
"Feng, dia... bunuh diri?!" tanya Xie Lang sambil mendekat ke arah Feng
"Iya. Dia memilih mengakhiri hidupnya hanya demi cinta." terang Feng Yu.
"Di dunia ini ternyata masih banyak orang bodoh yang berkorban bahkan rela mati demi cintanya." batin Feng Yu.
"Feng, sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Tentu saja meminta seseorang untuk mengubur jenazahnya, apa lagi?! Toh, bukan kita pembunuhnya."
"Kita meminta tolong kepada siapa?!"
"Bukankah ada putra mahkota disini yang akan membantu untuk mengurus jenazahnya?!" ucap Feng Yu sambil melirik ke arah putra mahkota.
Putra mahkota yang merasa dirinya ditatap tajam oleh Feng Yu, hanya bisa membalasnya dengan senyuman dingin.
"Hei! Siapa kau yang berani menyuruh putra mahkota melakukan pekerjaan ini?!!!" teriak pengawal yang berada di sisinya.
"Siapa yang menyuruhnya, aku hanya berkata ada seseorang yang akan membantu mengatasi masalah ini. Jelas sangat berbeda bukan?!"
"Kau!!!"
"Mundur."
"Baik Yang Mulia."
Putra mahkota Li Haoxi berjalan mendekat ke arah Feng Yu.
"Bukankah dia adalah mantan kekasihmu?!"
"Dan bukankah dia adalah rakyatmu?!"
"Aku hanya tamu disini."
"Bukankah kau datang kemari karena calon tunanganmu, bukan? Dan, sebentar lagi kau akan menjadi calon raja. Apa kau akan tega membiarkan rakyatmu menderita seperti ini? Aku takut, hal ini akan sampai di telinga Kaisar atau mungkin telinga Tuan Putri. Apa jadinya jika kedua orang itu mendengar berita tentang hal ini?! Lalu, bagaimana dengan tanggapan kedua orang tuamu tentang anaknya yang tidak mau mengatasi masalah ini, padahal dia ada di TKP?! coba kau pikirkan baik-baik, Yang Mulia?!"
"Kau, sangat berbeda dengan rumor yang beredar."
"Oh, aku bahkan tidak tahu bila ada rumor yang beredar tentangku di luar."
"Memang benar, melihatnya sendiri jauh lebih baik daripada hanya mendengar saja."
"Aku setuju denganmu."
"Han, kemarilah!"
"Ya Yang Mulia."
__ADS_1
Putra mahkota membisikkan sesuatu ke telinga Han, pengawal pribadinya yang selalu berada disisinya. Setelah selesai membisikkan sesuatu ke telinga pengawal pribadinya, putra mahkota Li Haoxi segera menyuruh Han untuk pergi.
"Kalian berdua tenang saja. Permasalahan ini sudah aku atasi."
Mendengar pernyataan Yang Mulia putra mahkota Li Haoxi, keduanya menghela nafas dengan lega.
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Feng Yu dan Xie Lang secara bersamaan.
"Tapi, kalian berdua jangan senang dulu." ucap putra mahkota Li Haoxi dengan senyum menyeringai di wajahnya.
"Apa maksudnya?!" tanya Feng Yu.
"Di dunia ini tidak ada yang gratis. Jadi, aku hanya meminta kau untuk menjauhi tunanganku?!"
"Hahahaha... Yang Mulia, aku sadar diri. Siapa aku? Siapa kau? Dan siapa Tuan Putri?!"
"Baguslah kalau kau menyadari perbedaan dirimu dengan kami berdua!"
"Tapi, aku tidak mau bertanggung jawab. Jika Tuan putri memiliki perasaan lain kepadaku."
"Kau!"
"Yang Mulia, tenanglah. Jangan marah. Kau tidak perlu khawatir. Aku tidak tertarik untuk merebut kekasih orang lain. Tapi seperti yang aku katakan sebelumnya, perasaan yang tumbuh di hati tuan putri kepada siapa saja, termasuk aku. Aku tidak bisa bertanggung jawab. Karena yang namanya cinta, datang dengan sendirinya dan pergi membawa luka atau keindahan." tegas Feng Yu kepada putra mahkota Li Haoxi.
Mendengar Feng Yu mengatakan banyak hal seperti itu, putra mahkota Li Haoxi tidak bisa berkata-kata. Feng Yu berpamitan kepada putra mahkota Li Haoxi diikuti oleh Xie Lang yang berdiri di sampingnya secara bersamaan. Keduanya pergi setelah berpamitan dan memberi hormat kepadanya. Tak lama kemudian, pengawal pribadinya datang dan memberi hormat kepadanya.
"Yang Mulia." ucap Han, pengawal pribadi putra mahkota Li Haoxi sambil memberi hormat kepadanya.
"Menjawab Yang Mulia. Semuanya sudah selesai dilakukan sesuai perintahmu."
"Bagus." ucap putra mahkota Li Haoxi sambil melirik ke arah pemilik restoran dan salah satu pegawainya yang bersembunyi di sisi tempat lain.
"Kalian berdua, keluarlah!"
Dengan tubuh gemetaran, keduanya keluar dari persembunyiannya. Keduanya berjalan menghampiri putra mahkota Li Haoxi dan memberi hormat kepadanya.
"Salam Yang Mulia." ucap pemilik restoran dan pegawainya secara bersamaan.
"Berdirilah."
"Terima kasih Yang Mulia."
"Han, tolong kau berikan uang ganti rugi atas kekacauan yang terjadi di tempat ini kepada pemilik restoran ini."
"Baik Yang Mulia." kata pengawal pribadinya sambil mengeluarkan sekantong uang emas ditangannya.
Ia berjalan menghampiri pemilik restoran dan memberikan sekantong uang emas kepadanya. Pemilik restoran itu teriak kegirangan karena mendapat sekantong uang emas dari putra mahkota.
__ADS_1
"Apa itu sudah cukup?!" tanya Han kepada pemilik restoran itu.
"Cukup, sangat cukup." jawab pemilik restoran itu sambil menghitung jumlah uang emas yang ada di dalam kantong itu.
"Kalau begitu, kami akan pergi."
"Ah... baik. Terima kasih Yang Mulia putra mahkota. Semoga pernikahan anda berjalan lancar dan diberikan keberkahan." ucap pemilik restoran disertai anggukkan pegawainya.
"Terima kasih."
Putra mahkota Li Haoxi pergi meninggalkan restoran itu dan diikuti oleh Han di belakangnya.
...****************...
Selama perjalanan menuju pulang ke kediaman Xie, keduanya tak saling berbicara. Sepanjang perjalanan, Xie Lang memikirkan perkataan yang diucapkan oleh putra mahkota Li Haoxi. Terdengar seperti sebuah ancaman yang ditujukan kepada Feng Yu. Namun, entah kenapa Feng Yu menanggapinya dengan santai. Karena ia sedang fokus memikirkan hal itu, Xie Lang tersandung batu di depannya dan hampir jatuh. Untungnya Feng Yu yang berjalan disampingnya, dengan cepat menariknya ke dalam pelukannya. Sehingga ia tidak terjatuh tersungkur di atas tanah. Menyadari dirinya sedang berpelukan dengan Feng Yu, Xie Lang tanpa sengaja mendorong tubuh Feng Yu menjauh darinya.
"Ah... maaf. Aku tidak bermaksud untuk memelukmu. Aku hanya..."
"Tidak apa. Aku yang seharusnya minta maaf kepadamu. Aku telah mendorongmu."
"Sudahlah, lupakan saja. Xie, apa kau baik-baik saja? Aku perhatikan sedari tadi, kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu?!"
"Feng."
"Iya."
"Feng, apa kau tahu... kalau putra mahkota Li Haoxi sedang mengancammu?!"
"Terus?!"
"Apa kau tidak takut?!"
"Takut? Kenapa? Apa yang perlu ditakutkan darinya?!"
"Apa kau tidak tahu. Dari yang aku dengar, dia ilmu bela dirinya sangat tinggi. Bisa dibilang kultivasinya berada pada tahap alam bawah."
"Hanya alam bawah saja."
"Feng! Kau jangan meremehkan lawanmu! Dia selain putra mahkota dari negara Wu, di juga seorang kultivator."
"Xie Lang, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku. Sebaiknya kita berhenti membahas itu. Mari kita segera pulang. Yue sudah menunggu kita di rumah."
"Baik."
Saat hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba Feng Yu mendengarkan suara seseorang memanggilnya dari belakang. Ia pun menoleh dan dilihatnya putri Ying Xie berdiri di belakangnya, dengan jarak hanya beberapa meter darinya. Putri Ying Xie tersenyum kepadanya. Melihat putri Ying Xie tersenyum kepada Feng Yu, Xie Lang menunjukkan ekspresi ketidaksukaan di wajahnya terhadap putri Ying Xie. Begitu juga sebaliknya, putri Ying Xie juga memasang ekspresi ketidaksukaannya terhadap Xie Lang yang berdiri disamping Feng Yu. Feng Yu yang menyadari bahwa Xie Lang dan putri Ying Xie saling tidak suka satu sama lain, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini adalah pertarungan antara dua gadis yang diliputi oleh api cemburu. Dan dia, tidak ingin terlibat didalamnya.
[Ting!]
__ADS_1
[Putri Ying Xie mulai tertarik kepadamu. Host, segera selesaikan misimu untuk memikat hati pemeran wanita.]
"Dasar sistem sialan! Apa kau tidak sedang melihat aku sedang dalam kesulitan. Menghadapi kecemburuan dua gadis muda ini!" gumam Feng Yu.