
Flower Michelin masih berdiri di tempatnya sampai Frederico, sang suami langsung menghampirinya dan membawanya duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar itu.
"Kamu ingin tahu hubungan Aku dengan perempuan yang bernama Rose Byrne itu 'kan?" tanya pria itu seraya menatap bola mata istrinya.
Flower Michelin tidak menjawab dan hanya meremas ujung handuknya dengan wajah kesal. Ia benar-benar tidak suka mendengar nama perempuan itu disebut oleh suaminya.
Bayangan foto-foto intim suaminya dengan perempuan itu membuatnya sangat ingin memukul wajah pria yang sedang menatapnya itu.
"Brandon Rios yang ada di dalam foto itu Flo, bukan Aku sayang," ujar Frederico seraya meraih tangan istrinya yang nampak masih berwajah kesal.
"Jangan berbohong lagi padaku Fred. Kamu yang sedang berhubungan intim dengan perempuan itu!" sentak Flower Michelin dengan berusaha melepaskan tangannya yang digenggam oleh suaminya.
"Apa kamu belum mengenalku dengan baik setelah kita bahkan mempunyai dua baby kembar Flo?" tanya Frederico dengan mata memandang lurus kedalam bola mata istrinya. Flower Michelin terdiam. Ia mulai memikirkan perkataan suaminya itu.
"Brondon Rios adalah saudara kembarku yang menjalin hubungan dengan Rose Byrne. Kami begitu mirip 'kan?" senyum pria itu dengan hati yang sangat ingin tertawa melihat istrinya yang langsung nampak kaget.
"Brondon Rios?" tanya perempuan cantik itu dengan mulut terbuka tak percaya. Seketika ia langsung teringat akan cerita tentang pria yang telah dibunuh oleh ayahnya dan berakhir dibalas oleh Frederico Patria.
"Jadi karena dia kamu membalas dendam pada Ayah dan ibuku Fred?" tanya Flower Michelin dengan tatapan lurus ke wajah suaminya.
"Maafkan Aku sayang, sungguh Aku sangat menyesalinya. Kesalahanku padamu benar-benar tak bisa dimaafkan meskipun Aku harus merendam diriku di sungai Gangga," ujar Fredrico dengan perasaan yang kembali merasa sangat menyesal.
__ADS_1
Flower Michelin menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Sakit dan nyeri pada hatinya kembali lagi terasa saat mengingat bagaimana peliknya takdir yang mempertemukan mereka berdua.
"Flo, katakan sesuatu sayang?" pinta pria itu dengan perasaan tak nyaman ketika istrinya tidak lagi bicara. Sungguh ia lebih suka kalau suaminya itu marah padanya daripada diam seperti itu.
"Apa yang harus Aku katakan Fred. Semuanya terasa begitu rumit buatku," jawab perempuan itu dengan berusaha tersenyum.
"Kalau begitu katakan saja kalau kamu tidak akan meninggalkan Aku Flo. Aku tidak akan kuat jika berpisah lagi denganmu." Fredrico Patria langsung meraih istrinya itu dan mendudukkannya ke atas pangkuannya.
"Fred," panggil perempuan itu dengan nada pelan. Ia mengelus rahang suaminya itu dengan sangat lembut.
"Hemm," jawab pria itu dengan tangan mengelus lembut kulit punggung istrinya yang polos tak berpenghalang.
"Hemm," pria itu tidak menjawab tetapi semakin memfungsikan lidahnya mempermainkan pucuk lembut milik istrinya yang sangat menantangnya.
Flower Michelin mendessah tertahan seraya menjambak rambut suaminya yang semakin dalam mempermainkan hasratnya.
"Freddy aaaaakh, Aku..."
"Oeeeek..."
"Oeeeek..."
__ADS_1
🌺🌺🌺
THE End
Hai readers tersayangnya othor. Terimakasih banyak atas kebaikan kalian menemani kehaluan othor yang recehan ini.
Semoga kalian terhibur dan sampai jumpa kembali di karya yang lain yang tidak kalah menariknya.
Bye
Sun jauh dari othor yang katanya penuh misteri iniðŸ¤
Mohon doanya semoga karya ini menang Event 100% Kekasih Ideal.
Kita akan bertemu lagi dikarya othor yang lain ya, tetap pantengin terus hanya di Noveltoon.
Atau ini ?
__ADS_1