Love Villain System

Love Villain System
Bertemu Putri


__ADS_3

Hati Ying Xie berdebar kencang, saat Feng Yu menyuruhnya berhenti. Ia pun dengan ragu-ragu menoleh ke arahnya. Dilihatnya Feng Yu datang menghampirinya.


"Nona, ini kembalianmu." ucap Feng Yu sambil memberikan uang kembalian kepadanya.


"Terima kasih."


"Sepertinya, kita pernah bertemu?"


"Maaf, kita belum pernah bertemu. Mungkin anda salah orang."


"Mungkin juga. Terima kasih sudah mampir ke stand dan membeli bakpao kami." ucap Feng Yu.


"Sama-sama."


Putri Ying Xie pergi meninggalkan Feng Yu yang masih memperhatikan dirinya yang sedang berjalan menjauh darinya.


"Aku yakin pernah bertemu dengan gadis bercadar itu. Tapi, dimana ya?" batin Feng Yu.


Tiba-tiba dari arah belakang, pundak Feng Yu ditepuk pelan oleh Xie Lang.


"Kenapa masih berdiri disini? Ayo bantu kami, banyak orang yang masih mengantri menunggu bakpao kita."


"Iya. Maaf."


Feng Yu dan Xie Lang berjalan bersama menuju stand mereka yang sudah dipenuhi oleh banyak pelanggan yang sedang mengantri bakpao mereka.


Di Istana Putri


"Hahhh.... melelahkan sekali." keluh Putri Ying Xie sambil merebahkan tubuhnya di atas kasurnya.


Ia memandang langit-langit kamarnya. Ia teringat akan kejadian dimana Feng Yu memanggil namanya hanya untuk memberikan uang kembaliannya.


"Bagaimana tuan putri rasa bakpaonya?" tanya pelayan wanita yang berjalan dan meletakkan minuman di atas meja.

__ADS_1


"Enak. aku belum pernah memakan bakpao seempuk dan seenak ini. Oh iya, besok kita ke pasar lagi untuk membelinya lagi." ucap Putri Ying Xie yang bangun dan berjalan menuju meja makan.


"Ja... jangan tuan putri. Jika ketahuan kaisar, kita akan..."


"Sudahlah apa yang kau khawatirkan. Tidak akan terjadi apa-apa. Ya... ya... ayolah."


"Huff, baiklah jika itu keinginan tuan putri."


"Bagus. Besok kita akan menyamar lagi."


Keesokan harinya seperti biasa, putri Ying Xie keluar dari istananya. Ia menyamar seperti sebelumnya dengan pelayan perempuannya. Ia pergi kembali ke pasar untuk membeli bakpao cinta yang dijual oleh Feng Yu. Seperti biasanya, standnya selalu ramai oleh pembeli yang sedang mengantri sedari tadi pagi. Putri Ying Xie dan pelayan perempuannya ikut mengantri. Samar-samar ia mendengar percakapan Feng Yu dengan dua pelanggan pria.


"Tuan, kenapa bakpaomu sangat enak dan empuk? Aku belum pernah memakan bakpao seenak ini."


"Benar-benar. Istri dan anakku juga sangat menyukainya."


"Ahahaha... terima kasih, tuan-tuan terlalu memuji."


Mendengar salah satu pelanggan bertanya kepadanya tentang resep apa yang ia gunakan untuk membuat bakpao, Feng Yu hanya tersenyum. Dengan tenang ia menjawabnya.


"Tidak ada resep rahasia. Hanya pada saat akan membuatnya, harus dengan hati yang ikhlas dan penuh dengan cinta." jawab Feng Yu sambil tersenyum sumringah.


"Jadi, karena itulah tuan muda menamai makananmu bakpao cinta?"


"Kurang lebih begitu. Harapanku agar semua orang yang memakan bakpao ini, hidupnya akan dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan."


Mendengar jawaban Feng Yu, semua orang yang ada disana, berdecak kagum. Bahkan adik perempuannya, Xie Lang dan tuan putri yang juga mendengar perkataannya, sangat terkagum-kagum. Setiap hari, putri Ying Xie selalu menyelinap keluar dari istana hanya untuk pergi ke pasar membeli bakpao yang dijual oleh Feng Yu. Tanpa ia sadari, bahwa ayahnya yang seorang kaisar telah mengetahui perbuatan putrinya. Disisi lain di kamar kaisar, seorang pengawal berbaju hitam dengan menggunakan topeng hantu, berlutut di atas lantai.


"Seperti itu Yang Mulia."


"Terus awasi gerak gerik putri dan lindungi dia. Jangan sampai dia menyadari kalian mengikutinya secara diam-diam."


"Baik Yang Mulia."

__ADS_1


Pengawal itu memberi hormat dan pamit undur diri. Ia menghilang seperti bayangan hitam.


"Putriku rupanya sudah tumbuh dewasa." gumam kaisar.


Pagi Hari di Pasar


Seperti biasanya, putri Ying Xie pergi ke pasar dengan ditemani pelayanannya. Yang berbeda dari biasanya, ia datang jauh lebih pagi dari biasanya.


"Nona, tolong bungkuskan aku bakpao seperti biasanya." pinta putri Ying Xie kepada Xie Lang.


"Seperti biasanya? Maaf nona, aku tidak tahu bakpao isian apa yang biasa nona beli."


"Kenapa bisa tidak tahu? Aku adalah pelanggan tetap disini!"


"Maaf nona, mungkin saat itu yang melayani nona bukan kami berdua." tambah Feng Yue dengan senyum manis diwajahnya


"Benar juga. Yang selama ini melayani pesananku hanya Feng Yu, bukan kedua gadis yang berdiri di depanku ini." batin Ying Xie sambil memandang kedua wajah perempuan itu.


"Ada apa ini ribut-ribut?"


"Kakak, kau sudah datang. Pelanggan ini meminta pesanan seperti biasanya. Aku dan kak Xie tidak tahu, pesanan seperti biasanya yang dia maksud apa?"


Feng Yu melirik ke arah putri Ying Xie yang sedari tadi menatapnya.


"Kalian berdua, pergi siapkan yang lainnya. Biar pesanan dia, aku yang akan membungkusnya."


"Baik." jawab Feng Yue dan Xie Lang secara bersamaan.


Kedua gadis itu pergi meninggalkan Feng Yu sambil menyiapkan beberapa bahan yang akan digunakan nanti. Dengan sangat cekatan, Feng Yu membungkus beberapa pesanan bakpao dari pelanggan lainnya, termasuk pesanan putri Ying Xie. Tanpa sadar, matanya memandang ke arah Feng Yu yang masih sibuk membungkus pesanannya. Ia melihat Feng Yu yang membungkus pesanannya sangat rapi sesuai keinginannya. Saat Feng Yu hendak memberikan pesanannya kepada putri Ying Xie, tiba-tiba sebuah pedang terbang melayang dan merusak bungkusan yang hendak ia berikan kepada putri Ying Xie. Sontak keduanya kaget melihat ada pedang terbang yang melintas kearah mereka dan merusak bungkusan berwarna coklat yang berisi beberapa bakpao kesukaannya. Bakpao itu tumpah dan berceceran diatas tanah. Feng Yu yang melihat pedang terbang itu, terbang melayang dan mendarat di dalam sarung pedang yang ada di pinggang seorang pemuda yang sangat tampan yang duduk di atas kuda berwarna hitam. Pemuda itu menatap tajam ke arah Feng Yu kemudian pandangan matanya berpindah ke arah dua gadis yang bersembunyi di belakang punggung Feng Yu. Putri Ying Xie yang melihat pemuda itu dan merasa sangat mengenalinya, sangat terkejut melihat kedatangan dia disini. Pelayan yang mendampinginya terlihat sangat gemetar begitu melihat sosok pria tampan dan gagah itu, turun dari kuda yang ia tumpangi.


Pria itu berjalan mendekati putri Ying Xie dan menarik cadar yang ia kenakan untuk menutupi wajahnya. Sontak semua orang yang berada disana kaget melihat pemandangan ini, tak terkecuali Feng Yu, Xie Lang dan adiknya. Ternyata gadis bercadar yang sering datang membeli bakpaonya adalah seorang putri. Dan dia adalah anak perempuan dari kaisar negara Yue, putri Ying Xie.


"Dia adalah seorang putri?" gumam Feng Yu.

__ADS_1


__ADS_2