Love Villain System

Love Villain System
Misi Terakhir (6)


__ADS_3

Seminggu kemudian


Feng Yue perlahan-lahan mulai membuka kedua matanya. Ia melihat langit-langit atap kamarnya. Sesekali ia meringis kesakitan akibat luka di tangan kirinya. Ia pun berusaha untuk bangun dari tidurnya. Tiba-tiba ia terkejut melihat kakaknya, Feng Yu sedang tidur disampingnya. Tangan kanannya mencoba menyentuhnya kepala kakaknya, namun ia tarik kembali. Ia tidak ingin mengganggu kakaknya yang sedang tertidur pulas. Tiba-tiba, Feng Yu terbangun dan melihat Feng Yue (adiknya) sudah duduk dan terbangun lebih dulu. Melihat adiknya sudah terbangun, kedua mata Feng Yu berbinar.


"Kau sudah bangun?! Sejak kapan kau sudah terbangun?!"


"Barusan kak. Kakak, kau pasti sangat lelah. Istirahatlah."


"Tidak. Aku sudah cukup beristirahat. Yue, bagaimana keadaanmu?! Apa kau baik-baik saja?! Apa ada yang sakit?! Dimana yang sakit?! Cepat beritahu pada kakakmu ini!" oceh Feng Yu tanpa henti sambil memeriksa keadaan Feng Yue, adiknya.


"Aku baik-baik saja. Kakak tidak perlu khawatir."


"Dulu kau mengatakan hal ini padaku. Kau bilang, kau baik-baik saja. Tapi kenyataannya..."


"Aku minta maaf kak."


"Sudahlah. Yue, kenapa kau tega melakukan ini? Apa kau tidak memikirkan perasaanku?!"


"..."


"Kenapa kau diam saja?! Beritahu aku, apa yang membuatmu nekat melakukan hal itu?!"


"..."


"Baiklah, jika kau tak mau menjawabnya. Kakak berharap, kau tidak mengulangi perbuatanmu lagi. Kau adalah satu-satunya keluargaku di dunia ini. Apa kau ingin, kakakmu ini sendirian di dunia ini?!"


"Tidak! Tentu saja tidak!"


"Lalu, kenapa kau melakukan hal itu?!"


"Aku..."


Tiba-tiba dari luar terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang.


Tok... Tok... Tok...


"Kau tunggu sebentar ya. Kakak membukakan pintu dulu."


Feng Yue membalasnya dengan menganggukkan kepalanya. Feng Yu pun beranjak dari tempat duduknya. Ia pun berjalan menuju pintu dan membukanya. Dilihatnya Xie Lang sedang berdiri di depan pintu dengan Putri Ying Xie dan tunangannya, putra mahkota Li Haoxi. Melihat Xie Lang membawa kedua orang penting dari istana, Feng Yu memberi salam dan hormat kepada keduanya. Putri Ying Xie dan putra mahkota Li Haoxi membalasnya hanya di dengan menganggukkan kepalanya.


"Salam Yang Mulia Putri dan Putra mahkota." ucap Feng Yu sambil membungkukkan sedikit punggungnya ke arah mereka berdua.


Keduanya pun membalasnya dengan mengangguk pelan.


Dari dalam kamar, Feng Yue mendengar suara kakaknya yang sedang memberi hormat kepada putri Ying Xie dan putra mahkota. Hanya saja, Feng Yue tidak mengetahui putra mahkota siapa yang dimaksud oleh kakaknya. Ia berusaha untuk mengintip dari balik tempat tidurnya, namun kondisi badannya tidak memungkinkan untuk bergerak sedikitpun. Feng Yue pun pasrah dengan keadaannya sekarang ini.


"Feng Yu, bagaimana keadaan Yue?!" tanya Xie Lang.


"Dia baru saja siuman."

__ADS_1


"Syukurlah. Boleh kami bertiga masuk ke dalam?!" tanya Xie Lang kepada Feng Yu.


"Tentu saja. Silahkan masuk!" ucap Feng Yu sambil mempersilahkan ketiganya untuk masuk ke dalam kamarnya.


Xie Lang yang terlebih dahulu masuk ke dalam dan diikuti oleh Putri Ying Xie dan putra mahkota Li Haoxi dibelakangnya. Akhirnya ketiganya masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju tempat tidur, dimana Feng Yue sedang beristirahat. Feng Yu segera menutup pintu kamarnya dan menyusul mereka.


"Yue, bagaimana keadaanmu?!" tanya Xie Lang sambil duduk di samping Feng Yue.


"Aku baik-baik saja kak Xie. Maaf telah banyak merepotkanmu."


"Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit sedih dan menyesal. Mengapa kau melakukan hal yang membahayakan dirimu sendiri?!"


"Aku..."


"Yue, aku turut bersedih mendengar apa yang telah terjadi denganmu. Maaf, aku tidak bisa membantumu." ucap putri Ying Xie dengan wajah menyesal.


"Tidak apa-apa putri. Aku berterima kasih kepada tuan putri, yang telah jauh-jauh menyempatkan diri untuk mengunjungiku."


"Tidak masalah. Oh ya Yue, kau bisa menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi denganmu. Mungkin saja, aku bisa membantumu." ucap putri Ying Xie.


"Kenapa kau repot-repot menawarkan dirimu untuk menolongnya?! Kau pikir, kau siapa?!" ejek putra mahkota Li Haoxi kepada putri Ying Xie.


"Kau diam saja!" ejek putri Ying Xie sambil melirik ke arahnya.


Mendengar suara yang sangat familiar baginya, Feng Yue mulai memberanikan dirinya menatap ke arah sumber suara itu. Betapa kagetnya ia saat mendengar bahwa suara yang sangat familiar baginya, berasal dari putra mahkota Li Haoxi. Kedua tangannya mulai gemetaran. Feng Yue kembali menundukkan kepalanya. Raut wajah Feng Yue yang tadinya bersinar secerah mentari pagi, tiba-tiba berubah menjadi mendung. Xie Lang yang menyadari perubahan raut wajah Feng Yue, mulai mengalihkan pandangannya ke arah kedua tangan Feng Yue yang mulai gemetaran.


"Ahh... i... iya kak. Aku... aku sendiri tidak tahu. Mungkin..."


"Mungkin saja dia butuh istirahat. Kita sudah mengganggu waktu istirahatnya. Biarkan dia beristirahat." ucap Putra mahkota Li Haoxi sambil menatap ke arah Feng Yue dengan senyum menyeringai di wajahnya.


Feng Yue yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut putra mahkota Li Haoxi, mengingatkan ia dengan suara pria yang telah memperkosanya beberapa minggu yang lalu. Feng Yue semakin yakin bahwa pria yang telah memperkosanya adalah putra mahkota Li Haoxi, yang sedang berdiri menatapnya dengan senyum menyeringai di wajahnya. Melihat Feng Yue menatapnya dengan tatapan jijik, putra mahkota Li Haoxi mengernyitkan dahinya. Senyum mengejek mengembang di wajahnya. Kedua tangan Feng Yue semakin gemetaran dan diikuti bibirnya yang gemetar ketakutan. Melihat kondisi Feng Yue yang diliputi rasa takut di wajahnya, Xie Lang mencoba menenangkannya dengan menggenggam kedua tangan Feng Yue dengan erat.


"Yue, ada apa denganmu? Kau yakin, kau baik-baik saja sekarang?!"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Xie Lang kepadanya, Feng Yue hanya diam saja tanpa sepatah kata.


"Dia baik-baik saja. Terima kasih sudah mengkhawatirkan adikku, Xie Lang." ucap Feng Yu yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku aneh adiknya.


"Sama-sama Feng Yu." ucap Xie Lang sambil melepaskan genggamannya.


"Feng Yu, kalau begitu aku dan putra mahkota Li Haoxi pamit undur diri dulu. Jika kau butuh bantuan, datanglah ke istana dan temui aku. Aku akan membantumu sebisaku." pinta putri Ying Xie.


"Kau?!" teriak putra mahkota Li Haoxi kepada putri Ying Xie.


"Diam dan urus urusanmu sendiri!"


"Tsk!"


"Kalau begitu kami permisi."

__ADS_1


"Hati-hati Yang Mulia tuan putri dan putra mahkota." sahut Feng Yu sambil memberi salam dan hormat kepada keduanya.


Keduanya membalasnya dan segera pergi meninggalkan tempat itu, diikuti oleh Xie Lang yang berjalan di belakang mereka berdua. Feng Yu terlebih dahulu berjalan di depan untuk membukakan pintu untuk mereka bertiga.


Bam! (suara pintu ditutup dari dalam oleh Feng Yu.)


Feng Yu segera berjalan menuju adiknya yang masih duduk di atas kasurnya dengan kedua tangan yang masih gemetaran dan raut wajah yang ketakutan. Feng Yu yang melihat kondisi adiknya, hanya bisa mengepalkan kedua tangannya sambil menggertakkan giginya. Ia mencoba untuk bersikap tenang. Pelan-pelan ia menghembuskan nafasnya dan duduk di sebelah Feng Yue. Ia meraih kedua tangan adiknya yang masih gemetar ketakutan. Feng Yue yang melihat kedua tangannya digenggam erat oleh sang kakak, hanya bisa menoleh ke arahnya. Ia melihat raut wajah sang kakak yang mulai terlihat sedih.


"Ka... kakak." sapa Feng Yue dengan nada sedikit bergetar.


"Jika ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, katakan kepada kakak. Jangan kau simpan sendiri."


"Tapi...tapi, apa kakak akan mempercayaiku?!"


"Tentu saja kakak akan mempercayaimu, selama kau jujur padaku. Sekarang tidak ada siapapun disini. Hanya ada kita berdua saja di dalam kamar ini. Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau ketakutan?!" ucap Feng Yu sambil perlahan melepaskan genggaman tangannya.


"Kakak, apa kakak masih ingat tentang kejadian yang terjadi beberapa minggu yang lalu. Kejadian yang telah merenggut kehormatanku." ucap Feng Yue dengan bibir yang bergetar.


"Tentu saja aku mengingatnya. Kenapa kau mengungkit kejadian itu?!" tanya Feng Yu sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Aku memang tidak bisa melihat siapa orang yang telah memperkosaku, hanya karena kedua mataku ditutup oleh kain hitam. Tapi..."


"Tapi apa?!"


"Tapi, aku mengenal suara orang itu."


"Siapa dia?!"


"Orang yang telah memperkosaku... dia adalah... putra mahkota Li Haoxi!"


Deg!!!


Jantung Feng Yu seketika berdegup kencang mendengar perkataan yang diucapkan oleh sang adik. Namun, ia berusaha untuk tetap bersikap tenang di hadapan sang adik.


"Apa kau yakin dengan apa yang baru saja kau ucapkan?! Apa kau tahu, konsekuensinya jika kau mengatakan kebohongan?!"


"Aku sangat yakin kak. Aku sangat yakin jika orang yang telah memperkosaku adalah putra mahkota Li Haoxi! Kakak, apa kau tidak mempercayaiku?!" tanya Feng Yue sambil berkaca-kaca.


"Aku mempercayaimu. Hanya saja, kita membutuhkan bukti. Apa kau mempunyai bukti yang bisa menguatkan kesaksianmu?!"


Feng Yue lupa akan hal yang satu ini. Ia mulai tampak kebingungan. Bagaimana ia bisa mencari dan menemukan bukti untuk memperkuat kesaksiannya itu. Karena pada saat kejadian, tidak ada siapapun. Melihat adiknya sedang kebingungan, Feng Yu memeluk tubuh adiknya sambil menepuk lembut punggungnya.


"Kau tidak perlu khawatir. Kakak akan mencari tahu dan segera menemukan buktinya. Jadi, untuk saat ini... kau bersabarlah dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan keselamatanmu. Apa kau mengerti?!"


"Aku mengerti kak." jawab Feng Yue sambil memeluk erat kembali tubuh kakaknya.


Feng Yu bisa merasakan air mata adiknya yang mulai membasahi bahunya. Suara isak tangisnya menandakan bahwa hatinya sangat terluka mengingat kejadian kelam yang terjadi padanya.


"Yue, kau tidak perlu khawatir. Kakak akan mencari keadilan untukmu. Akan ku buat orang-orang yang menyakitimu, termasuk Putra mahkota Li Haoxi merasakan apa yang dinamakan hidup segan mati tak mau!!!" batin Feng Yu dengan tatapan yang sangat mengerikan di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2