Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 19 Mafia AHM


__ADS_3

"Lepaskan Aku awwwww tidak!" Flower Michelin berteriak dengan sangat keras seraya berusaha mendorong tubuh suaminya yang sedang mengungkungnya.


Frederico Patria menghentikan hentakannya dibawah sana ketika Flower Michelin berusaha untuk bangun dan mencakar wajahnya. Dirinya yang sedang sangat menikmati cengkraman kuat milik istrinya itu terpaksa harus berhenti sejenak.


Ia mulai membujuk perempuan cantik itu dengan kata-kata yang sangat manis. "Flo sayangku, ada apa? Apa Aku menyakitimu?"


Flower Michelin mengangguk pelan kemudian menangis. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dengan Isakan yang begitu menyayat hati. Perempuan itu berusaha untuk membuang bayang-bayang kelam peristiwa yang sangat menyakitkan hatinya itu.


"Flo sayangku, Kalau Aku menyakitimu. Maafkan Aku ya?" bisik Frederico Patria dengan perasaan yang ikut sedih. Ia membuka tangan istrinya itu kemudian menciuminya dengan sangat lembut.


"Lihat wajahku Flo, betapa Aku sangat menginginkanmu sayangku," lanjut pria itu seraya meraih dagu istrinya agar mau menatapnya yang sedang berada di atas puncak saat ini. Ia tak akan malu menampilkan dirinya yang akan menjadi budak seorang Flower Michelin.


Perempuan cantik yang tidak lagi gadis itu menuruti perkataan suaminya. Ia menatap wajah Frederico Patria yang sedang menatapnya dengan tatapan berkabut hasrat. Perempuan itu berkedip lucu saat merasakan sebuah kedutan lembut dari sebuah benda tumpul dan menyesakkan di di dalam inti dirinya.


"Kenapa sayangku?" tanya pria itu dengan senyum samar dibibirnya. Flower Michelin menutup kembali wajahnya karena merasa pipinya menghangat karena malu. Ia tidak ingin menjawab. Dan ia berharap pria yang sedang menguasai dirinya saat ini tidak lagi bertanya.


Frederico Patria mulai menggerakkan pinggulnya kembali. Ia merasa kalau istrinya sudah sangat tenang dan menikmati apa yang ia lakukan. Dengan perlahan dan sangat lembut ia melanjutkan tugas Patria junior dengan ritme yang sangat memabukkan bagi mereka berdua.


"Aaaaaw tolong lepaskan aku! tidak!" kembali Flower berteriak keras karena rasa nikmat yang diberikan oleh suaminya dikalahkan oleh rasa takut dan juga benci saat ia merasakan hal yang sama seperti malam itu. Ia merasakan dirinya kembali dicabik-cabik dan dilecehkan dengan sangat kejam dan biadab.


"Aaargh!" Frederico Patria tidak menghentikan gerakannya meskipun Flower Michelin menolak dan mendorongnya lagi dan lagi.


"Lepaskan Aku! kumohon biarkan Aku pergi, huaaaaa!'


"Flo, sedikit lagi sayangku. Kumohon diamlah!" Frederico Patria terus mendorong dan menekan dengan gerakan cepat agar ia bisa menyelesaikan tugas junior dibawah sana. Pria itu sungguh tidak bisa berhenti dan semakin tersiksa dalam kenikmatan karena tubuh Flower yang tidak berhenti bergerak.


"Flo, Aaaaargh, kamu bisa membuatku gila sayang Aaaaargh!"

__ADS_1


"Hentikan brengsek! Aku , Aaaaaaaaw ahhh." Keduanya saling berteriak seiiring rasa sakit, nikmat, dan lezat yang mereka rasakan bersama. Sampai Frederico Patria benar-benar sudah tak sanggup lagi bertahan dan berhasil meledakkan dirinya di dalam tubuh perempuan yang sedang mengandung bayi kembarnya.


"Terimakasih banyak Flo, Aku sangat mencintaimu sayangku," ujarnya pelan dengan perasaan bahagia yang membuncah. Ia pun segera menarik kembali Patria Junior dan meraih tissue untuk membersihkan istana sang istri yang sangat indah dimatanya itu.


Ia sudah berjanji akan menjaga gaun pengantin yang sedang digunakan istrinya itu agar tetap bersih dan tidak terkena noda sedikitpun.


"Kamu luar biasa Flo," bisik pria itu seraya meraup bibir isterinya dan mengulumnya sangat lembut. Flower Michelin hanya tersenyum kemudian menutup matanya. Ia benar-benar sangat lelah denda apa yang baru saja terjadi dengan suami barunya itu.


"Sungguh kamu membuatku sangat puas sayang. Dan kamu tahu? yang tadi malah lebih nikmat daripada yang dulu. Kamu semakin lezat dan mengigit," lanjut Frederico Patria dengan senyum puas diwajahnya.


Pria itu pun kemudian meninggalkan istrinya yang tiba-tiba membuka matanya dengan lebar.


Deg


"Apa?"


"Apa yang dikatakannya tadi?"


🌺🌺🌺


"Apa ada sesuatu yang terjadi dan tidak Aku ketahui Tuan?" tanya George dengan tatapan menyelidik. Ia bisa melihat bibir putra Ferguson itu tidak berhenti mengulas senyum di wajahnya yang tampak semakin tampan.


"Hem, George. Aku sangat senang sekali. Rasanya hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku," jawab pria itu seraya memandang seluruh isi ruangan yang masih dipenuhi oleh para tamu yang sedang berdansa dengan pasangan masing-masing.


"Apakah Anda sudah?" George menatap kembali pria itu dengan wajah penasaran. Frederico Patria tersenyum kemudian mengangguk.


"Aku masih punya tabungan yang belum kuserahkan untuk Flo dan bayi-bayiku George. Aku ingin kamu menyerahkannya untuk yayasan sosial. Aku ingin berbagi bahagia untuk mereka semua."

__ADS_1


"Anda sudah banyak menyerahkan harta anda Tuan. Apa anda tidak takut Nyonya Flower akan mengkhianati anda dan membuat Anda menderita?"


Frederico Patria tersenyum lebar kemudian menyentuh bahu sang asisten. Ia pun berucap dengan nada ringan.


"Tidak masalah George. Mereka bertiga pantas mendapatkannya. Dan ya kamu kan kaya. Aku akan menumpang hidup di Rumahmu jika itu terjadi, hahahaha," jawab Pria itu dengan tawa yang terasa ringan dan bahagia.


Entah kenapa George merasakan hatinya tidak nyaman. Ia pun memaksakan dirinya untuk tersenyum.


"Ingat apa kataku George. Bayi-bayi kembarku akan hidup lebih baik daripada diriku. Dan kamu adalah uncle yang sangat baik. Kamu pasti kuat untuk menjaganya 'kan?"


"Apa yang anda bicarakan Tuan. Saya ini juga ingin menikah dan hidup bahagia seperti anda. Dan tugas menjaga bayi-bayi kembar lucu itu adalah tugas Daddynya sendiri."


"Kamu berani menantang Aku George?!" Mata tajam Frederico Patria seakan menembus jantung George sang asisten. Sekali lagi pria itu merasakan rasa yang sangat tidak nyaman di dalam dirinya.


"Ah tidak Tuan. Aku tidak akan berani menantang mu. Aku hanya berharap bisa segera mempunyai bayi kembar juga. Agar kita bisa menjaganya bersama."


"Kamu benar George. Aku akan menyampaikan hal ini pada Ayahku jika ia bisa datang melihat cucunya," jawab Frederico Patria dengan wajah yang tiba-tiba murung.


George tersenyum kemudian menarik nafas panjang. Ia sangat tahu kalau Tuan mudanya ini masih ada masalah dengan Ferguson sang Ayah. Dan saat pernikahan putranya pun pria tua itu tidak datang untuk memberikan restunya.


Mereka berdua saling terdiam dengan pikiran masing-masing. Sementara itu Flower Michelin yang sudah memperbaiki dandanannya kini ikut bergabung di pesta itu kembali. Dari jauh ia memperhatikan suaminya yang sedang bercakap dengan George sang asisten.


Pengantin perempuan itu merasakan hal yang sangat aneh dengan kata-kata suaminya beberapa saat yang lalu. Dan saat ini ia sedang ingin membuktikan sesuatu.


🌺🌺🌺


*Tobe Continued.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2