
"Huuhuuhuu... kakak, aku takut." tangis Feng Yue.
Melihat adiknya menangis dengan kondisi yang memprihatinkan, membuat Feng Yu ingin marah. Ia menahan amarahnya, dan berusaha untuk menanyai Feng Yue, apa yang sebenarnya telah terjadi padanya.
"Yue. Katakan pada kakak, siapa yang melakukan ini padamu?!" tanya Feng Yu.
"..."
"Feng Yue tak menjawab pertanyaan kakaknya. Ia terus menangis di dalam pelukannya. Hingga akhirnya tanpa ia sadari, dirinya telah jatuh pingsan ke dalam pelukan kakaknya.
Merasa tidak ada respon dari adiknya, Feng Yu mencoba memanggil nama adiknya berulang kali, namun tidak ada jawaban. Ia pun membalikkan tubuh adiknya dan dilihatnya adiknya sedang jatuh pingsan, akibat menangis dan kelelahan. Ia pun segera melingkarkan kedua tangan adiknya ke lehernya, dan menggendong adiknya. Ia pun berdiri dan membalikkan badan. Saat hendak melangkahkan kakinya, Feng Yu menatap ke arah Zhao Shin. Dilihatnya Zhao Shin memalingkan wajahnya ke arah lain, seolah tidak ingin melihat Feng Yue, adiknya Feng Yu. Feng Yu pun menyadari bahwa Zhao Shin, tidak ingin melihat wajah adiknya. Ia pun segera berjalan dan melewati Zhao Shin. Saat melewati Zhao Shin, Feng Yu menegurnya.
"Kau tidak pergi?!"
Tanpa berkata-kata, Zhao Shin segera meninggalkan tempat terkutuk itu di belakang Feng Yu. Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di kediaman Xie. Mendengar suara pintu gerbang di buka, Xie Lang segera keluar untuk melihat. Beberapa pengawal yang menjaga pintu gerbang itu membukakan pintu, dilihatnya Feng Yu yang sedang menggendong Feng Yue dan Zhao Shin yang berjalan di belakangnya. Spontan Xie Lang berlari ke arah mereka. Dilihatnya Feng Yue dalam keadaan pingsan di pelukan Feng Yu (kakaknya) dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Feng Yu, apa yang terjadi?!"
"Kita bicarakan ini di dalam." jawab Feng Yu sambil berjalan menuju ke dalam.
Xie Lang menatap ke arah Zhao Shin yang masih berdiri mematung ditempatnya.
"Zhao Shin, apa yang kau lakukan di sini?! Apa kau masih ingin berdiri di sini seperti itu terus?!" tanya Xie Lang dengan wajah heran.
Tak menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh Xie Lang, Zhao Shin segera pergi berjalan meninggalkan Xie Lang. Dia mengikuti arah kemana Feng Yu berjalan tadi.
"Dasar!!! Ada apa dengan mereka berdua?!" umpat Xie Lang.
Ia pun segera pergi berjalan menyusul mereka. Sampainya di depan pintu kamarnya, Feng Yu membuka pintu kamarnya dengan menggunakan kaki kanannya. Pintu pun terbuka akibat di tendang oleh Feng Yu. Feng Yu pun berjalan masuk ke dalam dan meletakkan Feng Yue dengan lembut di atas kasurnya. Ia pun duduk di sebelah Feng Yue. Dengan lembut, ia mengusap wajah adiknya sambil merapikan rambutnya yang menutupi wajahnya. Feng Yu menutupi sebagian tubuh adiknya dengan selimut tebal. Ekspresi di wajahnya terlihat sangat sedih melihat kondisi Feng Yue yang sangat memprihatikan. Terdengar langkah kaki Zhao Shin dan Xie Lang masuk ke dalam kamarnya. Dengan hati-hati, Xie Lang menutup pintu kamarnya. Ia pun berjalan menghampiri Feng Yu yang duduk di sebelah Feng Yue, yang sedang berbaring di atas kasurnya. Xie Lang memperhatikan Feng Yue yang sedang berbaring tak sadarkan diri di atas kasurnya.
Betapa terkejutnya ia melihat kondisi Feng Yue yang sangat memprihatinkan. Ia pun berbalik menatap ke arah Feng Yu yang sedang menatap adiknya.
"Feng Yu." sapa Xie Lang.
"Ada apa?" tanya Feng Yu tanpa menoleh ke arah Xie Lang.
"Sebenarnya, apa yang telah terjadi pada Feng Yue?!"
"Dia telah diperkosa."
"Apa?! Siapa pelakunya?! Apa sudah tertangkap?!"
"Aku tidak tahu. Saat aku dan Zhao Shin menemukannya, dia dalam kondisi pingsan dengan luka di sekujur tubuhnya."
__ADS_1
"Betapa kejinya mereka yang melakukan hal ini kepada Feng Yue! Feng Yu, sebaiknya kita minta tolong bantuan Kaisar untuk mengusut masalah ini?!"
"Aku rasa, kaisar tidak akan peduli dengan masalah pribadi rakyat kecilnya ini."
"Tapi..."
"Xie, aku mengerti maksudmu.Tapi bagiku, kesehatan dan keselamatan Yue lebih dari segalanya. Aku tidak mau mengadukan hal ini kepada kaisar. Itu hanya akan menambah beban bagi Yue. Kau tahu, mulut orang-orang susah untuk kita bungkam." terang Feng Yu.
"Kalau begitu, apa perlu aku panggilkan tabib untuk datang kemari? Untuk memeriksa kondisi adikmu? Kau tidak perlu khawatir. Tabib yang aku pilih adalah tabib yang biasa mengobatiku. Aku yakin, beliau pasti mau menjaga rahasia ini."
"Terima kasih. Maaf sudah merepotkanmu."
"Tidak perlu sungkan. Kalau begitu, aku pergi dulu. Kau tunggu disini ya." ucap Xie Lang kepada Feng Yu.
"Ya."
Xie Lang segera pergi meninggalkan mereka dan menutup pintu kamar itu kembali. Tinggallah Feng Yu dan Zhao Shin disana. Keheningan menyelimuti mereka berdua.
"Zhao Shin."
Zhao Shin tertegun mendengar Feng Yu memanggil namanya.
"Ada apa?!"
"Terima kasih sudah membantuku seharian ini untuk mencari Yue."
"Zhao Shin, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu."
"Apa itu?!"
Feng Yu pun beranjak dari tempat duduknya. Ia pun berbalik dan berjalan menghampiri Zhao Shin. Keduanya bertukar pandang dalam waktu yang cukup lama.
"Zhao Shin, apakah kau..."
Belum sempat melanjutkan perkataannya, Xie Lang membuka pintu kamarnya sambil membawa seorang tabib yang sudah tua bersamanya. Keduanya pun masuk ke dalam kamar, dan tak lupa Xie Lang menutup pintu kamar. Ia pun berjalan didampingi oleh tabib yang berada di sebelahnya.
"Feng Yu, ini tabib yang tadi aku ceritakan kepadamu. Namanya tuan Leng. Tuan Leng, kenalkan ini Feng Yu, sahabatku. Dan ini Zhao Shin."
"Salam tuan-tuan."
"Salam Tuan Leng." ucap Feng Yu dan Zhao Shin secara bersamaan.
"Tuan Leng, bisakah kau membantu kami untuk memeriksa kondisi sahabatku?" tanya Xie Lang kepada Tuan Leng.
__ADS_1
"Tentu saja."
"Mari silahkan." ucap Xie Lang sambil mengarahkan tabib Tuan Leng menuju kasur, tempat Feng Yue sedang tertidur.
"Maaf merepotkan Tuan Leng." sahut Feng Yu.
"Tidak apa-apa. Sudah menjadi tugasku. Maaf tuan-tuan, tolong kalian tunggu di luar. Nona Xie, tetap disini."
"Baik Tuan Leng."
Mendengar Tabib Leng meminta mereka berdua untuk keluar, Feng Yu dan Zhao Shin segera keluar dan menutup pintu kamar. Tabib Leng segera mengambil tempat duduk dan memeriksa kondisi Feng Yue yang masih terbaring di atas tempat tidur. Sudah tiga puluh menit waktu berlalu. Xie Lang membukakan pintu kamarnya dan memerintahkan kepada mereka berdua untuk masuk ke dalam. Setelah keduanya masuk ke dalam kamar, Tuan Leng berjalan menghampiri kedua pria itu.
"Siapa diantara kalian yang bernama Feng Yu?!" tanya Tuan Leng dengan tatapan tajam di kedua matanya.
"Aku." jawab Feng Yu sambil mengangkat tangannya.
"Kemarilah, ikutti aku." ajak Tuan Leng untuk melihat kondisi adiknya, Feng Yue.
Tuan Leng memperhatikan sekujur tubuh Feng Yue yang tertutupi selimut tebal, ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Feng Yu, kakaknya. Kali ini tatapannya terlihat sangat serius. Xie Lang dan Zhao Shin ikut penasaran dengan hasilnya.
"Setelah memeriksa seluruh badannya, aku menemukan kalau adikmu... dia mengalami luka robek di bagian k*maluannya dan dia…."
"Dia apa?!"
"Dia mendapatkan kekerasan fisik di sekujur tubuhnya. Ditambah kondisi pasien saat ini sedang mengalami trauma yang cukup berat. Kondisi mental pasien jauh lebih buruk daripada luka yang ada di sekujur tubuhnya. Jadi, aku harap kalian tetap berada di sampingnya, menemaninya."
Ctarrrr!!!
Bagai disambar petir di siang bolong, baik Feng Yu, Xie Lang dan Zhao Shin kaget bukan main mendengar perkataan yang diucapkan oleh Tuan Leng.
"Tuan Leng, apa kau yakin dengan apa yang kau katakan barusan?!" tanya Xie Lang.
"Ya. Tapi nona jangan khawatir. Aku sudah menyiapkan resep obat dan segera diminumkan, agar tubuhnya bisa pulih lebih cepat."
"Terima kasih Tuan Leng." ucap Feng Yu dan Xie Lang secara bersamaan.
"Sama-sama. Kalau begitu aku pamit undur diri dulu."
"Mari aku antar sampai ke depan, Tuan Leng."
Tuan Leng hanya mengangguk dan mengikuti Xie Lang dari belakang dan pergi meninggalkan mereka. Keheningan mulai menyelimuti suasana di dalam ruangan itu.
"Zhao Shin, kau sudah mendengarnya bukan?!"
__ADS_1
"Ya."
"Apa kau masih tetap mencintai Yue yang kondisinya seperti ini?!" tanya Feng Yu sambil berbalik dan menatap tajam ke arah Zhao Shin.