
"Kakak, ternyata dia adalah seorang putri." gumam Feng Yue.
"Feng, bagaimana ini?" tanya Xie Lang dengan ekspresi cemas di wajahnya.
"Entahlah. Kita amati dulu untuk sementara ini. Jangan bertindak sembarangan."
Mendengar perkataan yang dilontarkan Feng Yu, Xie Lang dan Feng Yue mengangguk pelan. Ketiganya sedang mengamati apa yang sebenarnya terjadi.
[Ting!]
[Li Haoxi, putra mahkota Negara Wu. Musuh tokoh utama pria dalam novel "Love Villain". Tunangan putri Ying Xie.]
"Jadi ini tokoh antagonisnya. Hanya tunangan saja." batin Feng Yu
Kerumunan orang-orang yang ada di pasar, saling berbisik satu sama lain.
"Ternyata dia seorang putri. Kenapa seorang putri keluar istana hanya untuk membeli bakpao?"
"Mungkin baginya, istana seperti neraka."
Putra mahkota dan putri Ying Xie mendengar salah satu dari mereka yang berbisik-bisik membicarakan hal ini. Tiba-tiba putra mahkota menatap tajam ke arah mereka yang sedang membicarakan putri di belakang. Mereka yang berbisik-bisik langsung terdiam dan menunduk ketakutan melihat tatapan menakutkan dari putra mahkota.
"Kalian semua tidak melihat siapa dia?! Masih tidak memberi hormat!!!" teriak Li Haoxi.
Mendengar perintah Putra mahkota, semua orang yang berada di dalam pasar langsung memberi hormat dengan membungkukkan punggung mereka sedikit. Putra mahkota lalu mengalihkan pandangannya ke arah putri Ying Xie.
"Putri, untuk apa kau keluar dari istana dengan menyamar seperti ini? Ditambah kau membeli makanan yang dijual di luar istana. Makanan di istana jauh lebih baik dan mewah daripada yang dijual disini. Apa kau tidak takut mereka meracunimu?!"
"Untuk apa kau datang kemari?!"
"Untuk apa?! Tentu saja untuk mengawasi calon permaisuriku."
"Cih! Aku tidak butuh pengawalanmu. Feng, beri aku bakpao yang baru!"
Saat hendak mengambil bakpao yang baru dari kukusan, tiba-tiba Li Haoxi mengayunkan pedangnya. Dengan cepat, Feng Yu menghindarinya.
Bang!
Krakkkk... Krakkkk... Krakkkk...
Meja tempat ia berjualan dengan semua bakpao dan kukusannya, hancur seketika akibat tebasan pedang yang diayunkan oleh Li Haoxi. Melihat ia merusak standnya, tempat ia berjualan mencari nafkah membuat Feng Yu menjadi sangat marah. Emosinya seketika memuncak. Namun sayangnya, ia ditahan oleh Feng Yue dan Xie Lang.
"Kakak, cukup! Tenanglah!" teriak Feng Yue sambil memeluk menahan kakaknya yang hendak maju ke depan.
"Feng, tahan emosimu! Dia adalah putra mahkota negara tetangga!" teriak Xie Lang sambil menahan dengan memegang lengan kirinya.
__ADS_1
"Kalian berdua minggir! Aku tidak peduli! Mau dia anak jenderal petal, anak setan, anak raja neraka, minggir!!! Aku akan meminta ganti rugi padanya!!!"
Mendengar Feng berteriak ingin meminta ganti rugi kepadanya, Li Haoxi mencibirnya.
"Ganti rugi? Cuih, memangnya kau siapa?! Ada kualifikasi apa kau memintaku untuk membayar ganti rugimu?!"
"Kualifikasi?! Hahahaha... kau adalah seorang putra mahkota. Tidakkah kau merasa malu dengan dirimu sendiri?!"
"Apa maksudmu?!"
Feng Yu mendorong Feng Yue dan Xie Lan. Kemudian ia berjalan menghampiri Li Haoxi.
"Seorang putra mahkota ingin melarikan diri dari tanggung jawabnya, untuk membayar ganti rugi atas kerusakan yang ia perbuat. Menurutmu, apa tanggapan rakyat terhadapmu?! Aku tahu kau tidak bodoh." bisik Feng Yu.
Setelah membisikkan sesuatu di telinga putra mahkota, perlahan ia berjalan mundur dengan ekspresi mengejek di wajahnya. Melihat tingkah laku Feng Yu yang merendahkan dirinya dengan perkataannya yang sangat menusuk hatinya, ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. Lalu ia menarik tangan kanan putri Ying Xie dan menyeretnya pergi dari tempat itu.
"Lepaskan aku!"
"Diam!!"
"Oieee...oieee... jangan pergi seenaknya!" teriak Feng Yu sambil menarik bahu Li Haoxi.
Seketika itu Li Haoxi menarik pedangnya dan menghunuskan pedangnya tepat di depan leher Feng Yu, menghasilkan hembusan angin yang meniupkan beberapa helai rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya.
"Feng Yu!!!" teriak Xie Lang dan Ying Xie secara bersamaan.
"Kenapa berhenti, Yang Mulia?!"
"Kau!!!"
"Cukup!!! Hentikan!!!" teriak Putri Ying Xie.
Li Haoxi yang mendengar teriakkan Ying Xie, langsung menarik pedangnya dan menyarungkan di dalam sarung pedang yang berada di pinggangnya.
"Ayo pergi!!'
"Tunggu! Kau sudah merusak barang dagangannya. Tidakkah kau harus membayar gantinya?!!"
"Tuan putri sungguh sangat bijaksana dan luar biasa. Semua rakyatmu pasti sangat bangga memiliki calon ratu yang cantik, bijaksana, dan baik hati sepertimu." Puji Feng Yu dengan senyum manis yang mengambang di wajahnya.
"Jaga mulutmu! Berani sekali menggoda putri di hadapan tunangannya?!"
"Hanya tunangan saja. Semua orang punya kesempatan untuk meminangnya, bukan?!"
"Lancang!!!"
__ADS_1
"Cukup!!! Li Haoxi, tidakkah kau merasa malu dengan tindakanmu barusan?!"
"Xie er, kenapa kau memarahiku?"
"Lebih baik kau introspeksi saja dirimu sendiri."
Putri Ying Xie berjalan menghampiri Feng Yu. Ia menatap Feng Yu sebentar dan membungkukkan sedikit punggungnya. Melihat seorang putri membungkuk dihadapannya, Feng Yu merasa tidak enak. Ini sama saja menjatuhkan harga dirinya sendiri.
"Tuan putri, kau tidak perlu seperti ini kepadaku. Aku hanyalah rakyat jelata. Tidak pantas menerima penghormatan darimu."
"Aku minta maaf. Ini semua karena kesalahanku. Jika aku tidak menyelinap keluar dari istana, kau tidak akan mendapatkan kesulitan seperti ini. Sekali lagi, aku minta maaf."
"Sudahlah kau tidak perlu minta maaf, tuan putri. Minta maaf tidak akan mengembalikan barang daganganku yang sudah rusak porak poranda. Kedepannya, mungkin aku tidak bisa berjualan untuk menyambung hidupku." ucap Feng Yu dengan ekspresi memelas di wajahnya.
Putri Ying Xie melirik ke arah stand miliknya yang barang dagangannya sudah rusak porak poranda, ia menjadi merasa kasihan kepadanya.
"Kau tidak perlu khawatir. Aku akan menyuruh orang istana untuk memperbaiki standmu. Aku juga akan membayar ganti rugi atas semua kerusakan yang telah dibuat oleh putra mahkota."
"Ying Xie!" bentak Li Haoxi dengan mata melotot.
Mendengar Li Haoxi memanggil namanya, putri Ying Xie meliriknya dengan dingin. Feng Yu yang melihat pemandangan di depannya langsung berjalan menghampiri Li Haoxi.
"Aku dan adikku sangat berterima kasih kepada tuan putri. Semoga tuan putri diberikan kesehatan, rejeki yang melimpah, serta jodoh yang terbaik."
"Terima kasih. Kalau begitu, aku pamit dulu. Maaf sudah membuat keributan disini."
"Hati-hati dijalan tuan putri." sahut Feng Yu.
Putri Ying Xie membalasanya dengan anggukan. Ia segera berjalan pergi ditemani oleh pelayannya. Putra mahkota Li Haoxi berlari mengejar Putri Ying Xie.
"Xie er, biar aku antar kau ke istana."
"Tidak perlu."
Putri Ying Xie tak mempedulikannya. Ia terus berjalan maju tanpa menoleh ke belakang. Melihat putra mahkota Li Haoxi ditolak oleh putri Ying Xie, Feng Yu berjalan mendekatinya.
"Yang Mulia, sungguh beruntung pria sepertimu mendapatkan calon istri seperti tuan putri. Ia bahkan rela membayar kerusakan yang telah disebabkan olehmu. Sejujurnya, aku sangat iri denganmu. Tapi, aku adalah seorang pria. Pria sejati itu berani berbuat berani bertanggung jawab. Dan jika aku menjadi calon suaminya, aku tidak akan membiarkan dia menanggung akibat dari kesalahan yang telah aku perbuat." sindir Feng Yu.
Setelah puas menyindir putra mahkota Li Haoxi, Feng Yu berjalan menuju ke arah adiknya dan Xie Lang. Ketiganya mulai membereskan barang dagangannya yang telah rusak. Memisahkan yang masih bagus dan rusak. Di sisi lain, Li Haoxi sangat geram atas tindakan yang dilakukan oleh Feng Yu terhadapnya.
"Tunggu saja kau Feng Yu! Aku akan membuat kau menyesal karena telah menghina putra mahkota!" gumam Li Haoxi sambil mengibaskan jubah yang ia kenakan dan mulai pergi meninggalkan tempat itu.
Feng Yu menoleh ke belakang. Dilihatnya sosok putra mahkota Li Haoxi beserta para pengawalnya, terlihat berjalan menjauh dari mereka.
"Pertarungan sesungguhnya akan segera dimulai! Sistem, aku tidak sabar untuk mendapatkan poin dari misi ini." pikir Feng Yu.
__ADS_1