
Pria itu tidak menjawab tetapi langsung meraih bibir Maggie Smith dan mengulummnya sangat lembut. Ia ingin menyampaikan perasaannya lewat sentuhan saja.
Maggie Smith sempat terbuai dan ikut membalas. Akan tetapi ia segera melepaskan dirinya saat George semakin berusaha untuk mengeksplore mulutnya lebih dalam lagi.
"Katakan padaku kenapa kamu lakukan ini padaku George?" tanyanya dengan mata memandang lurus dua bola mata abu-abu milik pria itu. Mereka berdua saling menatap mengantarkan rasa yang membuncah.
"Karena hanya saya yang boleh bersamamu Mag. Bukan Gerald dan juga bukan yang lainnya, mengerti kamu?" jawab George kemudian meraih kembali bibir Maggie Smith. Ia masih sangat ingin merasakan kembali daging kenyal yang terasa sangat manis itu.
Baru saja pria itu menyentuh permukaan bibirnya. Maggie Smith langsung menjauhkan wajahnya. Ia tidak ingin menyerahkan kembali dirinya meskipun ia juga sangat menginginkannya.
Sungguh ia ingin merasakan ciuman pria itu lagi tetapi ia berusaha untuk bertahan sampai George menyatakan cinta padanya.
"Maggie, ada apa denganmu?" George bertanya dengan wajah kecewa akan tetapi Maggie Smith hanya tersenyum.
"Apa kamu menginginkan orang lain?" tanya George lagi seraya melepaskan rengkuhannya pada pinggang perempuan cantik itu. Ia kembali merasa kecewa karena orang yang sangat ia harapkan menolaknya.
"Saya akan pulang. Selamat malam Mag," ujar George kemudian berbalik dan meninggalkan Maggie Smith yang mulai tampak kesal.
"Pulanglah, dan Aku akan meminta Gerald untuk menemaniku sepanjang malam ini!" balas perempuan itu dengan tangan mengepal. Hatinya sangat kesal saat ini. Sungguh ia tidak tahu kenapa bisa menyukai pria dingin dan tidak peka seperti itu.
George menghentikan langkahnya kemudian berbalik kembali dan memandang perempuan cantik yang juga sedang memandangnya.
"Katakan sekali lagi!" titahnya dengan rahang mengeras.
__ADS_1
"Kamu sudah berpamitan padaku. Jadi pergilah. Aku akan meminta Ger... Aaaaakh!" Maggie Smith belum menyelesaikan kalimatnya tubuhnya sudah digendong oleh George ala bridal style dan dibawanya melangkah ke arah dalam rumah itu.
"George! kamu membuatku kaget!' teriak perempuan itu dengan histeris.
"Turunkan Aku!"
"Katakan dimana letak kamarmu!" pria itu tidak menggubris teriakan perempuan itu. Ia terus saja melangkah menyusuri ruangan demi ruangan di dalam Rumah itu dan kemudian berhenti di depan sebuah kamar yang bertuliskan nama Maggie Smith di daun pintunya.
Pria itu mendorongnya kemudian memasuki kamar itu. Tubuh Maggie Smith ia simpan pelan-pelan di atas ranjang itu kemudian berucap,"Ini sudah tengah malam. Tidurlah. Dan jangan pernah berpikir untuk menghabiskan sisa malam ini dengan orang lain."
Maggie Smith merasakan hatinya berdebar. Entah kenapa ia merasa sangat senang dengan perhatian pria itu padanya. Ia pun menarik tangan pria itu saat ingin pergi meninggalkannya sendiri di sana.
"Jangan pergi George, Aku ingin kamu yang menemaniku malam ini dan seterusnya," ucap perempuan itu dengan tatapan memohon. Goerge tersenyum kemudian menghampiri Maggie yang masih dalam posisi berbaring.
Maggie Smith mengalungkan tangannya ke leher kuat pria itu sementara George semakin memperdalam ciumannya yang memabukkan bagi perempuan itu.
"George...," Maggie Smith tak kuat bertahan. Persediaan oksigen yang dimilikinya sepertinya sudah dihabiskan oleh pria yang sedang menindih tubuhnya saat ini.
"Tidurlah Mag, saya takut mengambil sesuatu yang sangat berharga darimu sayangku," bisik pria itu dengan suara bergetar menahan hasrat yang sudah berada di ubun-ubunnya.
"Kamu pikir Aku bisa tidur setelah apa yang kamu lakukan ini George?" balas perempuan itu seraya menyentuh bibir pria itu dengan ibu jarinya. Maggie Smith tidak ingin membiarkan pria itu pergi dan meninggalkannya saat ini.
George tersenyum. Ia sangat mengerti kalau perempuan yang ada dibawah kungkungannya ini pasti menginginkan hal lebih dari dirinya. Dan ia akui kalau ia juga sangat menginginkan hal yang sama.
__ADS_1
"Tidurlah Mag, Saya akan menemanimu di sini," ujar George kemudian mengecup kening perempuan itu dengan sangat lembut.
"Saya takut pada Tuan Smith. Orang tuamu akan mengatakan apa, jika ada pria yang sedang berada di dalam kamarmu di saat tengah malam seperti ini Hem," lanjut pria itu kemudian menyusuri wajah Maggie dengan jari-jarinya.
Maggie Smith menutup matanya merasakan sensasi indah dari sentuhan-sentuhan jari pria itu padanya. Ia sungguh sangat berharap pria itu tidur di sini bersamanya.
"Saya mencintaimu Mag. Tidurlah." ujar Pria itu dengan suara yang sangat pelan kemudian mengecup bibir Maggie singkat.
Ia segera turun dari tubuh perempuan itu kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu. Berlama-lama di dalam kamar yang sudah mulai terasa panas itu bisa-bisa membuatnya lupa diri.
Maggie Smith tersenyum. Perempuan itu menyentuh dadanya yang rasanya mengeluarkan bunyi genderang yang sangat ribut.
"George menyatakan dirinya mencintaiku, oh My...Aku sangat gembira." perempuan itu menutup wajahnya yang terasa menghangat. Ia benar-benar sangat bahagia saat ini. Dan ia yakin ia tidak akan bisa tidur nyenyak malam ini.
Sementara itu George merasakan rasa lega dihatinya karena telah mengucapkan kalimat yang sangat sakral itu pada perempuan yang sangat menggangu ketenangan hidupnya akhir-akhir ini.
"Berhenti kamu!" langkahnya yang sudah hampir mencapai pintu rumah itu langsung berhenti. Ia merasakan aura berbahaya pada suara berat dari arah belakangnya.
πΊπΊπΊ
*Tobe Continued.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading π