Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 45 Mafia AHM


__ADS_3

"Heumm, Tuan Freddy? Apakah Aku mengenal pria itu Flo?" Maggie menatap wajah perempuan di hadapannya dengan ekspresi serius. Ia tampak berpikir keras setelah mendengar nama itu disebutkan oleh George dan juga Flower Michelin.


Perempuan itu tampak sangat penasaran dengan pria yang mereka sebut-sebut itu. Pasalnya, sejak ia mengenal keluarga ini tidak seorang pun pria asing yang bisa memasuki rumah ini kecuali George dan pengawal khusus.


Flower Michelin hanya tersenyum dengan dada kembali berdebar. Ia tidak tahu harus berkata apa tentang pria yang sangat meresahkan perasaannya itu.


"Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku Flo?" tanya Maggie lagi seraya menimang Baby Zoey ke udara. Ia bisa melihat kalau perempuan cantik yang masih sangat muda itu nampak berbeda saat nama Freddy disebut-sebut.


Apa mungkin ia sudah melupakan Frederico Patria?


Wah gawat! bisa mengamuk si raja kalajengking itu.


Ujarnya membatin. Tiba-tiba ia merasa sangat kasihan pada Frederico Patria yang mungkin akan dilupakan oleh perempuan cantik itu.


"Awwwww Zoey!" serunya dengan penuh dramatis. Pikiran-pikiran yang berkecamuk di dalam hatinya tiba-tiba teralihkan oleh tangan kecil baby girl itu yang menarik rambut bagian depannya.


"Aduh Zoey, kamu mau juga rambut panjang ya sayang?" tanyanya pada baby girl itu seraya menggelitik perut bayi itu hingga ia tergelak dan langsung membuat ramai ruangan itu.


"Zoey benar-benar menggemaskan Flo. Aku juga ingin punya bayi seperti ini," ujarnya sembari terus membuat bayi itu tergelak lagi dan lagi.


Tak lama kemudian Baby Zoey pun sudah tampak gelisah dan tidak nyaman. Suara yang keluar dari mulutnya bukan lagi tawa akan tetapi rengekan.


"Sebentar lagi pasti kamu akan mendapatkannya Mag. Kamu 'kan sudah punya suami," ujar Flower Michelin seraya meraih Baby Zoey yang sudah mulai menguap berkali-kali itu.


"Ah iya, Aku harap begitu Flo. George dan Aku sudah tidak sabar memiliki baby yang lucu seperti yang kalian miliki." balas Maggie seraya ikut mengelus kepala baby itu yang sudah berpindah tangan ke ibu kandungnya.


"Ia sudah mengantuk Mag. Dan kurasa Baby Zack juga pasti mengalami hal yang sama. Waktunya untuk tidur sekarang," ujar Flower Michelin seraya membawa baby Zoey ke dalam kamarnya. Maggie pun ikut ke dalam tetapi langkahnya di tahan oleh perempuan itu.


"Maukah kamu membawa baby Zack kemari Mag? Aku ingin ia juga tidur di sini bersama denganku," pinta perempuan itu pada dokter perempuan itu.

__ADS_1


"Ah ya, Aku akan kesana untuk mengambil pria tampan itu dan membawanya ke kamarmu," jawab Maggie dan langsung melangkah ke arah kamar baby twins dimana ada George, suaminya dan juga Tuan Freddy.


"Halllooo," sapanya saat ia membuka kamar itu dan melihat dua pria dewasa yang ia kenal ada di dalam sana.


"Tuan Patria, kamu di sini?" tanya Maggie saat melihat George dan Frederico Patria sedang duduk berbincang dengan wajah serius. Sedangkan Baby Zack sudah tertidur di atas pangkuan pria itu.


"Lalu dimana Tuan Freddy?" tanya lagi seraya memandang ke sekeliling ruangan itu. Ia tidak menemukan sosok lain di dalam kamar itu.


"Aku lah Freddy, Mag," jawab Frederico Patria dengan senyum diwajahnya. Cambang dan kumis palsunya sudah ia buka. Hingga tampillah dirinya yang sebenarnya.


"Apakah Flo tidak mengenalmu Tuan?" tanya Maggie dengan wajah penasaran.


"Tentu saja tidak sayang," jawab George seraya meraih pinggang istrinya itu kedalam dekapannya. Frederico Patria hanya mencibir melihat kemesraan Asisten pribadinya itu di depan matanya.


Pria itu lantas berdiri kemudian membawa baby Zack yang sedang tertidur itu ke dalam box bayinya.


"Flo memintaku untuk membawa baby Zack ke kamarnya Tuan. Bolehkah Aku mengambilnya?" izin Maggie dengan mata memandang baby boy yang yang sudah tenang di dalam tempat tidurnya.


"Bagaimana kalau ia terbangun dan mencari ibunya?" Maggie merasa bingung dengan keputusan pria itu. Frederico Patria tampak berpikir kemudian menjawab, "Kalau begitu Aku saja yang akan membawanya ke sana."


"Kamu sudah berani Tuan?" tanya George dengan senyum diwajahnya.


"Hum ya tentu saja Aku berani, Flower tidak akan menendang ku jika ada Baby Zack bersama ku George," jawab Frederico Patria dengan tatapan tajam pada Asistennya itu. George dan Maggie saling berpandangan kemudian berusaha untuk tidak tertawa.


"Tertawa saja. Dan kalian tidak akan bermesraan malam ini!" ancam Frederico Patria kemudian segera membawa putranya meninggalkan kamar itu.


Puffft


Kedua orang itu langsung tertawa terbahak-bahak setelah Pemilik kekuasaan kedua klan Patria itu sudah tidak tampak di hadapan mereka berdua.

__ADS_1


"Apa menurutmu Flower akan marah karena kita telah membohonginya George?" tanya Maggie seraya bergelayut manja pada lengan kokoh suaminya. Mereka juga meninggalkan kamar baby twins itu setelah memastikan lampu yang ada di ruangan itu.


"Mungkin saja. Tetapi kamu tidak usah memikirkannya sayang. Biarkan Tuan Patria yang menjelaskan semuanya pada istrinya. Kita siapkan saja ambulance jika tiba-tiba ia menjadi korban lagi," jelas pria itu dengan wajah santainya.


"Oh My...itu ide yang sangat bagus sayang. Dan kurasa Aku benar-benar akan menghubungi Ambulans sekarang juga, hahahaha," balas Maggie dengan tawa di wajahnya.


Mereka berdua tidak berhenti membicarakan kedua pasangan yang akan melakukan sesuatu yang luar biasa malam itu dengan perasaan yang sungguh senang.


Mereka berharap kedua pasangan itu benar-benar bisa saling menerima dan melupakan dendam yang sudah seharusnya dikubur dalam-dalam itu.


Sementara itu di dalam kamar pribadi orang yang sedang mereka bicarakan itu,


"Mag? kenapa lama sekali?" tanya Flower saat mendengar pintu kamarnya terbuka dan merasakan seseorang melangkah dengan pelan ke arahnya. Saat ini ia sedang memperbaiki posisi tidur baby Zoey dan membelakangi pintu kamar itu.


Tak ada jawaban yang ia dengar sampai ia melihat dari ekor matanya, seseorang meletakkan Baby Zack di samping baby Zoey. Ia pun menegakkan tubuhnya dan menatap sosok yang sedang berada di hadapannya itu.


Matanya membelalak tak percaya dengan apa yang ia lihat. Mulutnya ia rasakan terbuka karena begitu kaget dengan sosok yang sedang berdiri di hadapannya. Tubuhnya gemetar hebat. Ia tidak tahu harus berkata apa.


Seketika ia pun memundurkan tubuhnya ke belakang. Sampai ia rasakan kakinya terasa sangat kaku dan berakhir jatuh. Akan tetapi tangan Frederico Patria segera meraih pinggangnya.


"Mau kemana kamu Flo?"


🌺🌺🌺


*Tobe Continued.


Hayoo kamu mau lari kemana Flo??? eng ing eng...


Mana nih dukungannya untuk karya receh ini? like dan komentarnya dong. Promosikan juga pada teman dan tetangga yang suka baca Nupel hehehe.

__ADS_1


Kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2