
Sepanjang perjalanan, baik Feng Yu maupun Xie Lang tak saling berbicara. Keheningan menyelimuti mereka berdua. Tiba-tiba suara Feng Yu memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Xie Lang."
"Ehm."
"Kenapa kau diam saja sedari tadi? Apa ada sesuatu yang mengganjal di hatimu?"
"Iya. Sedikit."
"Apa itu?"
"Feng, apa kau benar-benar akan datang kesana? Maksudku... ke istana."
"Tergantung."
"Hah? Apa maksudnya tergantung?"
"Ya tergantung apakah undangan itu dikirimkan oleh tuan putri atau tidak. Jika tidak ada undangan, tentu saja aku tidak akan datang kesana."
"Tapi, bukankah kau tadi mendengarnya sendiri. Jika ia memerintahkan seseorang untuk mengirimkan surat undangan ke kediamanku?"
"Lalu?"
"Ya... itu..."
"Xie Lang, terkadang kita jangan terlalu percaya apalagi menaruh harapan pada apa yang dikatakan oleh seseorang kepada kita. Dan jangan pernah menilai seseorang dari luarnya saja. Apalagi menilai hanya berdasarkan perkataan dari mulut ke mulut. Apa sekarang kau sudah mengerti?"
"Iya. Aku sudah mengerti."
"Bagus. Ahhh... aku lapar. Xie Lang bagaimana kalau kita makan di restoran itu." ajak Feng Yu sambil menunjuk ke arah restoran mewah yang berada tepat di seberang jalan.
Melihat restoran yang ditunjuk oleh Feng Yu, Xie Lang berbalik menatapnya. Merasa dirinya ditatap oleh Xie Lang dengan tatapan aneh, Feng Yu menegurnya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?"
"Kau... kau bilang ingin makan di restoran itu?" tanya Xie Lang sambil menunjuk restoran yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Feng Yu.
"Iya. Memangnya kenapa?"
"Feng Yu, apa kau tidak tahu restoran macam apa itu? Itu adalah restoran paling mahal di kota ini."
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau paling mahal dikota ini? Apa kau lupa dengan uang yang aku punya?" ejek Feng Yu sambil mengeluarkan sekantong uang emas ditangannya.
Melihat Feng Yu memamerkan sekantong uang emas yang ia pegang, membuat Xie Lang tidak bisa berkata-kata. Akhirnya ia menuruti kemauan Feng Yu makan di restoran yang mewah dan mahal itu. Baru saja berada di depan pintu, keduanya dihadang oleh dua petugas penjaga keamanan restoran itu.
"Kalian berdua dilarang masuk!" teriak salah satu petugas penjaga restoran itu.
Feng Yu yang melihat dirinya dihadang oleh dua orang petugas penjaga keamanan restoran itu dengan tombak yang mereka silangkan, membuat Feng Yu tertawa.
"Kenapa kau tertawa?! Pergi kalian berdua dari sini!"
"Benar! Kalian hanya akan mengganggu para tamu terhormat kami!!"
"Feng Yu, sebaiknya kita segera pergi dari sini." ajak Xie Lang sambil menarik lengan kiri Feng Yu.
"Tidak bisa. Aku sangat ingin makan makanan enak di restoran yang terkenal mewah dan mahal di kota ini."
"Feng Yu."
"Kau cukup tenang dan diam saja, cantik." ucap Feng Yu dengan menyentuh hidung Xie Lang.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Feng Yu, membuat wajah Xie Lang langsung merah padam. Feng Yu yang melihat wajah Xie Lang yang memerah karena malu ia goda, membuat Feng Yu semakin ingin menggodanya.
"Tuan-tuan, bolehkah aku bertanya. Kenapa tuan-tuan tidak mengijinkan aku dan temanku masuk ke dalam restoran ini?!"
"Kalian berdua ini bodoh atau pura-pura kaya!"
"Jelas saja mereka bodoh. Makanya berpura-pura seperti orang kaya."
"Buahahaha!!!" kedua petugas penjaga keamanan restoran itu tertawa terbahak-bahak secara bersamaan.
"Apa yang kalian berdua katakan?! Aku tidak mendengarnya dengan jelas?!"
"Kami berdua mengatakan kalau kalian berdua ini bodoh dan miskin!"
"Coba ulang sekali lagi!"
"Kami berdua mengatakan kalau kalian berdua ini bodoh dan miskin!"
Buuuukkkkk... Buuuukkkkk... Buuuukkkkk...!!! (Suara Feng Yu memukul kedua petugas penjaga keamanan restoran.)
"Feng Yu, tenanglah!" teriak Xie Lang sambil menarik lengan kanan Feng Yu dan mendoronnya mundur.
__ADS_1
"Feng Yu, tenanglah. Tahan emosimu!" ucap Xie Lang menenangkannya.
Feng Yu menghela nafasnya. Nafasnya terdengar sangat berat. Dalam kehidupannya di dunia modern, ia tak pernah diperlakukan semena-mena dan dihina oleh orang lain seperti ini. Ia malah sangat dihormati oleh semua bawahan almarhum orang tuanya. Meskipun demikian, ia tak pernah bertindak semena-mena dan menghina orang sesuka hatinya. Dengan penuh amarah, Feng Yu melemparkan uang emas kepada mereka berdua. Kedua petugas penjaga keamanan restoran yang sudah babak belur setelah dihajar oleh Feng Yu, langsung kaget bukan main melihat uang emas didepan matanya. Keduanya berusaha bangun dan memungut uang emas yang ada dihadapan mereka.
"Bagaimana? Apa kami berdua sudah diizinkan untuk masuk?!"
"I... iya. Si... silahkan masuk tuan." ucap kedua petugas penjaga keamanan restoran itu sambil berdiri.
Kedua petugas penjaga keamanan restoran itu sangat malu akan tindakan mereka kepada Feng Yu dan Xie Lang. Keduanya meminta maaf berkali-kali, hingga Feng Yu merasa bosan mendengarnya. Akhirnya keduanya bisa masuk ke dalam restoran yang terkenal mewah dan mahal dikota itu. Keduanya sama-sama mengamati setiap sudut isi restoran itu yang penuh dengan macam-macam menu andalan mereka. Tidak hanya itu, ada beberapa pejabat penting yang duduk disana sambil minum, ditemani oleh beberapa gadis yang masih muda dan sangat cantik. Melihat pemandangan ini, Feng Yu sama sekali tidak kaget. Ini tidak ada bedanya dengan kafe di zaman modernnya.
"Feng Yu, sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini." ajak Xie Lang dengan ekspresi cemas di wajahnya.
"Apa yang kau takutkan? Ayo kita coba makanan enak disini. Sekalian kita belikan untuk semua orang rumah yang ada di kediamanmu."
"Apa??!! Kau sangat boros sekali. Lebih baik kau tabung saja untuk membeli rumah baru, untuk kau dan Yue."
"Gadis ini perhatian sekali. Sepertinya, dia sangat tulus mencintai pemilik asli tubuh ini." batin Feng Yu.
"Xie Lang, hanya sekali ini saja. Oke." ucap Feng Yu sambil memegang kedua lengan Xie Lang dengan lembut.
"Baiklah." sahut Xie Lang sambil mengangguk.
Keduanya pun berjalan dan duduk di kursi yang masih kosong. Seorang pelayan datang ke meja mereka dan menanyakan pesanan mereka.
"Permisi tuan nona, apa pesanan anda?"
"Berikan aku semua makanan enak yang ada di restoran ini. Aku ingin mencobanya semua."
"Feng Yu!"
"Sstt!" ucap Feng Yu sambil meletakkan jari telunjuknya di atas bibirnya sendiri. Melihat itu, Xie Lang pun terdiam.
"Baik. Tuan nona tunggu sebentar. Kami akan menyiapkan pesanan kalian."
Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Xie Lang sangat kaget melihat ada banyak macam makanan yang telah tersaji di atas mejanya. Ia bingung harus mengambil yang mana terlebih dahulu.
"Kenapa diam saja? Apa kau tidak suka?"
"Bukan. Aku bingung, makanan mana yang akan aku ambil duluan."
"Untuk apa bingung? Pilih dan ambillah mana yang kau suka."
__ADS_1
Mendengar perkataan Feng Yu, Xie Lang mulai mengambil beberapa makanan yang dia suka. Saat asyik menyantap makanan di atas meja, keduanya dikagetkan oleh suara seseorang yang memanggil nama Feng Yu.
"Feng Yu, kaukah itu?"