
"Fred, jawab pertanyaanku?!" pinta Flower dengan tatapan lurus ke bola mata suaminya. Frederico Patria tersenyum kemudian meraih tangan istrinya yang terbebas dari jarum infus.
Ia mengecupnya dengan lembut kemudian menjawab dengan sebuah pertanyaan lagi," Kenapa kamu ingin tahu Flo?"
Flower langsung melotot kesal dan berusaha untuk bangun dari posisinya. Tangannya yang dipegang oleh suaminya langsung ia sentak.
"Apa hubunganmu dengan perempuan jahat itu Fred?!" Sekali lagi ia bertanya dengan nada kesal dan menuntut.
"Aku tidak punya hubungan apapun dengannya," jawab Frederico dengan senyum samar diwajahnya. Ia tahu kalau istrinya sekarang ini pasti sedang cemburu. Dan ia sangat suka itu.
"Bohong!"
"Eh? Kamu tidak percaya padaku sayang?"
"Tidak! Karena kamu masih merupakan misteri bagiku Fred! Kamu menyembunyikan banyak hal dariku. Dan Aku sangat tidak suka itu!" salak Flower dengan tatapan tajam pada wajah suaminya.
"Aku benci pembohong. Dan kamu ingin mengulangi kesalahanmu yang dulu padaku hah?!" lanjut perempuan itu dengan mata berkaca-kaca. Emosinya benar-benar sedang berada di puncak sekarang.
"Sayang, jangan seperti ini. Aku mencintaimu Flo. Dan Apa yang ada pada diriku sudah kamu tahu semuanya. Tidak ada yang Aku sembunyikan padamu." ujar Frederico berusaha menjelaskan keadaannya.
"Kamu belum jujur padaku tentang hubunganmu dengan perempuan jahat bernama Rose Byrne itu!"
"Aku jujur Flo. Aku tidak punya hubungan apa pun dengannya." jawab pria itu berusaha mempertahankan pengakuannya.
"Kamu bohong Fred! Apa karena perempuan itu sudah kamu lenyapkan sehingga kamu tidak lagi ingin mengakuinya hah?!"
Flower tetap bertahan dengan tuduhannya pada suaminya itu hingga Frederico hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu harus mengatakan apa lagi agar istrinya percaya.
"Kamu diam berarti kamu mengakuinya Fred. Kalian menjijikkan!"
"Flo, kita pulang sekarang sayang. Baby Zack dan Baby Zoey menunggu kita di Rumah." Akhirnya Frederico berbicara setelah lama terdiam. Sungguh ia tidak ingin dokter dan perawat mendengar mereka berdua saling berteriak.
"Aku tidak ingin pulang denganmu!"
__ADS_1
"Oh My. Flower Michelin tersayang, jangan membuatku kesal," ujar Frederico seraya meraup wajahnya kasar. Ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada istrinya itu.
"Kamu kesal karena telah menghabisi nyawa seorang Rose Byrne yang masih sangat ingin kembali padamu iyyakan?"
"Flo, kumohon jangan bicarakan hal itu disini. Kita pulang dan Maggie yang akan merawat luka-luka mu," putus pria itu tegas dan tidak ingin terbantahkan.
Ia pun segera memanggil dokter untuk melepaskan jarum infus yang masih terpasang di tangan istrinya. Flower Michelin hanya mendengus dengan keputusan suaminya itu. Sungguh hatinya masih sangat sakit dengan apa yang ia lihat di gambar-gambar itu.
Bagi suaminya itu mungkin hanya masa lalu. Akan tetapi hatinya susah untuk dibujuk agar mau menerima kenyataan terburuk tentang suaminya dengan begitu banyak perempuan.
"Arghh!" geramnya semakin kesal. Seberapa inginnya ia menerima bahwa seorang pria berbahaya seperti Frederico Patria pastilah mempunyai banyak partner ranjang sebelum bertemu dengannya tetapi tetap saja ia belum bisa menerima.
Sepanjang perjalanan pulang. Mereka berdua tak ada yang berbicara. George sebagai pengemudi di bagian depan hanya bisa menarik nafas panjang. Hatinya menduga-duga kalau kedua pasangan dibelakangnya ini pastilah sedang tidak baik-baik saja.
Ia pun berharap agar hubungannya dengan Maggie Smith baik-baik saja kedepannya. Baginya perempuan memang adalah misteri yang sulit untuk diselami.
"Kenapa George? Apa kamu ada masalah?" tanya Frederico saat melihat drivernya itu nampak menghayal dan tidak memperhatikan jalanan dihadapannya.
"Ah tidak Tuan. Semuanya baik-baik saja," jawab pria itu seraya tersenyum. Ia pun kembali fokus pada jalanan yang cukup lengang sembari berucap dalam hati, Kalian berdua yang tidak baik-baik saja, Hem.
"Bangunkan Aku George kalau sudah sampai di rumah!" serunya pada pria di hadapannya.
"Tentu saja Tuan." jawab George dengan cepat. Pria itu pun membunyikan musik slow sesuai kebiasaan Frederico saat pria itu ingin beristirahat di dalam mobil.
Flower Michelin hanya mendengus tetapi ikut menutup matanya. Ia juga sangat suka dengan musik yang sedang diputar oleh George pada tape mobil itu.
Perempuan itu baru merasa bersyukur karena telah selamat dari perempuan jahat bernama Rose Byrne sialan itu. Entah bagaimana nasib kedua bayi kembarnya jika ia tidak bisa pulang dengan selamat.
Ia pun menguap berkali-kali. Ternyata rasa lelah dan sakit di sekujur tubuhnya setelah pertarungannya dengan perempuan itu masih sangat terasa saat ini.
"Hmmmpt," Ia pun menguap lagi dan merasakan matanya sudah mengeluarkan air bening karena tak tahan lagi dengan kantuknya.
"Apa ini karena pengaruh obat dari dokter itu ya?" gumamnya pelan seraya tangannya bergerak mengusap matanya.
__ADS_1
"George, Aku juga sangat mengantuk. Bangunkan Aku saat kita sampai," ujarnya pelan yang hanya dijawab senyum oleh pria pengemudi dihadapannya. Detik berikutnya perempuan itu benar-benar sudah tertidur dengan sangat nyenyak.
Ciiit
George menghentikan kendaraan roda empat itu pas di depan pintu rumah mewah bak istana milik Frederico Patria. Ia rasanya tidak tega membangunkan dua orang yang sedang tertidur itu di jok bagian belakang mobilnya.
Apalagi mereka berdua tampak sangat akur jika sedang tidak sadar seperti itu. Entah siapa yang memulai tetapi keduanya sudah saling duduk merapat. Kepala Flower Michelin sedang berada di dada suaminya.
Tok
Tok
Maggie Smith mengetuk kaca mobil itu dengan antusias. Ia sangat gembira karena sudah melihat suaminya kembali dengan selamat.
"Huss!" ujar George seraya meletakkan ujung telunjuknya di bibirnya. Ia pun membuka kaca mobil agar istrinya berhenti mengetuk.
"Bagaimana Flower? Apa kalian berhasil menemukannya George?!" tanyanya dengan wajah penasaran. George tidak menjawab dan hanya menunjuk ke belakang dimana ada Frederico dan istrinya sedang tertidur.
"Oh my. Aku sangat senang sekali George!" teriak Maggie Smith semakin histeris. Ia sangat bahagia karena sedari tadi dua bayi kembar itu sangat rewel mencari ibunya.
Flower Michelin dan Frederico langsung terbangun karena suara ribut dari dokter perempuan itu. Flower Michelin langsung menjauhkan tubuhnya dari suaminya.
Ternyata setelah tertidur rasa kesalnya pada Frederico Patria masih belum hilang. Ia pun menatap suaminya itu dengan tatapan tajam kemudian turun dari mobil itu dan membanting pintunya dengan keras.
Bugh
Frederico Patria tersentak kaget kemudian menarik nafas panjang. Ia pun ingin turun dari mobil itu tetapi matanya tiba-tiba melihat satu lembar foto di lantai mobil itu.
"Oh My God," bisiknya pelan dengan tangan meraup wajahnya kasar.
πΊπΊπΊ
*Tobe Continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π