Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 46 Mafia AHM


__ADS_3

"Kamu mau kemana Hem?" tanya Frederico lagi seraya menatap lurus kedalam bola mata Flower sang istri. Tangannya ia gunakan untuk merengkuh pinggang ramping perempuan itu agar semakin merapat ke tubuhnya.


"Fred? kamu?" perempuan itu baru bisa mengeluarkan suaranya setelah ia berhasil menguasai perasaannya.


"Iya Flo, ini Aku sayang," jawab Frederico Patria seraya mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri. Keningnya ia sentuh kan pada kening Flower. Hingga deru nafasnya yang memburu sangat bisa dirasakan oleh isterinya.


Flower Michelin merasakan hal yang sama. Dadanya begitu sesak dengan nafas yang ikut memburu. Mereka berdua seolah-olah baru saja tiba dari perjalanan yang sangat jauh.


"Flo, Aku sangat merindukanmu sayangku," bisik pria itu dengan perasaan yang sangat tersiksa. Ia ingin meraih bibir isterinya dan mengulummnya lembut tapi tubuhnya langsung terdorong kuat oleh tangan Flower Michelin. Rengkuhannya pun terlepas.


Tubuh mereka berdua langsung berjarak. Mereka saling menatap dengan perasaan resah dan gelisah.


"Siapa kamu?!" tanya Flower dengan tatapan tajam. Ia hampir saja terbuai kembali dengan sosok yang sangat mirip dengan suaminya itu. Dan sekarang Ia jadi takut kalau yang ada dihadapannya adalah hanya sebuah ilusi.


"Aku suamimu Flo," jawab Frederico Patria seraya melangkah mendekat. Ia kembali mengikis jarak dengan istrinya itu.


"Oh tidak! Fred sudah lama pergi meninggalkanku!" teriak perempuan itu dengan tangan menutup kupingnya.


"Jangan coba-coba untuk mendekat!"


"Keluar kamu dari kamarku! Dan jangan mencoba untuk mengajak Aku melakukan hal yang tidak benar!"


"Flo sayangku, ini aku suamimu!" Frederico kembali meraih tubuh istrinya dan memberinya pelukan agar ia terasa sangat nyata bagi isterinya itu.


Ia pun segera meraih bibir Istrinya dan memberinya satu lummattan yang sangat bisa menenangkanm Dan juga sebagai bukti kalau ia nyata dan bukan ilusi.


Pria itu menekan tengkuk istrinya agar ia semakin bisa memperdalam ciumannya. Tak lama kemudian Flower pun mulai membalasnya. Ia bahkan berani menyerahkan lidahnya untuk dihisap oleh pria yang ia anggap ilusi itu.


"Hmmmpt..." Flower Michelin melenguh pelan di dalam mulut suaminya. Persediaan oksigen yang ia punya pun rasanya sudah dihisap habis oleh pria dominan itu.


Frederico Patria pun akhirnya melepaskan tautan bibir mereka berdua kemudian ia menatap mata istrinya itu dengan rasa rindu yang meluap-luap.

__ADS_1


"Kamu bukan suamiku!" ucap Flower Michelin dengan suara pelan bagaikan bisikan. Ia berusaha mendorong tubuh pria itu lagi agar menjauh darinya.


"Kenapa Flo? Apakah kamu sudah melupakan rasa ciuman ku sayang?" tanya Frederico dengan perasaan yang berubah kecewa. Ia pikir Flower membalas ciumanmya karena tahu bahwa ia adalah ayah dari anak-anak yang telah dilahirkannya itu.


"Suamiku sangat mencintaiku. Ia tidak mungkin meninggalkan Aku dengan kerinduan yang sangat menyiksa seperti ini," jawab perempuan itu dengan debaran yang sangat keras di dadanya.


"Flo..."


"Frederico jahat. Ia tega membiarkan Aku menanggung beban ini sendiri, hiks. Aku membencinya..." racau Flower Michelin dengan perasaan campur aduk.


Saat ini ia sedang berada pada situasi yang ia sendiri tidak tahu apa itu. Marah dan rindunya rasanya bercampur menjadi satu dan berhasil mengaduk-aduk perasaannya.


Sungguh ia sangat marah pada pria yang sangat dirindukannya ini.


"Flo sayangku... maafkan Aku..." Frederico Patria meraih kembali tubuh istrinya yang bergetar karena tangis. Ia mengelus lembut punggungnya untuk memberikannya ketenangan.


"Kamu jahat Fred, kamu sangat jahat padaku, hiks," ucap Flower Michelin seraya memukul punggung suaminya dengan pelan.


Flower Michelin pun melepaskan pelukan suaminya kemudian ia menatap mata elang pria itu.


"Katakan padaku Fred, kenapa kamu siksa Aku seperti ini?" tanyanya dengan suara bergetar. Frederico tersenyum kemudian menyentuh bibir Istrinya dengan ibu jarinya.


"Aku tidak tahu sayang. Tapi sungguh aku yang lebih tersiksa dengan kerinduan ini Flo, Aku sungguh tidak bisa jauh darimu sayangku," jawab pria itu kemudian menenggelamkan dirinya ke ceruk leher perempuan itu.


Pria berbahaya itu bagaikan seorang bayi sekarang. Ia begitu sangat menginginkan belaian dan kasih dari seorang perempuan yang sangat dicintainya.


Pria itu pun menyusuri leher jenjang itu dengan bibirnya sampai ke tulang selangka isterinya. Flower menjerit pelan saat pria itu menghisapnya dengan sangat keras.


"Aaahh Fred," dessah Flower Michelin seraya meremas bahu suaminya. Sensasi nikmat yang pernah ia rasakan dulu kini ia rasakan kembali. Syaraf-syarafnya seakan mengantarkan begitu banyak pesan indah yang ingin segera dituntaskan.


Mereka berdua sedang berada dalam dimensi yang berbeda sekarang. Keduanya bagaikan dua orang yang baru dari perjalanan jauh yang sangat lapar dan kehausan.

__ADS_1


Frederico Patria meraih, menyentuh, dan bahkan menghisap dengan sangat haus sumber minum yang ada dihadapannya. Ia begitu terpukau dengan bentuknya yang semakin menggoda sejak ia tinggalkan beberapa bulan yang lalu.


"Kamu semakin cantik dan indah Flo," bisiknya dengan suaranya yang penuh hasrat tak terbendung. Ia menatap tubuh istrinya itu dengan penuh pemujaan. Usia 18 tahun depan bentuk tubuh yang sangat proporsional dan membuatnya gila.


Pria itu sungguh rakus sekarang. Rasanya ia ingin menelan istrinya bulat-bulat. Kedua tangannya berfungsi dengan sangat baik begitupun bibirnya. Semuanya ia kecup tanpa sisa hingga Flower Michelin menggelinjang nikmat.


Flower pun tidak tinggal diam. Ia semakin pintar memberikan kepuasan pada suaminya. Seluruh tubuh Frederico Patria juga ia perlakukan sama. Ia sentuh dan berikan kecupan sayang penuh hasrat.


Hingga ia berhenti pada sebuah tatto kalajengking dibagian bawah pusar suaminya. Ia membelai gambar itu dengan jari-jarinya kemudian ia memberikannya kecupan-kecupan kecil hingga membuat Frederico Patria merasakan sesuatu yang luar biasa.


"Aaargh Flo sayangku..." Pria itu mengerang frustasi. Tubuhnya menegang sempurna. Flower Michelin tersenyum bahagia. Ia suka mendengar suaminya berteriak memanggil namanya.


Dan sekarang ia ingin berpindah ke sebuah benda lain didekat tatto itu. Sebuah benda yang sangat indah dimatanya dan membuat adrenalinnya terpacu sangat kuat.


"Flo... Aaaaargh sayangku...." Frederico Patria benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa. Ia sampai mencengkram kuat bongkahan daging dibagian belakang istrinya saat perempuan itu dengan sangat lembut mempermainkannya.


"Fred..." Perempuan itu ikut mendesis saat suaminya melakukan hal yang sama padanya.


🌺🌺🌺


Dahlah...


Cut


Cut


*Tobe Continued.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2