putrinya, hanya karena ia mengalami kram dikakinya, membuat Feng Yu tidak mempedulikan rasa sakitnya itu. Jika bukan karena disuruh berlutut selama satu jam, ia tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini. Setidaknya ia akan menunjukkan sisi kerennya di depan semua orang. Kaisar terkejut melihat Feng Yu yang memaksakan dirinya untuk berdiri, padahal ia sendiri tahu kakinya masih dalam keadaan kram.


"Kau kelihatannya sudah cukup sehat?!" tanya Kaisar kepada Feng Yu yang sudah berdiri di hadapannya.


"Terima kasih Yang Mulia Kaisar. Aku memang sehat. Hanya saja, seseorang memintaku untuk berlutut selama satu jam. Tidak mungkin bagiku untuk menentang perintahnya." tegas Feng Yu sambil menatap tajam ke arahnya.


"Anak ini! Berani sekali dia menatapku dengan tatapan seperti itu!" batin Kaisar.


"Putriku Ying Xie memintamu untuk menemaninya. Apa kau bisa menjaga dan melindunginya?!"


"Ya."


"Bagaimana jika kau gagal menjaga dan melindunginya?! Apa kau siap menerima hukumannya?!" tanya Kaisar kepada Feng Yu dengan nada tegas.


"Aku siap Yang Mulia menerima hukumannya jika aku gagal dalam menjaga dan melindungi tuan putri."


"Baiklah. Aku pegang janjimu. Aku harap kau tidak mengingkarinya!"


"Yang Mulia, janji seorang pria yang sudah terucapkan adalah harga diri dari seorang pria."


Mendengar Feng Yu mengatakan hal itu, Kaisar membalasnya dengan senyuman dingin di wajahnya.

__ADS_1


"Baiklah. Kalian berdua aku izinkan untuk pergi meninggalkan istana ini. Tapi dengan satu syarat."


"Apa itu ayahanda?!" tanya Putri Ying Xie dengan wajah penasaran.


"Kalian berdua harus segera kembali sebelum matahari terbenam. Bagaimana?!"


"Ayahanda, aku belum puas. Aku ingin menikmati jalan-jalan di malam hari juga." rengek Putri Ying Xie kepada Kaisar, ayahandanya.


"Putriku, kau adalah putri dari negara Yue. Apa kata orang-orang tentang seorang putri yang berkeliaran di tengah malam? Bagaimana kau menjaga harga diri dan kehormatan keluarga kerajaan?!" tegas Kaisar.


"Baiklah. Aku mengerti. Aku menuruti kata-katamu."


"Baguslah. Kalian boleh pergi sekarang!"


"Maaf menyela Yang Mulia. Bolehkah aku mengatakan sesuatu sebelum kami berdua pergi meninggalkan istana?!" tanya Feng Yu kepada Kaisar.


"Katakan!"


"Yang Mulia, izinkan tuan putri untuk mengganti pakaian yang dikenakannya agar tidak terlihat mencolok saat keluar istana."


"Hei, siapa kau berani sekali mengatur gaya berpakaianku?!" teriak Putri Ying Xie kepada Feng Yu yang berdiri di sebelahnya.


"Aku tidak berani tuan putri. Hanya saja, aku ingin kau mematuhinya. Kau memintaku untuk menemanimu keluar dari istana. Tugasku tidak hanya menemanimu saja. Tapi juga menjamin keselamatanmu. Tuan putri, aku hanya mempunyai adik perempuan satu-satunya. Bagaimana jika dia kehilangan seorang kakak, hanya karena dimintai menjaga dan menemani seorang putri. Aku tahu, tuan putri bukanlah orang yang setega itu bukan?!" bujuk Feng Yu.


Mendengar Feng Yu memintanya untuk mengganti pakaiannya, Putri Ying Xie sejenak berpikir. Tiba-tiba, kaisar buka suara di tengah-tengah mereka.


"Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu. Aku akan segera mengganti pakaianku terlebih dahulu. Kau tunggu aku disini. Jangan pergi kemana-mana!" ancam putri Ying Xie kepada Feng Yu.


Mendengar ancaman putri Ying Xie, Feng Yu hanya membalasnya dengan senyum masam di wajahnya. Putri Ying Xie pun segera meninggalkan aula perjamuan itu, menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"Dia bukanlah anak-anak. Tapi seorang gadis muda. Siapa sangka, sifatnya sangat kekanak-kanakan. Sangat berbeda dengan Yue-ku." pikir Feng Yu.


Tanpa sadar, ia sedang memikirkan adiknya yang ada di zaman modern, Feng Yue. Adik perempuannya yang sangat jelek dan berbanding terbalik dengan Feng Yue, adiknya yang ada di zaman kuno ini. Keduanya secara fisik sama, hanya yang membedakan dari keduanya adalah sifatnya. Namun, jika saja adiknya Feng Yue yang ada di zaman modern sedikit berdandan. Mungkin ia juga terlihat sangat manis sama seperti adiknya Feng Yue yang berada di zaman kuno ini. Memikirkan hal ini, membuatnya sangat merindukan kedua adiknya yang sama-sama mempunyai nama yang sama, namun berbeda sifatnya. Tak lama kemudian, Putri Ying Xie masuk kembali ke dalam aula perjamuan. Ia terlihat sangat berbeda dari biasanya. Pakaiannya terlihat sederhana namun tetap meninggalkan kesan elegan. Ia berjalan menghampiri Feng Yu yang sedang menatapnya.


"Kenapa diam saja?! Ayo pergi." ucap Putri Ying Xie sambil menarik lengan Feng Yu.


"Ayahanda, kami pergi dahulu."


"Ya. Hati-hati."


Tak lupa Feng Yu dan Putri Ying Xie memberi hormat kepada kaisar sebelum keduanya pergi meninggalkan istana. Putri Ying Xie berjalan beriringan dengan Feng Yu sambil menggandeng lengan kirinya. Keduanya masuk ke dalam kereta kuda yang sudah terparkir di depan gerbang istana. Kereta kuda pun mulai berjalan meninggalkan istana. Di dalam kereta, keduanya tak saling berbicara. Keheningan menyelimuti keduanya.


"Feng Yu." sapa putri Ying Xie.


"Ada apa tuan putri?!"


"Kau sudah punya kekasih?!"

__ADS_1


Degggg


Jantung Feng Yu berdegup sangat kencang. Ia tak menyangka, seorang putri yang hidup di dalam istana dan sekarang sedang bersamanya, melupakan sopan santunnya sebagai seorang putri. Ia bahkan terlihat seperti gadis lain pada umumnya yang sedang mengalami masa puber.


"Belum." jawab Feng Yu sambil tersenyum manis kepadanya.


Melihat Feng Yu tersenyum kepadanya, kedua pipi Putri Ying Xie menjadi merah merona. Untuk pertama kalinya ia dengan berani bertanya kepada seorang pria, apakah dia memiliki seorang kekasih. Sebuah keberanian yang patut untuk diacungi jempol.


"Oh. Kenapa belum?!"


"Karena aku jelek, miskin, tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Mungkin tuan Putri ingin menambahkan salah satu diantaranya?!"


"Aku? Menambahkan apa?!"


"Menambahkan penilaian terhadap diriku?!"


"Emmm... menurutku, kau tidak jelek. Kalau miskin, sedikit ada benarnya juga." kata putri Ying Xie dengan wajah polosnya.


"Itu bukan sedikit. Tapi fakta bahwa aku ini pria tampan yang miskin. Astaga, dia ini terlalu poloskah atau hanya berpura-pura polos di depanku?!" batin Feng Yu.


"Lalu, menurut tuan putri... aku seperti apa?!" tanya Feng Yu sambil mencondongkan dirinya ke depan putri Ying Xie.


Putri Ying Xie yang melihat Feng Yu semakin dekat dengannya hanya bisa mengalihkan pandangannya. Ia pun berdehem untuk menghilangkan perasaan gugup di hatinya.


"Ehem. Menurutku, emm... jujur ya. Kau sangat tampan, baik hati dan sedikit..."


"Sedikit apa?" tanya Feng Yu sambil menatap tajam ke arah putri Ying Xie yang wajahnya sudah memerah, pertanda ia malu.


"Sedikit... sedikit dingin."


"Oh."


"Kok oh?!"


"Kalau aku dingin seperti yang tuan putri katakan, kenapa tidak kau coba untuk menghangatkan diriku ini?!"


"Kau?! Dasar mesum!" ejek Putri Ying Xie dengan wajah cemberut.


"Pria mana yang tidak pernah mempunyai pikiran mesum sepertiku? Setidaknya aku masih bisa mengendalikan diriku. Asalkan kau tidak..."


"Tidak apa?!" tanya putri Ying Xie dengan nada penasaran.


"Tidak mencoba membangkitkan naluri priaku. Apa kau ingin mencobanya?!"


"Humph!"


Melihat Putri Ying Xie mengalihkan pandangannya karena malu menatapnya dan tak bisa berkata apa-apa, membuat Feng Yu semakin puas.

__ADS_1


"Putri... oh putri. Kau pikir hanya wanita saja yang pandai merayu? Pria bahkan jauh lebih hebat dalam segala hal. Merayu wanita hanyalah segelintir hal kecil dimata pria." batin Feng Yu dengan bangga.


__ADS_2