Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
#Part 42 Mafia AHM


__ADS_3

Flower Michelin melirik pria yang bernama Freddy itu seraya mengajak temannya untuk mengobrol, "Josh, Apa kamu ada acara weekend nanti?" Perempuan itu sengaja memperbesar volume suaranya supaya pria itu mendengarkan percakapan mereka.


"Tidak Flo. Aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya akan membantu Miss Brown merawat kebun sayurnya," jawab Josh Hutcherson seraya menyerahkan satu pot kentang goreng ke hadapan perempuan cantik itu.


""Oh sayang sekali, padahal Aku ingin mengundang kamu ke Rumahku untuk bermain dengan Zack dan Zoey." Flower Michelin menundukkan wajahnya yang nampak kecewa.


"Mungkin lain kal Flo. Akhir pekan ini Aku sudah berjanji pada Miss Brown. Aku takut mengecewakannya," balas pria itu seraya memandang wajah perempuan itu dengan senyum diwajahnya.


Frederico Patria langsung berdehem dan bahkan terbatuk-batuk dengan keras karena tidak suka melihat pria itu menatap istrinya seperti itu. Josh Hutcherson tersentak kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pria itu.


Frederico Patria yang sedang dipandangi oleh pria muda itu langsung mengarahkan tangannya ke arah lehernya dan menggerakkannya seolah-olah sedang memotong sesuatu.


Krek


Josh Hutcherson langsung melotot tidak percaya dengan ekspresi dan gesture pria itu. Ia langsung meminum minuman cola yang ada dihadapannya dengan terburu-buru sampai tersedak.


"Josh, ada apa? kalau minum jangan terburu-buru seperti itu. Lihat! pakaian kerjamu langsung basah dan kotor 'kan?" tegur Flower Michelin dengan penuh perhatian. Ia bahkan meraih beberapa lembar tissue untuk membersihkan pakaian pria itu.


Federico Patria merasakan dadanya mendidih cemburu. Pemandangan dihadapannya benar-benar membuatnya jadi sangat kesal dan ingin mematahkan leher Josh Hutcherson. Akan tetapi ia harus menahan dirinya.


Seseorang yang sangat mencurigakan sepertinya sedang memperhatikan Flower Michelin sejak tadi. Pria itu duduk di sudut meja di dalam Cafetaria itu dan selalu mengarahkan pandangannya ke arah meja mereka sekarang ini.


"Well Josh. Terimakasih karena telah mentraktirku. Pekan depan gantian Aku yang akan mentraktirmu, Okey?"


"Tidak perlu Flo. Aku akan sangat sibuk beberapa hari ke depan. Mungkin dilain waktu saja kita akan bertemu," ujar pria itu dengan ekor mata melirik ke arah Frederico Patria. Ia tahu betul kalau pria itu pastilah pengawal yang diperintahkan oleh suami Flower Michelin untuk menjaga perempuan itu.


"Jam istirahat ku sudah hampir selesai Flo. Aku senang sekali karena kita bisa makan bersama. Sampai jumpa lagi," lanjut pria muda itu dan segera pergi dari sana.


Ia nampak sangat terburu-buru setelah membaca sebuah pesan di secarik kertas yang memintanya untuk menjauhi Flower Michelin. Kertas itu diberikan oleh waiters yang mengantarkan bill kepadanya.


"Josh!" panggil perempuan itu dengan wajah bingung. Ia begitu heran dengan perubahan yang terjadi pada sahabatnya itu. Akhirnya ia duduk di hadapan Frederico Patria atau Freddy dengan tatapan tajam.


"Apakah Tuan melakukan sesuatu pada Josh?" tanyanya dengan alis terangkat. Pria tampan berkacamata hitam itu tersenyum miring kemudian menjawab, "Josh? Anak ingusan itu? dia tidak level denganku. Jadi Aku tidak perlu melakukan apapun padanya Nyonya."

__ADS_1


"Anda mencurigakan Tuan Freddy. Dan Apakah anda tahu apa yang akan Aku lakukan jika Anda berbuat sesuatu padaku?" tantang Flower Michelin seraya mendekatkan tubuhnya ke arah Freddy.


"Apa?" tanya pria itu dengan tubuh ia dekatkan juga istrinya itu.


"Aku akan menyiksa anda dengan sebegitu rupa hingga anda lupa kalau sedang berurusan dengan perempuan ingusan seperti diriku," ancam Flower Michelin dengan suara rendah.


"Aku menantikan itu Nyonya. Tapi sayangnya kamu masih sangat kurang sopan denganku yang telah mengajarkanmu banyak hal hari ini."


"Goerge yang akan berurusan dengan anda Tuan Freddy. Karena sekarang Aku sudah tidak berminat berjumpa lagi dengan Anda, permisi."


Flower Michelin pun segera melangkahkan kakinya keluar dari Cafetaria itu. Perempuan muda itu mendengus kesal karena tidak berhasil memancing pria yang ia curigai adalah Frederico Patria suaminya.


Ah Bodoh! pria itu pasti sudah bisa membaca kalau Aku cukup gelisah dengan keberadaannya di sini.


Sial! tatapan tajam mata itu begitu mirip dengan Fred.


Oh My! tidak mungkin orang yang sudah mati bangkit kembali.


Perempuan itu memukul setirnya dengan kedua tangannya. Ia benar-benar sangat kesal pada dirinya yang tidak berhenti memikirkan pria bajingan itu.


Ia segera melajukan mobilnya untuk pulang dengan perasaan kembali tersiksa. Sedangkan di dalam Cafetaria itu. Frederico Patria segera berdiri dari duduknya untuk mengikuti pria asing yang Ingin mengikuti Flower Michelin.


Ciiit


Frederico Patria langsung menyalip kendaraan pria itu yang nampak ingin memburu mobil isterinya.


"Hey apa-apaan Ini?!" teriak pria itu dengan wajah marah. Ia membunyikan klakson mobilnya dengan keras agar mobil Frederico Patria segera menyingkir dari hadapannya.


Frederico Patria tidak menggubrisnya. Ia hanya membunyikan mesin mobilnya dengan tatapan mencemooh pria asing itu.


"Singkirkan Mobilmu brengsek!" teriak pria itu lagi karena Frederico hanya menarik ulur Gasnya.


Broom

__ADS_1


Broom


Broom


"Oh Sial! istri dari Fredrick itu pasti sudah jauh dan Aku sudah kehilangan jejaknya," geram pria itu seraya memukul setir mobilnya.


"Brengsek kamu!" Teriaknya lagi kemudian segera menginjak gas mobilnya. Ia ingin menabrak pria yang ada dihadapannya itu dengan mobilnya karena rencananya telah digagalkan olehnya.


Broom


Frederico Patria sudah bisa menduga apa yang akan dilakukan oleh pria mencurigakan itu. Dengan kecepatan tinggi ia menginjak gasnya juga dan meninggalkan pria itu menabrak mobil lainnya yang kebetulan lewat.


"Rasakan! beraninya ingin membahayakan istriku!" ujar Frederico Patria dengan seringai diwajahnya. Pria itu pun melanjutkan perjalanannya pulang ke Rumahnya. Ia ingin memberikan sebuah kejutan yang sangat menyenangkan untuk istrinya itu.


Sungguh ia tidak bisa lagi menahan rasa rindunya pada perempuan cantik itu. Ancaman istrinya padanya tadi membuat adrenalinnya terpacu dengan sangat kuat.


"Flo, Aku datang sayang," ujarnya pelan dengan senyum samar diwajahnya. Ia sudah sangat siap jika perempuan itu akan memberinya hukuman yang sangat menegangkan dan sangat menyenangkan.


"Zack, Zoey, nantikan Ayahmu ini datang dan menggendongmu sayangku," lanjutnya dengan hati berdebar bahagia.


"Flo, maafkan Aku tapi kamu harus mendapatkan ganjaran dari apa yang kamu lakukan pada Josh Hutcherson."


"Itu sangat tidak benar sayangku. Berani kamu menyentuh laki-laki lain, dan itu di hadapanku Flo." Pria itu terus bermonolog dengan dirinya sendiri dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.


🌺🌺🌺


*Tobe Continued.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Apakah pertemuan ini akan mulus layaknya jalan tol?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2