Love Villain System

Love Villain System
Masuk Ke Dalam Lubang Buaya (1)


__ADS_3

"Bagaimana?! Apakah kau bersedia?!"


"Tuan putri, tidak bisakah diganti dengan syarat yang lainnya?!"


"Tidak bisa."


"Wanita ini... benar-benar menyusahkan!" umpat Feng Yu.


"Bagaimana?! Kau mau tidak?!"


"Baiklah. Besok aku akan datang kembali, pagi-pagi sekali. Aku harap kau sudah bersiap. Sekarang aku akan pamit undur diri dulu."


"Hmm." kata Putri Ying Xie sambil mengangguk pelan.


Dengan cepat, Feng Yu segera pergi meninggalkan kamar itu. Melompat dari atap satu ke atap lain dan terbang menuju ke arah pohon yang berada di luar istana. Lalu melompat dan mendarat di atas tanah. Ia segera berlari menjauh dari tempat itu, berharap tidak ada yang menemukannya. Selama perjalanan ia bersikeras memikirkan bagaimana caranya membawa keluar putri dari istana besok.


"Sistem, kau disana kah?"


[Ting!]


[Sistem hadir memberikan layanan 24 jam.]


"Sistem, aku ingin bertanya dan aku harap kali ini kau mau membantuku."


[Silahkan sampaikan keluhan anda.]


"Sistem, aku tahu hadiah dari misi ini 10.000 poin. Tapi, bisakah kau membantuku untuk mengeluarkan putri Ying Xie dari dalam istana besok?! Ini sungguh-sungguh misi yang membunuhku!"


[Maaf! Sistem tidak menerima komplain dalam bentuk apapun! Silahkan anda berusaha sendiri! Semoga sukses!]


"Apa?!!! Sistem kau ini keterlaluan! Poin yang aku dapatkan juga belum terkumpul banyak. Bahkan jika ditukarkan dengan item, juga tidak akan cukup! Kasihanilah aku lah, kali ini saja!"


[BIP!]


Mendengar sistem mematikan dirinya, membuat Feng Yu semakin geram. Ia mengepalkan kedua tangannya dan berteriak karena kesal.


"Brengsek! Bagaimana caranya agar aku bisa menyelesaikan misi ini?! Wanita benar-benar menyusahkan. Sekali marah, susah untuk dibujuk. Huff. Tapi, kenapa putri Ying Xie memintaku untuk mengajaknya keluar dari istana?! Apa dia ingin kabur dari pernikahannya?!"


"Sistem... sistem!"


[Sistem hadir memberikan layanan 24 jam!]

__ADS_1


[Silahkan sampaikan keluhan anda!]


"Sistem, apakah kau tahu... kenapa putri Ying Xie memintaku untuk membawanya keluar dari dalam istana?!"


[Sistem mendeteksi adanya ketertarikan Putri Ying Xie terhadap host.]


"Hahhhh? Tertarik denganku?! Sistem, jangan becanda kau! Apa kau ingin membunuhku pelan-pelan?!"


[Sistem mendeteksi dan tidak ditemukan bug. Putri Ying Xie mulai menyukai host. Silahkan host berusaha agar bisa mendapatkan hati putri Ying Xie!]


"Jika dia memang tertarik denganku, kenapa aku tidak mendapatkan poin dan misi ini selesai?!"


[Karena putri Ying Xie belum sepenuhnya membuka hatinya kepada host dan menyatakan perasaannya.]


"Konyol! Mana ada seorang gadis di dunia ini yang berani menyatakan cinta?! Sudahlah, aku akan pulang ke rumah sambil memikirkan sebuah cara. Benar-benar sialan hari ini!" umpat Feng Yu.


Pagi Hari, di Istana Putri


Di dalam kamar terlihat putri Ying Xie sedang berjalan mondar mandir dengan wajah cemberutnya.


"Sial! Sudah sepagi ini, apa dia ingin ingkar janji?!" gumam putri Ying Xie dengan nada kesal.


Tiba-tiba terdengar suara pengawal berteriak di luar kamarnya, meminta dirinya untuk keluar menemui kaisar.


"Hah, ayahanda?! Kenapa dia memintaku untuk datang kesana?! Tidak biasanya ia seperti ini?!" gumam putri Ying Xie sambil berpikir sejenak.


Putri Ying Xie segera keluar dari kamarnya dan menutupnya kembali. Melihat putri Ying Xie sudah keluar dari dalam kamarnya, pengawal itu mengambil langkah mundur ke belakang. Putri Ying Xie berbalik menatapnya. Merasa dirinya ditatap oleh putri Ying Xie, pengawal itu langsung menundukkan kepalanya ke bawah.


"Katakan, kenapa ayahhanda memintaku untuk datang kesana?!"


"Maaf tuan putri, ada seorang pria yang menerobos masuk ke dalam istana. Pria itu mengatakan ada janji kepada tuan putri. Jadi dia datang untuk menemui kaisar."


"Jadi karena itu, ayahanda memintaku untuk datang ke sana?!"


"Benar tuan putri."


"Baiklah, antarkan aku kesana."


Pengawal itu berjalan di depan memimpin arah jalan. Putri Ying Xie mengikutinya dari belakang. Tak lama kemudian, keduanya sampai di dalam aula perjamuan. Putri Ying Xie melihat ada seorang pria yang sedang berlutut di hadapan ayahandanya, terlihat sangat familiar baginya. Pengawal itu memberi hormat kepada kaisar. Kaisar menerima penghormatannya dan memintanya untuk segera pergi dengan melambaikan tangannya. Pengawal itu mengangguk dan segera pergi meninggalkan aula perjamuan, yang hanya dihadiri oleh kaisar dan permaisurinya yang duduk disebelahnya, Putri Ying Xie dan Feng Yu yang berlutut di hadapan ayahandanya. Putri Ying Xie melangkahkan kakinya dan berjalan mendekat ke arah ayahnya. Tak lupa ia memberi salam dan hormat kepada ayahandanya.


"Salam hormat dan sejahtera untuk ayahanda dan ibunda. Semoga selalu panjang umur dan dilimpahkan karunia dan berkah." ucap putri Ying Xie sambil berlutut di hadapannya.

__ADS_1


"Bangunlah."


Mendengar ayahandanya memintanya untuk bangun, putri Ying mengangguk dan segera bangun. Ia tanpa sengaja melirik pria yang sedari tadi berlutut di atas lantai aula perjamuan di hadapan ayahandanya. Merasa ada seseorang yang meliriknya, Feng Yu menoleh. Betapa terkejutnya Putri Ying Xie melihat bahwa pria yang berlutut di atas lantai dan berada di sampingnya adalah Feng Yu. Keduanya bertukar pandang satu sama lain dalam waktu yang cukup lama. Kaisar yang melihat keduanya saling berpandangan satu sama lain, langsung berdehem. Mendengar kaisar berdehem, keduanya langsung mengalihkan pandangannya ke arah lainnya.


"Ahem." kaisar berdehem.


"Apa kalian berdua saling mengenal?!"


Mendengar pertanyaan itu, tanpa sadar keduanya menjawab secara bersamaan dan jawabannya sama.


"Iya Yang Mulia."


"Iya ayah."


Keduanya menjawab pertanyaan itu secara bersamaan dan saling menatap satu sama lain. Tak lama kemudian, mereka mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Begitu rupanya."


"Ying Xie, anakku."


"Iya ayahanda."


"Aku ingin bertanya kepadamu. Tolong kau jawab dengan jujur pertanyaanku."


"Baik ayahanda. Ananda akan menjawab pertanyaan yang ayahanda berikan kepada ananda. Dan ananda akan berusaha untuk menjawabnya semampu ananda."


"Bagus. Kalau begitu aku akan langsung bertanya kepadamu. Apa kau mengenal pria ini, anakku?!" tanya kaisar sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah pria yang sedang berlutut di sebelahnya.


Putri Ying Xie mengikuti arah telunjuk tangan ayahandanya, dan melihat bahwa itu adalah Feng Yu, yang masih berlutut di hadapan ayahandanya.


"Iya. Aku mengenalnya. Namanya Feng Yu. Kenapa ayahanda?!"


"Dia berkata, bahwa dia datang kemari karena diminta olehmu. Apakah itu benar, anakku?!"


"Iya ayahanda."


"Aku ingin tahu, apa alasanmu meminta dia datang ke istana ini?!"


Putri Ying Xie yang mendengar pertanyaan dari ayahandanya, langsung menoleh ke arah Feng Yu. Feng Yu yang melihatnya hanya tersenyum manis kepadanya. Melihat Feng Yu tersenyum kepadanya, Putri Ying Xie tau apa yang harus dilakukan.


"Karena aku menyukai bakpaonya. Ia sudah lama tidak berjualan ayahanda. Aku ingin memakan bakpao yang ia buat, ayah. Tapi tidak tahu, apakah ayahanda mengizinkan aku menyuruhnya untuk datang kemari atau tidak?!"

__ADS_1


"Baiklah. Aku mengizinkan kalian berdua."


"Ayahanda, maaf jika aku memotong pembicaraan. Apa boleh aku keluar istana ditemani oleh Feng Yu?!"


__ADS_2