Love Villain System

Love Villain System
Bertemu Musuh Bebuyutan (3)


__ADS_3

Seolah tak mendengarkan Feng Yu yang sedang memohon kepadanya, putra mahkota Li Haoxi langsung melancarkan serangannya ke arah Feng Yu. Ia menembakkan sebuah pusaran angin tornado yang berbentuk menyerupai bola, tepat di hadapan Feng Yu. Dengan cepat, Feng Yu segera menghindarinya. Ia melompat terbang dan melakukan gerakan salto memutar dan mendarat di atas dahan pohon besar. Ia melihat kekuatan pusaran angin tornado milik putra mahkota Li Haoxi sangat luar biasa. Pusaran angin tornado itu tidak hanya membuat lubang besar di atas tanah, tapi juga membuat area di sekitar lubang besar itu sedikit membeku.


"Ini gila! Ya Tuhan, aku sedang tidak bermimpi kan?!" gumam Feng Yu sambil menggosok matanya dengan kedua tangannya.


Putra mahkota Li Haoxi yang menyadari Feng Yu menghindari serangannya, ia berbalik menatap ke arah dimana Feng Yu berada. Melihat Feng Yu berada di atas pohon, putra mahkota Li Haoxi langsung melancarkan serangannya lagi ke arah Feng Yu. Feng Yu dengan cepat menghindari setiap serangan yang ditujukan kepadanya. Ia berlari, melompat dari pohon satu ke pohon yang lain. Terkadang ia terbang untuk menghindari serangan di udara.


"Mau sampai kapan kau akan terus menghindar!!!" ejek putra mahkota Li Haoxi.


"Sialan, bocah tengik ini! Berani sekali dia mengejekku! Jika bukan karena poinku yang sedikit, akan kulumatkan kau menjadi bubur!" umpat Feng Yu.


Feng Yu terus menghindari setiap serangan yang ditujukan kepadanya. Ia melihat putra mahkota Li Haoxi sedang kelelahan dan panik, melihat dirinya yang hanya terus menghindari serangannya, dan tidak melakukan serangan balik kepadanya. Ini membuat dirinya semakin marah. Putra mahkota Li Haoxi mulai berhenti menyerangnya. Ia mengeluarkan sebuah pedang miliknya dari ruang penyimpanan miliknya. Feng Yu yang melihat putra mahkota Li Haoxi mengeluarkan pedang dari ruang penyimpanannya, semakin takjub dan terpukau dengan pemandangan di depan matanya. Ini adalah pengalaman luar biasa dalam hidupnya, saat ia bertransmigrasi ke tubuh orang lain dan berada di zaman feodal. Selama ini ia hanya melihat efek visual yang sangat menakjubkan dalam permainan game online-nya. Putra mahkota Li Haoxi mulai mengayunkan pedangnya di udara. Feng Yu yang tidak mempunyai pedang di tangannya, hanya bisa mengandalkan jarum perak beracun yang ia selipkan di dalam jubahnya.


"Kau benar-benar membuatku sangat marah! Mari kita selesaikan sekarang!" bentak putra mahkota Li Haoxi sambil mengacungkan pedangnya ke arah Feng Yu yang berjarak tiga meter dengannya.


Disisi lain, Feng Yu yang sudah mempersiapkan dirinya untuk melakukan serangan balik kepada Putra mahkota Li Haoxi, hanya tersenyum dingin kepadanya. Putra mahkota Li Haoxi yang melihat dirinya sedang di tatap oleh Feng Yu, membuatnya semakin gatal untuk membunuhnya.


"Feng Yu, berlututlah dan memohon ampun kepadaku selagi ada waktu untuk menyesalinya?!" ejek putra mahkota Li Haoxi dengan senyum seringai di wajahnya.


"Heh, berlutut kepadamu?! Jangan mimpi di siang bolong! Aku tidak akan berlutut memohon ampun kepadamu, sekalipun kau seorang putra mahkota dari negara tetangga, aku tidak gentar kepadamu!"


"Hooo... nyali yang sangat besar juga. Aku apresiasi keberanianmu. Tapi dimataku, kau tidak lebih dari seekor semut! Hiyaatttt!!!" teriak putra mahkota Li Haoxi sambil berlari menghampiri Feng Yu dengan membawa pedangnya dan mengacungkannya ke arah Feng Yu.


Saat pedang putra mahkota Li Haoxi mulai mencapai leher Feng Yu, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan putri Ying Xie.


"Hentikan!" teriak Putri Ying Xie.


Putra mahkota Li Haoxi segera berhenti. Bilah ujung pedang milik putra mahkota Li Haoxi, berhenti tepat di depan leher Feng Yu. Ia menarik pedangnya dan menoleh ke belakang. Ia melihat ekspresi wajah putri Ying Xie yang sangat marah kepadanya. Kemudian ia berjalan menuju ke arah mereka berdua. Putri Ying Xie menatap putra mahkota Li Haoxi kemudian berbalik menatap Feng Yu.


"Kalian berdua itu kekanak-kanakan sekali! Tidak bisakah kalian membicarakan hal ini secara baik-baik, tanpa ada kekerasan?!"


"Maaf putri , Kau telah salah paham terhadap kami berdua. Aku hanya bermain-main dengannya."


"Itu benar. Sayang, ayo kita pulang." ajak putra mahkota Li Haoxi sambil mengulurkan tangan kanannya kepada putri Ying Xie.

__ADS_1


"Humph! Kalian berdua pikir aku itu wanita yang mudah untuk kalian bohongi?!"


Mendengar Putri Ying Xie memarahi mereka berdua, keduanya hanya bisa diam tanpa kata. dan tertunduk. Seolah nasehat dan celaan yang mereka dengar dari putri Ying Xie, hanya dianggap angin lalu. Tiba-tiba, mereka bertiga dikagetkan oleh suara seorang wanita yang berasal dari belakang. Ketiganya langsung menoleh ke arah belakang. Dan dilihatnya Xie Lang bersama adik perempuannya, Feng Yue. Yang menarik, putra mahkota Li Haoxi sangat terkejut melihat Feng Yue, gadis manis yang ia temui dipasar tadi pagi.


"Kakak." teriak Feng Yue kepada kakaknya sambil berjalan menghampirinya dan di temani oleh Xie Lang disampingnya.


"Yue? Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Feng Yu terkejut.


"Aku khawatir denganmu.".


"Jadi gadis manis ini adalah adik dari Feng Yu?! Huff... sungguh sangat disayangkan!" batin putra mahkota Li Haoxi sambil menatap tajam ke arah Feng Yue.


"Sudah kubilang, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Segeralah pulang!".


"Kau yakin baik-baik saja kak? Lehermu hampir saja putus kan?!"


"Itu karena kau terlalu paranoid?!"


"Kakak."


"Benar apa yang dikatakan oleh Xie Lang. Yue, segeralah pulang. Nanti aku akan menyusul kalian."


"Baiklah kak. Yang Mulia putri Ying Xie dan putra mahkota Li Haoxi, aku mewakili kakakku untuk meminta maaf kepada kalian berdua. Tolong terimalah permintaan maafku ini." kata Yue sambil memberi hormat kepada keduanya.


"Kau tenang saja. Aku sudah memaafkannya." jawab Putri Ying Xie.


"Aku tidak."


"Apa maksudmu Li Haoxi?!" bentak putri Ying Xie sambil menatap tajam ke arahnya.


"Aku bilang aku tidak memaafkannya, kecuali jika... kau menemani aku malam ini!" teriak putra mahkota Li Haoxi sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Feng Yue.


Betapa terkejutnya Feng Yue mendengar hal itu, tak terkecuali Feng Yu tidak terima adiknya diperlakukan tidak senonoh oleh pria lain, terlebih itu dilakukan oleh putra mahkota Li Haoxi.

__ADS_1


"Jangan kurang ajar kau!"


"Bagian mana dariku yang kurang ajar? Bukankah ini impas. Kau membawa keluar tunanganku bersamamu selama seharian. Bagaimana jika aku menginginkan hal yang sama, yaitu meminta dia untuk menemaniku meski hanya semalam?!" sindir Putra mahkota Li Haoxi.


"Li Haoxi! Kau jangan keterlaluan! Aku sendiri yang meminta Feng Yu untuk menemaniku. Dan ayahku juga sudah mengizinkan aku untuk pergi dengannya! Kau tidak berhak untuk melarangku!"


"Kau juga tidak berhak untuk melarangku, bukan?! Karena kita belum menikah dan menjadi pasangan yang sah."


"Kau!" ucap putri Ying Xie dengan nada kesal.


"Tuan putri, aku tidak apa-apa. Aku akan menemaninya malam ini. Lagipula, apa yang perlu dikhawatirkan?!"


"Yue, jangan macam-macam kau! Kau tidak akan tahu hal apa yang akan terjadi diantara pria dan wanita?!"


"Humph. Kau benar. Tapi aku tidak akan tertarik dengan adik perempuanmu itu."


"Brengsek!" umpat Feng Yu sambil mengepalkan tangannya.


"Kalau begitu tidak perlu lama lagi. Kau, ikuti aku sekarang. Kita akan masuk ke dalam kereta kuda." perintah putra mahkota Li Haoxi kepada Feng Yue.


"Berdua? Lalu bagaimana dengan kak Xie Lang?"


"Aku sudah menyiapkan kereta kuda untuknya. Ayo pergi! perintah putra mahkota Li Haoxi kepada Feng Yue.


"Yue."


Feng Yue menoleh ke arah kakaknya. Keduanya bertemu pandang satu sama lain.


"Jaga dirimu."


"Iya kak."


Melihat Feng Yue masuk ke dalam kereta kuda, berdua bersama putra mahkota Li Haoxi, membuat dirinya sedikit khawatir. Kereta kuda Feng Yue sudah pergi terlebih dahulu. Sementara Xie Lang masuk ke dalam kereta kedua dan segera meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Kenapa firasatku tidak enak. Feng Yue, meski aku bukan kakak kandungmu, aku berharap kau baik-baik saja." batin Feng Yu dengan ekspresi penuh cemas di wajahnya.


__ADS_2